
Lady Celestial yang tau jika keinginannya itu tak akan bisa dikabulkan oleh Marquess Granka dan Marchioness Granka akhirnya Lady Celestial memilih untuk membujuk Kaisar Franz secara langsung dan jika rencana berhasil maka tak akan ada seorang pun yang bisa menghalangi niatnya untuk masuk ke Istana dan mengusir Permaisuri Shiena lalu menjadi Permaisuri selanjutnya.
Lady Celestial pun meminta waktu Kaisar Franz untuk bicara berdua saja tanpa memandang ekspresi Marquess Granka dan Marchioness Granka yang telah sangat marah karena sikap Lady Celestial yang ceroboh. Permaisuri Shiena yang mendengar permintaan Lady Celestial memberikan pandangan yang sangat merendahkan. Kaisar Franz yang penasaran akan keinginan keponakannya itu pun mengangguk setuju dan meminta semuanya keluar dari ruangan itu kecuali Permaisuri Shiena.
Lady Celestial yang melihat semuanya keluar dari ruangan itu menjadi sangat senang tapi tiba-tiba merasa sangat kesal ketika melihat Permaisuri Shiena tidak bergerak sedikit pun dari ruangan itu bahkan Kaisar Franz meminta Permaisuri Shiena duduk di atas pangkuannya yang membuat Lady Celestial hanya bisa menggenggam erat tangannya menahan cemburu.
"Katakanlah apa yang kau ingin kau bicarakan Lady." ucap Kaisar Franz.
"Kakak aku..." ucap Lady Celestial terhenti.
"Apa kau tidak pernah belajar etika Bangsawan dengan menyebut seorang Kaisar sesenaknya?" sindir Permaisuri Shiena.
"Maafkan hamba Yang Mulia." ucap Lady Celestial menahan emosi.
"Yang Mulia tolong bantu aku agar dapat memasuki Istana. Aku ingin bekerja di Istana." ucap Lady Celestial dengan ekspresi menyedihkan.
Kaisar Franz yang tidak suka jika ada orang yang memanfaatkan kedekatan untuk mendapatkan keinginannya pun menolak dengan keras keinginan Lady Celestial. Lady Celestial yang merasa ini adalah kesempatan terakhirnya pun mencoba mengancam Kaisar Franz dan berharap Kaisar Franz tak akan tega melihatnya menderita.
"Aku akan melakukan percobaan bunuh diri lagi jika kakak tidak mau mengabulkan permintaanku." ancam Lady Celestial.
Kaisar Franz yang marah mendengar ucapan Lady Celestial pun memberikan kode kepada Permaisuri Shiena untuk berdiri lalu Kaisar Franz menggandeng Permaisuri keluar dari ruangan itu.
Lady Celestial yang ingin menahan Kaisar Franz pun mencoba menarik tangan Kaisar Franz tapi malah didorong dengan keras hingga Lady Celestial merasa kesakitan dan berteriak cukup keras. Marquess Granka dan Marchioness Granka mulai panik dengan apa yang terjadi di dalam sementara Permaisuri Shiena hanya melihat sambil tersenyum penuh kemenangan.
Kaisar Franz yang marah pun menolak semua keinginan Lady Celestial dan menghukumnya untuk tidak akan bisa memasuki Istana hingga dia menikah dan Kaisar Franz memberikan titah bahwa Lady Celestial harus segera menikah dalam waktu kurang dari 3 bulan dan jika melanggar maka Lady Celestial akan dihukum pancung.
Semua orang yang tadinya berada di luar sekarang telah semuanya berada di dalam ruangan itu dan mendengar dengan jelas titah dari Kaisar Franz. Lady Celestial yang mendengarnya menjadi sangat terkejut sehingga tidak bisa mengatakan apapun lagi.
Marquess Granka dan Marchioness Granka yang melihat keponakannya mengatakan hal yang sangat mengerikan dan tanpa belas kasih merasa merinding tapi keduanya tidak marah karena mereka yakin jika Lady Celestial telah melakukan kesalahan fatal hingga Kaisar Franz mengatakan hal yang sangat kejam begitu.
Kaisar Franz pun mengajak Permaisuri Shiena untuk kembali ke Istana. Mereka menaiki kereta kuda Istana dan selama perjalanan Kaisar Franz tidak mengatakan apapun. Permaisuri Shiena yang mengerti alasannya hanya diam dan tak mengganggu.
'Bagaimana mungkik Celestial mengatakan hal yang mengerikan itu? Apa dia fikir mati adalah jawaban yang tepat untuk mengatasi semua masalah?' ucap Kaisar Franz dalam hati.
'Meskipun dia adalah keponakanku, aku tidak akan mentolerir semua perbuatannya dan bagaimana bisa dia berfikir untuk menjadi wanitaku padahal dia tau bahwa aku telah mencintai wanita lain.' fikir Kaisar Franz.
Setelah beberapa lama akhirnya Kaisar Franz pun sampai di Istana. Kaisar Franz meminta maaf kepada Permaisuri Shiena jika saat ini dirinya ingin sendiri. Permaisuri Shiena pun mengangguk setuju. Permaisuri Shiena pun kembali ke ruang kerjanya sambil merencanakan keinginannya yang ingin membuat sekolah untuk Rakyat biasa.
Sementara itu di Kediaman Marquess Granka, setelah kepergian Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena. Marquess Granka tidak bisa menahan emosinya lagi dan menampar Lady Celestial dengan keras dihadapan semua orang.
Marchioness Granka tak melakukan apapun. Dirinya hanya bisa diam karena merasa sangat kecewa dan dipermalukan dihadapan Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena. Marchioness Granka tidak menyangka jika Lady Celestial akan melakukan hal yang sangat melewati batas.
Lady Celestial yang mendengar perkataan Marquess Granka tak bisa berkata apapun. Lady Celestial menerima semua hukuman yang diberikan padanya. Lady Celestial sangat terpukul karena tak ada seorang pun yang mendukung keinginannya itu.
Lady Celestial tidal menyangka jika Kaisar Franz, kakak sepupunya dan juga cinta pertamanya dengan tega memberikan hukuman yang begitu kejam bahkan memberikan titah untuk memancung lehernya dan mengambil nyawanya jika dirinya tidak menurut.
Perasaan amarah, kesal, cemburu, dan sedih bersatu menjadi satu hingga Lady Celestial hanya bisa menangis hingga pagi yang menyebabkan matanya menjadi merah dan bengkak. Pelayan yang melihatnya berusaha keras untuk meringankan sakit mata yang dialami Lady Celestial.
"Aku harap anak itu dapat berubah. Aku tidak ingin dia menghancurkan nama baik Keluarga kita dengan sikap dan etikanya yang buruk." ucap Marquess Granka memijat kepalanya.
"Jangan khawatir suamiku. Aku akan segera menemukan guru etika yang bagus untuknya." ucap Marchioness Granka.
"Baiklah. Aku serahkan masalah ini padamu. Aku harap kau dapat menasehatinya untuk merubah pendiriannya itu." ucap Marquess Granka.
"Ya, suamiku." ucap Marquess Granka.
Setelah selesai dengan masalah yang ditimbulkan oleh Lady Celestial, Marquess Granka pun kembali ke ruang kerjanya.
Tanpa disadari semuanya, pelayan-pelayan di Kediaman Marquess Granka pun bergosip tentang Lady Celestial yang memiliki etika yang buruk bahkan berani mengancam seorang Kaisar. Berita itu pun tersebar dengan sangat cepat karena dibantu oleh surat kabar milik Permaisuri Shiena.
'Wanita yang mencoba mengambil priaku harus mendapatkan hukuman yang berat. Sanksi sosial adalah pilihan yang sangat tepat.' ucap Permaisuri Shiena dalam hati.
Permaisuri Shiena yang baru sampai di Ruang kerjanya ternyata telah menahan amarah sejak tadi sehingga segera memanggil Marry dan Ana untuk mengerjakan tugas untuk memberikan hukuman kepada Lady Celestial.
Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh orang di Ibukota telah membicarakan masalah Lady Celestial yang mencoba bunuh diri karena dilarang untuk masuk ke Istana sebagai Dayang Pribadi Permaisuri Shiena. Semua orang juga membicarakan niat terselubung dari Lady Celestial yang ingin mengincar posisi Permaisuri Shiena.
Hingga dalan waktu satu hari, reputasi baik yang dimiliki Lady Celestial langsung menjadi buruk dan Pria Bangsawan yang awalnya bersedia bertunangan dengan Lady Celestial segera menolak rencana Pertunangan itu.
Marquess Granka yang mengetahui itu segera membujuk setiap Calon Tunangan Lady Celestial dan mengatakan jika itu semua adalah hanyalah gosip yang bertujuan untuk menjatuhkan nama baik Putrinya tapi tak ada seorang pun yang percaya.
Marquess Granka menjadi semakin stress karena waktu untuk menjalankan Titah dari Kaisar terus berjalan dan jika Titah yang diberikan Kaisar Franz tidak dilaksanakan maka Lady Celestial akan kehilangan nyawanya.
Lady Celestial yang akhirnya menyadari kebodohannya hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sudah dipastikan akan kehilangan nyawa dalam waktu kurang dari 3 bulan.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**