
Putra Mahkota tidak terima jika harus dikurung di dalam menara dosa sehingga meminta pelayan mengirimkan pesan permintaan maaf dan bersedia berangkat ke akademi lebih awal untuk merenungkan semua kesalahan kepada Kaisar.
"Daripada aku harus terkurung di menara dosa ini selama sebulan. Pasti akan lebih baik jika aku pergi ke akademi lebih awal. Aku akan mempersiapkan diriku untuk semua kemungkinan di masa depan dan menjadi kuat." ucap Putra Mahkota.
Putra Mahkota berencana pergi ke akademi lebih awal dan belajar lebih awal pula terutama belajar tentang berpedang dan memperdalam sihir anginnya.
"Aku harus menjadi kuat agar tak ada yang bisa menggoyaghkan posisiku dan aku dapat merebut kembali Shiena. Tak seorang pun yang boleh memilikimu shiena." ucap Putra Mahkota.
Tidak tau apa yang telah terjadi pada Putra Mahkota, perasaan cinta dan sayang itu, sekarang telah berubah menjadi perasaan posesif ingin memiliki setelah cintanya di tolak.
Kaisar yang menerima surat dari Putra Mahkota mulai berfikir semua hal yang baik dan buruk. Akhirnya kaisar pun telah memutuskan untuk mengirim Putra Mahkota ke akademi lebih awal.
Putra Mahkota berangkat ke akademi keesokan harinya bersama Robert dan pengawal Kekaisaran lainnya.
Sebelum berangkat ke akademi, Putra Mahkota memerintahkan Robert untuk mencari tau bagaimana keadaan Shiena saat ini.
"Maaf mengganggu anda, Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Robert.
"Ada apa?" tanya Putra Mahkota.
"Hamba ingin memberi kabar soal Nona Shiena. Nona Shiena telah sadar kembali saat ini Yang Mulia." ucap Robert.
"Apa? Benarkah itu?" tanya Putra Mahkota terkejut.
"Ya, Yang Mulia. Saya sendiri yang telah melihat Nona Shiena sedang duduk bersantai bersama Nyonya Duchess Carrole di balkon kamar Nona Shiena." ucap Robert.
"Cepat! Siapkan kereta kuda. Aku ingin segera ke Kediaman Duke Carrole." perintah Putra Mahkota.
"Maafkan hamba, Yang Mulia. Anda tidak bisa pergi ke Kediaman Duke Carrole karna anda sudah tidak diterima disana. Dan juga Yang Mulia Kaisar telah memerintahkan anda untuk pergi ke Akademi dan sebentar lagi waktunya anda berangkat Yang Mulia." ucap Robert menerangkan dengan rasa khawatir.
Praakkk... Praaakkkk... Praakkkk
(bunyi benda pecah)
Putra Mahkota yang tidak terima dengan semua perkataan pengawalnya menjadi marah. Putra Mahkota pun memecahkan semua barang yang ada di dekatnya untuk melampiaskan amarahnya.
Putra Mahkota marah dan kesal karna dia telah di larang untuk bertemu Shiena.
"Dasar Duke Sialan. Lihat saja nanti. Jika aku menjadi Kaisar nanti. Aku akan mengambil Shiena paksa untuk menjadi istriku dan kau hanya seorang Duke. Setinggi apapun statusmu. Kau hanyalah rakyatku yang akan tunduk dengan semua perkataanku. Jika kau tidak ingin menyerahkan putrimu nanti. Aku akan menghancurkan semua orang di keluargamu." ucap Putra Mahkota di sertai tawa jahatnya.
Di dalam perjalanan, Putra Mahkota menghentikan kereta kudanya di sekitar Kediaman Duke Carrole.
'Lihat saja nanti. Aku pasti akan balaskan semua ini.' fikir Putra Mahkota.
"Jalan!" perintah Putra Mahkota.
Kereta kuda yang membawa Putra Mahkota dan semua barangnya pun pergi dari Kediaman Duke Carrole dan menuju akademi.
Perjalanan itu menghabiskan waktu yang lama sekitar lima belas hari dengan perjalanan biasa dan hanya menghabiskan waktu dua hari jika menggunakan portal teleportasi.
Portal teleportasi berada di sebuah kota tandus yang menghabiskan waktu satu satu malam dalam perjalanan kesana dari ibu kota.
Dalam perjalanan menuju portal Putra Mahkota harus melewati hutan kesedihan. Hutan menangis adalah hutan yang kondisinya lembab dan basah sehingga pohon-pohon hidup dengan sangat lebat disana.
Pohon yang lebab dapat menutupi hampir seluruh hutan sehingga sinar matahari akan sulit untuk masuk karnanya akan terlihat sangat suram dan menyedihkan.
Ketika Putra Mahkota dan rombongannya sedang beristirahat di tengah hutan. Putra Mahkota mendengar teriakan minta tolong.
Putra Mahkota yang mendengar hal itu, memerintahkan Robert untuk mencari tau darimana asal suara itu dan memerintahkan mencari tau apa yang telah terjadi.
Robert pun langsung pergi menjalankan perintah Putra Mahkota. Robert pun bergegas mendekati suara minta tolong itu karna terdengar semakin memilukan.
Ketika Robert sampai, ada sebuah rombongan yang tengah di kepung oleh segerombolan perampok. Rombongan itu saat ini sedang memberikan semua barang milik mereka agar bisa selamat.
Robert yang telah mengetahui hal itu, bergegas menemui Putra Mahkota dan melaporkannya.
Robert yang telah sampai di perkemahan tempat Putra Mahkota berada, segera melapor dan menjelaskan situasi telah terjadi.
#Bersambung#
*Ayo ditebak kira-kira apa yang akan dilakukan Putra Mahkota ya?🤔
Yang tau jawabannya komen di bawah ya. 😁👇
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘***