
Shiena yang mencoba menenangkan Putra Mahkota dengan cara menyentuhnya tiba-tiba di tangkis Putra Mahkota hingga terjadi.
Semua Pengawal, Kesatria dan Pelayan yang melihat hal itu lagsung bergerak menyelamatkan nona mereka tak terkecuali Zee.
Untunglah pada saat itu, ketika Shiena akan terjatuh dia berdiri di dekat Tuan Muda Roan hingga Tuan Muda Roan menangkap Shiena dan membantunya.
Tuan Muda Alphonso yang melihat hal itu langsung memanggil Pelayan Pribadi Shiena dan memintanya membawa Shiena segera masuk ke dalam dan memeriksanya.
"Marry!" teriak Alphonso.
"Hamba disini Tuan Muda." ucap Marry gugup.
"Bawa nonamu kedalam sekarang!" ucap Alphonso tegas.
"Baik Tuan Muda." ucap Marry.
Marry yang mendapatkan perintah itu langsung menemui Shiena dan memapahnya kembali ke kamarnya.
"Mari nona. Sebaiknya kita kembali ke kamar saja." bujuk Marry.
Shiena yang pernah diperlakukan kasar oleh Putra Mahkota di kehidupan terdahulunya membuatnya trauma saat ini.
Dikehidupan sebelumnya, Shiena adalah tunangan Putra Mahkota dan calon Permaisuri tapi seiring berjalannya waktu Putra Mahkota bertemu Anastasya dan jatuh cinta padanya.
Akhirnya Putra Mahkota menikahi Shiena sebagai Ratunya lalu menikahi Anastasya sebagai Permaisurinya. [Permaisuri adalah istri sah kaisar]
Selama menjadi Ratu, Shiena tidak pernah diperlakukan baik dan selalu dihina dan dibentak dan tak jarang di usir tapi dia selalu diam karna cintanya dulu.
"Baiklah." ucap shiena Shock.
Tuan Muda Roan yang melihat hal itu langsung melepaskan Shiena dan meminta Marry memanggil dokter dan memeriksakan Shiena.
"Kau panggilkan juga dokter untuk memeriksakan keadaan Shiena." ucap Roan.
"Baik Tuan Muda." ucap Marry.
Saat Marry ingin membawa Shiena pergi, Putra Mahkota mencegahnya dan mencoba meminta maaf .
"Shiena maafkan aku." ucap Putra Mahkota.
Marry tidak menghiraukannya dan langsung pergi dan saat Putra Mahkota ingin mengejarnya, dia dihalangi oleh Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan.
"Menyingkir!" teriak Putra Mahkota.
"Tidak akan pernah!" teriak Alphonso.
"Apa maksudmu? Aku adalah tunangannya bagaimana mungkin aku menyakitinya." ucap Putra Mahkota berdalih.
"Apa kau masih ingin berdalih? Kau telah membuat Shiena hampir terjatuh. Jika aku tidak segera menangkapnya mungkin saat ini Shiena benar-benar terluka sekarang!" teriak Roan kesal.
"Aku tidak sengaja." ucap Putra Mahkota menyesal.
"Apa menyesal? Jangan bercanda." ucap Alphonso.
Putra Mahkota saat itu sedang sangat marah dan tidak bisa mengendalikan dirinya jadi saat Shiena menenangkannya, Putra Mahkota menolak dan mendorongnya.
Putra Mahkota sangat menyesal saat itu tapi semua telah terjadi tak ada yang bisa dia lakukan.
Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso sudah sangat marah pada Putra Mahkota dan mereka sudah tidak menghormatinya lagi sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Pearl.
Mereka semakin yakin untuk tidak membiarkan Shiena menikah dengan Putra Mahkota ini karna mereka yakin bahwa Shiena pasti akan menderita nantinya.
Bukan hanya Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso saja yang sedang marah terhadap sikap Putra Mahkota tapi semua orang di kediaman Duke Carrole saat ini sedang sangat marah.
Semua Dayang, Pelayan, Kesatria dan Pengawal merasa sangat marah dan tidak suka terhadap Putra Mahkota dan mereka tidak rela jika nonanya menikah dengan Putra Mahkota.
Zee, Marry, Kepala Pengurus Rumah Tangga dan Kepala Pelayan yang selalu berada di dekat Shiena tidak terima semua perbuatan Putra Mahkota dan mereka sangat mendukung keinginan nonanya untuk membatalkan pertunangan itu.
"Apa mau mu? Jangan halangi aku. Aku ingin menemui Shiena dan meminta maaf padanya." ucap Putra Mahkota.
"Aku tidak akan membiarkannya. Kau telah menyakiti Shiena dua kali. Siapa yang tau apa yang akan kau lagi? Bisa saja kau menyakitinya lagi." ucap Tuan Muda Alphonso.
"Aku setuju akan hal itu. Aku tau kau pernah mencelakai Shiena sampai dia hampir kehilangan nyawanya karna di culik dan itu karna kecerobohan dan tidak kompetennya dirimu dalam mengurus bawahan." ucap Roan marah.
"Lalu sekarang kau mencelakainya lagi dengan mendorongnya saat dia ingin menenangkan emosimu dan untunglah Tuan Muda Roan membantunya jika tidak dia mungkin akan terluka lagi." ucap Tuan Muda Alphonso sangat marah.
Putra Mahkota yang mendengar hal itu menjadi lemas dan tak berdaya karna semua yang dikatakan oleh Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan adalah kebenaran yang menyakitkan.
Kepala Pelayan Kekaisaran yang tidak terima Putra Mahkota di sudutkan akhirnya memperingatkan Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan tentang status mereka.
"Kalian berdua berhenti! Apa kalian lupa? Dia adalah Putra Mahkota Kekaisaran Pearl dan kalian hanyalah bangsawan yang berada di bawah Putra Mahkota dan kalian harus ingat statusmu!" ancam Kepala Pelayan Kekaisaran.
Saat, Putra Mahkota menjadi tak berdaya sedangkan Tuan Muda Alphonso dan Taun Muda Roan yang sedang sangat marah tiba-tiba ada yang datang.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘