
Di tempat lain, Anastasya yang ditarik paksa oleh penjaga pun dibawah ke penjara. Anastasya tak terima dibawa dan diperlakukan sembarangan dan meminta untuk segera dilepaskan. Amy yang merupakan Ibu Asuh Anastasya melakukan berbagai cara untuk melepaskan Anastasya tak terkecuali dengan menyuap penjaga. Penjaga yang tergoda dengan perhiasan yang ditawarkan pun melepaskan Anastasya dan melempar Anastasya secara kasar dan di sambut oleh Amy dengan cepat. Penjaga itu pun pergi meninggalkan Anastasya serta Amy di luar penjara.
Anastasya yang marah hanya bisa menggerutu sepanjang jalan di dalam kereta dan Amy sibuk membersihkan gaun Anastasya. Ketika sampai Anastasya pun pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai, Anastasya mengambil gelang komunikasi yang diberikan Putra Mahkota dan Anastasya berencana mengadukan semua pengalaman buruk yang dia alami kepada Putra Mahkota dan berharap Putra Mahkota datang dan membantunya membalas dendam.
Anastasya mencoba menghubungi Putra Mahkota satu kali tapi tak ada jawaban dan mencoba lagi hingga Anastasya mencoba menghubungi Putra Mahkota sepuluh kali tapi tetap tak ada jawaban. Anastasya yang kesal dan marah pun menghancurkan kamarnya. Anastasya menarik selimut, sprei dan bantal sehingga terjatuh ke lantai. Amy yang melihat hal itu mencoba menghentikan dan menenangkan Anastasya tapi tak berhasil dan Amy bahkan mendapatkan pukulan cambuk dari Anastasya.
Anastasya yang telah merasa emosinya mereda menjadi sadar apa yang telah dia lakukan. Anastasya menghancurkan kamarnya sehingga tak terlihat seperti sebuah ruangan yang di tinggalin dan Anastasya juga membuat Amy menjadi pingsan karena mencambuknya tiada henti. Anastasya pun memanggil dua pelayan lainnya yang pergi bersamanya dari rumahnya dan memerintahkan kedua pelayan itu untuk membersihkan dan merapikan kamar itu seperti semula dan mengobati luka Amy.
Anastasya yang merasa lapar pun keluar kamarnya dan bertemu dengan bibinya. Countess Roxable pun mengajak Anastasya untuk makan malam bersama dan Anastasya pun setuju dan ikut. Suasana makan malam itu menjadi sangat suram dan dingin karena tak ada yang bicara bahkan Count Roxable dan Putra Tertua Roxable tak menghabiskan makanannya dan meninggalkan ruang makan itu setelah melihat kedatangan Anastasya. Anastasya sangat tidak diterima di Kediaman Count Roxable tapi Anastasya tetap harus bertahan karena tak memiliki tempat tujuan lain. Namun, Anastasya menyimpan dendam dan bersumpah akan membalas perbuatan Keluarga Count Roxable.
*****
Di Akademi Arasha, Putra Mahkota yang sedang berusaha berlatih dan belajar mulai merasa terganggu dengan kehadiran Anastasya. Anastasya selalu menghubungi Putra Mahkota dan marah jika tidak dijawab. Putra Mahkota sudah tidak menyukai Anastasya setelah mengetahui sifat aslinya yang sangat berbeda dengan Shiena.
Putra Mahkota awalnya menyukai tubuh Anastasya yang sangat menggoda dan bahkan berakhir menghabiskan malam bersamanya tapi setelah mengetahui sifat asli Anastasya yang buruk pun ingin sekali melepaskan dan meninggalkan Anastasya tapi Putra Mahkota telah berjanji tak akan meninggalkan Anastasya dan membuatnya menjadi salah satu wanitanya.
Putra Mahkota yang telah menyelesaikan sesi latihan dan belajarnya dan mendapatkan libur istirahat memilih untuk tidur dan setelah bangun Putra Mahkota yang ingat Anastasya yang telah menghubunginya sebanyak sepuluh kali pun mencoba menghubungi kembali.
*****
Di Kediaman Count Roxable telah berkumpul seluruh anggota keluarga dan juga Anastasya. Mereka di undang oleh Keluarga Kekaisaran untuk mengikuti acara Perburuan Naimar. Count Roxable yang tak ingin membawa Anastasya terpaksa harus membawanya tapi dengan syarat Anastasya berada di kereta kuda yang berbeda. Anastasya yang tak peduli pun hanya bisa setuju asalkan bisa datang.
Count Roxable dan Countess Roxable berencana membuat Putra Tertuanya menang dan mendapatkan gelar Marquess sehingga bisa meninggikan derajat sosial keluarga mereka serta mencari calon menantu ideal untuk putri mereka agar bisa membantu keluarga. Sementara, Anastasya yang tau akan manfaat Perburuan Naimar telah berencana untuk menebar pesonanya dan menggait beberapa Bangsawan Pria yang Muda untuk menjadi cadangan cintanya jika suatu saat Putra Mahkota meninggalkannya.
'Aku harus memakai gaun terbaikku. Aku akan menonjolkan semua kelebihan tubuhku agar Pria Muda Bangsawan itu tertarik dan suka padaku. Aku harus mencari Pewaris Nama Keluarga. Aku harus mendapatkan Calon Duke di masa depan agar setidaknya jika aku tidak bisa menjadi Permaisuri atau Ratu, aku bisa menjadi Duchess. Meskipun dibawah satu atau dua gelar bangsawan itu tak masalah.' fikir Anastasya dengan senyuk liciknya.
Anastasya pun kembali ke kamarnya dan merencanakan semua yang akan dilakukannya di acara Perburuan Naimar. Anastasya tau bahwa Putra Mahkota telah memiliki seorang tunangan yaitu Putri seorang Duke tapi Anastasya tak peduli dan berencana mempermalukannya dan membuat semua orang sadar bahwa Putri Duke itu tak pantas untuk Putra Mahkota dan yang pantas hanya dirinya, Anastasya Shera Larsca.
Anastasya ingin mempermalukan Shiena dan membuat Shiena tampak buruk didepan semua orang dan Anastasya berencana membujuk Putra Mahkota untuk datang di Acara Perburuan Naimar agar bisa membuat Putra Mahkota membenci Shiena dan semakin tertarik lalu jatuh cinta kepadanya.
Ketika Anastasya sedang berbaring dan memikirkan rencananya, Putra Mahkota menghubungi Anastasya. Anastasya yang melihat itu langsung mengambil gelangnya dan menjawab Putra Mahkota. Anastasya yang menginginkan Putra Mahkota datang ke acara Perburuan Naimar pun bersikap lemah lembut dan baik. Namun, Putra Mahkota pun mulai merasa curiga karena sikap Anastasya yang berbeda.
"Ian, kenapa tidak menjawabku kemarin? aku sangat merindukanmu?" ucap Anastasya manja.
"Aku sangat sibuk berlatih, lagipula aku sedang berada di akademi. Kebetulan sekarang aku sedang istirahat karena itu lah baru bisa menghubungimu. Kenapa kau menghubungiku tasya?" ucap Putra Mahkota.
"Aku hanya merindukanmu Ian. Aku juga ingin cerita padamu." ucap Anastasya.
"Katakanlah. Apa yang ingin kau ceritakan tasya?" tanya Putra Mahkota.
" Kemarin aku berjalan-jalan ke taman kota karena baru datang ke ibukota. Banyak sekali nona-nona bangsawan yang menghinaku. Aku di usir dari taman kota dan di seret oleh penjaga. Padahal aku sudah katakan bahwa aku dalam perlindungan Putra Mahkota Kekaisaran ini tapi tak ada yang percaya." ucap Anastasya sedih.
(tangis Anastasya)
"Tenanglah, jangan menangis. Kau jangan bersedih lagi kan ada aku tasya." ucap Putra Mahkota.
"Ada apanya? Yang Mulia jauh disana, sedangkan aku disini. Semua orang menghinaku karena aku dari wilayah kecil. Sepertinya aku memang tak pantas untukmu Ian." ucap Anastasya sedih.
"Jangan berkata begitu. Tentu saja aku akan ada bersamamu." ucap Putra Mahkota.
"Buktikan! Ian hanya berkata saja. Ian bahkan tak pernah menemuiku. Aku tau saat ini Ian sedang berlatih namun apa tak ada waktu kosong?" ucap Anastasya kesal.
"Bagaimana caraku membuktikannya? Aku punya waktu kosong tapi aku tak bisa menemuimu." ucap Putra Mahkota bingung.
"Ian harus datang ke Acara Perburuan Naimar dan datang bersamaku. Aku tak ingin dihina lagi dan aku bisa ke Akademi dan menemui Ian. Kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi." ucap Anastasya dengan genit.
Putra Mahkota yang mendengar perkataan Anastasya menjadi teringat kembali yang telah dilakukannya pada malam itu bersama Anastasya. Putra Mahkota pun menjadi tak sabar ingin bertemu Anastasya dan melepaskan hasrat yang telah dipendamnya dan menikmati kehangatan yang sebelumnya dirasakan bersama Anastasya.
"Baiklah, aku akan datang jika kau datang terlebih dahulu ke akademi sebelum Acara Perburuan Naimar." ucap Putra Mahkota.
"Baiklah. Tunggu kedatanganku ya Ian sayang." ucap Anastasya sambil memberikan kecupan dari jauh.
"Akan ku tunggu. Tasya, aku mau istirahat. Kita sudahi dulu percakapan kita." ucap Putra Mahkota bersemangat.
"Baiklah Ian sayang. Selamat malam." ucap Anastasya genit.
"Selamat malam." ucap Putra Mahkota.
Putra Mahkota sangat lelah dan tertidur. Sementara itu, Anastasya yang telah berhasil membujuk Putra Mahkota menjadi sangat senang. Anastasya sebenarnya tak mencintai Putra Mahkota tapi tak tau kenapa Anastasya juga merasakan hal yang sama seperti Putra Mahkota yang merindukan kehangatan, sentuhan dan aroma tubuh milik Putra Mahkota. Anastasya pun memerintahkan Amy menyiapkan kereta kuda dan pembekalan untuk pergk ke Akademi menyusul Putra Mahkota.
#Bersambung#
**Ayo tebak..
Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya pada Tasya dan Ian? 😁🙄🥰
Yang tau jawaban komen di bawah ya.. 😁😍👇
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘**