
Keesokan paginya, Shiena yang biasanya sulit dibangunkan oleh Marry ternyata telah duduk di atas sofa dengan lembaran-lembaran kertas bersamanya. Marry dan Ana yang tak biasa melihatnya menjadi terkejut. Shiena berusaha untuk bangun pagi untuk menyiapkan berbagai rencana agar dirinya berhasil menjebak Duke Simons dan menghancurkan bisnisnya dan bisnis orang yang telah dikirim olehnya untuk menghancurkan bisnis Duke Carrole.
Marry pun bergegas membantu Shiena mandi dan bersiap-siap dan Ana bergegas menyiapkan sarapan pagi karena Shiena meminta untuk sarapan di kamar. Setelah selesai, Shiena segera pergi menggunakan kereta kuda menemui Tuan Valkrim di Toko Pelelangan. Shiena masuk kesana lewat jalan khusus yang sengaja dibuat untuk menyambut kedatangannya agar tak seorangpun yang tau.
Tuan Valkrim yang telah menunggu segera bangun dari tempat duduknya setelah melihat pintu terbuka. Tuan Valkrim segera memberi salam dan mengajak Shiena duduk. Tuan Valkrim juga memanggil pelayan dan memintanya menyiapkan teh dan juga cemilan manis kesukaan Shiena. Shiena yang melihat cemilan kesukaannya tak bisa menahan godaan untuk segera mencicipinya.
Setelah memakan satu suap kue, Shiena mulai serius dengan rencananya. Tuan Valkrim yang awalnya tidak tegang menjadi sangat tegang karena melihat perubahan wajah Shiena yang menjadi serius.
"Apa kau sudah membaca suratku?" tanya Shiena.
"Sudah, Nona. Sesuai permintaan Nona saya sudah mengirimkan surat balasan kepada Duke Simons untuk melakukan kerjasama bisnis." ucap Tuan Valkrim.
"Bagus sekali. Aku ingin kau melakukan tugasmu dengan baik. Aku ingin kau meyakinkan Duke Simons untuk meletakkan sebagian besar harta kekayaannya pada bisnis Toko Pelelangan kita dengan Surat Perjanjian Palsu. Aku ingin dia percaya jika menginvestasikan uangnya dalam jumlah besar maka akan menghasilkan keuntungan yang besar pula." ucap Shiena tegas.
"Tentu saja, Nona. Nona tidak perlu khawatir. Saya telah menyiapkan semuanya." ucap Tuan Valkrim percaya diri.
"Bagus. Aku juga ingin Tuan, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo saling membantu untuk menghancurkan bisnis dari Tuan Hanz yang merupakan orang suruhan dari Duke Simons." ucap Shiena.
"Baik, Nona. Apa yang harus kamga i lakukan Nona?" tanya Tuan Valkrim.
"Jangan terburu-buru. Kita tunggu kedatangan Tuan Grogolia dan Baron Fromboo." ucap Shiena.
"Baiklah, Nona." ucap Tuan Valkrim.
Tuan Valkrim yang terpaksa harus menunggu kedatangan kedua rekan bisnisnya memilih untuk menerangkan keuntungan yang mereka dapatkan dalam dua bulan terakhir ini. Shiena juga menunjukkan rencananya untuk membangun bisnis baru yaitu bisnis surat kabar. Shiena ingin menjadi wanita yang mengendalikan opini publik. Shiena ingin semua orang percaya semua yang ditulis oleh Surat Kabar miliknya.
"Aku berencana ingin membuat bisnis Surat Kabar. Apa kau memiliki orang yang bisa direkomendasikan?" tanya Shiena.
"Maafkan saya, Nona tapi saya tidak tau. Hanya saja sekitar beberapa hari yang lalu saya dengan gosip jika Kelurga Strolana telah bangkrut dan kehilangan semua harta kekayaannya." ucap Tuan Valkrim.
"Keluarga Strolana? Apakah maksudmu Keluarga Count Strolana? Lalu, bagaimana dengan Lady Francise?" tanya Shiena.
"Saya tidak tau Nona. Jika Nona penasaran. Saat ini juga saya akan mengirim mata-mata untuk mencari tau keberadaan Keluarga Count Strolana." ucap Tuan Valkrim.
"Baik. Cari tau penyebab hancurnya bisnis Count Strolana dan bagaimana keadaan Lady Francise?" perintah Shiena.
"Segera laksanakan!" ucap Tuan Valkrim.
'Aku akan menolong Lady Francise dan Keluarganya lagipula bisnis mereka cukup terkenal dan dipercaya oleh Rakyat dan Kaum Bangsawan jadi jika aku bisa mendapatkan bisnis ini maka aku dapat mengendalikan opini publik melalui Keluarga Count Strolana.' fikir Shiena.
Tak butuh waktu lama, tenyata Baron Fromboo dan Tuan Grogolia telah datang. Mereka segera menemui Shiena dan memberikan salam hormat. Shiena tidak terlalu menyukai hal ini tapi Shiena tak bisa menolak karena Shiena tau ini adalah salah satu cara mereka berterima kasih karena telah menyelamatkan mereka. Kemudian, Tuan Valkrim yang telah melakukan tugasnya segera menemui Shiena kembali.
Shiena yang melihat tiga orang bawahannya telah berkumpul memulai rapat sesuangguhnya. Shiena menjelaskan secara rinci bahwa rencananya kali ini akan melibatkan Keluarganya terutama Duke Carrole karena Shiena tak bisa melalukannya sendiri. Tuan Valkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo yang mendengar nama Duke Carrole disebut menjadi tegang karena berdasarkan rumor Duke Carrole adalah orang yang kejam dan sadis. Di medan perang, Duke Carrole bahkan menghabisi 10.000 pasukan kesatria musuh sendirian dengan Sihir Apinya.
Shiena yang melihat wajah tegang semuanya tidak ingin menenangkan atau mengubah persepsi semua orang karena menurut Shiena semuanya harus memiliki sifat segan terhadap seseorang agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Shiena ingin kali ini Duke Simons dan Anastasya benar-benar jatuh ke perangkapnya. Shiena ingin melihat wajah putus asa dari Duke Simons dan Anastasya. Shiena juga ingin membuka wajah asli Anastasya kepada Duke Simons agar dia menyesal hingga akhir hayatnya.
Shiena yang telah bertekad tak akan pernah mau mundur hingga semuanya berhasil. Shiena yang telah selesai menjelaskan tugas dari setiap orang bergegas kembali ke Kediaman Carrole untuk bersiap menunggu kedatangan Kaisar Franz karena pagi-pagi sekali Ana mendapatkan surat dari Tuan Eit bahwa Kaisar Franz ingin mengajak Shiena makan siang bersama.
Sheina yang tak sabar pun memerintahkan Pak Kusir untuk bergerak cepat dan dalam 15 menit mereka pun sampai. Shiena segera dibantu oleh Marry dan Ana mengganti pakaiannya.
Ketika riasan wajah Shiena telah benar-benar selesai, Duke Carrole dan Duchess Carrole datang menemui Shiena. Shiena yang terkejut memerintahkan kedua pelayannya untuk keluar sambil membaca fikiran kedua orangtuanya.
Ternyata Duke Carrole dan Duchess Carrole telah tau rencana Shiena yang akan pergi bersama Kaisar Franz. Shiena yang tak bisa mengelak lagi pun menceritakan jika dirinya telah menerima perasaan Kaisar Franz dan bahkan saat ini Kaisar Franz ingin datang menemui Duke Carrole dan Duchess Carrole membicarakan masalah pertunangan mereka.
Duchess Carrole tak terkejut sama sekali karena menurutnya pria sejati pasti akan melakukan itu. Duchess Carrole pun bangun dari kursinya dan memeluk Shiena. Duchess Carrole memeluk Shiena dengan sangat erat tapi juga hangat sementara Duke Carrole hanya melihat.
"Ternyata Putri Ibu telah dewasa. Ibu akan mendukungmu dan akan setuju siapapun pria pilihanmu asalkan kau bahagia." ucap Duchess Carrole.
Shiena yang mendengarnya menjadi terharu hingga tak sadar meneteskan air mata di pipinya. Lalu, Shiena melihat kearah Duke Carrole, Duke Carrole tak mengatakan apapun dan hanya mengangguk tapi Shiena tau isi hati dan fikiran sebenarnya Duke Carrole akan selalu mendukungnya.
"Jika Yang Mulia benar-benar ingin bertemu. Itu bisa kita lakukan setelah hancurnya bisnis Duke Simons karena ayah tak yakin jika mereka akan membiarkanmu bahagia dengan mudah." ucap Duke Carrole.
"Ya, ayah. Aku mengerti." ucap Shiena.
"Ibu akan mengabari kakek dan juga pamanmu. Apa kalian setuju?" tanya Duchess Carrole.
"Tentu saja, Bu." ucap Shiena sambil tersenyum.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih