The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 39. Rencana


Putra Mahkota yang telah kembali ke istana langsung memerintakan Robert untuk mencari tau siapa yang telah membantu dan melindungi kelompok wolf Wild.


"Robert, segera cari tau siapa bangsawan yang terlibat dalam membantu dan melindungi kelompok Wolf Wild!" perintah Putra Mahkota.


"Baik, Yang Mulia." jawab Robert.


Setelah memberi perintah ada seorang kesatria yang di tugaskan mencari tau info tentang keadaan shiena datang dan dia memberitahukan bahwa Nona Shiena Ve Carrole telah tiba di Kediaman Duke Carrole dan saat ini sedang di tangani oleh dokter.


"Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap kesatria


"Katakan ada apa?" tanya Putra Mahkota


"Hamba ingin memberitahukan jika Nona Shiena telah kembali ke Kediaman Duke Carrole, Yang Mulia." ucap kesatria.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Putra mahkota cemas.


"Saat ini, saya belum mengetahuinya Yang Mulia karna saat ini Nona Shiena sedang di periksa oleh dokter." ucap Kesatria tersebut.


"Baiklah, kau boleh pergi dan tetap pantau bagaimana keadaanya sekarang!" perintah Putra Mahkota.


"Baik, Yang Mulia.


Kesatria itu pun langsung pergi ke Kediaman Duke Carrole setelah menerima perintah.


"Karna kecerobohan dan kelemahanku makanya kau menjadi seperti ini. Maafkan aku Shiena." gumam Putra Mahkota dengan wajah frustasi.


Di lain tempat di Kediaman Duke Watson, Alphonso Aranta Ye Watson telah mengetahui tentang kabar jika Shiena saat ini sedang sakit.


"Hamba menghadap Tuan duke." ucap Kepala Pelayan sopan.


"Kirimkan surat ke Kediaman Duke Carrole bahwa aku ingin berkunjung." perintah Alphonso.


"Baik, Tuan Muda." ucap Kepala Pelayan.


'Shiena, semoga kau baik-baik saja. Aku sangat mencemaskanmu. Aku harus membelikan sesuatu untuk Shiena agar dia senang.' ucap Alphonso dalam hati.


"Hamba permisi undur diri dulu Tuan Duke." ucap Kepala Pelayan hormat.


"Tunggu sebentar." ucap Alphonso.


"Belikan saya sesuatu yang bagus dan indah untuk Shiena." ucap Alphonso.


"Baik Tuan." ucap Kepala Pelayan menyanggupi.


"Baiklah, kau boleh pergi sekarang." kata Alphonso


Akhirnya Kepala Pelayan pun pergi dan mencarikan benda yang akan disukai oleh Shiena.


Kembali ke Istana, Putra Mahkota yang sedang mengerjakan pekerjaannya di ganggu dengan ketukan pintu di ruang kerjanya.


Tokk.. Tokk.. Tokk


"Masuk!" perintah Putra Mahkota


""Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap kesatria.


"Katakan, ada perlu apa?" tanya Putra Mahkota.


"Hamba ingin menyampaikan berita bahwa nona Shiena hanya kelelahan dan hanya membutuhkan istirahat kata dokter dan saat ini nona shiena sudah sadarkan diri." ucap kesatria tersebut.


"Benarkah itu?" tanya Putra Mahkota yang seketika itu langsung tersenyum senang.


"Tentu Yang Mulia." jawab kesatria meyakinkan.


"Baiklah, kau boleh pergi." ucap Putra Mahkota.


Saat Putra Mahkota mempersilahkan kesatria itu untuk pergi tiba-tiba Robert datang melapor.


"Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap Robert.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Putra Mahkota langsung ke intinya.


"Hamba telah mengetahui siapa Bangsawan yang telah melindungi Kelompok wolf Wild, Yang Mulia." ucap kesatria.


Putra Mahkota yang mengetahui kenyataan itu langsung memasang wajah marah dan kesal padahal sebelumnya wajahnya terlihat senang.


"Siapa?" tanya Putra Mahkota meninggikan suara.


"Dia adalah Tuan Count Ashley, Count Kayhamn Pure Ashley yang menguasai daerah Wilayah Amore." ucap Robert.


Putra Mahkota semakin marah dan rasanya dia ingin segera memenggal kepala Count itu tapi sebelum itu terjadi kesatria tersebut memberitahukan sesuatu.


"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia Putra Mahkota tapi saat hamba mencari tau tentang bangsawan yang melindungi Kelompok Wolf Wild, saya melihat pengawal pribadi nona Shiena sedang mengintai kelompok tersebut juga." ucap Robert.


'Ada perlu apa pengawal pribadi Shiena mengintai tempat itu? Atau dia ingin membalaskan semua perbuatan mereka padanya' ucap Putra Mahkota dalam hati.


Putra Mahkota yang sedang marah memutuskan menurunkan sejenak egonya dan melanjutkan keinginannya untuk menjenguk Shiena secepatnya.


"Robert, kita keluar istana sekarang. Aku ingin memberikan sesuatu pada Shiena." ucap Putra Mahkota.


"Baik, Yang Mulia." ucap Robert


Putra Mahkota pun pergi dan berencana membelikan sesuatu yang mungkin di sukai Shiena.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.


❤🥰😘