The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 174. Pembalasan Dendam II


Putra Mahkota yang shock karena melihat hal yang tak biasa dilihat akhirnya bisa beristirahat juga. Sementara Robert mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Putra Mahkota yang tertidur terbangun di tengah malam karena mimpi buruk. Putra Mahkota tidak bisa melupakan hal mengerikan yang dilihatnya sore tadi. Hingga waktu menjelang pagi Putra Mahkota tidak tidur dan hanya berdiri di depan jendela.


Robert masuk ke kamar Putra Mahkota pagi-pagi sangat terkejut melihat Putra Mahkota yang telah bangun dan berdiri membelakanginya sambil melihat keluar jendela yang masih gelap.


"Hamba menghadap Yang Mulia Putra Mahkota, sang mentari pagi Kekaisaran Pearl." ucap Robert sambil membungkukkan tubuhnya.


"Apakah kau sudah menyelidiki masalah kemarin?" tanya Putra mahkota.


"Ya, Yang Mulia. Saya sedang menyelidikinya sekarang." ucap Robert.


"Bagus. Aku ingin kau segera menemukan pelakunya dan menghukumnya." perintah Putra Mahkota.


"Baik, Yang Mulia." ucap Robert.


Putra Mahkota yang masih membayangkan kejadian kemarin terlihat sangat pucat sehingga Robert memerintahkan pelayan untuk menyiapkan air hangat relaksasi dan Teh Camomile untuk menenangkan fikiran.


Setelah selesai berendam dan meminum tehnya, Putra Mahkota terlihat lebih segar. Robert pun memberitaukan bahwa hari ini adalah Acara Penobatannya sebagai Kaisar baru.


"Yang Mulia, hari ini adalah Acara Penobatan anda diharapkan Yang Mulia dapat segera bersiap-siap." ucap Robert sopan


"Baiklah. Apa persiapannya sudah selesai semua?" tanya Putra Mahkota.


"Ya, Yang Mulia. Sesuai rencana, pintu gerbang utama akan dibuka untuk seluruh rakyat dan saat ini rakyat telah memasuki Istana dengan tertib dengan di awasi oleh Kesatria-kesatria yang berpengalaman." ucap Robert.


"Bagus sekali. Lalu, bagaimana dengan proyektor untuk menunjukkan semua kebaikanku kepada rakyat?" tanya Putra Mahkota.


"Semua berjalan sesuai rencana Yang Mulia. Proyektor dan orang dari Menara Sihir telah datang dan bersiap di posisinya." ucap Robert.


"Bagus. Kerja bagus Robert. Setelah aku diangkat menjadi Kaisar, kau akan aku angkat menjadi seorang Duke menggantikan posisi Duke Carrole yang akan segera dipenggal." ucap Putra Mahkota.


"Te-terima kasih Yang Mulia." ucap Robert sangat senang.


Robert yang merupakan rakyat biasa menjadi sangat senang jika harus mendapatkan Gelar Bangsawan terlebih lagi itu adalah Gelar yang tinggi.


Putra Mahkota pun bersiap menuju ke arah Halaman Istana ke panggung yang telah disiapkan untuknya menyambut rakyat yang ingin bertemu dengannya.


Semua tamu Kekaisaran dari berbagai Kerajaan telah datang, Bangsawan Atas yang memiliki kontribusi juga telah di undang, Pemimpin dari Organisasi besar yang juga datang, pemilik dari Bisnis besar juga disiapkan bahkan Gadis Penyelamat yang saat ini disebut Gadis Suci juga telah datang dan duduk di tempat yang disediakan untuk melihat Penobatan Putra Mahkota menjadi Kaisar yang baru menggantikan Kaisar lama yang sedang sekarat.


Setelah Putra Mahkota datang dan berada di singgahsananya, semua rakyat dan Bangsawan memberi hormat dan bersujud di hadapan Putra Mahkota.


Lalu, Putra Mahkota pun memberikan pidatonya yang sangat luar biasa yang berjanji akan membuat rakyat menjadi semakin sejahtera.


Setelah selesai pidato, maka waktunya pertunjukkan kehebatan Putra Mahkota. Putra Mahkota yang telah membayangkan semua tepuk tangan, sorak sorai namanya dan pembicaraan tentang dirinya pun tersenyum penuh arti.


Namun, sesuatu terjadi bukan lah rekaman tentang kebaikan Putra Mahkota yang ditunjukkan tapi tentang semua tingkah laku buruk yang selama ini dilakukan Putra Mahkota bahkan rekaman tentang pembicaraan Putra Mahkota yang berencana ingin menghabisi Kaisar.


Tak hanya pembicaraan tapi juga ada rekaman gambar tentang perbuatan Putra Mahkota yang sengaja mencelakai Kaisar untuk bisa segera naik Takhta dan bahkan Putra Mahkota sengaja menyewa Pembunuh Bayaran untuk menghabisi Kaisar.


Tak lama kemudian, dikerumunan rakyat ada sekelompok Kesatria Elit milik Kaisar berjejer di kiri dan kanan membelah rakyat menuju ke arah panggung tempat Putra Mahkota berada.


Raut wajah Putra Mahkota yang telah berubah menjadi pucat pasi kini telah berubah menjadi biru karena ketakutan ketika melihat Kaisar yang selama ini difikir sedang sekarat di kamarnya dapat berjalan dengan gagah dengan Mahkota dan Jubah ditubuhnya.


Kaisar berjalan dengan sangat gagah dan penuh wibawa menuju panggung dengan Penasehat Kekaisaran dan seorang laki-laki muda yang sangat tampan berpakaian layaknya seorang Pangeran. Shiena mengenali laki-laki itu hanya diam dan tersenyum senang sementara rakyat tak henti-hentinya bersorak "Hidup Yang Mulia Kaisar" berkali-kali.


Ketika sampai di atas panggung semua Kesatria Elit berbaris berbentuk pasukan yang siap dengan pedang mereka.


"Lepaskan, Duke Carrole, Duchess Carrole dan seluruh pelayan dan kesatrianya." perintah Kaisar.


Kesatria yang telah berjaga dan bersiap untuk menghukum Duke Carrole dan Keluarganya di tangkap dan dimasukkan kedalam penjara menggantikan Duke Carrole dan yang lainnya.


Duke Carrole dan lainnya yang telah bebas langsung bersujud di hadapan Kaisar tapi sebelum bersujud Duke Carrole dan Duchess Carrole melihat Shiena yanh sedang menyamar menjadi Gadis Penyelamat tersenyum senang karena melihat Putri kesayangan mereka ternyata baik-baik saja.


Sementara Shiena merasa sangat sedih dan seperti teriris hatinya melihat Duke Carrole, Duchess Carrole dan semuanya menahan sakit karena disiksa oleh Kesatria milik Putra Mahkota.


Shiena yang tak tahan melihat penderitaan itu berjalan ke bawah panggung dan mengabaikan semua orang yang melihat ke arahnya bahkan Kaisar pun hanya diam dan tak mengatakan apapun karena Kaisar telah mengetahui bahwa gadis yang berjalan itu adalah Gadis Penyelamat yang dibicarakan semua orang bahkan gadis itu adalah salah satu orang yang tak boleh disinggung.


Shiena berdiri di depan Duke Carrole dan menggunakan Sihir Cahaya dengan Tekhnik tertinggi yaitu Tekhnik Surgawi. Shiena mengeluarkan cahaya keemasan yang membuat mata semua orang silau sehingga memaksa semua orang menutup matanya.


Shiena mengeluarkan semua Energi Sihirnya dan mengerahkan semua kekuatan sihirnya untuk menyembuhkan semua luka yang diderita Keluarganya dan orang-orangnya. Shiena juga menyembuhkan kaki yang patah pada tubuh Duke Carrole.


Perlahan tapi pasti cahaya keemasan yang menyinari dan menyilaukan mata semua orang perlahan memudar seiring dengan menutupnya luka-luka ditubuh semua orang. Wajah Duke Carrole, Duchess Carrole, Pelayannya serta Kesatrianya yang tadinya pucat karena kekurangan energi perlahan segar kembali seperti tak pernah mengalami penderitaan apapun.


"A-aku sehat." ucap Salah Satu Pelayan.


"Lukaku juga sembuh. Lihat tak ada bekas cambukan sama sekali." ucap Pelayan lain.


"Bahkan tubuhku sekarang sangat sehat." ucap Kesatria.


"Tuan, lihat Tuan. Tuan bisa berdiri kembali." ucap Zee.


Semua orang yang melihat Sihir Cahaya Shiena berdecak kagum karena mereka tak pernah melihat Sihir Cahaya yang sekuat itu bahkan bisa menyembuhkan kaki yang patah.


Semua orang bersorak senang dan berterima kasih karena Shiena telah menyembuhkan mereka. Shiena yang tersenyum di balik cadarnya membuat semua orang terkesima akan kecantikannya.


"Yang baik akan mendapatkan kebaikan tapi yang jahat akan mendapatkan kemalangan." ucap Shiena sambil berbalik dan menatap tajam Putra Mahkota.


Shiena yang ingin memeluk Duke Carrole dan Duchess Carrole menggunakan Sihir Angin Tekhnik tingkat Surgawi yang dapat membuatnya berteleportasi dan pergi.


Lalu, Shiena langsung berganti pakaiannya dan berlari menuju Duke Carrole dan Duchess Carrole bersama Marry dan Ana. Shiena memeluk keduanya yang dibalas dengan pelukan hangat. Semua yang melihat menjadi terharu dan tak jarang juga orang melihat dengan tatapan kebencian kepada Putra Mahkota.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘