
Kekaisaran semakin hari menjadi semakin sibuk dikarenakan Acara Pemakaman Kaisar yang akan segera dilaksanakan dalam hitungan jam dan tak lama lagi juga akan diadakan Acara Penobatan Kaisar yang baru padahal Putra Mahkota Franz belum memasuki usia dewasa.
Setelah itu Kekaisaran juga akan membuat Acara untuk pengangkatan atau kenaikan status Bangsawan untuk mengisi posisi di Kementrian di Kekaisaran Pearl yang kosong akibat Penghianatan Mantan Putra Mahkota Brian beserta pengikutnya.
Prosesi Pemakaman Kaisar tak menghabiskan waktu lama dan hanya memerlukan waktu sekitar tiga jam. Putra Mahkota Franz yang merupakan anak kandung Kaisar melakukan tugas terakhirnya dengan melemparkan bunga lili terakhir dari tempatnya berdiri ke jasad Kaisar.
Kaisar pun di makamkan di dalam sebuah peti mati bersebelahan dengan milik istri tercintanya yaitu Permaisuri Athena. Putra Mahkota Franz yang melihat kedua orangtuanya bersatu kembali di dunia yang lain dengannya merasa terharu dan sedih dan berharap dapat bersatu juga dengan orang yang dicintainya.
Setelah prosesi Pemakaman itu selesai, Putra Mahkota Franz kembali ke Istana untuk beristirahat sejenak. Putra Mahkota Franz kembali ke Istana tanpa didampingi Pengawal dan Kesatria Kekaisaran karena tak ingin ada yang mengikutinya sama sekali tapi ketika sampai di kamarnya Putra Mahkota Franz menjadi tak bisa memejamkan matanya dan bahkan tak bisa tidur sehingga Putra Mahkota Franz memilih untuk pergi ke Hutan Kesepian.
Di dalam Hutan Kesepian, Putra Mahkota Franz pergi ke rumahnya yang berada di tengah Hutan Kesepian. Disana Putra Mahkota Franz mengingat kembali kejadian-kejadian yang dialaminya saat berjuang sendiri disana bersama Tuan Eit saat dirinya memilih untuk tidak ikut campur dalam Pemerintahan sama sekali.
Namun sekarang Putra Mahkota Franz yang tak bisa lebih sering berada di rumahnya karena memiliki tanggungjawab yang sangat besar sebagai Pemimpin di Kekaisaran Pearl setelah meninggalnya Kaisar dan dihukumnya Mantan Putra Mahkota Brian.
Putra Mahkota Franz yang melihat rumahnya yang sangat kotor dan berdebu karena sudah lama tak ditinggali dan dibersihkan akhirnya Putra Mahkota Franz memiliki untuk membersihkannya. Setelah selesai Putra Mahkota Franz pun berjalan-jalan di dalam Hutan Kesepian.
Ketika berjalan-jalan tak ada Monster atau Hewan buas yang menyerangnya karena semua hewan itu merasa sangat lelah dan bosan jika menyerang Putra Mahkota Franz karena mereka pasti akan mengalami kekalahan atau akan terluka karena pertarungan.
Saat sedang berjalan-jalan tiba-tiba Putra Mahkota Franz menemukan orang yang sedang terluka parah dan karena merasa kasihan akhirnya Putra Mahkota Franz pun membantu dan menolongnya lalu membawanya ke dalam rumah. Putra Mahkota Franz mengobati orang itu secara manual karena Putra Mahkota Franz tak memiliki Sihir Cahaya.
Pengobatan secara manual tak bisa menyembuhkan orang dengan cepat tak seperti pengobatan dengan Sihir Cahaya. Putra Mahkota Franz pun mengingat tentang Gadis Suci yang memiliki Sihir Cahaya Terkuat karena dapat menyembuhkan banyak orang dalam sekali waktu bahkan dapat menyatukan kembali anggota tubuh yang patah. Ketika dalam keadaan seperti ini Putra Mahkota Franz berharap ada Gadis Suci disana yang akan membantunya saat ada orang yang terluka.
Sementara itu, Shiena yang tadinya melihat Putra Mahkota Franz dari jauh merasakan perasaan sedih yang saat ini dialami Putra Mahkota Franz tapi Shiena tak ingin menunjukkannya dan tak ada seorang pun yang menyadari perasaan Shiena kecuali satu orang yaitu Marquess Laurence.
Marquess Laurence yang tau jika Putra Mahkota Franz memiliki perasaan pada Shiena tak menyangka jika Shiena juga memiliki perasaan yang sama. Marquess Laurence pun merasa sedih dan serasa ada yang menusuk jantungnya karena cintanya akan semakin jauh digapai karena orang yang dicintainya tak pernah menganggapnya sebagai laki-laki tapi sebagai saudara.
Marquess Laurence yang telah tau dari awal jika Shiena tak akan menjadi miliknya mencoba ikhlas menerimanya asalkan Shiena dapat bahagia karena bagi Marquess Laurence bahagia dan tawa Shiena adalah yang utama dibandingkan perasaannya.
Shiena pun naik ke kereta kuda milik Marquess Laurence tapi sebelum itu Marquess Laurence telah meminta izin kepada Duke Carrole dan Duchess Carrole jika ingin mengajak Shiena keluar dan tentu saja Duchess Carrole langsung mengizinkan karena memang Duchess Carrole selalu berharap Shiena akan bersanding dengan Marquess Laurence meskipun kecil kemungkinannya.
Di sisi lain ada dua orang yang terus menatap kepergian Shiena dan Marquess Laurence yaitu Tuan Muda Alphonso yang sudah ingin menemui Shiena tapi selalu dihalangi oleh Duchess Watson karena saat ini Duchess Watson telah menyiapkan seorang wanita dari Keluarga Bangsawan lain untuk bertunangan dengan Tuan Muda Alphonso dan menjadi Duchess Watson selanjutnya.
Duchess Watson sudah tau jika Putra Mahkota Franz menyukai Shiena sehingga Duchess Watson yang tak ingin terjadi pertumpahan darah atau perselisihan antar keduanya mencoba menekan perasaan Tuan Muda Alphonso agar tak sakit hati jika kedepannya Putra Mahkota Franz dan Shiena bersatu dalam pernikahan dan menjadi Permaisuri atau Ratu nantinya karena bagaimanapun Tuan Muda Alphonso dan Putra Mahkota Franz tetaplah saudara sepupu.
Tuan Muda Alphonso pun akhirnya hanya bisa menghela nafas dan menyerah untuk menemui Shiena tapi Tuan Muda Alphonso selalu mencari tau dan memantau kegiatan Shiena dan akan selalu siap menolong jika Shiena membutuhkan bantuannya.
'Aku mencintaimu tanpa pamrih, My Lady!' ucap Tuan Muda Alphonso dalam hati.
Tuan Muda Alphonso pun pergi meninggalkan pemakaman itu menggunakan kereta kuda keluarganya dan mengalihkan perhatiannya pada Acara Penobatannya nanti sebagai Penerus Keluarga Watson selanjutnya.
Sementara itu, orang lain yang menatap Shiena dengan tatapan kesal dan iri adalah Anastasya
Meskipun Anastasya telah memiliki Calon Tunangan yang hebat tetap merasa tidak puas karena pada saat yang sama Anastasya merasa perhatian semua pria hebat tak pernah tertuju padanya lagi padahal dirinya adalah wanita yang sangat cantik dan sexy.
Anastasya tak pernah bisa berfikir alasan Marquess Laurence yang merupakan Kepala Keluarga Laurence dan salah satu Tetua menara sihir, Tuan Muda Alphonso yang merupakàn Penerus nama Keluarga Duke watson dan Pemimpin dari Balai Penelitian Kekaisaran serta Putra Mahkota Franz yang menjadi kandidat terkuat sebagai Kaisar selanjutnya.
Anastasaya yang datang bersama Count Larsca dan Countess Larsca pun akhirnya kembali ke rumahnya dan menaiki kereta kuda mereka. Di dalam kereta kuda, Anastasya tak mengatakan apapun dan hanya diam saja karena Anastasya sedang memikirkan cara untuk mendapatkan hati dan cinta dari Putra Mahkota Franz dan mendapatkan dukungan penuh dari Marquess Laurence dan Tuan Muda Alphonso.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih