The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 196. Lencana Penyelidikan dan Hukuman I


Shiena yang tau isi fikiran Putra Mahkota Franz pura-pura tidak tau dan untunglah Kaisar datang sangat cepat sehingga Shiena dapat mengabaikan Putra Mahkota Franz.


Shiena pun mengikuti Kaisar ke sebuah ruangan yang cukup mewah. Diruangan itu telah tersedia banyak sekali makanan dan minuman. Shiena yang merasa ada hal yang aneh selalu membaca fikiran semua orang yang ada disana. Shiena tak ingin dicurangi atau dijebak oleh orang lain. Kaisar pun memerintahkan seluruh pelayan untuk keluar dan meninggalkan dirinya dan Shiena saja disana.


"Silahkan duduk, Lady!" ucap Kaisar.


"Terima kasih, Yang Mulia." ucap Shiena sopan.


Shiena pun duduk di depan Kaisar sesuai perintah Kaisar. Shiena yang duduk tetap waspada karena Shiena tau saat ini ada beberapa Kesatria Elit yang bersembunyi melindungi Kaisar menggunakan Sihir Gelap.


"Jangan terlalu sopan, Lady. Kita bisa bicara dengan santai." ucap Kaisar.


"Baiklah, Yang Mulia." ucap Shiena.


Kaisar yang tak bisa menahan diri langsung menanyakan yang ingin ditanya kepada Shiena.


"Saya meminta, Lady kemari karena ada yang ingin saya bicarakan dan mungkin kita bisa menjalin kerja sama yang baik." ucap Kaisar.


"Kerjasama yang seperti apa yang Yang Mulia Kaisar maksud?" tanya Shiena pura-pura tidak tau.


"Hmmm, begini Lady. Pihak Kekaisaran ingin menawarkan Gelar Bangsawan dan Wilayah Di kekaisaran untuk 50% saham di Toko Pelelangan, Toko Perhiasan dan Tambang Berlian." ucap Kaisar menawarkan.


"Gelar Bangsawan?" tanya Shiena menyipitkan matanya.


"Benar Lady. Anda bisa mendapatkan Gelar sebagai Baroness dan mendapatkan wilayah yang menjadi bagian dari Kekuasaan Nona." ucap Kaisar.


'Tak masalah memberinya gelar itu, lagipula beberapa posisi sedang kosong! Ini akan menjadi keuntungan yang besar.' fikir Kaisar.


'Apa? Dasar Kaisar serakah! Apa dia fikir aku tak tau!' ucap Shiena dalam hati menahan amarah.


"Maafkan hamba Yang Mulia. Saya tidak tertarik dengan Gelar Bangsawan ataupun Wilayah Kekuasaan!" ucap Shiena langsung.


"Bagaimana jika tidak menjadi Baroness tapi seorang Marchionsess? Bukankah itu status yang tinggi?" ucap Kaisar sombong.


'Sekarang kau pasti tak akan bisa menolaknya. Aku yakin sekali.' ucap Kaisar dalam hati


'Sombong sekali!' ucap Shiena dalam hati.


"Maafkan saya Yang Mulia. Saya sudah bilang jika saya tak tertarik sama sekali dengan Gelar Bangsawan. Saya ini seorang Pebisnis dan keuntungan yang Yang Mulia minta itu terlalu besar dan tak sebanding sama sekali." ucap Shiena.


"Apa kau bermaksud menolak?" tanya Kaisar marah.


"Tentu saja. Saya tidak bisa menerima penawaran Yang Mulia yang menurut saya tidak masuk akal." ucap Shiena.


'Sial! Ternyata gadis kecil ini sulit juga untuk dibodohi!' fikir Kaisar.


'Hmm, jangan kau fikir karena kau adalah Kaisar, kau bisa bertindak sesukamu. Jika Kekaisaran ini tidak mendapatkan suntikan dana maka cepat atau lambat Kekaisaran ini akan runtuh dan kau tak akan bisa mempertahankan posisimu!' fikir Shiena.


"Tidak masuk akal? Apa maksud Nona? Bukankah penawaran saya itu cukup menggiurkan?" ucap Kaisar pura-pura tidak tau.


Ha..ha..ha..


"Saya tidak lah bodoh Yang Mulia. Anda mungkin Pemimpin di Kekaisaran Pearl ini dan mungkin saya adalah salah satu rakyatmu tapi Yang Mulia tidak bisa bertindak sesuka hati Yang Mulia. Saya seorang Pebisnis dan saya tau betul berapa banyak koin emas yang akan Yang Mulia dapatkan setiap bulannya dan jumlah itu tidak sebanding dengan sebuah Gelar yang pastinya dapat Yang Mulia ambil kapan saja dan juga wilayah yang Yang Mulia berikan belum tentu bisa menghasilkan koin emas yang banyak dari ketiga bisnis saya ini." sindir Shiena.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Kaisar langsung tanpa sopan santun.


'Akhirnya kau tunjukkan juga siapa dirimu sebenarnya Kaisar serakah! Kau itu sudah sakit-sakitan dan sebentar lagi umur tak akan panjang. Jadi sebaiknya kau berbuat baik jika tidak Dewa Kematian akan mencabut nyawamu dengan sangat kejam dan mungkin saja Dewa Reinkarnasi tak akan memberimu kesempatan untuk bereinkarnasi lagi.' fikir Shiena.


"Aku ingin Lencana yang memberiku Hak untuk memutuskan Penyelidikan dan Hukuman akan kasus apapun" ucap Shiena terus terang.


"Apa yang ingin kau lakukan denga Lencana itu?" tanya Kaisar pensaran.


"Tak ada yang perlu aku ceritakan Yang Mulia dan begitu juga denganmu Yang Tak perlu menceritakan padaku akan diapakan keuntungan itu." ucap Shiena sinis.


"Baiklah tapi aku hanya akan memberimu Hak atas satu Kasus saja dan Lencana itu tak bisa digunakan berkali-kali." ucap Kaisar.


Shiena yang mendengar perkataan Kaisar menjadi tidak senang karena menurutnya jika begitu dirinya tak bisa melakukan apapun jika seandainya Anastasya ataupun Duke Simons melakukan sesuatu padanya dan keluarganya.


"Baiklah tapi begitu pula dengan keuntungan bisnis ini tak bisa diberika 50% untuk setiap bisnis. Yang Mulia hanya akan mendapatkan keuntungan 20% untuk setiap Bisnis yang saya miliki tiap bulannya selama 1 tahun penuh."  ucap Shiena membalas.


'Apa? hanya 20% dan hanya selama satu tahun. Tidak bisa! Waktu satu tahun tidaklah cukup untuk menstabilkan penuh keuangan Kekaisaran apalagi banyak sekali posisi yang kosong di Kekaisaran.' fikir Kaisaer.


"Itu tidak bisa. Saya tidak setuju jika hanya 1 tahun. Saya ingin 5 tahun." ucap Kaisar.


"Jika begitu saya ingin Lencana itu dapat dipergunakan sebanyak 3 kali Yang Mulia." ucap Shiena.


"Ka-Kau!" ucap Kaisar kesal.


"Kenapa? Apa ada yang salah? Yang Mulia ingin mengambil keuntungan bisnis lebih banyak sementara saya hanya memiliki hak 1 kali. Bukankah itu sangat tidak adil?" ucap Shiena.


'Apa yang akan dilakukannya dengan haknya itu? Aku tidak tau dia berada di pihakku atau tidak jika dia memiliki Hak itu lebih banyak maka Kekaisaran ini akan kacau tapi jika aku tak menambah waktunya maka Kekaisaran ini pasti akan hancur cepat atau lambat sebelum stabil!' fikir Kaisar.


'Kau tak akan bisa memaksaku Kaisar bodoh! Kau itu sedang dalam masalah besar jika aku tidak setuju jadi suka atau tidak suka kau harus menyetujui syaratku.' ucap Shiena dalam hati.


"Bagaimana Yang Mulia? Begini saja bagaimana dengan keuntunan 20% selama 3 tahun untuk setiap Bisnis yang saya miliki? Lalu, saya dapat menggunakan Lencana Penyelidikan dan Hukuman sebanyak 2 kali. Saya rasa itu adalah penawaran terbaik saya." ucap Shiena.


"Baiklah aku setuju. Jika begitu kita akan lakukan transaksi ini besok lusa. Bagaimana?" tanya Kaisar.


"Tentu saja Yang Mulia tapi saya ingin syarat dari saya ini jangan sampai diketahui siapapun dan jika sampai ada yang tau maka perjanjian batal. Saya juga ingin perjanjian ini dilakukan dengan Perjanjian Sihir sehingga tak akan ada yang merasa khawatir dikhianati." ucap Shiena senyum penuh makna.


"Baiklah. Saya setuju." ucap Kaisar.


Setelah Selesai dengan pembicaraan Kerjasama itu, Shiena pun kembali ke Kediaman Duke Carrole dengan cara yang sama dan meninggalkan Kaisar serta Kesatria lain yang melihatnya. Shiena tak oerduli sama sekali dengan Kaisar.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih