
Marquess Laurence yang masih berada di Menara Sihir setelah memenangkan Ujian Menara Sihir. Marquess Laurence menantang salah satu Tetua Menara Sihir karena jika Marquess Laurence memenangkan Pertandingan itu, dirinya akan bisa menggantikan Tetua tersebut.
Marquess Laurence menantang Tetua Pertama yang karena Marquess Laurence tidak menyukainya sejak awal Pertandingan Ujian Menara Sihir dimulai. Tetua Pertama menghasut Murid Menara Sihir untuk menghancurkan masa depan Murid lain yang juga ikut dalam Ujian Menara Sihir dan salah satunya adalah Wax.
Meskipun sekarang Wax telah sadar tapi sekarang dirinya menjadi seorang sampah karena telah tidak bisa menggunakan Sihir sementara Gurunya yang merupakan Tetua Pertama malah mengabaikannya dan melupakannya.
Marquess Laurence tidak menyukai orang yang bersikap seperti itu, baginya orang seperti itu tidak pantas di panggil Tetua Pertama ataupun menjadi seorang Guru.
Pertandingan itu telah dimulai satu hari setelah Ujian Menara Sihir selesai. Menara Sihir melakukan pertandingan secara privasi dan tak ingin ada orang luar yang mengetahuinya.
Pertandingan itu awalnya dipimpin oleh Tetua Pertama. Tetua Pertama bahkan mengejek Marquess Laurence yang masih muda tapi sudah bisa bersikap kurang ajar kepada yang lebih tua.
Marquess Laurence diam saja dan hanya berkonsentrasi dalam Pertandingan dan perlahan tapi pasti Marquess Laurence bisa mengimbangi permainan Tetua Pertama sehingga sekarang mereka terlihat seimbang.
Lalu tak butuh waktu lama, Marquess Laurence menemukan celah dari Tetua Pertama dan menyerangnya dengan Sihir Magma yang menyebabkan Tetua Pertama terluka dan mundur ke belakang. Shiena yang melihatnya tak hanya diam dan langsung terus menyerang hingga Tetua Pertama terluka cukup berat.
Tetua Pertama yang terluka pun tak ingin kalah dan menggunakan Sihir Terkuat dan terkahirnya dengan seluruh sisa tenaga Sihirnya untuk menyerang. Marquess Laurence pun tak hanya diam melihatnya. Marquess Laurence juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan Sihir Magma Level Surgawinya untukk mengalahkan Tetua Pertama.
Benturan dua Kekautan Sihir yang kuat membuat tempat pertandingan runtuh karena tak bisa menahan gelombang kekuatan yang besar dan membuat kepulan asap yang sangat tebal.
Setelah beberapa menit, kepulan asap itu perlahan menghilang dan terlihat Marquess Laurence yang masih berdiri di Arena Pertandingan sementara Tetua Pertama telah terbaring di Arena Pertandingan yang membuat semua orang bersorak-sorai
Marquess Laurence memenangkan pertandingan menjadi Tetua Keempat dan menjadi yang termuda dalam sejarah Menara Sihir menempati posisi sebagai Tetua Menara Sihir.
Setelah memenangkan pertandingan itu, Marquess Laurence mengambil alih kantor milik Tetua Pertama terdahulu sementara Tetua Pertama itu telah kembali ke Ruangan Guru biasa.
Marquess merasakan tatapan tajam dan menusuk dari Mantan Tetua Pertama tapi Marquess Laurence tidak menghiraukannya karena saat ini dirinya telah melakukan apapun yang diinginkannya.
Ketika Marquess Laurence sedang melakukan pekerjaan barunya sebagai salah satu Tetua. Marquess Laurence mendapatkan laporan dari salah satu Murid Menara Sihir yang ditugaskannya untuk memantau keadaan Kediaman Laurence dan Kediaman Carrole.
Murid tersebut memberi tau bahwa saat ini telah terjadi hal gawat pada Keluarga Carrole. Marquess Laurence yang mendengar kata Keluarga Carrole langsung teringat dengan Shiena. Marquess Laurence khawatir Shiena saat ini dalam keadaan bahaya dan ternyata hal itu benar adanya.
Murid Menara Sihir itu memberi tau bahwa Kaisar saat ini sedang teracuni dan dalam keadaan kritis. Putra Mahkota yang tau Duke Carrole yang baru saja menemui Kaisar menjadikan Duke Carrole sebagai tersangka dan menangkapnya dan tak hanya itu Putra Mahkota juga memerintahkan Kesatria menangkap Duchess Carrole berserta seluruh penghuni Kediaman Carrole kecuali Shiena.
Marquess Laurence menjadi khawatir dan mencemaskan Shiena sampai mencari tau keberadaan Shiena dan ternyata Shiena tak berada di kediaman Laurence ataupun Kediaman Watson. Shiena berada di sebuah rumah yang telah dibelinya dan mendengar hal itu Marquess Laurence langsung meninggalkan ruangannya dan pergi menuju Rumah Shiena yang baru.
Di lain tempat, di Kediaman Duke Watson, Tuan Muda Alphonso yang sedang dalam masa Pelatihan menjadi Penerus Keluarga Duke Watson tidak bisa menemui Shiena padahal dirinya ingin sekali bertemu Shiena dan meminta maaf.
Tuan Muda Alphonso yang saat itu sedang ada di ruang kerjanya mengerjakan pekerjaan yang akan menjadi tanggung jawabnya tiba-tiba terhenti karena mendengar ketukan pintu yang tiada henti.
Tuan Muda Alphonso yang jengkel pun mempersilahkan orang itu masuk dan tenryata hanya seorang kesatria. Tuan Muda Alphonso yang ingin segera memarahi sikap Kesatria yang tidak sopan itu tiba-tiba teringat bahwa Tuan Muda Alphonso pernah mengirim Kesatria itu untuk mengawasi Kediaman Duke Carrole karena tak bisa menemui Shiena.
"Maafkan kelancangan saya, Tuan Muda. Saya harus menyampaikan kabur ini." ucap Kesatria.
"Kabar buruk? Cepat katakan!" perintah Tuan Muda Alphonso yang mulai khawatir.
"Tuan Duke Carrole telah di tahan di penjara oleh Yang Mulia Putra Mahkota karena dituduh telah melakukan percobaan pembunuhan Kaisar dengan memberikan Kaisar racun." ucap Kesatria.
"Apa? Bagaimana mungkin?" tanya Tuan Muda Alphonso bingung sekaligus terkenjut.
Tuan Duke pergi ke Istana dan setelah kepergiannya Kaisar ditemukan oleh Putra Mahkota dalam keadaan tak sadarkan diri dan karena Tuan Duke masih ada di sekitar Istana. Tuan Duke langsung ditangkap dan ditahan lalu dimasukkan ke dalam penjara, Tuan Muda." ucap Kesatria.
"Lalu bagaimana dengan keadaan Duchess dan Shiena?" tanya Tuan Muda Alphonso khawatir.
"Duchess Carrole beserta seluruh Pelayan dan Kesatrianya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara, Tuan Muda." ucap Kestria.
"Apa? Bagaimana dengan Shiena?" tanya Tuan Muda Alphonso.
"Nona Shiena tidak ditahan dan saat ini Nona Shiena tinggal di sebuah rumah yang saya tidak tau milik siapanya." ucap Kestaria.
Tuan Muda Alphonso yang sangat cemas dengan keadaan Shiena memutuskan meninggalkan sementara pekerjaannya dan pergi menemui Shiena. Tuan Muda Alphonso pun memerintahkan Kesatria itu untuk segera menyiapkan kereta kuda dan juga memerintahkan pelayan untuk menyiapkan pakaian gantinya.
Namun ketika Tuan Muda Alphonso akan beranjak keluar dari Ruang Kerjanya. Tuan Muda Alphonsodi hentikan oleh Tuan Duke Watson dan Nyonya Duchess Watson. Mereka berdua tau bahwa cepat atau lambat Tuan Muda Alphonso akan tau tentang masalah yang dihadapi Keluarga Duke Carrole dan Tuan Muda Alphonso pasti akan datang menolong tapi Duke Watson dan Duchsss Watson tak bisa membiarkan itu karena akan menghancurkan keluarga mereka karena Putra Mahkota telah memberikan perintah bahwa siapapun yang membantu Keluauke Carrole akan di anggap sebagai Penghianat Kekaisaran.
Duke Watson dan Duchess Watson melarang Tuan Muda Alphonso pergi keluar mencari Shiena dan membantu Keluarganya. Tuan Muda Alphonso sangat marah dan tak terima tapi setelah mengetahui alasannya Tuan Muda Alphonso tak bisa melakukan apapun.
Tuan Muda Alphonso sangat marah dan benci kepada Putra Mahkota Brian dan ingin sekali menggulingkan Takhtanya. Tuan Muda Alphonso yang tak bisa membantu Shiena sebagai Pewaris Keluarga Watson akan menolong Shiena sebagai Ketua Balai Penelitian Kekaisaran.
Balai Penelitian Kekaisaran adalah Organisasi Independen yang tak terikat dengan Kekaisaran tapi karena pihak Kekaisaran membutuhkan hasil Penelitian mereka maka terjalin lah kerjasama.
Tuan Muda Alphonso yang sekarang yang telah menjadi Ketua Balai Penelitian sekaligus salah satu Pendiri Balai Penelitian dapat memberikan dukungan tidak bersalahnya kepada Keluarga Carrole.
Tuan Muda Alphonso pun menuliskan sebuah surat kepada Shiena yanh dikirik langsung oleh Kesatria Pribadi Tuan Muda Alphonso.
#Bersanbung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘