
Shiena dan Nyonya Maria bergegas kembali ke dalam gedung untuk mendapatkan tempat duduk yang bagus untuk melihat pertandingan ronde kedua. Mereka yang telah berusaha mencari akhirnya menemukan dua tempat duduk yang kosong yang pas.
Setengah jam berlalu Shiena dan Nyonya Maria menunggu, akhirnya pertandingan ronde kedua dimulai ternyata pemilihan nomor undian dilakukan dibelakang panggung jadi penonton tak bisa tau siapa yang akan bertanding selanjutnya dan siapapun peserta yang mendapatkan nomor ganjil akan pergi ke sisi kanan dan peserta yang mendapatkan nomor genap akan pergi ke sisi kiri. Setiap perserta dilarang mengatakan nomornya kepada peserta lain untuk memberikan kejutan kepada peserta itu sendiri agar lebih waspada kepada siapapun lawannya.
Pertandingan ronde kedua ini adalah pertandingan ganda dimana dalam satu pertandingan akan ada empat orang yang bertarung. Di ronde kedua mereka harus bekerja sama dengan pasangan timnya untuk menjatuhkan lawan tanpa tersisa dan tim siapapun yang tetap berdiri di aren akan menjadi pemenang di ronde kedua dan berhak lanjut ke ronde ketiga.
Di pertandingan pertama dimulai dengan Catherine bersama pasangan timnya maju setelah di panggil oleh pembawa acara. Tuan Muda Roan dan yang lain sangat terkejut karena Catherine menjadi peserta pertama. Sebenarnya mereka sudah sangat bersyukur sebab tak menjadi lawan untuk yang lainnya karena mereka berada di dalam satu ruangan yang sama di sebelah kanan karena mendapatkan nomor ganjil.
Tuan Muda Roan, Carl dan James menjadi semakin khawatir setelah melihat lawan dari Catherine adalah Wax sang pemilik Tekhnik Pengabungan Sihir Petir. Lalu, pembawa acara pun mengatakan bahwa pertandingan dimulai dan Wax tidak menyerang sama sekali. Wax berjalan mundur dan duduk santai di udara seolah duduk di kursi lalu membiarkan partnernya mengalahkan musuh. Namun lima menit berlalu tapi pertandingan itu masih belum selesai juga. Wax yang dari tadi duduk santai lama-lama menjadi kesal.
"Apakah pertandingan ini tak bisa segera diselesaikan? Kalian berdua, jika kalian menyerah sekarang. Aku tak akan membuat kalian merasakan terlalu sakit." ucap Wax meremehkan.
"Jangan bercanda! Aku tak akan pernah menyerah. Aku pasti akan berjuang sampai akhir." ucap Catherine.
"Benar, kami akan bertarung sampai akhir." ucap teman satu tim Catherine.
Wax yang menganggap setiap ucapan orang itu seperti sebuah lelucon. Wax pun tertawa dengan sangat keras dan membuat semua yang ada di sekitar menjadi merinding. Tuan Muda Roan yang merasakan akan ada bahaya memperingatkan Catherine.
"Catherine menyerahlah. Kau tak akan bisa menang." ucap Tuan Muda Roan.
"Tidak akan. Aku pasti bisa menang." ucap Catherine.
"Jangan bodoh! Menyerah lah." teriak Tuan Muda Roan kesal.
"Tidak!" teriak Catherine keras kepala.
"Cih! Keraz kepala!" ucap James kesal.
Wax yang mendengar perdebatan mereka tertawa semakin keras dan mengatakan bahwa semua sudah terlambat. Wax mengeluarkan Sihir Penggabungan dan menggunakan Sihir Petir. Wax mengeluarkan petir yang sangat kuat yang menyebabkan arena menjadi hancur rata dan hanya menyisakan garis merah pertanda masih berada di dalam arena.
Asap keluar dengan sangat tebal setelah petir menyambar arena dengan kekuatan petir yang sangat kuat. Petir itu tak hanya menyambar Catherine dan teman satu timnya tapi juga teman satu tim Wax dan di babak pertama hanya menyisakan Wax sebagai pemenangnya.
Carl yang melihat hal itu menjadi marah dan naik keatas arena memeriksa bagaimana keadaan Catherine. Catherine tak bisa bergerak sama sekali karena tak sadarkan diri, seluruh tubuhnya putih pun berubah menjadi hitam karena gosong terkena sambaran petir.
Tuan Muda Roan yang marah karena sahabatnya telah dicelakai hingga seperti itu berjanji akan membalaskan dendam Catherine dan begitu juga dengan Carl yang berjanji akan mengalahkan Wax dan menantangnya pada Ronde ketiga. James pun mengangkat tubuh Catherine dan membawanya keruang kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Banyak penonton dan peserta yang meminta diskualifikasikan Wax tapi penyelenggara dan pembawa acara tidak bisa melakukan itu karena semua yang dilakukan oleh Wax bukan lah pelanggaran dan lagipula ini adalah pertandingan dan tidak ada yang namanya teman karena semuanya adalah musuh.
Lalu, pertandingan pun dimulai kembali, dilanjutkan dengan pertandingan kedua yang berlansung cukup sengit karena di pertandingan kedua peserta benar-benar bekerjasama untuk menang tapi karena lamanya pertandingan dan hampir habisnya tenaga peserta maka semua peserta pun melakukan serangan terakhir yang mengerahkan tekhnik terbaik mereka yang mengakibatkan kepulan asap yang sangat tebal di atas arena. Perlahan-lahan asap itu pun mereda dan terlihat lah hasil dari pertandingan dimana semua peserta terjatuh dan tak ada yang bisa bertahan. Maka pertandingan kedua dinyatakan seri tanpa pemenang.
Dilanjutkan dengan pertandingan keempat, dipertandingan ini Carl maju bersama teman timnya yaitu Sayn. Carl adalah pemiliki Sihir Api sedangkan Sayn adalah pemilik Sihir Air. Didalam pertandingan Sayn melakukan kesalahan sehingga dia terlempar jauh keluar arena sampai ke dinding pembatas yang mengakibatkan dirinya memuntahkan darah dari mulutnya dan tidak sadarkan diri.
Carl mengalami kesulitan karena pertandingan menjadi tidak seimbang yaitu dua lawan satu yang memaksa Carl dalam mode bertahan. Tuan Muda Roan yang tak ingin sahabatnya itu kalah juga maka Tuan Muda Roan memberikan semangat kepada Carl.
"Hei, Carl! Kau tidak boleh kalah disini. Apa kau lupa jika kau telah berjanji akan membalaskan dendam Catherine?" ucap Tuan Muda Roan.
'Roan benar. Aku tidak boleh menyerah. Aku harus menang. Aku akan membalaskan dendammu Cath. Tunggu saja!' ucap carl dalam hati dengan penuh semangat.
Carl yang telah bertekad untuk menang dan tak akan kalah mengeluarkan Tekhnik terbaiknya dan menggunakan sisa tenaganya untuk menggunakan sihir ini. Setelah Carl merapalkan tekhniknya, terkumpul lah Api yang sangat banyak keluar dari tangan Carl dan membakar semuanya. Api yang dikeluarkan Carl masih dapat di tahan oleh kedua musuhnya sehingga Carl memaksakan dirinya mengeluarkan Api yang lebih besar lagi yang menyebabkan tak dapat ditahan oleh musuhnya lagi. Akhirnya Carl keluar sebagai pemenangnya di kertandingan keempat.
Carl pun turun dari arena dan disambut oleh Tuan Muda Roan dan James.
"Kau hebat Carl." puji Tuan Muda Roan.
"Benar!" ucap James.
"Terima kasih sahabat-sahabatku. Semua ini karena kaluan." ucap Carl meneteskan sedikit air matanya.
"Hei, apa kau menangis?" tanya Tuan Muda Roan meledek.
"Ti-tidak!" jawab Carl gugup.
Tuan Muda Roan, James dan Carl pun akhirnya tertawa bersama dan Carl mendoakan Tuan Muda Roan agar berhasil lolos.
Pertandingan kelima pun dilanjutkan dengan Tuan Muda Roan menjadi peserta terakhir. Dipertandingan kelima Tuan Muda Roan tak ingin membuang-buang waktunya terlalu lama dan ingin segera menyelesaikan pertandingan ini dan maju keronde ketiga agar bisa melawan Wax. Tuan Muda Roan sangat marah dengan tindakan Wax yang tak memiliki ampun karena sambaran petir yang kuat dari Wax, Catherine menjadi koma sekarang dan terancam tak bisa menggunakan Sihir Air lagi.
Tuan Muda Roan yang telah berkoordinasi dengan teman satu timnya agar bisa berhasil lolos bersama melakukan serangan kombinasi yang sangat hebat hingga mampu mengecoh pergerakan musuh dan menyebabkan satu musuhnya terlempar keluar arena dan satunya menyerah di dalam arena karena tak ingin dipukul.
Dengan begini, berakhirlah pertandingan di Ronde Kedua dengan enam peserta sebagai pemenangnya. Semua peserta yang lolos berhasil mendapatkan hadiah sebuah Batu Tenaga Sihir merah. Batu Tenaga Sihir Merah adalah batu yang cukup langka karena dapat mengembalikan tenaga dan energi seseorang bahkan yang hampir sekarat sekalipun karenanya Batu Tenaga Sihir Merah ini sangatlah berharga.
Tuan Muda Roan menyimpan hadiah itu dan memutuskan untuk tidak memakainya karena khawatir dimasa depan bisa jadi Batu Tenaga Sihir Merah ini dapat menyelematkan nyawanya atau orang yang dicintainya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘