
Countess Larsca, Amy dan Kesatria Larsca yang terlibat dalam tuduhan palsu pada Shiena telah dipindahkan dan dibawa menggunakan kereta tahanan.
Semua rakyat yang melihatnya tak ada hentinya mencibir dan menghina. Countess Larsca yang tak pernah dihin sampai seperti itu menjadi sangat terkejut bahkan menutupi wajahny dengan tangan sementara itu Amy dan Kesatria Larsca telah pasrah dengan nasib mereka. Tatapan wajahnya kosong seperti tak memiliki gairah hidup lagi.
Ketika sampai di tempat eksekusi, Semua Penjahat dikeluarkan dari kereta tahanan. Semua rakyat yang melihat menghina, mengejek, melemparinya dengan tomat dan bahkan ada yang meludahinya.
Anastasya yang melihat ibunya diperlakukan sangat buruk bahkan lebih buruk dari seekor hewan pun berteriak memanggil "Ibu". Anastasya bahkan ingin pergi menemui Countess Larsca tapi ditahan oleh Duke Simons yang membuat Anastasya tak henti-hentinya menangis.
Anastasya berfikir bahwa dirinya akan hidup bahagia bersama kedua orang tuanya dan bahkan dirinya bisa menjadi seorang Permaisuri setelah mengenal Mantan Putra Mahkota Brian tak bisa membayangkan hidupnya akan menderita seperti ini.
Anastasya yang tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan Countess Larsca dan Amy membuat Anastasya tiba-tiba jatuh pingsan di atas Panggung Eksekusi. Duke Simons yang selalu berada di samping Anastasya segera menangkap tubuhnya. Duke Simons menggendong Anastasya ke kereta kuda dan membawanya ke Rumah sakit.
Semua orang yang melihat tak ada yang menunjukkan perasaan simpati atau pun sedih justru rakyat terus menghina Anasasya dengan sebutan "Ratu Drama". Bangsawan lain yang awalnya tak mengatakan apapun tentang Anastasya mulai membicarakannya terang-terangan setelah kepergian Duke Simons.
Putra Mahkota Franz yang tak ingin mendengarnya pun memerintahkan Hakim untuk segera membacakan tuntutan hukuman Countess Larsca dan pengikutnya tapi tak ada yang mendengarkan karena semuanya sibuk mengucapkan kata-kata kasar dan umpatan kepada Countess Larsca dan pengikutnya.
Akhirnya Penasehat Kekaisaran membunyikan Gong sebanyak satu kali yang membuat semua orang berhenti bicara dan fokus pada apa yang akan terjadi.
Hakim pun membacakan tuduhan Kesatria Keluarga Larsca yang telah bersekongkol memberikan kesaksian palsu pada Persidangan dengan hukuman Penggal.
Setelah tuntutan dibacakan Kesatria Kekaisaran segera menyeret Kesatria itu satu persatu ke hadapam Algojo yang telah siap dengan kapaknya dan dalam hitungan ketiga Algojo segera melakukan tugasnya dengan cepat yang mengakibatkan adanya semburan darah yang keluar hingga membuat Panggung Eksekusi menjadi merah sebagian.
Amy dan Countess Larsca yang melihat hal itu tak bisa mengatakan apapun. Seketika wajah mereka berubah menjadi pucat pasi. Amy yang tak ingin kehilangan nyawanya segera memohon kepada Putra Mahkota Franz dan Shiena untuk dapat memaafkan dan membebaskannya karena dirinya terpaksa berbohong karena diancam oleh Countess Larsca.
Countess Larsca yang tak terima dituduh segera menyerang Amy dengan kata-kata kasar yang mengakibatkan mereka berdua saling bertengkar di Panggung Eksekusi di depan semua orang.
Penasehat Kekaisaran yang melihat hal itu pun mencoba mendiamkan dan menenangkan suasana dengan membunyikan lagi Gong Besar sebanyak satu kali. Hakim yang telah melihat suasana telah kembali kondusif segera bertanya kepada Shiena tentang permintaan Amy.
Sebelum Shiena menjawab Countess Larsca menghentikannya dengan tertuduk seperti bersujud meminta maaf dan ampunan Shiena. Countess Larsca meminta maaf dan beralasan jika dirinya khilaf dan terkejut saat itu karena melihat putrinya dipermalukan hingga kehilangan reputasinya.
Shiena yang sedari tadi hanya melihat pun mulai berbicara. Shiena tak bisa percaya dengan perkataan Amy dan Countess Larsca sepenuhnya karena di setiap ucapannya ada kebenaran dan juga ada kebohongan yang terucap.
"Kalian tak perlu meminta maaf padaku karena sesungguhnya aku telah memaafkan semuanya!" ucap Shiena dengan senyum malaikatnya.
"Tapi aku sungguh minta maaf, aku tak bisa menghentikan proses hukum karena mereka telah menuduh saya atas perbuatan yang tak pernah saya lakukan. Meskipun Amy berkata dirinya dipaksa tapi pada akhirnya dia memilih untuk menyakiti saya dengan alasan yang tak saya tau. Saya khawatir akan ada korban lainnya jika ini dibiarkan saja." ucap Shiena.
Shiena memasang wajah sedih dan dengan sengaja mengeluarkan air matanya sedikit agar terlihat benar-benar terluka. Semua rakyat dan Bangsawan yang melihat percaya dengan perkataan Shiena sehingga benar-benar mengubah citra Shiena sebagai seorang Lady yang memiliki hati seperti malaikat tapi di satu sisi terlihat wajah putus asa pada raut wajah Amy dan Countess Larsca.
Hakim yang telah mendengar jawaban Shiena pun melanjutkan eksekusi dengan membacakan tuntutan Amy yang merupakan Pelayan Pribadi Anastasya.
Amy dituntut atas pemberian saksi palsu dan meskipun dirinya mengaku dipaksa tapi pernyataan itu sudah terlambat dan hukumantelah ditetapkan sehingga Amy dihukum dengan hukuman penggal.
Amy pun diseret ke depan Algojo. Algojo pun telah siap dengan kapaknya dan segera mengayunkannya ke leher Amy tapi tiba-tiba Anastasya datang dan mengehentikannya. Anastasya berjalan ke tempat eksekusi menuju Countess Larsca. Anastasya pun bersujud dan menangis lalu memohon ampunan untuk Countess Larsca dan Amy.
Anastasya menggunakan opini publik untuk memaksa Shiena memaafkan dan melepaskan Amy serta Countess Larsca dari tuntutan dan hukuman penggal. Anastasya rela menjatuhkan harga dirinya dengan memohon kepada Shiena untuk keselamatan keduanya.
Anastasya berfikir jika saat ini Countess Larsca dan Amy dibebaskan maka dirinya dapat menyusun rencana lain dengan lebih hati-hati untuk menjebak Shiena dan membalas semua penghinaan yang telah diterimanya dan Keluarganya.
Anastasya awalnya jatuh pingsan dan dibawa oleh Duke Simons ke kereta kuda tapi ketika akan dibawa ke Rumah Sakit Anastasya pun sadar. Anastasya meminta kepada Duke Simons untuk dibawa kembali ke tempat eksekusi.
Duke Simons yang tak tega melihat Anastasya bersedih melihat Countess Larsca menjalani hukuman penggalnya tapi Anastasya terus memohon dan berjanji tak akan ada hal buruk apapun yang akan terjadi karena dirinya pasti akan membebaskan Countess Larsca dan Amy dari tuntuta itu.
Anastasya sekarang telah sadar jika pendapat dan fikiran semua orang itu sangat lah penting karena jika kita telah dianggap buruk maka akan sulit bagi kita untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya sehingga Anastasya membuat rencana dengan memanfaatkan fikiran rakyat.
Anastasya mencoba memancing simpati dan belas kasihan semua orang dengan bersujud dan memohon maaf kepada Shiena untuk keselamatan kedua orangtuanya. Anastasya ingin menunjukkan usaha terakhirnya sebagai seorang anak yang berbakti yang ingin menyelamatkan nyawa ibu kandung dan ibu angkatnya.
Ternayata usaha Anastasya tak sia-sia semua orang baik Rakyat biasa maupun Bangsawan mulai simpati dan mengagumi bakti Anastasya yang begitu dalam kepada ibunya bahkan Nyonya-nyonya Bangsawan mulai memiliki perasaan iri kepada Countess Larsca yang memiliki seorang Putri yang sangat baik.
Shiena yang membaca fikiran semua orang yang telah cenderung ke arah Anastasya mulai memikirkan cara lain untuk mengubah pendapar semua orang karena saat ini Shiena seperti memakan buah simalakama. Jika Shiena memaafkan dan melepaskan Countess Larsca dan Amy maka akan membuat dirinya dan Keluarganya terancam karena Anastasya telah berniat balas dendam setelahnya tapi jika Shiena menolak memaafkan dan membebaskan maka semua orang akan berfikir jika Shiena adalah Gadis yang kejam dan tak memiliki belas kasihan yang membuat Shiena nantinya akan sulit mendapatkan kepercayaan dari semua orang.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih