The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 38. Father & Daughter Talk


Duchess yang mengetahui putrinya telah sadar langsung berlari menemui putrinya.


"Shiena, putriku." ucap Duchess sambil menangis dan memeluk Shiena.


"Ibu, maafkan aku. Aku baik-baik saja sekarang." ucap Shiena bersalah.


"Tidak, sayang. Ini bukan salah mu jadi kau jangan minta maaf. Ini adalah salah ayah yang mengizinkanmu pergi bersama Putra Mahkota itu!" ucap Duke marah.


" ..... " Shiena


'Hmmm, aku tidak akan menyalahkan ayah jika marah pada Putra Mahkota karna ini memang karna kelalaian nya. Katanya akan selalu ada pengawal yang berjaga tapi nyatanya tidak ada yang menolong sama sekali." ucap Shiena dalam hati.


Shiena marah karna saat dia dalam keadaan kesusahan tidak ada seorang pun yang menolong tapi itu juga bukan salah Putra Mahkota sepenuhnya.


Shiena ingat jika ia pingsan setelah menggunakan sihir jadi dia tidak tau bagaiman keadaan Putra Mahkota dan yang lainnya.


"Ayah, Bagaimana keadaan Putra Mahkota sekarang?" tanya Shiena polos.


"Kau tidak usah menanyakannya. Kau harus sehat dan sembuh terlebih dahulu." ucap Duke.


"Hmmm, baiklah ayah. Ayah, mengenai Nyonya Maria...." kata Shiena yang sedikit takut.


"Jangan khawatir, ayah sudah menyuruh pengawal terbaik kita untuk menjaganya. Ayah tidak tau kau dapat info ini dari siapa tapi ayah percaya padamu." ucap Duke penuh kasih sayang.


"Terima kasih ayah. Aku menyayangimu." ucap Shiena senang.


"Apakah putri kecil ibu tidak menyayangi ibu juga?" ucap Duchess sedih.


"Tidak tidak. Aku menyayangi kalian berdua." ucap Shiena langsung.


"Kami juga menyayangimu sayang." ucap Duke dan Duchess bersamaan.


"Minumlah vitaminmu dan beristirahatlah agar kau cepat sembuh." ucap Duchess.


"Baik, ibu." ucap Shiena menurut


Duke dan Duchess meninggalkan Shiena di dalam kamarnya dan beristirahat.


Shiena menanyakan apa yang telah terjadi selama dia pingsan.


"Marry, apa yang terjadi selama aku pingsan?" tanya Shiena.


"Tidak ada nona hanya Tuan dan nyonya yang merasa sangat khawatir." ucao Marry lesu.


"Ah, baiklah. Aku tidak akan membuat semuanya khawatir lagi." ucap Shiena.


Marry yang mendengar hal itu merasa senang dan tersenyum, lalu dia mempersiapkn vitamin untuk nonanya.


"Nona, ini cemilan anda dan ini adalah vitamin dan obatnya. Anda harus makan dan minum semuanya." ucap Marry penuh penegasan dari setiap kata.


Shiena yang merasa bersalah karna membuat semua kesusahan dan khawatir akhirnya dia hanya diam dan menurut.


Setelah menghabiskan cemilan dan meminum obat serta vitamin. Shiena merasa sangat mengantuk dan akhirnya ia tertidur.


Saatnya makan malam tiba, Marry datang membangunkan shiena.


Tokk.. Tokkk... Tokkk


(Suara ketukan pintu)


"Nona, apa anda sudah bangun?" tanya Marry.


"Ya, aku sudah bangun dan masuklah." ucap Shiena.


"Nona, apa makan malam anda mau di bawa kemari?" tanya Marry.


"Tidak, aku mau makan malam bersama ayah dan ibu." jawab Shiena.


"Tidak Marry. Aku ingin malam bersama orang tuamu dan aku sudah baik-baik saja sekarang." ucap Shiena.


"Baiklah nona. Mari nona, saya bantu bersiap-siap" ucap Marry menyerah.


Setelah selesai bersiap-siap. Shiena pergi menemui kedua orang tuanya dan makam malam bersama.


"Putriku, apa tidak sebaiknya kau makan malam di kamarmu." tanya Duke.


"Tidak ayah. Aku ingin makan malam bersama kalian."jawab Shiena.


"Hah, baiklah." ucap Duke pasrah.


"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Duchess khawatir.


"Aku baik-baik saja ibu. Aku hanya kelelahan dan setelah tidur beberapa jam. Kondisiku sekarang sudah lebih baik." jawab Shiena sambil tersenyum.


"Syukurlah. Tapi kau harus tetap istirahat Shiena!" ucao Duke.


"Baik, ayah." ucap Shiena.


Setelah selesai makan malam. Duke mengajak Shiena untuk berjalan di taman hanya untuk merefresh fikirannya.


"Shiena, apa kau benar-benar sudah baik-baik saja?" tanya Duke cemas.


"Tentu, ayah. Ayah tidak perlu khawatir." jawab Shiena meyakinkan.


"Shiena, ada yang ingin ayah tanyakan dan ini mengenai sihirmu tapi sebelum itu sebaiknya kita duduk disana." kata Duke.


"Baik ayah" ucap Shiena.


Duke menyuruh semua pelayan dan kesatria pergi dari taman itu sehingga hanya ada ayah dan anak disana.


"Shiena sebenarnya berapa banyak sihir yang bisa kau gunakan?" tanya Duke.


"Aku bisa menggunakan semuanya ayah." ucap Shiena jujur.


"Bisa kau tunjukkan pada ayah." ucap Duke.


"Tentu, tapi aku tidak tau caranya." ucap Shiena.


"Kau hanya perly memusatkan fikiranmu untuk mengeluarkan sihir apa yang kau inginkan." ucap Duke.


"Hmmm, baik ayah. Akan aku coba sekarang."ucap Shiena.


Shiena memusatkan fikiran mengeluarkan sihirnya satu persatu mulai dari api, air, angin, tanah, cahaya dan gelap.


Duke Carrole sangat terkejut dengan kenyataan bahwa putrinya adalah pengguna sihir yang sangat langka.


"Shiena." kata Duke lembut.


"Kenapa ayah?" tanya Shiena.


"Jangan pernah tunjukkan sihirmu kepada siapapun kecualo ayah mengizinkan karna dibalik kekuatan yang hebat akan selalu ada musuh yang ingin menghancurkan dan akan lebih baik jika musuh berfikir dirimu lemah sehingga mereka lengah dan kau akan selamat tapi jika mereka berhati-hati maka kau akan terancam putriku. Apa kau mengerti?" tanya Duke Carrole.


"Iya ayah. Aku berjanji tidak akan memberitahukan dan menunjukkan sihirku kepada siapapu tanpa izin mu." ucap Shiena.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.


❤🥰😘