
Countess Larsca, Amy dan Kesatria Keluarga Larsca pun disumpah tak akan berbohong dengan kesaksiannya. Hakim pun menanyakan kebenarannya. Countess Larsca dan Amy dapat mengatakan Shiena pelakunya dengan lantang tapi berbeda dengan Kesatria Larsca yang sedikit gugup dan takut.
Shiena yang tak ingin diam saja pun mulai membantah jika dirinya pelakunya dan bahkan dirinya tak ada disana. Shiena dapat dengan mudah membalikkan perkataan Countess Larsca dan Anastasya karena telah membaca fikiran Putra Mahkota Franz dan Marquess Laurence yang telah menyiapkan bukti untul melepaskannya dari semua tuduhan.
"Saya menolak saksi itu, Pak Hakim! Mereka semua berbohong! Saya tidak menjebak Lady Anastasya dan saya juga tidak mendorong Lady Anastasya hingga terjatuh." ucap Shiena tenang.
"Bohong Pak Hakim! Dia lah pelakunya." ucap Countess Larsca.
Hakim pun memukul palunya untuk menghentikan perdebatan dan kemudian meminta Shiena menunjukkan bukti dan saksi jika dirinya tidak bersalah.
Shiena yang telah menantikan hal itu segera memanggil Marquess Laurence dan Putra Mahkota Franz. Shiena menjelaskan bahwa di Acara Pertunangan Anastasya dan Duke Simons dirinya sedang bersama Marquess Laurence di salah satu Taman dan pada saat itu dirinya bertemu dengan Lady Francise dan Lady Piyana.
Kemudian Shiena mengkonfirmasi pertemuan itu dengan kedua Lady dan baik Lady Francise maupun Lady Piyana pun mengangguk. Lalu Shiena mengatakan jika dirinya ingin kembali ke pesta karena merasa sudah cukup lama berada di luar.
Ketika dalam perjalanan kembali ke Ruang Acara, Shiena menjelaskan jika dirinya bertemu dengan Yang Mulia Putra Mahkota Franz. Shiena kemudian mengatakan jika dirinya lalu pergi keluar Kediaman Duke Simons bersama Putra Mahkota Franz dengan kereta kuda milik Putra Mahkota.
Putra Mahkota Franz yang mengerti maksud Shiena pun segera mengangguk tanda setuju. Lalu, Putra Mahkota Franz juga memanggil Tuan Eit yang saat itu adalah sipir yang membawa kereta kuda mereka.
Ketika Shiena dan kedua saksinya mengkonfirmasi perkataan mereka Countess Larsca berteriak dan menghina Shiena yang mengakibatkan Putra Mahkota Franz marah dan mengancam akan menjatuhkan hukuman langsung jika dirinya terus saja mengganggu giliran Shiena memberikan kesaksian.
Countess Larsca yang takut akan ancaman Putra Mahkota Franz segera menutup mulutnya dan Duke Simons yang dari tadi ada di ruang persidangan itu tak bereaksi apapun. Duke Simons hanya duduk mengamati situasi karena baginya tak ada gunanya jika dirinya ikut campur karena sekarang bukanlah saatnya dan yang terpenting baginya adalah menangkap pelaku sebenarnya dari orang yang telah menyakiti Anastasya dan membuatnya kehilangan penerusnya.
Shiena awalnya takut jika Duke Simons akan ikut campur tapi selama persidangan Shiena membaca fikiran Duke Simons dan Shiena mengambil kesimpulan bahwa saat ini Duke Simons mulai meragukan Anastasya tapi masih mencintai Anastasya sehingga masih sulit membedakan kebenaran dam kebohongan.
Shiena kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa saat dirinya dan Putra Mahkota Franz sedang pergi, mereka berhenti di salah satu restoran kemudian Shiena memanggil Pemilik Restoran tersebut. Pemilik Restoran tersebut segera maju setelah dipanggil Shiena dan Pemilik Restoran itu juga membawa sebuah nota belanja yang belum dibayar karena saat itu mereka tak berencana makan tapi karena Shiena tiba-tiba ingin makan disana jadi mereka pun masuk.
Pemilik Restoran mengatakan jika Shiena dan Putra Mahkota Franz makan ditempatnya tapi belum membayarnya dan Putrw Mahkota Franz menyerahkan sebuah Cincin dengan Lambang Kekaisaran sebagai jaminannya.
Pemilik Restoran pun memberikan nota serta Cincin tersenut kepada Hakim. Lalu Pemiliki Restoran juga mengkonfirmasi jika Putra Mahkota Franz dan Shiena datang ketika sore hari dan waktunya tepat saat Lady Anastasya mengalami keguguran.
Countess Larsca yang merasa mulai terancam lun berteriak dan mengatakan bahwa bukti itu palsu dan saksinya juga pasti telah disuap. Shiena yang tak terima pun menantang Countess Larsca.
"Nyonya Countess, anda selalu mengatakan jika bukti saya palsu dan saksi saya telah disuap. Apa anda bisa membuktikannya?" tanya Shiena geram.
"....." Countess Larsca terdiam.
Sheina pun meminta konfirmasi dari Count dan Countess Varry yang segera dijawab dengan sebuah persetujuan. Lalu, Hakim juga mengkonfirmasi bahwa Nota dan Cincin tersebut adalah asli yang menyebabkan Countess Larsca ketakutan.
"Setelah saya makan, saya pergi ke pantai dan menginap di salah satu penginapan disana. Pak Hakim bisa menanyakannya kepada Pemilik Penginapan itu atau mencari tau nama saya atau Yang Mulia Putra Mahkota Franz di daftar tamunya." ucap Shiena percaya diri.
Setelah mendengar pernyataan Shiena, semua Bangsawan dan rakyat yang datang ke Persidangan mulai mendebatkan hal yang telah terjadi. Penonton mulai meragukan saksi yang dimiliki oleh Countess Larsca karena bukti yang awalnya mereka miliki juga dinyatakan palsu oleh Hakim.
Marquess Laurence, Nyonya Maria, Kedua pelayan Shiena dan Ketiga Pengikut Shiena perlahan menunjukkan rona wajah yang mulai cerah dan tak tampak wajah kahwatir ataupun sedih dari semua. Mereka semakin percaya bahwa Shiena telah dijebak dan difitnah melakukan kejahatan yang bukan perbuatannya.
Hakim yang melihat suasana mulai tidak kondusif pun segera memukul palu untuk menenangkan semua penonton. Hakim pun memutuskan untuk menanyakan sekali lagi kepada saksi milik Countess Larsca tentang kebenaran mereka yang mengaku melihat Shiena berada ditempat dan mendorong Amastasya lalu kabur.
Countess Larsca tetap pada pendiriannya dan bersikeras melihatnya langsung dan begitu pula dengan Amy meskipun tau jika dirinya berbohong tapi Kesatria Keluarha Larsca yang diingatkan kembali oleh Putra Mahkota Franz tentang hukuman bagi yang berbohong dalam sebuah kasus kejahatan mulai takut dan berbicara dengan berbelit-belit hingga akhirnya tak terlalu melihat dengan jelas.
Hakim pun meragukan saksi dari Pihak Pemohon dan memutuskan untuk menunda Sidang selama satu jam untuk dapat memberikan keadilan bagi semuanya dalam kasus ini.
Anastasya yang khawatir dengan keselamatan Countess Larsca pun menangis tiada henti. Duke Simons yang simpati perlahan mulai merubah sikapnya menjadi dingin dan semua penonton mulai berdifikir jika Shiena hanya dijebak.
Anastasya yang tau jika Duke Simons mulai berubah mencoba mengajak Duke Simons bicara dan membujuknya. Duke Simons yang awalnya sempat berfikir jika dirinya hanya dimanfaatkan akhirnya terbuai dengan perkataan Anastasya bahwa Shiena lah sebenarnya pelakunya tapi karena dibantu oleh Putra Mahkota Franz makanya dirinya bisa mengelak dari tuduhan kemudian berhasil membuat bukti palsu.
Anastasya yang telah berhasil membuat Duke Simoks kembali berada di pihaknya mulai memainkan drama tentang sakitnya kehilangan anak mereka yang menyebabkan Duke Simons membenci Shiena dan berencana menghancurkan Shiena demi membalaskan dendam anaknya yang telah tiada.
Hampir satu jam berlalu, Anastasya dan Duke Simons pun kembali ke Ruang Sidang begitu pula dengan yang lainnya. Wajah Countess Larsca, Amy dan juga Kesatria Larsca yang bersaksi menjadi tidak baik dan seolah mengalami gejolak batin tersendiri. Sehingga apapun hasilnya tak dapat lagi diubah yang membuat semuanya menjadi pasrah.
Kecuali Shiena dan orang-orang terdekatnya berubah menjadi lebih ceria dan tenang. Bangsawan yang awalnya menghina dan mencaci Shiena sekarang mulai memuja Shiena dan mencoba mengambil simpati Shiena karena tau jika Shiena saat ini adalah wanita milik Putra Mahkota Franz dan memungkinkan dirinya menjadi Permaisuri di masa depan.
Shiena yang tau niat busuk dan buruk orang-orang itu tidak terlalu memeperdulikannya dan bersikap dingin serta cuek. Bangsawan yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Shiena tak bisa melakukan apapun dam hanya diam saja.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih