
Anastasya yang teringat kematian Countess Larsca dan Amy sebentar lagi tak berhenti menangis di pelukan Duke Simons. Duke Simons yang tak tega meninggalkan Anastasya tetap berada di sampingnya menjadi tempat sandarannya. Anastasya yang lelah menangis pun tertidur. Duke Simons memindahkan posisi tidurnya di atas ranjang lalu meninggalkannya.
Ketika kembali ke ruang kerjanya, Duke Simons mendapatkan kabar dari Kepala Pelayan Rumah Tangganya bahwa telah datang surat balasan dari Toko Pelelangan bahwa Gadis Suci ingin bertemu secara langsung dan membicarakan masalah bisnis yang mereka tawarkan.
Duke Simons yang membaca surat itu menjadi sangat senang dan segera membalasnya. Duke Simons berencana akan pergi keesokan harinya setelah Hukuman untuk Countess Larsca di laksanakan sekalian mengajak Anastasya berbelanja barang yang dibutuhkannya untuk berpergian ke Kerajaan Zambrud.
'Sepertinya semua hal baik akan segera terjadi padaku!' fikir Duke Simons.
Duke Simons sangat senang karena semua rencananya berjalan dengan sangat lancar, tak hanya dapat melukai Duchess Carrole. Duke Simons juga telah berhasil membuat Duke Carrole masuk perangkap dan hanya tinggal menunggu waktu untuk menghancurkannya dan sekarang dirinya akan segera mendapatkan keuntungan yang banyak dari kerjasama dengan salah satu Bisnis Besar di Kekaisaran Pearl.
Ketika malam tiba, Anastasya datang menemui Duke Simons yang sedang bekerja di ruang kerjanya. Anastasya yang ingin malam bersamanya segera mengajak Duke Simona untuk makan. Duke Simons yang memang telah merasa lapar pun setuju.
Anasaasya berfikir jika merek akan makan malam di Kediaman Simons ternyata Duke Simons mengajak Anastasya di luar. Anastasya yang tak ingin keluar karena takut diejek pun meminta jika makan malam itu di dalam rumah saja tapi Duke Simons yang telah bertekad makan diluar tak bisa dibantah. Anastasya pun akhirnya menurut.
Anastasya pun kembali ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dan berdandan yang cantik. Lalu turun ke lantai bawah menemui Duke Simons. Mereka pun pergi dari Kediaman Simons bersama.
Di dalam Restoran, Duke Simons segera memesan tempat dan makanan. Di dalam Restoran banyak sekali Bangsawan yang juga makan disana mengakibatkan merek bergosip dan membicarakan orang ketik kedatangan Anastasya.
"Lihat! Bukankah itu anak seorang pendosa!" ucap salah satu Bangsawan.
Benar sekali! Orang seperti itu kenapa makan disini membuat selera makanku hilang saja?" ucap Bansawan lainnya.
"Kau benar! Aku heran kenap Tuan Duke Simons masih mau bersamanya? Padahal dia itu adalah anak dari seorang pendosa." ucap Bangsawan.
"Hmm, ayo kita makan saja. Jangan membicarakannya lagi! Lihatlah Duke Simons sepertinya tidak suka. Bisa gawat jika Tuan Duke msnghancurkan bisnis keluarga kita." ucap Bangsawan itu.
Lalu tak ada seorang pun yang membicarakan Anastasya tapi dirinya yakin pasti di dalam hati Nona-nona Bangsawan itu pasti masih ingin menghinanya.
Anastasya yang sudah tak memiliki selera makan lagi pun meminta kembali ke Kediaman. Duke Simons yang mengerti pun segera memanggil pelayan dan membayar tagihannya dan segera keluar kembali ke Kediaman Simons.
Setelah sampai, Anastasya segera naik ke kamarnya dan memerintahkan semua pelayan keluar. Anastasya yang marah dan kesal dengan omongan Bangsawan tadi di Restoran menghancurkan tempat tidurnya dan menangis sendirian.
Duke Simons yang cemas segera menyusul Anastasya dan memaksa masuk tapi karena pintu itu dikunci dari dalam. Duke Simons terpaksa mendobrak pintunya. Setelah melihat Anastasya menangis di sudut ruangan segera memeluknya.
"Jangan menangis! Tenanglah! Ada aku disini." ucap Duke Simons menenangkan.
"Semua orang menghinaku Val!" ucap Anastasya.
"Aku tau dan kau harus kuat." ucap Duke Simons.
"Jangan takut! Kau akan seger menjadi Duchess Simons dan jika rencana kita berhasil maka kau akan menjadi Permaisuri maka tak akan ada seorang pun yang akan berani membicarakanmu." ucap Duke Simons.
"Kau benar Val. Aku harus kuat! Aku memiliki status yang lebih tinggi dari mereka. Aku akan mengajarkan mereka etika!" ucap Anastasya.
"Tentu saja. Aku akan membantu membereskan mereka jika mereka melawan." ucap Duke Simons.
"Terima kasih Val." ucap Anastasya memeluk.
Duke Simons pun mengajak Anastasya pindah kamar karena kamarnya saat ini telah hancur. Duke Simons mengajak Anastasya ke kamarnya. Di dalam kamar, Anastasya yang tak ingin kehilangan Duke Simons pun segera menggodanya dan Duke Simons pun terjerat ke dalam permainan Anastasya kemudian mereka melakukannya lagi tapi sekarang lebih panas dan menggairahkan setelah kejadian buruk yang terjadi.
Keesokan harinyaa adalah hari dimana semua yang telah melakukan perbuatan dosa akan dihukum dan Panggung Eksekusi telah berdiri dengan kokohnya bahkan alat yang digunakan untung memenggal kepala seorang pendosa pun telah siap digunakan.
Putra Mahkota Franz yang telah kembali dari Perjalanan dari Kerajaan Zambrud segera memberikan perintah untuk segera melaksakan hukuman untuk Nyonya Countess Larsca beserta pengikutnya yaitu Amy dan Kesatria Larsca.
Putra Mahkota Franz tak ingin membiarkan orang-orang yang telah berani mencoba menghancurkan hidup orang yang dicintainya dapat menghirup udara segar terlalu lalu karena akan mencemarkan udara itu.
Putra Mahkota Franz yang datang bersamaan dengan Kesatria Elit di sampingnya semakin memperkokoh statusnya yang merupakan Calon Kaisar selanjutnya yang hanya tinggal menunggu Acara Pengangkatannya menjadi Kaisar.
Anastasya yang telah mendapatkan kepercayaan dirinya kembali berjalan dengan anggun dengan genggaman tangan Duke Simons di sampingnya. Banyak orang yang berbisik membicarakannya tapi Anastasya tak ingin memperdulikannya. Anastasya hanya berfikir setelah ini semua yang telah mengganggunya akan mendapatkan balasan.
Putra Mahkota Franz yang melihat Duke Simons datang bersama tunangannya menjadi marah tapi berusaha menahannya karena tak ingin terlihat jika dirinya memiliki masalah dengan Keluarga Bangsawan yang berada di bawahnya kepada Rakyat Kekaisaran Pearl.
Putra Mahkota Franz ingat jika Raja Michael telah memberi tau bahwa Duke Simons akan segera pergi ke Kerajaan Zambrud dalam waktu dua hari lagi dan jika pergi pagi maka mereka akan sampai beberapa hari kemudian menggunakan kereta kuda tapi jika menggunakan teleportasi akan memakan waktu beberapa jam saja.
Putra Mahkota Franz yang memiliki rencana lain nantinya telah memerintahkan Kesatria yang berjaga di Zona Teleportasi untuk ditutup dalan waktu satu minggu untuk membuat Duke Simons tidak kembali dengan cepat karena Putra Mahkota Franz telah memerintahkan Penasehat Kekaisaran melakukan persiapan Pesta Penobatan Kaisar yang baru dengan rahasia agar tak ada yang berencana menghancurkan atau menggagalkannya.
Putra Mahkota Franz berencana melakukan Acara Penobatannya menjadi Kaisar ketika Duke Simons dan tunangannya di Kerajaan Zambrud sebelum hari Kedewasaannya untuk mengisi posisi Kaisar yang kosong untuk meminimalisir pergolakan antar Bangsawan mengenai siapa Kaisar selanjutnya.
Keluarga Carrole dan Keluarga Watson yang telah melakukan sumpah setia dan telah menghadap menyatakan kesetiaannya telah mengetahui rencana ini dan telah membantu mengurus semua keperluannya dan telah membantu menyusun rencana agar semua Bangsawan tidak curiga alasan mereka datang ke Istana.
Shiena yang telah tau Putra Mahkota Franz akan segera menjadi Kaisar dan Acara Penobatannya akan segera dilaksanakan memanggil Guru Dansa dan belajar dengannya. Shien yang ingat jika Putra Mahkota Franz pernah memintanya menjadu partner dansanya tak ingin melakukan kesalahan dengan mempermalukan dirinya sendiri. Shiena yang baru belajar dansa dengan giat memanfaatkan Cincin Ruang dengan belajar disana beberapa hari dan melanjutkannya beberapa jam di dunia nyata. Guru Dansa Shiena sangat senang karena Shiena berhasil berdansa dengan baik hanya dalam dua hari.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih