
Anastasya yang telah di abaikan Putra Mahkota Franz tak bisa berhenti memikirkan Putra Mahkota Franz. Anastasya merasa tertantang untuk mendapatkan Putra Mahkota Franz karena tak pernah ada seorang pun laki-laki yang bisa menolak Anastasya meskipun Anastasyatau akan segera bertunangan dengan Duke Simons secara resmi Anastasya tak akan berhenti mencoba merayu Putra Mahkota Franz.
Anastasya marah kepada Duke Simons karena telah mengumumkan kepada semua Bangsawan bahwa dirinya akan segera bertunangan dua minggu lagi yang mengakibatkan Anstasya tak memiliki waktu memikirkan cara mendekati Putra Mahkota Franz dan mendapatkan dukungan Marquess Laurence.
Anstasya yang tak ingin jika Shiena lebih baik darinya mencoba segala cara untuk membuat shiena tampak buruk tapi tak pernah berhasil. Shiena seperti memiliki sebuat keberuntungan yang tak tertingga sampai tak bisa disakiti atau dicelakai siapapun.
Anastasya yang kesal karena terpaksa harus bertunangan dengan Duke Simons mendapatkan rayuan dari Countess Larsca untuk mengundang Yang Mulia Putra Mahkota Franz dan Shiena nanti di acara pertunangannya.
Anastasya yang senang mendengar memberi undangan untuk Putra Mahkota Franz menjadi kehilangan kebahagiaan setelah mendengar nama Shiena di sebut, Anastasya seperti memiliki alergi tersendiri jika mendengar nama Shiena Ve Carrole.
Namun setelah mendengar perkataan Countess Larsca, Anastasya menjadi ceria kembali dan memikirkan cara untuk mendapatkan Putra Mahkota Franz dan menyingkirkan Shiena selamanya.
"Tasya, ayahmu akan datang H-3 dari Acara Pertunanganmu apa kau marah?" tanya Countess Larsca.
"Tidak ibu. Aku mengerti jika ayah sangat sibuk lagipula aku tau ayah tak akan mungkij melewatkan hari itu." ucap Anastasya lesu.
"Baguslah tapi ada apa denganmu putriku?" tanya Countess Larsca bingung.
"Hah, aku tak ingin menjadi seorang Duchess ibu. Aku mau menjadi seorang Permaisuri. Aku juga ingin Shiena juga hilang dan tak tau keberadaannya dimana. Entahlah, aku sangat membencinya apalagi saat dia mencoba mendekati Mantan Putra Mahkota Brian dulu dan mencoba mengambil posisi yang sudah susah payah aku dapatkan." ucap Anastasya.
"Tenanglah putriku, ibumu ini punya caranya.
Anastasya pun mendengarkan dengan seksama dan memperhatikan semua ucapan Countess Larsca yang mana saat itu tidak ada seorang pun orang yang berada di kamar Anastasya selain Countess Larsca dan dirinya.
"Ibu ingin kau undang Putra Mahkota Franz dan Lady Shiena di Acara Pertunanganmu nanti." ucap Countess Larsca.
"Apa? Tidak! Jika mengundang yang Mulia Putra Mahkota Franz mungkin aku setuju jadi aku bisa mendekati dan merayunya tapi untuk Lady Shiena sepertinya tidak ibu." ucap Anastasya.
"Kenapa tidak? bukankah kau ingim menghancurkan Lady Shiena" tanya Countess Larsca dengan senyum penuh arti.
"Maksud ibu apa?" tanya Anatasya bingung.
"Apa kau lupa jika setiap orang pasti akan memberikan kado yang terbaik di acara Pertunanganmu nanti?" ucap Countess Larsca.
"Lalu? Kenapa?" tanya Anastasya bingung.
"Haduh, apa kau telah menjadi bodoh sekarang tasya? Apa kau masih tidak mengerti apa yang ibu maksud?" ucap Countess Larsca kesal.
"Jangan banyak basa-basi ibu. Cepat katakan saja intinya. Aku sungguh tak mengerti." ucap Anastasya yang kesal dihina oleh Countess Larsca.
Countess Larsca yang kesal mencoba menahan diri agar tidak marah dan menjelaskan semuanya pada Anastasya dengan sabar.
"Baiklah, kita akan mengganti kado Lady Shiena dengan sebuah racun lalu kita akan buat Lady Shiena tepenjara karennaya." ucap Anastasya.
"Itu ide yang bagus bu. Tapi apa aku benar-benar harus meminum racun itu?" tanya Anastasya.
"Tentu saja untuk menambah efek dramatis. Apa kau ingin melahirkan anak yang ada di dalam kandunganmu itu?" tanya Countess Larsca.
"Tidak ibu. Aku tak ingin melahirkannya. Aku tak ingin menjadi Duchess. Aku ingin menjadi wanita nomor 1 di Kekaisaran Pearl ini." ucap Anastasya.
"Bagus, Ibu akan mencari racun itu sendiri jadi kau tak perlu khawatir." ucap Countess Larsca.
"Apa tidak berbahaya jika ibu melakukannya sendiri? Apa tidak seharusnya ibu menyuruh Amy saja" tanya Anastasya.
"Tidak perlu, ibu akan lakukan sendiri. Ibu khawatir jika Amy akan melakukan kesalah dan akan lebih baik jika ibu yang melakukannya secara langsung." ucap Countess Larsca.
"Baiklah ibu tapi aku minta Ibu untuk berhati-hati. Aku tak ingin terjadi sesuatu pada ibu." ucap Anastasya sedih.
Kemudian Countess Larsca pun kembali ke kamarnya bersama dayang pribadinya dan beristirahat.
Sementara itu, Anastasya memanggil Kepala Pelayan Rumah untuk menanyakan soal tamu undangan karena Anastasya ingin segera membuat Shiena segr menghilang.
Kepala Pelayan Rumah datang ke kamar Anastasya dalam waktu yang singkat. Anastasya pun tak menyia-nyiakan waktu dan menanyakan apa yang dia inginkan.
"Tuan Kepala Pelayan, aku ingin tanya sesuatu." ucap Anastasya.
"Katakanlah, Nyonya Muda." ucap Kepala Pelayan Rumah.
"Apa kau telah mengundang Yang Mulia Putra Mahkota Franz karena aku takut jika kita tidak mengundangnya maka Keluarga Kekaisaran akan berfikir buruk teng Keluarg kita nantinya." ucap Anastasya manis.
"Tentu saja sudah Nyonga Muda. Bahkan Undnagan untuk Putra Mahkota Franz telah mendapatkan balasan." ucap Kepala Pelayan.
Anastasya yang mendengar bahwa Putra Mahkota Franz telah mengirimkan balasannya. Anastasya pun berpura-pura tak peduli padahal hatinya sangatlah senang dan bahagia.
"Lalu, apa jawaban dari Yang Mulia Putra Mahkota Franz?" tanya Anastasya.
"Yang Mulia Putra Mahkota Franz menyetujui untuk datang, Nyonya Muda." ucap Kepala Pelayan.
"Baiklah. Lalu, bagaimana dengan Lady Shiena Ve Carrole? Apa kita sudah mengirimkan undangan o
padanya?" tanya Anastasya.
"Kita telah mengirimkan undangan ke Kediaman Carrole Nyonya tapi tidak mengirimkan undangan untuk Lady Shiena secara khusus. Apa Nyonya mau saya kirimkan undangan itu secara khusus untuk Lady Shiena?" tanya Kepala Pelayan.
"Tentu saja." ucap Anastasya singkat.
"Baiklah Nyonya, akan saya laksanakan." ucap Kepala Pelayan.
Kepala Pelayan Rumah pun keluar dari kamar Anastasya dan Anastasya pun sendiri di kamarnya.
'Semua harus berjalan sesuai dengan rencana. Aku tak ingin semuanya gagal lagi. Ladys Shiena harus tersingkir kali ini.' ucap Anastasya dalam hati.
Anastasya yang sangat senang pun hanya tersenyum ceria padahal sebelumnya Anastasya sangat tidak bersemangat bahkan pelayan yang melakukan satu kesalah kecil saja akan dihukum cambuk oleh Anastasya dan sekarang jika ada pelayan melakukan kesalahan kecil, Anastasya akan dengan mudah memaafkannya yang membuat semua pelayan menjadi kebingungan dengan sikap Nyonya Muda mereka.
Amy yang mengetahui Nonanya sedang sangat senang membawakan teh Camomile dan juga beberapa cemilan enak dan manis untuk di makan oleh Anastasya di balkonnya sambil menikmati waktu senja hari.
Anastasya yang sudah senang menjadi semakin senang setelah melihat warna indah dan cantik dari matahari yang akan segera tenggelam.
Ketika menjelang malam, Amy pun membantu Anastasya untuk mandi dan bersiap kemudian makan malam bersama Countess Larsca.
Sementara Countess Larsca telah sibuk menghuhungi kenalan terbaiknya untuk meminta dikirimkan racun yang tak terlalu tinggi tapi cukup untuk membuat orang keguguran serta Countess Larsca juga meminta penawar dari racun tersebut.
#Bersambung#
**Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya..
π₯°πππ Terima Kasih
β Noteβ
Hai Readers, sekarang sudah tanggal 12 Juli 2020 ya jadi untuk Syarat Crazy Updatenya harus segera ditutup. ππ
Ayo Like baginreaders tersayang yang belum like ya.. Jangan lupa bantu Author dengan VOTE kalian ya.. ππ₯°π Terima kasih**.