
Duke Simons yang telah mengetahui bahwa Pembunuh Bayaran yang dibayarnya telah berhasil membuat Duchess Carrole terluka tak berpuas hati. Duke Simons berencana untuk menghancurkan Keluarga Carrole karena perasaan bencinya yang begitu dalam setelah kehilangan penerusnya.
Duke Simons mencoba menghancurkan bisnis Duke Carrole dengan menyusupkan seseorang untuk mengajak Duke Carrole melakukan Kerjasama bisnis yang membuat Duke Carrole menginvestasikan Kekayaannya lalu membawa kabur hartanya dan membuatnya menjadi bangkrut.
Duke Simons mengundang seorang pebisnis handal di Wilayah Fodenbright yang merupakan salah satu wilayah kekuasaannya. Duke Simons memerintahkan Pebisnis itu yang bernama Tuan Hans untuk melakukan kerjasama bisnis dengan Duke Carrole lalu membawa kabur Kekayaannya dan menjadikannya bangkrut dan sebagai imbalannya Tuan Hanz akan dibebaskan pajak barang selama satu tahun penuh tapi jika menolak maka barang jualannya akan dipersulit izinnya. Karena hal itu lah Tuan Hanz tak memiliki pilihan lain selain setuju
Sementara itu, di Kediaman Carrole, Duke Carrole selalu menjaga dan merawat Duchess Carrole yang baru sembuh dengan penuh perhatian. Duchess Carrole yang merindukan Shiena selalu menanyakan keberadaan Shiena. Duke Carrole yang tak ingin membuat Duchess Carrole cemas dan khawatir yang menyebabkan dirinya menjadi sakit kembali akhirnya pun berbohong.
Duke Carrole beralasan jika saat ini Shiena sedang pergi berlibur karena tertekan setelah masalah yang disebabkan oleh gosip buruk tentangnya dan masalah yang dihadapi Shiena telah terselesaikan dengan baik. Shiena diputuskan tak bersalah dan menyebabkan namanya menjadi bersih kembali.
Ketika keadaan Duchess Carrole telah membaik, Duke Carrole mendapatkan kabar dari asisten pribadinya bahwa ada seorang Pebisnis dari Wilayah Fodenbright yang bernama Tuan Hanz ingin melakukan kerjasama bisnis. Duke Carrole yang pernah tertipu sebelumnya tapi karena Shiena akhirnya Duke Carrole tak masuk kedalam jebakan sehingga sekarang Duke Carrole menjadi sangat waspada kepada semua orang yang ingin melakukan kerjasama bisnis dengannya.
Duke Carrole pun memerintahkan Kesatria pribadinya untuk menyelidiki tentang Pebisnis yang dimaksud. Duke Carrole juga membaca dengan teliti setiap proposal bisnis yang ditawarkan oleh Tuan Hanz bahkan saat ini Duke Carrole memiliki ahli keuangan khusus yang bertugas untuk mengecek masalah keuangan milik Keluarga Carrole.
Setelah beberapa hari berlalu, Kesatria Pribadi Duke Carrole datang menghadap dan melaporkan laporan hasil dari investiasinya. Duke Carrole yang sedang memperhatikan keanehan dari Proposal dari Tuan Hanz tak menyia-nyiakan waktu dan membiarkan Kesatria Pribadi masuk melapor.
"Saya menghadap, Tuan." ucap Zee.
"Katakan! Bagaimana tugasmu?" tanya Duke Carrole.
"Lapor, Tuan Pebisnis itu memiliki hubungan dengan Duke Simons. Saya mengikuti mereka ketika sedang melakukan pertemuan pribadi. Saya mendapatkan informasi bahwa Duke Simons sengaja membayar Pebisnis dari Wilayah Fodenbright untuk melakukan penipuan bisnis kepada Tuan." ucap Zee.
"Sudah aku duga. Ini pasti perbuatannya. Apa dia benar-benar ingin bermusuhan denganku dan jika itu benar maka rasakanlah akibatnya Simons!" ucap Duke Carrole yang marah.
Lalu Duke Carrole meminta Zee terus memata-matain orang itu. Duke Carrole yang telah lupa perbuatan Duke Simons yang telah melukai Duchess Carrole menjadi ingat kembali dan berencana ingin menjebak Duke Simons dengan cara yang sama.
Keesokan harinya, Shiena yang telah kembali segera menemui Duke Carrole. Shiena memberi tau bahwa Duke Simons sedang berencana melakukan kudeta dengan bersekutu dengan Kerajaan Zambrud. Duke Carrole sangat terkejut dan akhirnya menceritakan rencana buruk Duke Simons terhadapnya. Shiena yang tau menjadi marah dan semakin ingin untuk membalasnya.
"Ayah, kita tidak bisa diam saja dan membiarkannya bersenang-senang." ucap Shiena.
"Kau benar, Shiena. Ayah berencana menipunya dengan bisnis sama seperti dirinya yang mencoba menipu kita." ucap Duke Carrole.
"Bagaimana dengan melakukan bisnis bohong pada salah satu bisnis milikku ayah? Bukankah Duke Simons tidak tau jika Bisnis itu milikku." ucap Shiena.
"Kau benar. Kita bisa gunakan bisnis di Toko Pelelangan karena jika menggunakan Bisnis Tambang dan Perhiasan itu akan membuatnya curiga." ucap Duke Carrole.
"Iya, ayah. Aku juga pernah mendapatkan laporan proposal kerjasama dengan Bisnis milik Duke Simons tapi karena aku tidak peduli jadi aku mengabaikannya." ucap Shiena.
"Bagus sekali! kita lakukan seperti yang kau katakan!" ucap Duke carrole.
Lalu, Setelah berbincang dengan Duke Carrole Shiena kembali ke kamarnya dan memerintahkan Marry untuk mengambil pena dan kertas. Shiena pun menulis surat kepasa Tuan Valkrim untuk mengirimkan surat balasan kepada Duke Simons jika dirinya yang merupakan Gadis Suci bersedia melakukan kerjasama bisnis.
Duchess Carrole yang melihat Shiena datang menemuinya menjadi sangat senang dan begitu pula dengan Shiena yang begitu bahagia karena melihat Duchess Carrole telah sehat kembali. Shiena pun mengajak Duchess Carrole untuk duduk di balkon bersamanya menikmati udara segar di sore.
Duchess Carrole yang sangat ingin menghabiskan waktu bersama Shiena menyetujuinya. Marry yang telah membawa yang diperintahkan Shiena dengan cekatan bergerak meletakkan teh dan kuenya di atas meja. Duchess Carrole dan Shiena pun menghabiskan waktu sore hari mereka bersama membicarakan banyak hal.
Setelah beberapa jam, Duchess Carrole yang telah terlihat lelah pun dibawa masuk oleh Shiena dengan dibantu Marry. Duchess Carrole pun berbaring di ranjangnya hingga tertidur. Shiena pun keluar dari kamar Duchess Carrole setelah melihat Duchess Carrole telah tertidur lelap.
Shiena pun kembali ke kamarnya dan mendapatkan laporan dari Ana bahwa dirinya telah selesai melaksanakan tugas yang diberikan. Shiena tinggal menunggu Duke Simons memakan semua umpan yang telah disebarkannya.
Keesokan harinya di Kediaman Simons, Duke Simons mendapatkan surat balasan dari pamannya, Raja Michael. Duke Simons awalnya telah berencana ingin pergi ke Kerajaan Zambrud jika dalam dua hari lagi tak ada surat balasan setelah Hukuman Countess Larsca dan pelayannya dijatuhkan sekalian membawa Anastasya pergi bersamanya.
Duke Simona yang mendapatkan surat segera membukanya dan bertapa senangnya dia saat tau bahwa Raja Michael setuju untuk membantu dengan syarat Duke Simons datang ke Kerajaannya sekalian membawa tunangannya karena Raja Michael telah lama sekali tak bertemu dengannya dan bahkan sekarang Raja Michael mendengar kabar bahwa dirinya telah bertunangan yang membuat Raja Michael semakin ingin bertemu keponakan dan tunangannya.
Duke Simons yang merasa ini adalah hal yang sangat langka segera membalas surat itu dan menyetujui tentang rencana dirinya dan Anastasya berkunjung ke Kerajaan zambrud dua hari lagi.
Duke Simons berencana mengajak Anastasya berlibur untuk menghilangkan kesedihannya setelah meninggalnya Countess Larsca dan Amy. Duke Simons juga ingin membuat Anastasya ceria kembali karena merasa Anastasya mungkin masih trauma saat dirinya kehilangan bayinya.
Duke Simons pun bergegas menemui Anastasya di kamarnya. Duke Simons menyampaikan berita itu sendiri kepada Anastasya, Anastasya pun menjadi sangat senang dan langsung memeluk Duke Simons.
"Apakah itu benar Val?" tanya Anastasya semangat.
"Tentu saja, kita akan berangkat dua hari lagi jadi bersiap-siaplah." ucap Duke Simons.
"Hemmm, tentu saja. Terima kasih." ucap Anastasya senang
"Sama-sama." ucap Duke Simons sambil mengelus rambut Anastasya.
Namun tiba-tiba Anastasya teringat jika sebelum kepergiannya adalah hari diman Anastasya akan melihat Countess Larsca dan Amy meninggal. Anastasya yang ingat akan kenyataan itu menjadi sedih kembali dan tiba-tiba menangis.
"Ada apa? Kenapa menangis?" tanya Duke Simons cemas.
"Ibu!" ucap Anastasya lirih.
Duke Simons yang sangat mengerti perasaan Anastasya yang pastinya sangat sedih karena harus kehilangan dua sosok Ibu sekaligus dalam hidupnya yaitu Ibu Kandung dan Ibu Asuh.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih