
Anastasya yang baru pertama kali menghadapi situasi yang seperti ini membuatnya pusing dan mual. Tepat disaat Anastasya akan terjatuh, Duke Simons menangkapnya dan menggiringnya ke kereta kuda Keluarga Simons.
Ada beberapa Rakyat yang yakin jika Anastasya lah yang sengaja membunuh bayinya sendiri dan bersekongkol dengan Countess Larsca menuduh Shiena sehingga Rakyat yang tak menyukai Anastasya berbaris mencoba menghentikan Anastasya dan Duke Simons dan segera dihadang oleh Kesatria Keluarga Carrole. Rakyat yang marah pun mendorong Kesatria hingga terjadilah saling dorong. Rakyat yang kesal karena tak bisa menghentikan Anastasya mencoba melempari Anastasya dengan sisa tomat yang mereka miliki. Tomat-tomat itu melayang ke arah Anastasya tapi Duke Simons tak tinggal diam. Dia menjadi perisai bagi Anastasya.
Putra Mahkota yang sudah tidak suka dan mulai merasa jijik dengan drama yang dimainkan Anastasya memberikan Isyarat kepada Penasehat Kekaisaran untuk membunyikan Gong Besar. Suara Gong besar itu menghentikan semuanya.
"Berhenti!" teriak Putra Mahkota Franz.
"....." semua diam.
"Duke Simons segera bawa pergi tunanganmu! Jangan lupa ajarkan dia dengan etika! Lalu tarik Kesatriamu jika tidak Keluarga Simons akan dianggap sebagai Penghianat Kekaisaran dan akan lenyap dari nama salah satu Bangsawan Kekaisaran dalam satu hari!" ancam Putra Mahkota Franz.
"Hamba mengerti Yang Mulia." ucap Duke Simons menyerah sementara.
Lalu, Duke Simons yang masih penuh dengan tomat melepaskan Anastasya dari genggamannya dan memerintahkan Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Simons membawanya ke kereta kuda. Anastasya ingin menolak tapi ditatap dengan tatapan tajam dan dingin oleh Duke Simons membuat Anastasya tak bisa berkata apapun lagi.
Kemudian Duke Simons menarik kembali Pasukan Kesatrianya dan membawanya ke Kereta kuda lalu memerintahkan mereka segera kembali ke Kediaman Simons. Lalu, Duke Simons memimpin semuanya kembali ke Kediamannya menggunakan kuda dan membiarkan Anastasya sendiri di dalam Kereta kuda.
Rakyat tidak senang dengan tindakan Putra Mahkota Franz yang membiarkan seorang penjahat lainnya bebas tapi setelah Putra Mahkota tak mengatakan apapun semuanya terdiam karena merasa Putra Mahkota lebih menakutkan jika tak bertindak apapun.
"Lanjutkan eksekusinya!" perintah Putra Mahkota Franz.
Dengan adanya instruksi dan perintah dari Putra Mahkota Franz, algojo yang tadinya hampir memenggal kepala Amy pun berhenti dan sekarang mengangkat kapaknya kembali dan dalam sekejap kepala Amy telah berpisah dari tubuhnya dan darah segar mengalir ke keluar membuat basah Panggung Eksekusi dengan darah.
Semua orang yang melihat menjadi merinding seolah menyaksikan sesuatu hal yang sangat horor. Rakyat dan Bangsawan menahan nafas mereka melihat beberapa kepala yang telah terlepas dari tubuhnya. Bangsawan-bangsawan itu bahkan merasa ini adalah salah satu ancaman bagi mereka yang mencoba untuk melawan atau menghianati Putra Mahkota Franz. Perlahan tapi pasti dengan tindakan Putra Mahkota Franz yang menghukum penjahat tanpa ampun dan belas kasih telah membuat Bangsawan yang menjadi Pengikut Keluarga Duke Simons berfikir ulang tentang rencana Kudetanya.
Countess Larsca yang melihat Amy dan Kesatria Keluarga Larsca yang mati tanpa kepala membuat kepalanya tiba-tiba pusing dan wajahnya pucat. Kesatria yang bertugas menjaga Countess Larsca tak membiarkannya pingsan pun tiba-tiba menyiramkan air ke wajah Countess Larsca hingga membuat Countess Larsca kaget dan menjadi sadar.
Hakim yang tau jika Putra Mahkota Franz akan segera kehabisan kesabarannya pun bergegas membacakan tututan kepada Countess Larsca dan menghukumnya.
"Countess Larsca dihukum atas perbuatannya yang telah membuat tuduhan palsu terhadap Lady Shiena Ve Carrole, membuat bukti palsu dan memberikan saksi palsu. Oleh karenanya, Gelar Bangsawannya dicabut dan Keluarga Count Larsca diharuskan membayar ganti rugi sebesar 10.000 koin emas lalu dihukum penggal dan digantungkannya kepalanya di alun-alun Ibukota selama tiga hari sebagai pengingat kepada semuanya untuk tidak dengan mudah melakukan perbuatan jahat." ucap Hakim.
Kesatria yang berjaga segera menyeret Countess Larsca dengan dibalas teriakan oleh Count Larsca yang telah duduk diam sedari tadi. Count Larsca yang merasa semuanya telah hancur pun jatuh pingsan dan segera dibawa oleh Kesatria ke tenda ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pengobatan tapi belum sampai di Rumah Sakit Count Larsca menghembuskan nafas terakhirnya karena serangan jantung.
Countess Larsca yang diseret oleh kesatria pun dilempar ke arah algojo. Algojo tak memberikan belas kasihan kepada Countess Larsca dengan menarik rambur Countess Larsca dengan sangat kuat hingga beradan dekat dengan jangkauan kapaknya. Hanya dengan sekali ayunan kapak nyawa Countess Larsca pun kehilangan nyawanya.
Kepala Countess Larsca akhirnya lepas dari tubuhnya dan menjadi kepala terakhir yang dipenggal. Kemudian Putra Mahkota Franz menurunkan titahnya untuk membawa Kepala Kesatria Keluarga Larsca dan Amy ke Hutan Kesepian untuk dijdikan makan Monter dan Hewan Buas sementara Kepala Countess Larsca digantung di alun-alun. Tak hanya itu, Putra Mahkota Franz segera memerintahkan Kesatria Elit untuk mengangkat mayat-mayat itu kembali ke Kediaman Keluarga Simons.
Putra Mahkota Franz sengaja membawa mayat-mayat itu ke Kediaman Simons untuk menunjukkan Kekuasaannya. Putra Mahkota Franz juga ingin membuat Anastasya menjadi trauma dan frustasi melihat mayat-mayat itu.
Ternyata harapan Putra Mahkota tersampaikan, Anastasya yang baru sampai di Kediaman Simons dan berencana turun dari kereta kudanya tak menyangka jik sekelompok Kesatria Elit milik Putra Mahkota Franz datang. Anastasya melihat mayat-mayat tanpa Keluarga Larsca yang dibawa yang membuatnya pusing, mual dan muntah.
Duke Simons mengepalkan tangannya menahan amarah yang telah memuncak kemudian pergi ke ruang kerjanya dan menghancurkan semua barang yang ada didekatnya. Kepala Pelayan Rumah Tangga yang melihatnya mencoba menenangkan Duke Simons.
Setelah tenang, Duke Simons bergegas memerintahkan Kepala Pelayan Rumah Tangga membereakan pakaian dan kereta kuda untuk berangkat ke Kerajaan Zambrud meski dengan jalur manual tanpa teleportasi karena Duke Simons telah sangat marah dan tak tahan dengan sikap Putra Mahkota Franz sehingga membuatnya ingin segera menggulingkan kekuasaannya.
Kemudian Duke Simons pun pergi ke kamar melihat keadaan Anastasya yang sedang diperiksa oleh Dokter. Dokter pun mengatakan jika Anastasya hanya shock karena semua yang terjadi secara mendadak dan Anastasya disarankan untuk beristirahat.
Anastasya yang tiba-tiba terbangun segera berteriak dan membuat gaduh Kediaman Simons hingga membuat Dokter yang masih berada disana terpaksa menyuntikkan obat bius penenang kepada Anastasya.
"Aaaarrggghhhh...... Mayat..." teriak Anastasya.
Duke Simons pun keluar mengurus beberapa bisnisnya dengan meninggalkan Anastasya sendiri bersama pelayan dan juga kesatria yang berjaga siang dan malam.
Lalu, tiba-tiba Anastasya terbangun, kepalanya sangat pusing dan kepingan-kepingan memori kematian keluarganya yang masih terekam dalam ingatannya membuatnya ingin muntah dan kehilangan selera makan.
Kemudian ada salah satu pelayan datang menemui Anastasya dan pelayan itu menyampaikan berita yang sangat buruk tentang Kematian Count Larsca dan bangkrutnya Keluarga Count Larsca. Pelayan berkata bahwa Count Larsca meninggal karena serangan jantung tepat saat Kepala Countess Larsca terlepas dari tubuhnya dan semua uang milik Keluarga Count Larsca harus dijual untuk membayar ganti rugi imateril yang dialami oleh Shiena.
Anastasya yang mendengarnya tak bisa menahan dirinya dan akhirnya berjalan turun dari ranjangnya kemudian berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu tempat mayat Count Larsca berada.
"Ayah!" teriak Anastasya yang tak kuasa menahan tangis.
Teriakan Anastasya bahkan terdengar sampai ke ruang kerja Duke Simons. Duke Simons yang kahwatir dengan keadaan Anastasya segera berlari ke sumber suara dan segera menemukan Anastasya yang sedang terduduk menangis di dada Count Larsca yang telah terbuju kaku dengan wajah pucat seperti seorang mayat yang akhirnya menyadarkan Duke Simons saat ini Anastasya tak memiliki apapun kecuali dirinya karena saat ini Anastasya adalah yatim piatu.
#Bersambung#
β Noteβ
Bagaiamana akhirnya bagus tidak? Apa kalian suka? πππ
Tapi tenang semuanya belum berakhir, ini baru permulaannya, kehancuran Anastasya baru dimulai jadi terus dukung Author.. ππ₯°
Jangan Lupa Like setiap BABnya ya + Vote Author setiap hari agar Author semangat Updatenya..
Terima kasih πππ₯°
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
π₯°πππ Terima Kasih