The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 36. Kekhawatiran Sang Ayah


Acara Festival Bunga akan ditutup dengan pengumuman kemenangan dalam pemilihan kostum bunga terbaik.


Karna hari ini adalah hari terakhir Acara Festival Bunga maka semua Kepala Keluarga yang telah mengirimkan oranya untuk mengikuti perayaan diharuskan hadir. Tidak terkecuali Duke dan Duchess Carole.


Saat Duke Carrole sedang bersantai sebagian tubuhnya merasa ada yang aneh dan ternyata benar ketika Duke Carrole melihat batu Emerald milik Shiena bersinar.


Sebelum memberikan batu Emerald kepada Putrinya, Duke Carrole telah memasang sihir penghubung jika Putrinya menggunakan batu itu maka dia akan mengetahuinya dan bukan hanya itu Duke juga bisa mengetahui dimana keberadaan putrinya dari batu itu.


Duke Carrole yang mengetahui putrinya sedang dalam bahaya langsung pergi memanggil semua kesatria terbaiknya.


Duke Carrole juga memberitahukan kondisi Shiena saat ini kepada istrinya dan memintanya untuk tenang dan menunggunya pulang.


"Istriku, aku harus segera pergi mencari putri kita." ucap Duke Carrole.


"Mencari? Bukankah saat ini dia sedang bersama Putra Mahkota?" ucap Duchess Carrole.


"Benar, tapi saat ini Putri kita sepertinya dalam bahaya. Dia telah menggunakan batu Emerald untuk mendapatkan bantuan." ucap Duke.


"A-apaa!" teriak Duchess dan seketika kehilangan keseimbangan.


"Tenanglah istriku. Putri kita pasti baik-baik saja. Kesatria Bayangannya pasti akan melindunginya meski harus kehilangan nyawa." ucap Duke menenangkan.


"Kau benar suamiku." ucap Duchess mulai tenang karna dia tau siapa kesatria bayangan itu.


"Aku harus segera pergi. Aku berjanji akan membawa putri kita kembali dan tunggulah kepulangan kami." ucap Duke.


"Baiklah, Berhati-hati lah." ucap Duchess.


Duke yang telah mendapatkan persetujuan istrinya langsung pergi membawa sebagian kesatria terbaiknya dan sisanya di tugaskan menjadi Duchess Carrole.


Duke Carrole adalah jendral yang sangat kuat, ketika perang terjadi maka Duke Carrole akan berada pada posisi depan memimpin pasukan melawan musuh.


Duke Carrole juga memiliki kekuatan sihir yang sangat jarang dimiliki oleh bangsawan. Duke memiliki kekuatan sihir api sedangkan istrinya sihir cahaya karna merupak putri Kerajaan Emerald.


Kekuatan sihir biasanya dimiliki oleh orang keturunan penyihir atau setelah belajar sihir dengan sangat keras selama bertahun-tahun.


Duke dan semua kesatrianya menggunakan tenaga penuh menuju hutan dan sampai di danau dalam waktu singkat.


"Kalian coba periksa mayat itu!" perintah Duke.


"Baik." ucap kesatria.


Tak lama kemudian Duke Carrole melihat cahaya yang sangat terang.


"Cahaya ini! Tidak salah lagi. Ini pasti berasal dari Shiena. Dia telah membangkitkan sihir cahayanya yang merupakan sihir turum temurun Keluarga Kerajaan Emerald." ucap Duke senang meski sedikit khawatir.


Duke yang khawatir dengan keselematan Shiena perlahan tenang setelah melihat sihir cahaya karna sudah pasti putrinya tidak akan mengalami luka apapun dengan sihir itu.


"Yang Mulia, mayat itu berasal dari anggota Wolf Wild." ucap salah seorang kesatria.


Duke dan kesatria lainnya pun berlari ke sumber cahaya da saat sampai di melihat banyak sekali mayat bertebaran dan hanya menyisahkan Kestria Bayangan, Robert, Putra Mahkota dan Shiena.


Duke Carrole yang melihat tubuh putrinya yang terbaring lemah di pelukan Putra Mahkota langsung berlari menghampirinya.


Duke yang marah karna Putra Mahkota tidak bisa menjaga putrinya pun langsung mendorong Putra Mahkota dan mengambil alih tubuh putrinya ke dalam pelukannya.


"Shiena, putriku!" panggil Duke Carrole.


"....." Shiena


"Sadarlah sayang. Ayah disini untukmu." ucap Duke Carrole sedih.


Lalu Duke Carrole memerintahkan kesatrianya menelusuri hutan dan temukan semua anggota Wolf Wild dan habisi mereka.


Putra Mahkota yang tidak bisa melakukan apapun atas ketidaksukaan Tuan Duke dan hanya bisa meminta maaf.


"Ma-Maafkan saya Tuan Duke." ucap Putra Mahkota menundukkan kepala.


"Kau! Bagaimana bisa kau tidak bisa melindungi putriku dan bahkan kau membuatnya terluka." ucap Duke yang marah.


"Maafkan saya. Ini semua kesalahan saya." ucap Putra Mahkota menyesal.


"Tentu saja ini semua salahmu. Aku akan meminta pertunangan ini dibatalkan. Aku tidak peduli apapun resikonya." teriak Duke.


Putra Mahkota yang mengetahui jika Tuan Duke ingin membatalkan pertunangan mereka membuatnya semakin sedih hingga Putra Mahkota pun bersujud di kaki Duke yang merupakan calon mertuanya itu agar tidak membatalkan pertunangannya.


"Ma-maafkan saya. Itu memang salah saya. Saya berjanji, saya akan menjadi semakin kuat dan akan berlatih dengan keras agar bisa melindungi Shiena. Saya mohon Tuan Duke jangan batalkan pertunangan ini." ucap Putra Mahkota sambil menangis dan bersujud di kaki Duke Carrole.


Duke Carrole yang melihat kesungguhan Putra Makota pun tersentuh dan akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Putra Mahkota yang masih bersujud dan membawa serta tubuh Putrinya.


"Baik, tapi kau harus menyuruh bawahanmu itu untuk tutup mata dan mulutnya tentang semua ini!" perinta Duke Carrole.


"Baik, Tuan Duke." ucap Putra Mahkota senang.


"Aku pegang janjimu!"jawab Duke Carrole dan meninggalkan tempat itu.


Kesatria bayangan yang merasa tugasnya telah selesai kembali kedalam batu Emerald kembali.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.


❤🥰😘