
Raja Philiph yang terluka parah karena disebabkan tebasan pedang oleh Kaisar Franz segera kembali ke Kerajaan Shafir bersama Jenderal dan Ajudannya sementara Kesatria dan Pelayannya semuanya telah meninggal ditangan Kesatria Elit Kekaissaran Pearl.
Jenderal Istana Kerajaan Shafir yang memiliki Sihir teleportasi mengerahkan sisa kekuatannya untuk membawa mereka bertiga kembali ke Kerajaan Shafir meski harus menghabis banyak sekali tenaga Sihirnya.
Dalam hitungan menit akhirnya mereka bertiga pun sampai di Halaman Istana Kerajaan Shafir. Kesatria dan Pelayan yang melihat kedatangan Raja Philiph beserta Jenderal dan Ajudannya segera menemui mereka Jenderal Kerajaan yang telah menggunakan banyak Tenaga Sihir akhirnya pingsan dan jatuh ke tanah,
Ajudan Raja Philiph yang masih sehat memerintahkan Kesatria Kerajaan Shafir untuk membawa Raja Philiph ke kamarnya dan memanggilkan Dokter Kerajaan dan Ketua Sihir Kerajaan Shafir. Ajudan itu juga memerinthakan Kesatria yang lain untuk mengangkat Jenderal ke kamar lain.
Kesatria itu pun segera melakukan tugas yang diberikan kepadanya dan dalam waktu singkat Raja Philiph dan Jenderal Kerajaan telah berada di dalam kamar. Dokter dan Ketua Sihir pun ternyata telah sampai dan langsung memeriksa keadaan Raja Philiph yang telah mulai pucat karena kehilangan banyak darah.
Ratu Kerajaan Shafir yang baru saja melahirkan mengetahui keadaan Raja Philiph yang terluka parah setelah kembali dari Kekaisaran Pearl tidak memberikan respon apapun. Ratu Kerajaan Shafir yang bernama Ratu Jasmine sangat mengenal watak dan sifat dari Raja Philiph. Ratu Jasmine yakin jika Raja Philiph pasti telah menggangu wanita milik Kaisar Kekaisaran Pearl karenanya sekarang kondisinya sedang tidak baik.
Tidak hanya Ratu Jasmine, semua Selir dan juga wanita yang Raja Philiph miliki secara paksa tidak ada yang merasa sedih mendengar kabar Raja Philiph yang kembali dalam keadaan yang kritis. Mereka semua berharap agar Raja Philiph segera mangkat dan keluarga mereka dapat menyerang Kerajaan Shafir sehingga bisa membawa mereka kembali.
Ratu Jasmine yang telah dua kali melahirkan tapi harus dua kali juga kehilangan anaknya karena Raja Philiph yang tidak berperasaan yang memaksanya berhubungan saat dirinya sedang hamil besar yang mengakibatkan dirinya kontraksi dan terpaksa harus melahirkan sebelum waktunya dan juga harus menerima kenyataan harus kehilangan anaknya untuk kedua kalinya.
Ratu Jasmine tidak bisa menolak permintaan Raja Philiph karena jika dirinya menolak maka dirinya akan disiksa dan tak hanya dirinya tapi seluruh anggota Keluarganya yang merupakan salah satu Bangsawan Atas di Kerajaan Shafir akan dihukum cambuk oleh Raja Philiph jika dirinya marah.
Oleh karena itu, Ratu Jasmine telah berkali-kali melakukan percobaan permbunahan pada Raja Philiph tapi tidak pernah berhasil karena Raja Philiph selalu berhasil lolos. Raja Philiph sebenarnya mengetahui bahwa orang yang menjadi dalang percobaan pembunuhannya adalah Ratunya sendiri tidak mencoba menghukum atau melakukan apapun pada Ratu Jasmine bahkan Raja Philiph mempersilahkan Ratu Jasmine melakukannya karena Raja Philiph yakin berapa kalipun Ratu Jasmine mencoba dirinya pasti akan selalu gagal.
Raja Philiph yang saat ini terbaring dalam keadaan kritis tidak membuat Ratu, Selir dan wanita-wanitanya menjenguknya bahkan semuanya merasa bahwa ini adalah karma yang harus diterima oleh Raja Philiph atas semua perbuatan jahatnya.
Dokter Kerajaan Shafir dan Ketua Sihir Kerajaan Shafir melakukan segala cara dan menggunakan semua kemampuan mereka untuk menyelamatkan Raja Philiph dan ternyata semua permintaan Ratu, Selir dan Wania Raja tidak ada yang terkabul. Dewa ternyata masih menginginkan Raja Philiph hidup Raja Philiph akhirnya bisa sadar kembali dan melewati masa kritisnya.
Raja Philiph yang sadar sangat marah saat mengingat momen kekalahannya dan saat dirinya harus mengalami sakit yang teramat sakit karena tangan kirinya telah dipotong. Meskipun begitu, Ketua Sihir yang memiliki Sihir Penggabungan Kayu yang mana gabungan antara Sihir Tanah dan Sihir Air membuatnya dapat mengganti tangan kiri Raja Philiph yang terputus dengan tangan buatan meskipun tangan itu tidak terlalu sempurna seperti tangan aslinya tapi tangan itu dapat digunakan.
Raja Philiph yang sangat marah pun memutuskan untuk melakukan Perang dan mengalahkan Kekaisaran Pearl lalu menghancurkannya dan meratakannya menjadi debu. Raja Philiph yang masih dalam proses pemulihan memberikan perintah kepada Ajudannya untuk menyiapkan semua pasukannya untuk berperang.
Raja Philiph yang mengetahui Jenderalnya sedang tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak Energi Sihir karena melakukan teleportasi untuk menyelamatkan nyawanya memberikan fasilitas terbaik dan memberi perintah kepada Dokter Kerajaan dan Ketua Sihir Kerajaan untuk segera menyembuhkan Jenderal Istana agar dapat maju berperang bersamanya.
Kaisar Franz yang sedang dalam masa berbahagia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan saat Jenderal Istana mendapatkan pesan Pengumuman Perang dari Kerajaan Shafir. Kaisar Franz yang sangat marah pun memanggil Jenderal Istana, Tuan Eit dan Jenderal Tertinggi Kekaisaran Pearl yaitu Duke Carrole untuk datang mengahadapnya.
Kaisar Franz pun mengatakan secara langsung kepada semuanya tentang rencana perang yang akan segera mereka hadapi. Kaisar Franz pun meminta ketiganya untuk menyiapkan Pasukan untuk menghancurkan Kerajaann Shafir. Duke Carrole yang mengetahui bahwa Raja Philiph dari Kerajaan Shafir adalah dalang dari penculikan putrinya menjadi sangat marah dan ingin sekali mengambil nyawa Raja PHILIPH dengan tangnnya sendiri.
Permaisuri Shiena pun datang menemui Kaisar Franz. Kaisar Franz yang melihat kedatangan Permaisuri Shiena segera menghentikan pekerjaannya dan berjalan kearaha Permaisuri Shiena.
"Jangan kemari. Bukankah aku sudah bilang hal ini padamu Permaisuriku. Jika kau ingin bicara denganku maka mintalah salah satu dari kedua dayang pribadimu untuk datang dan memintanya. Aku pasti akan langsung menemuimu." ucap Kaisar Franz lembut.
"Maafkan aku. Aku hanya ingin berjalan-jalan. Aku bosan jika harus duduk dan beristirahat terus di kamar." ucap Permaisuri Shiena.
"Aku mengerti tapi kau harus bersabar karena ini semua demi anak kita." ucap Kaisar Franz.
"Baiklah. Maafkan aku. Aku kemari karena ada yang ingin aku tanyakan." ucap Permaisuri Shiena yang mulai serius.
Kaisar Franz yang telah bisa menebak jika Permaisuri Shiena pasti telah mengetahui kabar buruk itu pun memutuskan untuk berkata jujur tapi Kaisar Franz berharap Permaisuri Shiena akan tetap tenang.
"Aku tau. Kau pasti ingin bertanya tentang Pernyataan Perang yang diumumkan oleh Kerajaan Shafir, bukan?" tanya Kaisar Franz.
"....." Permaisuri Shiena pun mengangguk.
Kaisar Franz pun menjelaskan bahwa semua yang diketahui oleh Permaisuri Shiena itu benar. Raja Philiph telah mengumumkan perang dan saat ini Kekaisaran telah menyiapkan pasukan untuk melawan Kerajaan Shafir. Kaisar Franz meminta Permaisuri Shiena untuk tetap tenang karena dalam perang itu nanti mereka pasti akan menang.
Permaisuri Shiena yang telah ditenangkan oleh Kaisar Franz tidak bisa merasa tenang karena saat ini Kekaisaran Pearl akan berperang untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun lamanya. Permaisuri Shiena yang saat ini sedang mengandung bahkan tidak bisa ikut berperang dan memberikan bantuannya. Hal ini lah yang membuat Permaisuri Shiena semakin khawatir.
Permaisuri Shiena yang sangat ingin membantu Kaisar Franz memutuskan untuk memanggil Baron Grogolia, Baron Valkrim, Viscount Fromboo dan Marquess Strolana untuk segera ke Istana Kekaisaran menemuinya.
Bersambung
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih