
Kaisar Franz yang telah kehilangan banyak orang yang disayanginya oleh karena seorang Ratu atau pun Selir ayahnya merasa trauma sehingga ketika Kaisar Franz bertemu dengan Shiena. Kaisar Franz langsung jatuh cinta padanya dan berjanji tak akan melakukan seperti yang dilakukan oleh sang ayah meski dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun.
"Apa kau telah melakukan tugas yang aku berikan?" tanya Kaisar Franz.
"Sudah Yang Mulia." ucap Tuan Eit patuh.
"Aku harap mereka tidak melanjutkan rencana buruk mereka setelah ini." ucap Kaisar Franz.
"Saya yakin mereka tidak akan bergerak untuk sementara Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
"Kau benar. Kirim seorang Kesatria Elit ke salah satu Kediaman Bangsawan itu dan cari tau reaksinya setelah mendapatkan kado dariku?" ucap Kaisar Franz.
"Baik Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
Tuan Eit segera keluar dari Ruang Kerja Kaisar Franz dan bergegas melaksanakan tugasnya. Tuan Eit langsung memilih salah satu Kesatria Elit dan memberikan mereka sebuah alat sihir untuk merekam ekspresi dari Bangsawan-bangsawan itu.
Kesatria itu pun bergegas ke Kediaman Keluarga Marquess Boufanski yang merupakan otak dari semua kejadian. Keluarga Marquess Boufanski adalah Keluarga Bangsawan Menengah dan baru di angkat statusnya oleh Kaisar Franz menjadi Bangsawan Atas.
Setelah menjadi Bangsawan Atas, Marquess Boufanski menjadi haus akan kekuasaan dan berencana memasukkan putrinya ke Istana lalu menjadi salah satu wanita Kaisar Franz agar bisa meningkatkan status dan kekuasaan keluarganya lagi.
Marquess Boufanski yang merasa rencananya akan berhasil merasa di atas awan karena rencana ini pernah di pakai oleh kerabatnya yang ingin salah satu putrinya menjadi wanita Kaisar terdahulu. Perasaan bahagia itu menjadi semakin nyata saat Kepala Pelayan Keluarga Marquess Boufanski datang menyampaikan berita bahagia.
"Maafkan kelancangan hamba, Tuan." ucap Kepala Pelayan.
"Ada apa? Apa kau tidak lihat jika saya sedang sibuk! teriak Marquess Boufanski.
"Apa kau perlu mendapatkan pelatihan lagi untuk menjadi Kepala Pelayan?" ucap Marchioness Boufanski.
"Maafkan saya, Tuan Nyonya. Saya datang karena ada seorang utusan dari Istana Kaisar membawa sekotak hadiah yang sangat besar. Kotak hadiah itu sangat lah indah, mewah dan penuh dengan kilauan permata. Sepertinya hadiahnya sangat lah mahal, Tuan." ucap Kepala Pelayan.
"Istana?" tanya Marchioness Boufanski bingung.
"Benar, Nyonya." ucap Kepala Pelayan.
Mrachionesz Boufanski yang bingung pun melihat ke arah suaminya, Marquess Boufanski. Lalu Marquess Boufanski mengajak Marchioness Boufanski keluar untuk melihat langsung apa isi hadiahnya. Tanpa pikir panjang Marchioness Boufanski langsung setuju dan mengikuti ke arah perginya Marquess Boufanski.
Ketika sampai di Ruang Utama, utusan Istana segera memberikan kotak hadiah itu kepads Marquess Boufanski lalu segera meminta izin untuk kembali ke Istana. Tanpa di sadari siapapun salah satu Kesatria Elit Kaisar Franz telah menyelinap masuk ke Ruang Utama dan bersiap merekam.
Marquess Boufanski yang tak sabar pun membukanya. Marquess Boufanski yang terkejut melihat hadiah itu pun kehilangan kekuatan tangannya dan tanpa sadar menjatuhkan hadiah itu.
Marchioness Boufanski yang berdiri tepat di samping Marquess Laurence pun tak sanggup menahan keterkejutannya hingga Marchioness Boufanski pun berteriak dengan histeris lalu pingsan dan membuat semua orang menjadi panik dan cemas.
Lady Zoufay yang sedang berjalan-jalan tak jauh dari Ruang Utama mendengar dengan jelas teriakan dari Marchioness Boufanski sehingga bergegas ke tempat sumber suara. Lady zoufay yang terkejut segera berlari ke arah Marchioness Boufanski yang sedang pingsan.
"I-Ibu!" teriak Lady Zoufay.
"....."Marchioness Boufanski diam.
"Apa yang terjadi? Seseorang cepat angkat ibuku ke kamar dan panggil dokter segera?" teriak Lady Zoufay.
Pelayan di Kediaman Keluarga Boifanski yang melihat kejadian itu tidak mendengarkan perkataan Lady Zoufay yang akhirnya membuatnya menjadi kesal lalu Lady zoufay pun melihat kearah tujuan semua orang.
"Apa kalian semua ingin di pecat? Cepat singkirkan mayat itu! Lalu angkat ibuku ke kamarnya dan segera panggilkan dokter." teriak Lady Zoufay menguasai diri.
"Ba-baik Nona." ucap Pelayan serempak.
"A-ayah! Bu-bukankah itu..." ucap Lady Zoufay terbata-bata.
"Kau benar! Dia memang benar mata-mata yang kita kirim ke Istana." ucap Marquess Boufanski shock.
"Ba-bagaimana ini bisa terjadi ayah? Siapa yang mengirimnya? Apa dia tidak tau siapa keluarga kita?" ycap Lady Zoufay marah.
"Sebaiknya kau jaga sikapmu dan tutup mulutmu putriku." ucap Marquess Boufanski memijat kepalanya.
Marquess Boufanski yang merasa pusing pergi ke kamar menyusul Marchioness Boufanski. Sementara Lady Zoufay yang bingung memanggil Kepala Pelayan dan memint penjelasan padanya.
"Cepat katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang mengirim mayat ini? Apa dia tidak tau siapa yang sedang dia lawan?" tanya Lady Zoufay marah-marah.
"Maafkan saya Nona. Mayat itu dikirim oleh Yang Mulia Kaisar." ucap Kepala Pelayan.
"Apa? Tidak mungkin. Kau pasti sedang berbohong." ucap Lady Zoufay tidak percaya.
Lady Zoufay yang tidak percaya perkataan Kepala Pelayan di Kediamannya bergegas menyusul Marquess Boufanski dan bertanya langsung.
Namun ketika Lady Zoufay sampai di kamar dan ingin mengeluarkan suaranya tertahan karena kedatangan Dokter yang sedang memeriksa keadaan Marchioness Boufanski.
Kemudian Marquess Boufanski yang melihar Lady Zoufay segera memerintahkannya untuk mengantar Dokter itu turun dan keluar dari Kediaman Boufanski. Lady Zoufay yang berencana untuk menolak permintaan langsung buru-buru mendengar kata ancaman dari Marquess Boufanski sehingfa Lady Zoufay terpaksa ptuh.
"Aku tau kau punya banyak sekali pertanyaan. Aku akan menjawab semuamya nanti. Sekarang lakukan perkataan ayah jika tidak ingin uang bulananmu ayah kurangi hingga setengahnya." ancam Marquess Boufanski.
Setelah mengantar Dokter, Lady Zoufay pergi menemui Marquess Boufanski dan menuntut penjelasan. Marquess Boufanski pun dengan ikhlas mengatakan semua yang diketahuinya.
"Ayah, Apakah benar Yang Mulia Kaisar yang telah mengirim mayat pelayan Istana itu?" tanta Lady Zoufay.
"Benar. Salah satu Kesatria dari Istana datang membawa sebuah kotak hadiah. Ayah yang tak khawatir menerima saja kotak itu dan tak disangka itu berisi kepala Pelayan yang kita kirim sebagai mata-mata." ucap Marquess Boufanski.
"Apakah Yang Mulia Kaisar tau rencana kita ayah?" tanya Lady Zoufay khawatir.
"Ayah kurang tapi akan lebih baik saat ini kita diam saja dan tak melakukan apapun." ucap Marquess Boufanski.
Sementara itu, Keaatria Elit yang telah melakukan tugasnya segera melapor kepada Tuan Eit. Tuan eit pun dengan senang menyerahkan hasil pengintai Kesatria Elit kepada Kaisar Franz.
Kaisar Franz yang senang saat melihat rekaman memberikan sebuah hadiah kepada Tuan Eit. Kaisar Franz pun pergi menemui Permaisuri Shiena di kamar karena khawatir dengan kondisi mental Istri kesayangannya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih