
Putra Mahkota sangat marah setelah mengetahui rencana Kaisar yang ingin mencabut statusnya sebagai Putra Mahkota dan memberikannya kepada orang lain. Putra Mahkota ingin sekali rasanya melenyapkan Kaisar yang merupakan Ayah Kandungnya. Putra Mahkota selama ini selalu merasa di abaikan sekarang menjadi semakin terasingkan karena sikap Kaisar yang lebih memilih keponakannya daripada anak kandungnya sendiri.
Anastasya yang melihat raut wajah Putra Mahkota mencoba menebak apa yang difikirkan oleh Putra Mahkota. Anastasya tau satu-satunya cara menyelamatkan Tuan Robert dan mengamankan status Putra Mahkota adalah membunuh Kaisar.
Anastasya tak ingin menyarankan hal itu pada Putra Mahkota karena jika rencana itu gagal maka Anastasya yakin bahwa dirinya akan ikut terlibat dan akan ikut merasakan akibatnya. Anastasya tak ingin mengambil resiko yang akan menghancurkan hidupnya.
Anastasya pun berencana merekam rencana Putra Mahkota dan berpura-pura menghalangi niat Putra Mahkota agar seolah dirinya tak terlibat.
"Apa rencanamu Ian?" tanya Anastasya bingung.
"Aku tak tau. Aku yakin tak ada cara lain untuk menyelamatkan Robert dan juga statusku selain menghabisi Kaisar." ucap Putra Mahkota.
"Apa?" teriak Anastasya.
"Jangan berteriak! Telingaku sakit." ucap Putra Mahkota kesal.
"Ma-maaf." ucap Anastasya sedih.
"Sudahlah. Aku tak marah padamu Tasya." ucap Putra Mahkota.
"Ian aku rasa, kau tak perlu melakukan hal itu. Bagaimanapun Kaisar adalah ayah kandungmu." ucap Anastasya pura-pura baik.
"Aku tau tapi bagaimana dengan tindakannya? Dia bahkan tak pernah menganggapku sebagai putranya." ucap Putra Mahkota.
"Aku tau tapi tetap saja Ian tak boleh melakukan itu." ucap Anastasya.
"Aku harus melakukannya. Aku tak bisa membiarkan Robert dipenggal karena masalah ini." ucap Putrq Mahkota bertekad.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Anastasya pura-pura lugu.
Putra Mahkota yang tak tau harus melakukan apa pun terdiam dan memikirkannya.
"Mungkin aku akan membunuhnya secara langsung." ucqp Putra Mahkota spontan.
"Jika begitu, kau pasti akan menjadi tersangkanya Ian." ucap Anastasya bingung.
"Tidak! Aku akan menjebak seseorang dan menjadikannya kambing hitam." ucap Putra Mhakota.
"Siapa?" tanya Anastasya penasaran.
'Aku tak bisa mengatakan rencanaku sebenarnya. Aku ingin memastikan dulu apa ini akan berhasil dan Anastasya tak membocorkannya.' ucap Putra Mahkota dalam hati.
"Aku belum tau. Aku akan memikirkannya." ucap Putra Mahkota.
'Sepertinya Putra Mahkota tak ingin memberitauku. Baiklah. Aku akan cari tau sendiri nanti." fikir Anastasya.
"Baiklah. Aku harap ini akan berhasil." ucap Anastasya khawatir.
"Harus berhasil!" ucap Putra Mahkota.
Setelah mendapatkan kepastian dari Putra Mahkota, Anastasya melihat waktu dan ternyata waktu telah berjalan lewat satu jam. Anastasya tak bisa menghilang terlalu lama jika tidak Duke Simons akan curiga dan semuanya akan kacau sehingga Anastasya meminta izin untuk kembali ke Stadion terlebih dahulu dan Putra Mahkota pun mengizinkannya.
Sebelum kepergiannya Anastasya membuka Segel Sigir yang telah dibuatnya. Putra Mahkota yang melihatnya hanya bisa terdiam karena Putra Mahkota adalah Anggota Keluarga Kekaisaran yang tak memiliki Sihir apapun sehingga Putra Mahkota berlatih keras menguasai ilmu pedang untuk menutupi kekurangannya.
Putra Mahkota yang ditinggal sendiri oleh Anastasya mulai merencankan pembunuhan terhadap Kaisar. Putra Mahkota berencana menyewa seorang Pembunuh Bayaran yang paling hebat untuk melakukan tugas ini.
Putra Mahkota ingin Kaisar meninggal dalam sekali percobaan dan pembunuhan itu tak boleh memiliki bukti apapun sehingga memudahkan Putra Mahkota memanipulasi bukti dan menjebak orang yang akan menjadi kambing hitam.
Putra Mahkota berencana menjadikan Duke Carrole sebagai tersangkanya sehingga Putra Mahkota memiliki kekuatan politik yang tak terbantahkan. Putra Mahkota berencana membuat seolah-olah Duke Carrole yang membunuh Kaisar tapi sebelum itu Putra Mahkota ingin membuat kesalahpahaman antara Kaksar dan Duke Carrole yang membuat rakyat membicarakannnya sehingga mudah membentuk opini publik untuk membuat Duke Carrole tersangkanya.
Setelah Duke Carrole dituduh maka Duke Carrole akan ditahan dan Duchess Carrole juga harus ditahan dengan membuat tuduhan palsu sebagai salah satu dalangnya sehingga hanya menyisakan Shiena sendiri.
Putra Mahkota berencana menyita semua aset kekayaan dan harta benda milik Keluarga Duke Carrole untuk meminimalisir Shiena menggunakan uangnya untuk membebaskan Duke Carrole.
Putra Mahkota ingin membuat Shiena berada dalam jalan buntu sehingga tak memiliki pilihan selain menyerah. Putra Mahkota ingin membuat Shiena kembali ke pelukannya dengan kejadian ini karena Putra Mahkota sadar jika menggunakan cara biasa tak akan bisa membuat Shiena kembali sehingga Putra Mahkota sengaja membuat jebakan ini.
Putra Mahkota yang mulai berfikir mencari orang yang akan melakukan pekerjaan penting itu teringat akan Toko Pertukaran karena disana terdapat banyak sekali pembunuh bayaran yang hebat sehingga dapat disewa.
Putra Mahkota pun memutuskan untuk pergi ke Toko Pelelangan setelah Acara Pertandingan Ujian Menara Sihir berakhir karena tak ingin membuat Kaisar curiga dengan ketidakhadiran Putra Mahkota.
Sementara itu, Tuan X yang telah berusaha untuk masuk ke dalam tenda Putra Mahkota agar bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh Putra Mahkota dan Anastasya ternyata tak berhasil karena Anastasya telah menyadari dirinya diikuti sehingga membuat Segel Sihir.
Tuan X pun menunggu selama hampir satu jam menunggu Anastasya keluar dan ternyata Anastasya pun keluar juga. Tuan X fikir Anastasya akan pergi ke tempat lain ternyata kembali ke Stadion. Tuan X yang kesal karena tak mendapatkan informasi apapun pum memberi kode kepada Shiena jika dirinya ingin bertemu.
Shiena yang melihat kode dari Tuan X mulai memikirkan cara untuk keluar. Shiena beralasan ingin pergi ke kamar mandi bersama Marry kepada Duke Carrole dan Duchess Carrole.
Lalu, Shiena pun keluar dan meninggal Marry yang diperintahkan Shiena untuk membelikan beberapa cemilan yang dijual disekitar Stadion Pertandingan. Shiena pun pergi menemui Tuan X.
Tuan X memberi tau bahwa Anastasya telah menyadari bahwa dirinya diikuti sehingga Anastasya berhasil lolos tapi tak lama kemudian ditemukan kembali oleh Tuan X dan Anastasya pergi menemui Putra Mahkota.
"Apa? Dia menemui Putra Mahkota!" ucap Shiena.
"Benar tapi aku tak mendapatkan informasi apapun karena Lady Anastasya terlalu cerdik sehingga dia membuat Segel Sihir yang membuatku tak bisa masuk." ucap Tuan X.
Shiena yang mencoba membaca fikiran Tuan X dengan mencari tau kebenaran akan kata-katanya hingga Shiena yakin akan kejujuran dari semua perkataan Tuan X.
'Aku sudah tau bahwa Anastasya dan Putra Mahkota memiliki hubungan di masa lalu tapi apa yang mereka bicarakan sampai harus menggunakan Segel Sihir?' tanya Shiena dalam hati.
Tuan X yang melihat ekspresi bingung dan tidak puas di wajah Shiena mencoba menenangkannya dengan berjanji akan mencari tau apa yang telah dibicarakan Anastasya dan Putra Mahkota.
"Baiklah. Aku percayakan ini padamu." ucap Shiena
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘