The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 126. Acara Perburuan Naimar Part II


Ketiga teman Shiena merasa tidak senang dengan sikap Anastasya yang sombong yang merasa dirinya adalah wanita yang paling cantik dan hebat terlebih lagi sikapnya yang menghina Shiena yang mendapatkan pengakuan dari Yang Mulia Kaisar sebagai Rose Pearl Carrole.


"Apa-apaan sikapnya itu? Sombong sekali!" ucap Nona Abigail marah.


"Kau benar. Aku sangat tidak menyukainya. Dia pernah bilang jika dia adalah kekasih Putra Mahkota, aku rasa dia itu hanya berhalusinasi saja." ucap Nona Elsha mengejek.


"Aku juga berfikiran yang sama. Mana mungkin selera Putra Mahkota jatuh sangat jauh dibandingkan Nona Shiena." ucap Nona salsa.


"Kau benar." ucap Nona Elsha.


Shiena yang mendengar perkataan ketiga temannya menjadi sangat senang karena semua yang dikatakan adalah kejujuran karena Shiena diam-diam menggunakan kemampuannya pada semua orang tak terkecuali Anastasya dan pelayannya.


Shiena tak ingin kedahuluan dalam bertindak karena itu akan berakibat fatal baginya. Shiena tak ingin membuat celah agar Anastasya bisa menyerangnya. Shiena bertekat akan membalaskan dendamnya.


Tak lama setelah itu suara terompet terdengar yang mengalihkan semua pandangan semua orang karena kedatangan Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Kekaisaran Pearl.


Anastasya yang melihat kedatangan Putra Mahkota dan Yang Mulia Kaisar menjadi salah tingkah. Anastasya duduk sendiri di kursi yang lebih depan dari panggung karena Anastasya yakin setelah Putra Mahkota turun dari panggung akan langsung menemuinya dan menikmati Acara Perburuan Naimar bersama.


Putra Mahkota sudah mendengar tentang gelar dan hadiah yang diberikan Kaisar kepada Shiena. Putra Mahkota merasa sangat senang dan bangga karena dari awal Putra Mahkota sudah yakin bahwa Shiena adalah wanita yang tepat menjadi Permaisurinya dan menjadi Ibu dari semua orang di Kekaisaran Pearl.


Kaisar pun menaiki mimbarnya dan menyampaikan beberapa kata dan setelah beberapa puluh menit Kaisar selesai kemudian dilanjutkan oleh Putra Mahkota. Anastasya yang melihat Putra Mahkota berjalan ke pengeras suara dan mulai bicara mulai memperbaiki sikapnya dan tersenyum penuh arti berharap Putra Mahkota mengarahkan tatapannya pada dirinya dan tersenyum namun itu hanya khayalan Anastasya. Putra tak melihat ke arah Anastasya walau hanya sebentar justru mata Putra Mahkota seolah mencari jejak seseorang.


Putra Mahkota yang mulai berbicara mencari keberadaan Shiena. Putra Mahkota pada dasarnya masih menginginkan Shiena terlebih saat ini reputasi Shiena menjadi sangat baik dan dipuji oleh semua orang.


Setelah selesai dengan beberapa kata, Putra Mahkota mengumumkan bahwa Acara Perburuan Naimar dimulai. Kaisar pun turun dari panggung menuju ke tendanya setelah pengumuman itu. Putra Mahkota pun mengikutinya turun tapi tidak menuju tenda tapi ke meja-meja bangsawan yang telah hadir.


Anastasya yang melihat Putra Mahkota turun tidak menyia-nyiakan kesempatan lalu memerintahkan pelayannya untuk bersiap menyambut Putra Mahkota. Anastasya yang telah berdiri dan bersiap menyambut Putra Mahkota dibuat malu saat memanggil Putra Mahkota tapi hanya dibalas dengan tangan yang artinya aku terima penghormatanmu.


Anastasya yang malu karena telah merasa Putra Mahkota telah menjadi miliknya dikecewakan Putra Mahkota yang berjalan lurus melewatinya kemeja nona bangsawan yang menertawakannya secara diam-diam. Anastasya menjadi sangat marah sehingga menggenggam gelas cangkir terlalu kuat sehingga hampir melukai tangannya dengan kuku jarinya sendiri.


Anastasya tak terima jika ada wanita lain yang mencoba mengambil Putra Mahkota darinya. Anastasya hanya ingin Putra Mahkota hanya menjadi miliknya seorang sehingga memerintahkan pelayannya Amy untuk mencari tau segera siapa wanita yang sedang didekati Putra Mahkota sekarang lalu melakukan perhitungan pada wanita itu agar berhenti menggoda Putra Mahkota.


Putri Roxable kecewa awalnya dia ingin mencoba menarik perhatian Putra Mahkota dengan kecantikannya tapi gagal. Namun setelah melihat raut wajah kesal dan marah yang ditunjukkan oleh Anastasya saat diabaikan oleh Putra Mahkota karena Putra Mahkota berjalan menuju meja wanita lain.


Shiena yang tidak mengharapkan kehadiran Putra Mahkota pun terkejut melihat Putra Mahkota yang telah ada di sampingnya. Shiena tak menyangka Putra Mahkotabakan menemuinya setelah pembatalan pertunangan secara sepihak. Shiena pun mengumpulkan keberanian untuk berdiri dan memberikan salamnya dan diikuti juga oleh Nona-nona Bangsawan yang duduk satu meja dengan Shiena.


Shiena yang bingung alasan Putra Mahkota mendekatinya lagi padahal sudah jelas bahwa Kaisar dan ayah Shiena, Duke Carrole tidak menyukai Putra Mahkota. Shiena pun menatap Putra Mahkota untuk membaca fikirannya.


Shiena terkejut karena ternyata Putra Mahkota telah mendengar kabar tentang yang terjadi pada diri Shiena. Shiena juga tak menyukai niat Putra mendekatinya karena ingin mengekor pada prestasi yang dimiliki Shiena untuk mengembalilan nama baiknya yang rusak.


Putra Mahkota yang telah duduk cukup lama satu meja dengan Shiena memulai perbincangan dengan menyapa dan bertanya beberapa hal sepele kepada Shiena. Hal itu membuat suasana hati Anastasya semakin buruk dan akhirnya Anastasya kembali ke keretanya karena tak ingin melihat hal itu lebih lama lagi.


Shiena yang sesekali melihat ekspresi tidak senang dari wajah Anastasya memberinya semangat untuk menjawab beberapa kata dari Putra Mahkota. Shiena juga tau bahwa Anastasya memerintahkan pelayannya untuk mencari tau identitas Shiena dan mencoba membalasnya.


'Kemarilah. Aku pasti akan melayanimu dengan sangat baik.' ucap Shiena dalam hati.


Putra Mahkota pun pergi dari meja Shiena sehingga membuat beberapa gosip bahwa Putra Mahkota sebenarnya telah jatuh hati pada Shiena meskipun pertunangannya dibatalkan Putra Mahkota masih mencoba mengambil hati Shiena lagi.


Ada juga yang bergosip bahwa ada Nona Bangsawan rendah yang mencoba mendekati Putra Mahkota tapi diabaikan dan menertawakan sikap Anastasya yang mengaku kekasih Putra Mahkota padahal Putra Mahkota tak meliriknya sedikitpun.


Hal itu menjadi pemandangan yang menyenangkan bagi Shiena. Tak terkecuali Nona Salsa, Nona Elsha dan Nona Abigail yang mulai bergosip dan mengejek Anastasya yang telah berbohong.


Anastasya yang marah karena sikap Putra Mahkota membanting beberapa barang bawakannya yang ada di dalam kereta kuda arah lain untuk meredakan amarahnya dan tak lama kemudian Amy datang menjelaskan semuanya.


Raut wajah Anastasy berubah menjadi tak mengenakan. Anastasya yang yakin akan memberi pelajaran pada Shiena karen mencoba mendekati Putra Mahkota. Anastasya awalnya bingung akhirnya tersenyum kembali setelah mendengar ide dari Amy.


"Kita lakukan idemu." ucap Anastasya pada Amy.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘