The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 142. Hasil Semi Final


Setelah insiden tak terduga tersebut, Pertandingan Ujian Menara Sihir pun dimulai dengan Wasit baru yang telah dipilih oleh Tetua Agung.


Marquess Laurence yang telah menduga bahwa dalang dari semua kekacauan ini adalah Putra Mahkota malah menguatkan tekadnya untuk menang. Marquess Laurence semakin tak ingin melepaskan Shiena kepada Putra Mahkota yang jahat dan kejam.


"Apa kalian telah siap? Bisa kita mulai pertandingan ini?" tanya Wasit.


"Siap." ucap Marquess Laurence.


"Tentu." ucap James.


Marquess Laurence dan James mengambil jarak jauh setelah mereka melakukan hormat satu sama lain dan bersiap menyerang.


"Keluarkan semua kemampuanmu. Aku tak ingin semuanya berfikir aku juga curang!" ucap James.


"Tentu saja. Kau tak usah khawatir. Aku pun tak pernah meremehkan kemampuanmu." ucap Marquess Laurence.


James pun memulai serangan terlebih dahulu dengan mengeluarkan Sihir Esnya dan dilawan oleh Marquess Laurence dengan Sihir Apinya. Pertandingan itu menjadi sangat seru. Sehingga membuat penonton berdecak kagum. Mereka tak menyangka akan kehebatan peserta yang bertanding.


Pertandingan itu telah berlangsung selama setengah jam dengan saling serang antar keduanya yang membuat arena menjadi berasap dan sekitarnya berantakan.


James yang tak ingin mengalah mengeluarkan Sihir Air dan Sihir Anginnya yang tak jarang menggunakan Sihir Penggabungan yaitu Sihir Es yang membuat stadion menjadi membeku seperti musim dingin. Begitu pula dengan Marquess Laurence yang tak hanya bertahan tapi juga ikut menyerang dengan Sihir Api dan Sihir Tanah yang tentu juga menggunakan Sihir Magmanya yang membuat semua orang kepanasan.


Semua yang menonton Pertandingan dibuat takjub yang membuat mereka juga dapat merasakan kekuatan dari peserta yang membuat mereka terkadang kedinginan seperti musim dingin dan terkadang kepanasan seperti musim panas.


Pertandingan itu telah menghabiskan hampir semua kekuatan James dan Marquess Laurence sehingga mereka memutuskan untuk tak menunda terlalu lama dan bersiap menggunakan Sihir Penggabungan terbaik mereka untuk menyerang.


James mengeluarkan Sihir Esnya yang membuat awan hitam di atas stadion yang perlahan mengeluarkan butiran kecil dan perlahan berubah menjadi tombak es yang telah mengkristal dalam jumlah ribuan jatuh menuju Marquess Laurence.


Marquess Laurence tak tinggal diam, dia mengeluarkan Sihir Magma level Surgawinya. Magma yang terbentuk dari getaran dari bawah tanah pertandingan yang membuat arena pertandingan terbelah menjadi dua dan menyemburkan magma panas seperti dari Gunung berapi.


Benturan antara Tombak Es dan Semburan Magma menyebabkan suara yang sangat dahsyat yang membuat penonton menutup telinganya. Kabut asap keluar dari hasil benturan kekuatan besar yang menyebabkan Arena Pertandingan diselimuti asap yang membuat semua orang tak bisa melihat.


Disaat yang bersamaan, Marquess Laurence mengeluarkan Magma dari tangannya maju menyerang James. James yang menyadari serangan Marquess Laurence menyambut serangan itu dengan menggunakan Energi Sihir terakhirnya dengan membuat Tombak Es di tangannya.


Lalu, terjadilah pertarungan di dalam asap yang hanya bisa dilihat penonton sebagai kilatan-kilatan kecil dan akhirnya terdengar suara teriakan yang membuat keduanya terjatuh di arena lawan.


Tak lama kemudian asap itu perlahan memudar dan penonton dapat melihat kembali. Marquess Laurence yang berubah menjadi setengah Manusia Es karena tubuhnya diselimuti setengah es sedangkan James yang penampilannya sudah tak terlihat baik karena pakaian dan juga celananya berubah menjadi terbakar dan gosong.


Keduanya sama-sama dalam posisi terduduk dengan kaki satu di Arena. Tak lama kemudian Es yang menyelimuti Marquess Laurence pecah dan James terjatuh di atas arena.


Semua orang yang melihat bersorak gembira dan menyebut "Marquess Hebat" berkali-kali. Nyonya Maria yang melihat kemenangan keponakannya menjadi sangat bangga dan dia menangis bahagia.


Marquess Laurence yang melihat kearah Shiena yang sedang berdiri dari kursinya sambil memberi tepuk tangan memberikan kekuatan baru padahal semua kekuatan Sihir miliknya hampir habis. Jempol yang diberikan Shiena cukup membuat Energi Sihir Marquess Laurence kembali pulih.


Wasit yang melihat hasil pertandingan langsung mengumumkan kemenangan Marquess Laurence kepada semua orang yang dibalas sorak sorai dari semuanya.


Lalu, tim medis datang dan menaiki arena dan memeriksa lalu memberikan pertolongan pertama. Marquess Laurence yang melihat sahabatnya sekaligus rivalnya terguling di di atas tandu mencoba mendekati dan mencari tau bagaimana kondisinya sekarang.


"Selamat! Kau memang hebat!" ucap James.


"Terima kasih. Kau juga sangat hebat. Aku bahkan harus mengeluarkan Tekhnik terkuatku." ucap Marquess Laurence.


"Tentu saja. Percayakan padaku!" ucap Marquess Laurence penuh percaya diri.


Kemudian, James dibawa menggunakan tandu ke ruang perawatan. Marquess Laurence yang telah mendapatkan kepercayaan dari semua sahabatnya tak hanya bertekad menang demi Shiena tapi juga untuk membalaskan dendam sahabatnya.


Marquess Laurence pun melihat ke tempat duduk peserta di mana tempat Wax berada. Marquess Laurence mengeluarkan tatapan membunuh yang disambut dengan senyum seringai dari Wax.


Oleh karena Arena Pertandingan berubah menjadi hancur setelah pertandingan. Wasit mengumumkan bahwa pertandingan di tunda selama satu jam untuk perbaikan.


Marquess Laurence pergi ke ruang perawatan untuk mendapatkan obat yang dapat memulihkan kekuatannya sedia kalah.


Semua penonton yang merasa pertandingan selanjutnya akan menjadi semakin seru tak ingin beranjak dari tempat duduknya dan lebih memilih untuk menunggu.


Shiena yang melihat Anastasya pergi keluar dari kursi penonton mencoba untuk mengikuti tapi tak bisa karena pengawalan menjadi sangat ketat untuknya sehingga Shiena beralasan ingin pergi ke kamar mandi dan meminta bantuan Tuan X untuk menyelidiki apa yang dilakukan Anastasya. Tuan X menyetujuinya dan pergi menyelidiki.


Anastasya pergi ke tempat yang sepi untuk menghubungi Putra Mahkota. Anastasya yang merasa ada yang mencoba mengikutinya menggunakan alat sihir untuk mengecoh penguntit dan akhirnya Anastasya berhasil lolos sementara Tuan X yang kehilangan jejak Anastasya berusaha mencari tau keberadaan Anastasya.


Anastasya yang berhasil kabur dari Tuan X ternyata berada di sekitar tenda rahasia milik Kaisar. Anastasya yang mendengar Kaisar berbicara mengeluarkan alat perekam yang selalu dibawanya jika suatu saat dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dapat menguntungkannya.


"Aku tak menyangka putraku dapat bertindak sejauh ini! Aku tak bisa mentorelir hal ini lagi." ucap Kaisar marah.


"Tenanglah Yang Mulia. Anda harus ingat kesehatan anda Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Kau benar. Tubuhku sudah sangat lemah dan sepertinya sudah tak lama lagi umurku. Aku tak bisa membiarkan anak itu menjadi Kaisar!" ucap Kaisar.


"Maksud Yang Mulia apa?" tanya Penasehat Kekaisaran bingung dan kaget.


"Aku akan memerintahkan untuk menyelidiki kasus ini sampai tuntas lalu membuat Putra Mahkota turun dari takhtanya. Aku akan mencabut statusnya dari Putra Mahkota menjadi Pangeran biasa. Lalu, aku akan mengangkat sepupunya Alphonso Aranta Ye Watson sebagai Putra Mahkota dan Calon Kaisar selanjurnya!" ucap Kaisar.


Anastasya sangat terkejut setelah mendengar percakapan Kaisar dan juga Penaseharnya. Anastasya yang khawatir rencananya terancam buru-buru pergi menemui Putra Mahkota dan memberi tau semua yang dia dengar dan rekam.


'Ini tidak boleh terjadi! Ian tak boleh kehilangan statusnya karena jika dia kehilangan statusnya maka pupus sudah rencanaku menjadi Permaisuri. Aku harus segera melaporkan semua ini kepada Ian dan memikirkan cara menyelesaikan masalah ini.' fikir Anastasya.


Anastasya pun pergi dan menuju tenda Putra Mahkota. Ketika hampir sampai Tuan X menemukan Anastasya yang mencoba masuk ke dalam Tenda Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang sedang marah dan sedih membuat isi tendanya hancur berantakan. Anastasya yang melihatnya memerintahkan pelayan membereskan kekacauan itu tapi tak ada satu pun pelayan bergerak. Anastasya yang kesal pun membentak pelayan karena tak patuh padanya dan akhirnya pelayan itu membersihkan semua yang berantakan dengan cepat.


Anastasya yang melihat Putra Mahkota menjadi berantakan membantu Putra Mahkota bangkit dan mendudukkannya di atas ranjang. Anastasya yang berencana melaporkan hal yang serius tak ingin mengambil resiko sehingga membuat sebuah Pelindung Sihir Cahaya yang membuat siapapun tak dapat masuk, melihat atau pun mendengar yang terjadi di dalam tenda tersebut.


#Bersambung#


Hai readers.. 😍🥰🥰


Bantuin Author pilih cover baru yok.. ☺


Silahkan gabung di group Syila Hasna.. Nanti Author akan upload tiga options Cover terbaru.. Dukungan terbanyak akan jadi cover "The Empress od Main Reader" terbaru.. Terima Kasih 🥰😍😘


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘