
Kaisar yang berada di dalam Istana mengetahui bahwa ada Bangsawan yang berniat menggulingkannya sebagai Kaisar dengan memanfaatkan Mantan Putra Mahkota Brian dari mata-matanya.
Namun, Kaisar tak mengetahui siapa dari Bangsawan-bangsawan itu yang ingin melakukan itu semua.
Kaisar pun memutuskan untuk melakukan penyelidikan mendalam dengan masalah ini. Kaisar akhirnya memerintahkan Kepala Penyelidikan Kekaisaran untuk menanyai Mantan Putra Mahkota Brian tentang siapa saja Bangsawan ìhìpjut dalam tindakan meracuni Kaisar.
Kepala Penyidik yang telah mendapatkan perintah dari Kaisar pun langsung bergerak menuju Penjara Kekaisaran tempat Mantan Putra Mahkota Brian dipenjara.
Sebelum sampai di Penjara Kekaisaran, Kepala Penyelidik memerintahkan staf terbaiknya untuk segera menyelidiki orang-orang yang dekat dengan Mantan Putra Mahkota Brian tapi tidak ikut masuk dalam Penjara. Staf Penyidik itu pun langsung bergerak dan meninggalkan Kepala Penyelidik.
Kepala Penyidik yang telah sampai pun datang menemui Mantan Putra Mahkota Brian. Penyidik melihat Mantan Putra Mahkota Brian dalam keadaan yang sangat menyedihkan karena terdapat banyak sekali luka pukulan dan cambukan.
Kepala Penyelidik yakin bahwa orang yang memerintahkan Penjaga Tahanan melakukan ini pasti Putra Mahkota Franz. Jika itu Kaisar yang memerintahkan hal itu akan sangat tidak mungkin karena Kaisar masih memiliki perasaan kasih terhadap Mantan Putra Mahkota Brian yang merupakan darah dagingnya sendiri.
Brian yang diinterogasi tak ingin bekerja sama karena baginya lebih baik Kekaisaran itu hancur sekalian jika bukan dirinya yang memimpin. Brian bahkan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Selamat pagi, Yang Mulia." ucap Kepala Penyelidik ramah.
"Kenapa kau kemari?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian galak.
"Saya hanya datang menjalankan perintah, Yang Mulia." Jawab Kepala Penyelidik.
"Hah, perintah. Pasti dari anak kesayangan Kaisar yang sombong itu bukan? Pergi dari sini. Aku tak akan mengatakan apapun padamu." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Saya mohon kerja samanya Yang Mulia."ucap Kepala Penyelidik.
"Kerja sama. Jangan bercanda. Pergi dari hadapanku Rakyat Jelata!" teriak Mantan Putra Mahkota Brian.
Kepala Penyelidik yang sudah berusaha menahan diri agar tidak marah pun akhirnya meluapkan amarahnya dengan menggrebak meja Penyelidikan. Mantan Putra Mahkota Brian yang mengalami hal ininpun ikut marah.
"Kau! Rakyat Jelata! Beraninya kau menggrebak meja di depanku. Aku ini seorang Pangeran Kekaisaran Pearl!" teriak Mantan Putra Mahkota Brian.
Kepala Penyelidik yang mendengar perkataan Mantan Putra Mahkota Brian hanya tertawa keras sekali.
"Pangeran? Jangan bermimpi! Kau itu hanya seorang Penghianat! Jangan kau fikir aku bersikap ramah dan memanggilmu Yang Mulia lalu kau bisa bersikap sombong! Kau itu hanya seorang Penghianat yang akan segera dihukum PENGGAL!" ancam Kepala Penyelidik.
Mantan Putra Mahkota Brian yang mendengar perkataan Kepala Penyelidik mulai merinding memikirkan nasibnya yang tak lama lagi akan meninggal.
Hingga terbesit bayangan detik-detik kematian Ratu Monica yang dihukum penggal juga oleh Kaisar.
'Ayahku adalah seorang Kaisar yang kejam. Dia bahkan rela menghukum istrinya sendiri apalagi dengan menghukumku meskipun aku ini adalah darah dagingnya.' ucap Mantan Putra Mahkota Brian dalam hati.
"Apa maksudmu?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian.
"Maksudku? Apa anda masih belum mengerti? Saya diperintahkan Kaisar untuk menyelidiki siapa saja Bangsawan yang ikut terlibat dan bukan untuk mengurangi hukuman anda apalagi membebaskan anda!" ucap Kepala Penyelidik sinis.
"Ka-kau!" ucap Mantan Putra Mahkota Brian terbata-bata.
Kepala Penyelidik yang berfikir tak akan ada yang bisa dibicarakan pun memutuskan untuk pergi dari Ruang Interogasi itu tapi tiba-tiba Staf Penyelidik datang.
Staf Penyelidik datang menyerahkan sebuah laporan kepada Kepala Penyelidik yang membuat Kepala Penyelidik menjadi tersenyum.
Kepala Penyelidik pun berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu keluar sementara Penjaga Tahanan bersiap membawa Mantan Putra Mahkota Brian masuk ke dalam penjaranya lagi.
Namun tiba-tiba Kepala Penyelidik berhenti di depan pintu yang tertutup dan berbalik ke arah Mantan Putra Mahkota.
"Ah, saya lupa menyampaikan ini kepada Anda. Saya yakin anda pasti tidak tau akan hal ini karena anda ada di dalam Penjara." ucap Kepala Penyelidik.
"....." Mantan Putra Mahkota Brian diam sambil menaikkan alis tanda tak mengerti.
"Apa anda ingat dengan Lady Anastasya?" tanya Kepala Penyelidik.
'Tasya!' fikir Mantan Putra Mahkota Brian.
"Tak ada hal buruk yang terjadi justru ada kabar gembira darinya." ucap Kepala Penyelidik.
"......" Mantan Putra Mahkota diam.
'Kabar baik? Apa?' fikir Mantan Putra Mahkota Brian.
"Hmmm, aku katakan tidak ya? Baiklah akan aku katakan. Lady Anastasya akan segera bertunangan dan dalam waktu dekat akan segera menikah." ucap Kepala Penyelidik.
"Menikah? Tidak mungkin!" teriak Mantan Putra Mahkota.
'Tasya tak mungkin menikah. Tasya sangat mencintaiku lagi pula saat ini dirinya sedang mengandung anakku.' fikir Mantan Putra Mahkota Brian.
"Kenapa tidak? Dia masih lajang dan jika Lady Anastasya bersama anda mungkin nasibnya akan sangat sulit bukan? Hmmm, apa anda tau siapa calon tunangan dan calon suaminya?" tanya Kepala Penyelidik seolah misterius.
"....." Mantan Putra Mahkota Brian diam.
'Siapa? Jangan bilang laki-laki itu!' fikir Mantan Putra Mahkota Brian sambil menahan emosi.
"Akan aku katakan dengan jelas. Pria yang beruntung bersanding bersama Lady Anastasya adalah Tuan Duie Simons. Mereka pasangan yang sangat serasi bukan, Yang Mulia?" tanya Kepala Penyelidik merendahkan.
"Tidak mungkin! Tasya tak akan melakukab itu. Kau pasti berbohong." teriak Mantan Putra Mahkota Brian.
"Terserah padamu, Yang Mulia. Mau percaya atau tidak karena semua keputusan ada di tanganmu. Baiklah aku akan pergi sekarang. Sepertinya anda membutuhkan waktu untuk sendiri. Jika anda ingin mengatakan sesuatu silahkan utarakan kepada saya nanti. Lusa saya akan datang kemari. Saya tunggu kabar baiknya, Yang Mulia." ucap Kepala Penyelidik.
Kepala Penyelidik pun keluar dari ruang interogasi sambil menundukkan kepala terlebih dulu sebagai tanda hormat sekaligus menghina.
Sementara itu, Mantan Putra Mahkota Brian yang mendengar perkataan Kepala Penyelidik sangat marah dan mencoba menghancurkan kursi yang sedang diduduki saat ini.
Penjaga Tahanan itu pun mencegah tapi tidak kuat hingga salah satu Penjaga Tahanan keluar mencari tali dan tinggal lah satu orang Penjaga Tahanan bersama Mantan Putra Mahkota Brian.
Mantan Putra Mahkota Brian pun diam sejenak setelah salah satu Penjaga Tahanan itu keluar. Mantan Putra Mahkota Brian pun mengeluarkan satu buah bongkahan kecil emas asli dari mulutnya meskipun kecil tapi bagi rakyat biasa emas itu sangat mahal harganya.
Penjaga Tahanan yang melihat emas itu mulai terlihat tertarik. Mantan Putra Mahkota Brian pun mencoba membuat penawaran kepada Penjaga Tahanan itu.
"Kau bisa mendapatkan emas ini jika kau melakukan satu hal untukku." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Apa itu?" tanya Penjaga Tahanan yang matanya masih pada emas.
"Aku ingin kau mencari tau kebenaran perkataan Kepala Penyelidik itu." perintah Mantan Putra Mahkota Brian.
"Itu mudah!" ucap Penjaga Tahanan mengambil emas.
Tak lama kemudian Penjaga Tahanan yang satunya telah datang. Mereka pun membawa Mantan Putra Mahkota Brian masuk kembali ke dalam Penjara.
Penjaga Tahanan yang mendapatkan perintah dari Mantan Putra Mahkota Brian pun bergegas melakukan tugasnya dan tak butuh waktu lama. Penjaga Tahanan mendapatkan info bahwa semua itu adalah benar dan segera memberi tau Mantan Putra Mahkota Brian.
Mantan Putra Mahkota Brian yang tau akan hal ini menjadi marah dan memerintahkan Penjaga Tahanan itu membuat surat atas namanya dan mengirimkannya kepada Anastasya.
Penjaga Tahanan itu menolak jika tidak mendapatkan sesuatu akhirnya Mantan Penjaga Tahanan memberikan Cincin emasnya yang selama ini disembunyikannya dengan sangat baik.
Penjaga Tahanan yang melihat ada keuntungan lagi pun melakukan apa yang diinginkan Mantan Putra Mahkota Brian. Penjaga Tahanan itu pun menulis surat atas nama Mantan Putra Mahkota Brian.
Tasya sayangku. Apa kau sudah melupakanku setelah mendapatkan penggantiku? Jangan lupa aku masih bisa menyeretmu jika kau tak datang menemuiku. Aku sangat merindukanmu dan juga anak kita.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘