
Raja Michael yang tak ingin melihat Anastasya lebih lama lagi di Kerajaannya karena Raja Michael sangat terkejut setelah Penasehat Keuangan Kerajaan melaporkan pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjamu Anastasya sangat lah besar karena setiap hari Anastasya selalu pergi ke berbagai butik terkenal dan mahal di Kerajaan Zambrud dan membeli berbagai macan Gau, Sepatu dan Perhiasan mewah dengan jumlah yang tak sedikit sehingga Raja Michael memberi tau kepada Kaisar Franz jika dirinya tak bisa menahan Anastasya lebih lama lagi. Setelah mendapatkan persetujuan Raja Michael menyusun rencana untuk mengusir Anastasya secara halus.
"Maafkan hamba Yang Mulia tapi hamba datang kemari ingin memberikan laporan pengeluaran Lady Anastasya." ucap Penasehat Keuangan Kerajaan.
"Baiklah." ucap Raja Micahel mengambil dan membaca laporan itu.
"....." Penasehat Kekaisaran diam.
"Apa kau tidak salah menghitunganya Penasehat?" tanya Raja Michael kaget.
"Tidak Yang Mulia. Lady Anastasya telah menghabiskan uang Kerajaan dengan jumlah yang sangat banyak dan saya bahkan menanyakan hal itu kepada pelayan yang ditugaskan untuk melayani Lady Anastasya." ucap Penasehat Keuangan Kerajaan.
"Hal ini tak bisa dibiarkan. Aku akan segera mengurusnya. Kau boleh pergi sekarang." ucap Raja Michael yang pusing dan memijat keningnya.
"Baik Yang Mulia." jawab Penasehat Keuangan Kerajaan keluar dari Ruang Kerja Raja.
Keesokan harinya, Anastasya pun melakukan perawan tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya sejak dini hari akhirnya telah selesai setelah berjam-jam. Anastasya yang telah menunggu hal ini terjadi pun memilih gaun dengan bentuk dan warna yang sangat menarik dan dapat menggoda pria yang melihatnya. Dengan gaun yang memiliki perpaduan warna hitam dan emas dan belahan di sebelak kanannya hingga ke atas lutut dan atasan yang menunjukkan bagian atas Anastasya memberikan kesan elegan dan juga sexy. Anastasya juga menggerai rambutnya yang panjang dan hanya menambahkan jepitan rambut di sebelah kanan untuk memberika kesan yang dewasa. Tak lupa Anastasya menggunakan sepatu hak tinggi berwarrna putih dengan memberikan kesan jenjang pada dirinya. Anastasya juga menggunakan riasan yang sangat tebal dengan lipstik berwarna merah merona.
Semua pelayan yang melihat Anastasya tak dapat menutup mulut mereka karena melihat penampilan Anastasya yang sangat cantik dan menggoda. Bahkan semua Kesatria yang berjaga yang melihat Anastasya berjalan melewati mereka tak dapat menghentikan matanya dari melihat keindahan yang ada di depan mata.
Anastasya datang terlambat karena sengaja ingin membuat Raja Michael menunggunya dan terkejut karena penampilannya dan bernar saja Raja Michael sangat terkejut melihat Anastasya. Raja Michael bahkan harus mencubit salah satu bagian tubuhnya untuk menyadarkannya dari lamunan. Raja Michael tak menyangka jika Anastasya sangat bekerja keras hanya untuk makan malam bersamanya.
Raja Michael tak dapat menahan dirinya untuk melihat Anastasya karena sesungguhnya Anastasya terlihat sangat cantik dan menggoda. Raja Micahel harus mengingat misinya berkali-kali karena jika tidak mungkin saat ini dirinya telah masuk kembali ke jebakan yang telah dibuat Anastasya seperti pertama kali bertemu.
Anatasya yang duduk di depan Raja Michael tak henti-hentinya menggoda Raja Michael dan berharap Raja Michael akan masuk kedalam jebakannya.
"Terima kasih Yang Mulia telah mengundang saya untuk makan malam bersama malam in." ucap Anastasya.
"Tentu saja. Apakah kau menyukai makanannya?' tanya Raja Michael.
"Hmmm... Makanan ini sangat lezat dan terlihat mewah. Aku sangat menyukainya Yang Mulia." ucap Anastasya.
"Aku senang mendengarnya. Syukurlah makanan itu cocok dengan seleramu." ucap Raja Michael.
Anastasya yang tak memiliki topik pembicaraan lagi pun memakan makanannya dan berharap Raja Michael akan mengajaknya bicara dan ternyata Raja Michael benar-benar mengajak Anastasya mengobrol. Anastasya yang berharap Raja Michael akan memuji penampilannya malah memberikan kabar yang membuat Anastasya mendidih dan marah. Raja Michael menjelaskan tentang situasi yang saat ini terjadi di Kekaisaran Pearl.
"Lady, apa kau telah mengetahui berita terbaru di Kekaisaran Pearl?" tanya Raja Michael.
"Berita apa Yang Mulia?" tanya Anastasya bingung.
"Saya mendapatkan kabar dari mata-mata bahwa saat ini Rakyat dan Bangsawan di Kekaisaran Pearl sedang dihebohkan tentang Kaisar Franz yang telah secara terang-terangan memilih Calon Permaisurinya di masa depan." ucap Raja Michael.
"Jika aku tidak salah mendengar namanya adalah Lady Shiena Ve Carrole, Putri Tunggal dari Duke Carrole." ucap Raja Michael.
"Apa?" teriak Anastasya terkejut.
"....." Raja Michael terdiam.
"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia." ucap Anastasya malu.
"Tidak masalah. Saya mengerti jika Lady terkejut." ucap Raja Michael.
"Terima kasih Yang Mulia dengan pengertiannya." ucap Anastasya tersenyum hambar.
'Bagaimana bisa wanita itu mendapatkan hati Kaisar? Aku tau jika saat itu Kaisar Franz membelanya dan aku tidak menyangka jika Kaisar Franz benar-benar menyukainya. Aku tidak akan membiarkannya terjadi. Shiena dan keluarganya harus hancur. Mereka tidak boleh bahagia.' ucap Anastasya dalam hati.
Anastasaya yang sedang marah menggenggam erat garpu dan pisau yang ada di kedua tanganya. Anastasya bisa terima jika dirinya kalah lagi dari Shiena. Anastasya yang tau jika dirinya saat ini tak akan bisa melakukan apapun untuk bisa menghentikan Shiena menjadi Permaisuri jika dirinya masih di Kerajaan Zambrud tapi Anastasya tak bisa juga kembali jika masih belum bisa mendapatkan Raja Michael. Anastasya yakin jika dirinya meminta Duke Simons menghentikan Shiena menjadi Permaisuri maka hasilnya pasti tak akan berhasil sehingga Anastasya memutuskan untuk kembali ke Kekaisaran Pearl.
Raja Michael yang melihat perubahan sikap Anastasya menjadi sangat senang dan berharap rencananya akan berhasil. Tak disangka Anastasya mengajukan diri jika dirinya harus kembali ke Kekaisarann Pearl karena ada hal yang penting harus diselesaikan.
Raja Michael dengan senang hati mengizinkannya dan meminta pelayan untuk membantunya bersiap. Raja Michael juga memerintahkan pelayan untuk menyiapkan kereta kuda yang luas untuk perjalanan Anastasya kembali ke Kekaisaran.
Anastasya yang telah kehilangan selera makannya meminta untuk segera kembali ke kamarnya. Raja Michael setuju dan mengantar Anastasya sampai ke kamarnya. Anastasya kemudian masuk ke kamarnya. Anastasya yang sangat marah melempar semua barang yang ada di kamarnya dan Anastasya juga memberantakkan ranjangnya kemudian melempar semua bantal.
Tak ada seorang pun pelayan yang berani masuk dan menghentikan Anastasya. Semuanya hanya diam dan menunggu hingga Anastasya tenang kembali. Setelah beberapa jam, Anastasya yang lelah pun tertidur di sofa dan semua pelayan pun mulai bergerak membereskan semua kekacauan yang dibuat Anastasya.
Keesokan paginya, semua pelayan bergerak dengan cepat untuk mendandani Anastasya dan membereskan semua barang yang akan dibawa Anastasya kembali ke Kekaisaran Pearl termasuk membawa kembali semua barang yang telah dibelinya di Kerajaan Zambrud.
Setelah beberapa jam, Anastasya pun telah siap untuk kembali dengan di antar oleh Raja Michael menuju kereta kudanya. Anastasya pun kembali dengan pengawalan dari Kesatria dari Kerajaan Zambrud.
Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya Anastasya sampai di perbatasan Kerajaan Zambrud dan Kekaisaran Pearl. Kesatria yang berjaga pun kembalo ke Ibukota Kerajaan Zambrud menuju Istana dan Anastasya kembali ke dengan Kesatria yang disediakan oleh Duke Simons dari awal.
Anastasya memerintahkan pelayan yang membawa barang belanjaannya dari Kerajaan Zambrud menuju ke Rumahnya sementara Anastasya kembali ke Kediaman Duke Simons. Anastasya tak ingin Duke Simons tau jika dirinya memiliki beberapa barang berharga karena ketika Duke Simons tak berharga lagi baginya Anastasya dapat meninggalkan Duke Simons kapanpun.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih