The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 334. Menang


Setelah kematian Raja Philiph menandakan jatuhnya Kerajaan Shafir ke tangan Kekaisaran Pearl. Kaisar Franz dan semuanya meneriakkan nam Kekaisaran Pearl berulang kali dan menandakan kemenanarn berada di pihak mereka.


Duke Laurence yang kembali ke Markas Kekasiaran Pearl mendapatkan sambutan hangat dari semua orang karena telah menjadi pahlawan pada Perperangan kali ini. Duke Laurence yang datang membawa kepala Raja Philiph berjaan menuju Tenda Duke Carrole. Duke Laurence pun memberikan kepala Raja Philiph kepada Duchess Carrole.


Duchess Carrole yang tidak sadarkan diri tadi pagi ternyata telah sadar dan begitu pula dengan Duke Carrole yang telah sadar meskipun wajahnya sangat pucat. Keduanya pun mengucapkan selamat kepada Duke Laurence yang telah berhasil menjadi Pahlawan.


Sementara itu, Permaisuri Shiena yang mendengar kemenangan Kekaisaran Pearl dalam Perang ini menjadi semakin bahagia. Tak hanya itu, Permaisuri Shiena juga mendapatkan kabar bahagia lain yaitu kesembuhan Duke Carrole yang menambah kebahagiaanya.


Permaisuri Shiena pun memerintahkan Marry dan Ana untuk bergerak melakukan persiapan penyambutan Kaisar Franz dan seluruh Pasukan Kesatria dan lainnya. Marry dan Ana yang merasa jika itu adalah tugas yang mudah pun menerima tugasnya dengan senang hati.


Marry, Ana dan semuanya bekerjasama dengan sangat baik hingga Persiapan untuk menyambut kedatangan semuanya berjalan dengan sangat lancar.


Semua Rakyat dan Bangsawan bersuka cita menyambut Kaisar Franz dan Pahlawan Perang. Semuanya bersorak sorai gembira. Musik dan tarian terdengar hingga ke seluruh Kekaisaran Pearl merayakan kemenangan dalam Perang itu.


Permaisuri Shiena yang berada di depan Istana melihat Kaisar Franz yang berada di depan sekali segera menyambutnya dengan ucapan selamat dan pelukan hangat dan ciuman mesrah dan saat Permaisuri Shiena melihat Duke Laurence. Permaisuri Shiena ingin sekali memeluk Duke Laurence sebagai kakak tapi Permaisuri Shiena takut jika Kaisar Franz akan marah tapi tidak disangka Kaisar Franz memberinya izin.


Permaisuri Shiena kemudain berjalan ke arah Duke Laurence lalu memeluknya. Permaisuri Shiena mengucapkan terima kasih kepada Duke Laurence karena berkat bantuannya lah Kekaisaran Pearl berhasil menang dan tidak ada korban jiwa pada Perang kali ini.


Permaisuri Shiena yang melihat Duke Carrole dan Duchess Carrole berada di belakangnya pun segera melepaskan pelukan itu dan berlari kearah Duke Carrole dan Duchess Carrole. Permaisuri Shiena kemudian memeluk keduanya dengan sangat erat dan menagis di pelukan keduanya


Permaisuri Shiena sudah sangat takut saat mendengar kabar Duke Carrole telah terkena racun dan memiliki harapan hidup yang tipis tapi setelah mengetahui kesembuhan Duke Carrole membuat Permaisuri Shiena sangat senang dan bersyukur.


Kaisar Franz yang merupakan Kaisar Kekaisaran Pearl pun memberika pidato di depan semua Rakyat dan Bangsawan. Kaisar Franz tidak mengatakan banyak hal hanya mengucapkan terima kasih kepada semua Rakyat yang telah berdoa pada Dewa agar Kekaisaran Pearl ini dapat memenangkan Perang.


Kaisar Franz juga berterima kasih kepada Jenderal-jenderal dan juga Kesatria yang telah berjuang melawan musuh dan turut berduka atas meninggalnya Kesatria yang telah gugur dalam Perang itu. Kaisar Franz berjanji akan memberikan kompensasi yang pantas untuk jasa mereka semua.


Kaisar Franz yang telah mengetahui kehebatan yang dimiliki oleh Duke Laurence pun memberikan penghargaan tertinggi padanya dan tak hanya itu, Kaisar Franz juga memberikan Wilayah Kerajaan Shafir kepada Duke Laurence untuk dikelola. Kaisar Franz kemudian memberikan gelar Grand Duke Laurence pada Duke Laurence. Duke Laurence pun menerima berkat dan hadiah yang diberikan oleh Kaisar Franz padanya. Karena hal ini juga Duke Laurence memiliki wewenang untuk mengatur Istana Harem yang ada di Kerajaan Shafir.


Kaisar Franz yang menghargai semua jasa yang dilakukan oleh Duke Carrole dan kesetiaannya maka Kaisar Franz memberikan tambahan Wilayah untuk Keluarga Carrole dimana Kerajaan-Kerajaan kecil yang telah menjadi wilayah jajahan Kerajaan Shafir akan dipegang oleh Duke Carrole.


Semua orang yang mendengarnya menjadi sangat senang. Semua Nyonya dan Nona Bangsawan pun menargetkan Grand Duke Laurence sebagai calon suami idaman nomor satu di Kekaisaran Pearl.


Perayaan kemenangan itu pun ternyata tidak berakhir begitu saja, di Istana Kekaisaran semua Kesatria yang telah berjuang dalam Perang itu selama beberapa bulan akhirnya dapat berpesta dan merayakan kemenangan itu semalaman.


Sementara itu di Kediaman Laurence dan Kediaman Carrole Pasukan Kesatrianya juga ternyata merayakan kemenangan itu dengan berpesta dan makan besar. Tak hanya itu kembang api juga mewarnai malam itu di seluruh Kekaisaran Pearl.


Kaisar Franz yang telah sangat merindukan Permaisuri Shiena tidak ingin berjauhan lama dengan Permaisuri Shiena sehingga mereka memilih untuk menghabiskan waktu merayakan kemenangan itu di dalam kamar.


"Aku juga sangat merindukanmu." ucap Permaisuri Shiena.


Kaisar Franz yang merasa jika Permaisuri Shiena menjadi sangat kurus padahal sedang mengandung pun memarahimya tapi Kaisar Franz mengerti jika Permaisuri Shiena seperti itu karena sangat khawatir dan cemas selama Perang berlangsung.


"Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita dan bayi kita. Kita akan hidup selamanya berdua hingga tua nanti." uacp Kaisar Franz saat melihat Permaisuri Shiena yang ternyata telah tertidur duluan.


Malam yang bahagia pun berganti pagi, Sinar matahari pagi menyinari seluruh Kekaisaran Pearl dengan berkah pagi itu. Duke Laurence yang telah mendapatkan tugas mengurusi Kerajaan Shafir pun memutuskan untuk segera pergi ke Kerajaan Shafir hari itu juga.


Permaisuri Yerome yang telah mendengar kabar baik itu menjadi sangat senang hingga tidak sadar jika dirinya telah berlari dan memeluk Duke Laurence dengan sangat erat. Namun tidak disangka Duke Laurence pun membalas pelukan itu.


Duke Laurence akhirnya menyadari jika dirinya telah jatuh cinta kepada Permaisuri Yerome dan menginginkan Permaisuri Yerome menjadi istrinya. Duke Laurence akhirnya mengerti jika selama dirinya di medan perang fikirannya tidak bisa lepas dari Permaisuri Yerome dan saat melihat wajah Raja Philiph yang telah memperlakukan Permaisuri Yerome dengan sangat kejam membuat dirinya menjadi sangat marah dan kehilangan kontrol dirinya.


Permaisuri Yerome yang sadar telah melakukan kesalahan segera melepaskan pelukan itu dan mengucapkan maaf tapi tidak disangka. Duke Laurence tidak ingin melepaskannya.


"Tetaplah seperti ini. Sebentar saja!" pinta Duke Laurence.


"....." Permaisuri Yerome pun mengangguk.


Setelah beberapa menit akhirnya Duke Laurence pun melepaskan pelukannya dan meminta Permaisuri Yerome untuk bersiap-siap karena mereka akan pergi ke Kerajaan Shafir.


Permaisuri Yerome langsung berlari menjauh dan masuk ke dalam kamarnya. Permaisuri Yerome pun memerintahkan Dayang Pribadinya untuk mengemas barang-barang mereka dan membantunya mengganti gaun karena mereka akan segera kembali ke Kerajaan Shafir.


Dayang Permaisuri Yerome menjadi sangat takut jika nantinya mereka akan dimasukkan ke dalam penjara dan dijadikan budak tapi Permaisuri Yerome meyakinkan kepada mereka jika semua pasti akan berjalan baik semua yang mereka fikirkan tidak akan pernah terjadi.


Dalam waktu singkat, Permaisuri Yerome pun telah selesai mengemasi semua barangnya dan telah mengganti pakaiannya. Permaisuri Yerome pun turun bersama dayangnya menemui Duke Laurence yang secara harfiah telah menjadi Tuan mereka karena saat ini Kerajaan Shafir telah runtuh dan Kaisar telah menunjuk Duke Laurence sebagai pemimpin baru di Kerajaan Shafir.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih