
Duchess Carrole yang ikut melihat eksekusi orang yang telah mencoba menyakiti Putrinya melihat Putra Mahkota Franz menggunakan semua kemampuan dan kekuasaannya untuk membantu Shiena pun terketuk hatinya. Duchess Carrole berfikir pria yang rela membela dan selalu ingin melindungi putrinya adalah pria yang pantas bersanding dengan putrinya meskipun dirinya masoh berharap jika Shiena masih bisa bersama Marquess Laurence.
Tak hanya Duchess Carrole, Duke Carrole bahkan memberikan penilaian lebih atas tindakan Putra Mahkota Franz. Duke Carrole tak menyangk jik Putrinya akan dilindungi sampai seperti itu.
Tindakan yang dilakukan oleh Putra Mahkota Franz seolah menegaskan rumor yang beredar tentang hubungan antara Putra Mahkota Franz dan Shiena Ve Carrole. Semua Bangsawan mulai berfikir menjalin hubungan baik dengan Keluarga Carrole karena jika Shiena benar-benar menjadi Permaisuri maka mereka akan mendapatkan keuntungan disana.
Rakyat yang melihat Shiena yang begitu cantik, tegas dan baik hati mulai simpati dan memberikan dukungan jika Putra Mahkota Franz bersama dengan Shiena. Rakyat berfikir jika Shiena akan menjadi Permaisuri yang baik dan bijaksana nantinya.
Shiena yang senang diperlakukan dengan spesial di depan semua orang memberikan kesan mendalam pada dirinya. Shiena akhirnya yakin untuk menerima perasaan Putra Mahkota Franz padanya. Shiena yakin jika Putra Mahkota Franz tulus padanya dan tak akan melakukan hal yang akan menyakitinya.
Setelah Eksekusi selesai Shiena meminta izin kepada Duke Carrole dan Duchess Carrole untuk menemui Putra Mahkota Franz untukmengucapkan terima kasih. Duke Carrole yang mengerti pun menganggukkan kepalanya begitu pula dengan Duchess Carrole.
Shiena pun segera pergi menyusul Putra Mahkota Franz yang berjalan pergi menjauh dari Panggung Eksekusi. Ketika Shiena sedang mengejarnya tiba-tiba Putra Mahkota Franz menghilang dan tak tau keberadaannya.
Namun ada sesuatu yang ganjil, Shiena merasa ada yang tak beres karena semuanya menjadi tenang dan tak ada suara apapun padahal disana sangat lah ramai. Ketika Shiena melihat ke sekitar tak ada orang yang bergerak, hewan dan tumbuhan bahkan hany diam di tempatnya.
Lalu, tiba-tiba Putra Mahkota Franz datang dari belakang Shiena dan membawakan seikat bunga mawar ke depan wajah Shiena. Shiena yang terkejut melihat bungan mawar merah itu menjadi tersenyum. Shiena pun mengambil bunga itu dan berputar melihat kebelakang.
Ketika Shiena berputar, Putra Mahkota Franz telah duduk berlutut dikaki Shiena sambil membawa sebuah cincin dengan mutiara di tengahnya. Cincin itu adalah Cincin milik Permaisuri Athena saat Kaisar terdahulu menikahinya dan sekarang Putra Mahkota Franz ingin mempercayakan Shiena dengan cincin itu.
Shiena yang terkejut tak menyangka jika dirinya akan mendapatkan pernyataan cinta dari Putra Mahkota Franz tepat setelah salah satu balas dendamnya terlaksana. Shiena hanya bisa menutup mulutnya dengan satu tangan lainnya yang bebas.
"Maafkan aku mengatakan ini dalam keadaan yang tidak sesuai tapi aku tak bisa menahannya lagi. Maukah kau menjadi kekasihku Shiena Ve Carrole?" ucap Putra Mahkota Franz.
Dugg.. Duggg...Dugg...
(Suara detak jantung)
Shiena yang mendengar pernyataan cinta langsung dari Putra Mahkota Franz merasakan detak jantungnya bertedak tak beraturan dan pipinya menjadi sangat merah. Shiena yang telah memutuskan akan menerima perasaan Putra Mahkota Franz mengajukan sebuah syarat.
"Sebelum saya menjawabnya, apakah Yang Mulia bersedia menerima syarat dari saya?" tanya Shiena.
"Katakanlah." ucap Putra Mahkota Franz.
"Jika kita nantinya akan sampai ke sebuah Pernikahan, apakah Yang Mulia bisa berjanji tidak akan ada wanita lain di hidup Yang Mulia? Sejujurnya saya tak ingin berbagi suami dengan wanita lain. Saya ingin Yang Mulia hanya menjadi milik saya." ucap Shiena tegas.
'Di zaman ini, tidak mengherankan jika seorang Kaisar atau Raja memiliki banyak wanita di sisinya bahkan bisa memiliki banyak Ratu dan Selir tapi dikehidupanku yang dulu, seorang pria dapat menikah hanya pada satu orang wanita dan setia padanya. Mungkin terdengar egois tapi ini lah kenyataannya aku tak ingin berbagi dengan wanita manapun.' ucap Shiena dalam hati.
Putra Mahkota Franz yang sudah merasakan kejamnya wanita lain dari ayahmu tak pernah berniat untuk memiliki wanita lain karena Putra Mahkota Franz tak ingin wanita yang dicintainya dan juga putra-putrinya menjadi korban karena keserakahan dan keinginan memiliki dari wanita lain miliknya.
Putra Mahkota Franz pun menyetujui permintaan Shiena tanpa berfikir lama. Shiena yang mendengarnya menjadi sangat senang. Shiena pun meminta Putra Mahkota Franz menyatakan sumpahnya karena meskipun Putra Mahkota Franz setuju dengan syaratnya hal itu tak bisa menjadi sandaran jika suatu saat nanti Putra Mahkota Franz berubah.
"Tentu saja. Saya setuju dengan syaratmu." ucap Putra Mahkota Franz.
"Tapi bisakah Yang Mulia bersumpah? Maafkan aku jika permintaanku ini berlebihan." ucap Shiena takut.
Putra Mahkota Franz yang tak mempermasalahkan hal itu segera bersumpah atas Takhta dan Kekaisarannya. Putra Mahkota Franz sangat yakin jika dirinya tak akan pernah mengambil wanita lain untuk menjadi istrinya lagi karena baginya Shiena sudah lebih dari cukup.
Tepat setelah Putra Mahkota Franz menyatakan Sumpahnya, Seluruh Kekaisaran berubah menjadi gelap dan petir tersambar tepat di samping kanan Putra Mahkota Franz yang menandakan jika baik Langit maupun Bumi telah menerima Sumpahnya.
Shiena pun sangat senang dan tak ada lagi keraguan di dalam hati dan difirannya. Shiena pun menggangguk di depan Putra Mahkota Franz yang menandakan dirinya menerima Putra Mahkota Franz menjadi kekasihnya.
"Saya bersedia Yang Mulia." ucap Shiena.
Putra Mahkota yang mendengarnya segera bangun dan dengan senang hati memakaikan cincin itu ke jari tengah Shiena. Lalu, Putra Mahkota Franz pun memeluk Shiena dengan sangat erat. Shiena pun membalas pelukan itu.
"Apakah ini adalah perbuatanmu Franz.?" tanya Shiena.
"Apa kau tidak menyukainya? Aku bisa memutar lagi waktunya dan membuat semuanya melihat." ucap Putra Mahkota Franz.
"Tidak! Seperti ini lebih baik." ucap Shiena sambil tersenyum.
Lalu, Putra Mahkota Franz membawa Shiena pergi menggunakan Sihir Gelapnya. Putra Mahkota Franz menggendong Shiena dan membawanya ke sebuah Taman Rahasia di Istana Kekaisaran dan tak lupa Putra Mahkota Franz mengembalikan waktu seperti semula.
Taman Rahasia itu berada di balik kamar Kaisar jadi Putra Mahkota Franz membawa Shiena kesana dan Shiena menjadi sangat terkejut melihat pemandangan yang bisa dilihatnya.
"Taman ini sangat indah. Apakah tempat ini nyata?" tanya Shiena.
"Benar. Tempat ini nyata dan ada di Kekaisaran Pearl tapi tempat ini tersembunyi." ucap Putra Mahkota Franz.
"...." Shiena diam.
"Kemarilah." ucap Putra Mahkota Franz.
Mereka pun duduk di sebuah taman dengan pemandangan indah dengan Gunung dan juga hamparan sawah di sekitarnya sungguh perpaduan yang sangat menakjubkan. Shiena tak henti-hentinya mengagumi tempat itu.
Lalu, Shiena yang melihat Putra Mahkota Franz dengan mudahnya mengatakan rahasianya membuat Shiena menjadi serba salah. Shiena ingin berkata jujur dan memberi tau Putra Mahkota Franz tapi Shiena masih belum bisa percaya sepernuhnya.
'Aku mencintaimu, Franz. Sungguh! Aku jujur pada perasaanku tapi aku belum bisa sepertimu yang dengan mudah mengatakan rahasiamu padaku. Maafkan aku!' ucap Shiena dalam hati.
#Bersambung#
Main tebak-tebakan yokkk.... 😊😊😊
Shiena kira-kira harus jujur ngak ya? 🤔🙄
Berikan jawaban dan alasannya di kolom komentar ya.. 😍🥰😘
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih