
Anastasya yang kembali ke Vilanya mulai bersiap dengan kedatangan Duke Simons malam harinya. Anastasya bahkan berhias dengan sangat cantik di malam itu.
Sebelum waktu makan malam tiba, Duke Simons pun datang. Duke Simons datang membawa buket bunga lili sebagai lambang keluarganya. Anastasya yang senang karena baru pertama kalu mendapatkan buket bunga yang sangat besar pun membawa Duke Simons duduk.
Amy datang membawakan teh serta cemilan manis dan meninggalkan Duke Simons dan Anastasya berdua. Sementara seluruh pelayan yang ada di Vila itu mulai membicarakan kedatangan Duke Simons.
Duke Simons datang memberi taukan tentang dirinya yang telah mendapatkan bebera contoh rumah yang bisa dibeli tapi Duke Simons tak bisa menentukan rumah yang mana yang akan diberikan karena tak tau selera Anastasya. Duke Simons memberikan pilihan itu Anastasya setelah Anastasya melihat-lihat setiap rumah yang ingin dibeli.
"Aku telah menemukan rumah yang besar dan juga bagus tapi aku tak tau gaya seperti apa yang kau sukai Tasya. Jadi aku serahkan pilihannya padamu." ucap Duke Simons.
"Aku akan menurut rumah mana saja yang Val pilihkan." ucap Anastasya malu-malu.
"Tidak Tidak Tidak. Aku ingin kau menyukai rumah itu karena kau yang akan tinggal disana jadi kau harus memilihnya sendiri. Rumah manapun yang kau pilih. Itu lah yang akan kita beli." ucap Duke Simons.
"Benarkah Val? Aku boleh memilih." tanya Anastasya antusias.
"Tentu saja." ucap Anastasya senang.
Anastasya yang senang langsung memeluk Duke Simons. Duke Simons pun membalas pelukan itu dengan senang hati.
"Apa kau senang?" tanya Duke Simons.
"Senang sekali. Terima kasih." ucap Anastasya.
Anastasya pun mengajak Duke Simons pergi ke ruang makan karena telah waktunya untuk makan malam. Anastasya telah memerintahkan pelayan untuk memasak masakan yang menjadi makanan kesukaan Duke Simons.
Duke Simons yang melihat ada makanan kesukaannya di meja makan menjadi sangat senang.
"Apa kau yang menyiapkan ini semua?" tanya Duke Simons.
"Ya. Aku meminta pelayan memasakkan makanan kesukaanmu. Apa kau suka dengan makanannya Val?" tanya Anastasya.
"Suka sekali. Mari kita makan." ucap Duke Simons.
Mereka pun makan dengan diam tanpa ada suara sedikit pun selama makan sampai makan selesai. Anastasya mengajak Duke Simons pergi ke kamarnya karena ada hal penting yang ingin diberitaukan. Duke Simons yang merasa penasaran pun mengikuti saja permintaan Anastasya.
Anastasya pun masuk ke dalam kamarnya dengan diikuti oleh Duke Simons. Amy datang membawakan teh serta cemilan lalu meninggalkan Anastasya dan Duke Simons berdua.
"Val, ada yang ingin aku beri tau padamu." ucap Anastasya.
"Katakanlah." ucap Duke Simons.
"Tadi siang aku keluar untuk mencari angin segar setelah pertandingan Semi Final selesai. Aku merasa ada yang mengikutiku dan mencoba menyakitiku." ucap Anastasya dengan wajah polosnya.
"Mengikutimu? Siapa?" tanya Duke Simons bingung.
"Ntahlah. Aku tak tau siapa. Aku takut sekali sehingga aku kabur." ucap Anastasya.
"Lalu apakah orang yang mengikutimu telah tertangkap.
"....." Anastasya menggelengkan kepala.
Duke Simons yang mendengar Anastasya diikuti menjadi khawatir.
"Jangan khawatir. Aku akan memberikanmu pengawal pribadi." ucap Duke Simons.
'Apa pengawal? Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Jika aku diberikan pengawal sama saja aku diikuti juga tapi secara terang-terangan. Val akan tau semua gerak-gerikku nanti.' fikir Anastasya.
"Maafkan aku Val. Aku senang kau memperhatikanku tapi aku tak membutuhkan pengawal. Aku masih bisa melindungi diriku. Lagipula jika terjadi sesuatu padaku, kau pasti akan langsung menolongku kan?" tanya Anastasya.
"Tentu saja tapi aku akan merasa selalu was-was jika kau jauh dariku." ucap Duke Simons.
"Percayalah padaku Val. Ah, berikan tanganmu padaku." perintah Anastasya.
Duke Simons pun memberikan tangan kanannya yang diletakkan oleh Anastasya di atas tangan kanannya juga. Di tangan kanan Anastasya terdapat dua buah gelang. Anastasya meminta Duke Simons mengalirkan Energi Sihir Murninya ke dalam gelang tersebut.
Lalu, setelah selesai Duke Simons menarik tangannya kembali. Anastasya pun meminta Duke Simons untuk duduk tenang dan Anastasya pergi pindah posisi duduk di atas ranjang. Kemudian, Anastasya mencoba menghancurkan satu gelang itu tanpa diketahui oleh Duke Simons. Duke Simons yang tak tau apa yang dilakukan Anastasya tiba-tiba merasa ada sebuah penglihatan sekilas tentang keadaan dan posisi Anastasya berada. Duke Simona sangat terkejut.
"A-apa itu barusan?" tanya Duke Simons bingung.
Anastasya yang melihat kebingungan di raut wajah Duke Simons mulai mendekati Duke Simons kembali dan menjelaskannya.
"Itu adalah salah satu manfaat Spesial Sihir Cahayaku. Jika terjadi sesuatu padaku, aku hanya tinggal menghancurkan gelang ini dan seketika itu juga Val akan tau apa yang terjadi dan dimana posisiku berada." ucap Anstasya.
"Tentu saja. Bagaimana? Apa kau percaya padaku sekarang Val?" tanya Anastasya.
"Ya baiklah. Aku percaya padamu tapi berjanjilah untuk selalu dalam keadaan sehat dan selamat." ucap Duke Simons.
"Tentu." ucap Anastasya.
Raut wajah ketegangan di wajah Duke Simons perlahan kendur dan saat itu lah Anastasya menceritakan sesuatu yang memang harus diceritakan segera kepada Duke Simons.
"Val, ketika aku melarikan diri, aku sampai di tenda Yang Mulia Kaisar." ucap Anastasya.
"Apa tenda kaisar?" tanya Duke Simons terkejut.
"Ya dan sepertinya aku mendengar sesuatu yang tak seharusnya aku dengar." ucap Anastasya.
"Apa itu?" tanya Duke Simons penasaran.
"Aku mendengar percakapan antara Yang Mulia Kaisar dan Penasehat Kekaisaran. Mereka mengatakan tentang mengorbankan Tuan Robert dan mencabut posisi Putra Mahkota lalu menggantinya dengan Tuan Muda Alphonso." ucap Anastasya.
"Apa kau serius? Apa kau tidak salah dengar?" tanya Duke Simons terkejut.
"Tentu saja. Aku sangat yakin mendengarnya dan aku tidak tuli!" ucap Anastasya kesal.
"Baiklah baiklah baiklah. Jangan marah, aku hanya ingin memastikannya." ucap Duke Simons buru-buru.
Anastasya yang melihat wajah panik dari Duke Simons menjadi senang. Duke Simons merasa jika yang dikatakan oleh Anastasya adalah kebenaran maka semuanya akan menjadi masalah bagi mereka.
"Jika yang kau katakan itu benar maka itu akan menjadi masaah." ucap Duke Simons.
"Benar sekali. Aku juga merasakan hal yang sama." ucap Anastasya.
"Kita harus menggagalkan rencana Kaisar bagaimanapun caranya." ucap Duke Simons.
"Tenang saja. Kita tak perlu melakukan apapun. Putra Mahkota yang akan melakukan semuanya." ucap Anastasya penuh teka-teki.
"Apa maksudmu Tasya?" tanya Duke Simons tak mengerti.
"Aku telah memberi tau Putra Mahkota tentang masalah ini siang tadi. Apa kau tau apa yang sedang direncanakannya?" tanya Anastasya.
"Apa?" ucap Duke Simons.
"Putra Mahkota berencana menggulingkan Takhta Kaisar dengan cara membunuhnya agar bisa menyelamatkan Tuan Robert serta posisinya." ucap Anastasya.
"Bagus sekali. Jika berhasil, Kaisar bodoh itu telah tersingkirkan dan kita hanya tinggal menghancurkan Putra Mahkotanya saja." ucap Duke Simons.
"Kau benar Val." ucap Anastasya.
"Berhasil atau tidaknya semuanya akan menguntungkan kita. Jika berhasil maka Kaisar bodoh yang akan meninggal dan jika gagal maka Putra Mahkota yang akan meninggal karena di pancung." ucap Duke Simons.
"Jika rencana Putra Mahkota gagal bagaimana bisa itu menguntungkan kita?" tanya Anastasya bingung.
"Tentu saja karena kita akan melakukan kudeta akan sangat bagus jika salah satu di antara mereka ada yang tewaa duluan." ucap Duke Simons menjelaskan.
Duke Simons sangat senang karena Anastasya telah melakukan hal yang benar. Anastasya pun meminta Duke Simons mengawasi Putra Mahkota dan memastikan jika semuanya berjalan sesuai rencana.
Lalu, mereka membicarakan tentang masa depan mereka berdua hingga akhirnya waktu semakin larut dan Duke Simons permisi kembali ke Kediamannya. Anastasya menawarkan tempat untuk menginap tapi Duke Simons menolak dengan alasan besok ada banyak hal yang harus segera diurus.
#Bersambung#
Hai Readers tersayang Author.. 😊😊😊
Author mau kasih kabar gembira kalau Author sekarang punya NOVEL BARU dengan tema Romantis.. 😁
Dengan judul "TERPAKSA MENIKAH KARENA WASIAT" jujur ini pertama kalinya Author buat Novel dengan Genre ini.. 😅😂
Jadi tolong masukan dan sarannya ya jika kurang pas di hati Readers.. 😁
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘