The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 167. Dukungan Mengalir II


Tak butuh waktu lama bagi Marquess Laurence untuk sampai di Kediaman Duke Carrole. Marquess Laurence pun turun dari kereta kudanya dan berdiri di depan gerbang Kediaman Duek Carrole yang ternyata Kediaman itu telah terkunci rapat dan tak ada seorang pun.


Ketika Marquess Laurence sampai semua mata orang melihatnya seolah seperti sedang melakukan hal yang salah. Marquess Laurence mengerti karena dirinya bisa menyadari bahwa saat ini semua orang berfikir bahwa Duke Carrole telah melakukan kejahatan tapi Marquess Laurence tidak percaya hal itu bahkan Marquess Laurence yakin bahwa ini semua adalah ulah dari Putra Mahkota Brian.


Marquess Laurence ingat bahwa dulu Shiena sering sekali mendapatkan masalah ketika bersama Putra Mahkota dan karena itu Duke Carrole meminta Kaisar membatalkan pertunangannya. Marquess Laurence yakin bahwa Putra Mahkota Brian saat ini sedang mencoba membalas dendam kepada Duke Carrole karena telah membatalkan pertunangannya dengan Shiena.


Marquess Laurence yang pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Shiena dan membantunya. Marquess Laurence telah bertekad tak akan membiarkan hal ini terjadi.


"Shiena tunggu kakak. Kakak akan selalu mendukungmu!" ucap Marquess Laurence.


"Tuan!" panggil sipir


"Kita pergi ke rumah Shiena yang baru." perintah Marquess Laurence.


"Baik, Tuan." ucap Sipir.


Marquess Laurence pun menaiki kereta kudanya kembali dan pergi menuju rumah Shiena yang baru tapi di dalam perjalanan Marquess Laurence seperti melihat Shiena memasuki gang sempit dan kecik karena penasaran Marquess Laurence pun turun dari kereta kudanya dan mengikuti Shiena.


Shiena yang ingin ke Toko Pelelangan untuk bertemu rekan-rekan bisnis harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Shiena yang melihat ada gang sempit yang kecil, gelap dan sepi mencoba masuk dan mengganti pakaiannya disana.


Shiena tak menyadari bahwa Marquess Laurence sedang mengikutinya dan saat Shiena telah selesai mengganti pakaiannya Marquess Laurence telah sampai dan masuk ke dalam gang. Marquess Laurence sangat terkejut dengan apa yang baru diketahuinya.


"Shiena!" panggil Marquess Laurence.


Shiena yang terkejut karena ada yang memanggilnya dan refkeks menoleh ke sumber suara. Shiena yang mengetahui siapa yang memanggilnya semakin terkejut.


"Shiena apakah ini kau? Kau adalah si Gadis Penyelamat itu!" tanya Marquess Laurence meminta penjelasan.


"Kakak! A-aku." ucap Shiena bingung.


Shiena yang bingung tak tau harus mengatakan apapun hanya bisa menunduk yang membuatnya tak bisa membaca isi fikiran Marquess Laurence. Sebenarnya Shiena tak ingin mengangkat kepalanya karena takut tentang isi fikiran Marquess Laurence sesungguhnya yang ternyata marah karena Shiena selama ini telah membohonginya.


Namun, semua itu hanya ada di dalam fikiran Shiena dan imajinasinya. Marquess Laurence tak pernah berfikiran buruk tentang Shiena. Marquess sangat senang karena Gadis Penyelamat yang selama ini dicarinya adalah Shiena.


"Shiena angkatlah kepalamu! Kakak tidak marah padamu." ucap Marquess Laurence lembut.


Shiena pun mengangkat kepalanya dan melihat Marquess Laurence. Shiena pun tak sengaja membaca fikiran Marquess Laurence saat menatapnya.


'Aku tak akan pernah menyalahkanmu Shiena. Aku yakin kau pasti punya alasan tersendiri. Aku akan selalu percaya padamu.' ucap Marquess Laurence.


'Terima kasih, kak. Aku tau kau memang yang terbaik.' fikir Shiena.


"Apa kakak sungguh tidak marah padaku?" tanya shiena polos.


"Tentu saja. Kakak percaya padamu, kau pasti punya alasanmu sendiri menyembunyikan semua ini." ucap Marquess Laurence meyakinkan.


"Terima kasih, kak." ucap Shiena sambil tersenyum.


Shiena tau bahwa Marquess Laurence ingin berbicara dengannya tapi saat ini Shiena harus bertemu dengan Partner Bisnisnya. Akhirnya Shiena meminta Marquess Laurence menunggunya kembali di rumah yang baru saja di belinya. Shiena masih belum bisa menjelaskan semua yang terjadi dan rencana apa yang akan dilakukannya tapi Shiena berjanji akan menjelaskan nanti. Shiena sadar bahwa Marquess Laurence adalah orang yang sangat baik yang selalu mendukungnya dan akan selalu berada di sisinya.


Shiena pun meninggalkan Marquess Laurence sendirian dan menggunakan Sihir Gelapnya untuk menyusup dan tak telihat oleh siapapun.


'Seberapa banyak rahasia yang kau simpan Shiena. Aku tau kau hanya menganggapku sebagai kakak tapi aku akan selalu berharap jika kau bisa menganggapku lebih dari itu.' fikir Marquess Laurence ketika Shiena tak terlihat lagi.


[cinta bertepuk sebelah tangan 😭🥺]


Marquess Laurence pun berbalik dan keluar dari gang itu dan berjalan menuju kereta kudanya dan pergi menuju Rumah Baru Shiena.


Tak butuh waktu lama bagi Marquess Laurence untuk sampai di rumah baru Shiena. Marquess Laurence di sambut baik oleh Marry yang telah mengenali orang yang datang.


Marry dengan sopan menuntun Marquess Laurence duduk di taman belakang rumah itu dan menyeduhkan secangkir teh dan setoples kue kering untuk menemani Marquess Laurence menunggu.


Marquess Laurence memilih membaca beberapa laporan tentang masalah yang dihadapi Keluarga Carrole yang didapatnya dari Murid Menara Sihir yang diberinya tugas mengenai masalah ini sambil menunggu Shiena.


Beberapa jam berlalu dan Shiena yang telah sampai mengganti pakaiannya dan pergi menemui Marquess Laurence yang sudah menunggunya dari tadi.


Shiena yang baru datang memanggil Marquess Laurence dengan lembut. Sontak Marquess Laurence menoleh dan menjawab dengan senyum lembut.


"Kakak, maafkan aku yang telah membuatmu menunggu." ucap Shiena merasa bersalah.


"Jangan memasang wajah seperti itu. Kau tidak punya salah apapun padaku. Aku sendiri yang memutuskan untuk menunggu." ucap Marquess Laurence.


"Baiklah. Terima kasih kak." ucap Shiena.


"Duduklah, kita bicara sambil duduk saja." ucap Marquess Laurence.


"Terima kasih kak. Kak masalah penyamaranku..." ucap Shiena terhenti.


"Kakak tidak akan menanyakan apapun. Kakak percaya kau pasti punya alasan tersendiri. Kakak juga tidak memaksamu untuk cerita sekarang, kau dapat menceritakannya kapan pu kau siap, Shiena." ucap Marquess Laurence sambil tersenyum.


"....." Shiena diam.


Shiena merasa tidak enak hati mendengar perkataan Marquess Laurence sebenarnya Shiena siap menceritakan semuanya jika Marquess Laurence memaksa tapi Shiena senang karena Marquess Laurence menghargai keputusannya.


Marquess Laurence mengutarakan niatnya untuk menolong dan memberikan bantuan kepada Shiena tapi Shiena menolak karena Shiena tak ingin menyusahkan Marquess Laurencs.


Marquess Laurence yang bersihkukuh ingin menolong membuat Shiena susah untuk menolak.


"Kakak akan ikut membantu mencari Bangsawan lain yang tidak percaya jika Tuan Duke melakukan kejahatan itu. Meskipun tak ada yang percaya kakak akan tetap melakukan protes ke Kekaisaran." ucap Marquess Laurence.


"Kakak tidak bisa melakukan hal itu karena jika kakak melakukannya maka Keluarga Laurence akan dianggap penghianat Kekaisaran." ucap Shiena.


"Kakak akan tetap melakukannya." ucap Marquess Laurence keras kepala.


"Aku harap kakak memikikan Bibi Maria. Jika kakak tetap melakukannya maka Bibi Maria pasti akan ikut terlibat. Apakah kakak tidak khawatir pada Bibi Maria?" tanya Shiena sedih.


"Bibi? Apakah Bibi yang mengatakan semua itu padamu?" tanya Marquess Laurence curiga.


"....." Shiena diam.


Shiena yang ingat bahwa Nyonya Maria pernah menemui Shiena ketika Duchess Carrole telah di tangkap oleh Kesatria Kekaisaran hanya bisa diam karena tak bisa mengatakan yang sebenarnya.


Nyonya Maria datang tepat setelah Kesatria Kekaisaran pergi dan meninggalkan Shiena sendiri. Nyonya Maria datang dan memeluk Shiena. Nyonya Maria ingin sekali mengajak Shiena tinggal di Kediamannya dan membantunya membebaskan Duke Carrole, Duchess Carrole dan semua orang yang ada di Kediaman Carrole tapi Nyonya Maria tak bisa melakukan itu sesukanya karena Nyonya Maria sadar akan kewajibannya yang memiliki tanggungjawab untuk melindungi orang-orang yang bekerja dengannya.


Shiena mengetahui semua itu setelah membaca fikiran Nyonya Maria sehingga Shiena tau bahwa masa depan telah berubah meski tidak semuanya sesuai keinginan. Dikehidupannya yang dulu tak ada yang peduli padanya dan Keluarganya tapi sekarang ada Keluarga Laurence yang selalu mendukungnya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘