
Akhirnya Shiena dan Tuan Muda Roan sampai di Mansion utama Keluarga Laurence.
Kepala Pengawas Rumah Tangga sangat bisa di andalkan dalam hal ini, dia langsung menginstruksikan membereskan dan melaporkan semua yang terjadi pada pihak kekaisaran.
Kesatria Bayangan yang telah menyelesaikan tugasnya melindungi dayang, pelayan, penjaga dan kesatria Laurence di tempat persembunyian pun kembali ke dalam Batu Emerald.
Sementara Shiena yang tidak ingin diketahui datang membantu pun pergi menemui Nyonya Maria, Tuan Muda Roan dan Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Salam Nyonya Maria." ucap Shiena.
"Shiena sayang. Jangan terlalu kaku pada bibimu ini. Kemarilah, bibi ingin berterima kasih padamu. Semua ini berkat dirimu." ucap nyonya Maria.
"Bibi jangan telalu sungkan, bukankah bibi bilang bahwa kita jangan terlalu kaku." jawab Shiena.
"Bibi tau tapi jika kamu tidak membantu, bibi tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Keluarga Marquess Laurence ini." ucap Nyonya Maria.
"Bibi jangan sepeti itu, aku sudah menganggap bibi sebagai bibiku sendiri bukankah sebagai keluarga kita harus saling tolong menolong." jawab Shiena.
"Baiklah tapi ingat jika kau membutuhkan bantuan apapun itu. Bibi dan semua orang di Kediaman Laurence akan selalu membantumu." ucap Nyonya Maria.
"Tentu bibi. Hmm, bibi apa boleh aku meminta satu hal?" tanya Shiena.
"Apa yang perlu bibi bantu?" tanya Nyonya Maria.
"Bisakah bibi bilang pada semua orang bahwa mereka harus berbohong bahwa aku tidak kemari dan membantu." ucap Shiena.
" Kenapa Shiena?" tanya Nyonya Maria.
"Aku takut ayah akan marah dan melarangku keluar rumah berbulan-bulan." ucap Shiena Takut karna membayangkannya.
"Baiklah jika itu maumu." ucap Nyonya Maria.
Shiena pun akhirnya meminta izin pulang terlebih dahulu agar tidak ketahuan. Akhirnya, Shiena pun pergi diam-diam.
"Bibi, aku harus pulang sekarang." ucap Shiena.
"Baiklah, Kepala Pengurus Rumah Tangga akan menyiapkan kereta untukmu." ucap Nyonya Maria.
"Maaf bibi, aku tidak bisa melakukannya karna akan ketahuan jika aku pulang dengan kereta. Aku baik-baik saja bibi. Pecayalah." jawab shiena meyakinkan.
"Hah(menghela nafas) baiklah." jawab Nyonya Maria pasrah.
Shiena pun pergi meninggalkan Kediaman Keluarga Laurence sendirian sedangkan kesatria dan juga Zee menyusul.
"Roan, bibi ingin kau mengambil tanggung jawab sebagai Marquess Laurence." ucap Nyonya Maria.
"Kenapa bibi mengatakan ini? Bukankah bibi masih sehat dan masih mampu menjalankan tugas ini." ucap Tuan Muda Roan.
"Bibi sudah cukup tua. Sudah seharusnya jabatan ini di ambil alih." ucap Nyonya Maria.
"...." Tuan Muda Roan
Tuan Muda Roan yang bingung pun tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa terdiam.
"Kepala Pengawas, bisa kau buat suratku kepada Yang Mulia Kaisar tentang masalah ini." ucap Nyonya Maria.
"Tentu, nyonya." jawab Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Baguslah." ucap Nyonya Maria.
Setelah selesai mengurus hal administrasi, Nyonya Maria dan Tuan Muda Roan datang menemui pasukan Keluarga Laurence dan Pasukan Keluarga Duke Carrole untuk menanyai kabar mereka tapi mereka terkejut dengan berita yang ada.
"Nona Shiena sangat hebat. Aku tidak bisa setegar nona jika mengalami penculikan." ucap salah seorang Kesatria Carrole.
"Nyonya!" teriak kesatria lain yang terkejut.
"Katakan padaku. Siapa yang di culik?" tanya Nonya Maria.
"No-nona Shiena baru mengalami penculikan pada hari kedua perayaan Festival Bunga Nyonya?" ucap kesatria Carrole.
"Bagaimana bisa? Bukankah dia pergi bersama Putra Mahkota?" tanya Tuan Muda Roan marah.
"Be-benar. Saat itu Yang Mulia Putra Mahkota sedang pergi sebentar mencari makanan dan minuman dan saat itulah Nona Shiena di culik oleh Anggota Wolf Wild." ucap Kesatria Carrole. yang lain.
"Tidak mungkin. Bukankah Putra Mahkota memiliki pengawal dan kesatria yang berjaga. Bagaimana bisa Shiena di culik? Apa tidak ada yang menolongnya?" tanya Tuan Muda Roan semakin marah.
"Tidak ada Tuan Muda, Mereka semua tidak bisa di andalkan. Nona berjuang sendiri menyelamatkan dirinya dengan bantuan Kesatria Bayangan milik Keluarga Duke Carrole." ucap Kesatria Carrole.
Tuan Muda Roan yang mengetahui kenyataan itu sangat marah dan tidak terima akan semua tindakan Putra Mahkota yang tidak bisa menjaga Shiena.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘