
Permaisuri Shiena yang telah berlari menemui Kaisar Franz meminta seluruh Dayang dan pelayannya keluar dari kamarnya. Permaisuri Shiena kemudian mengajak Kaisar Franz untuk bersamanya. Permaisuri Shiena kemudian dengan semangat menyerahkan laporan Pembangunan Sekolah Gratis untuk Rakyat biasa yang telah dibacanya kepada Kaisar Franz.
Namun, Kaisar Franz yang tidak berminat akan hal itu mengambil laporannya dan meletakkan laporan itu jauh dari mereka berdua lalu manarik Permaisuri Shiena mendekat padanya dan kemudian memeluknya dengan erat. Permaisuri Shiena yang tidak tau apa yang telah terjadi pada Kaisar Franz hanya bisa diam membatu karena disaat bersamaan tidak bisa membaca fikiran Kaisar Franz karena tidak melihat matanya secara langsung hingga akhirnya Permaisuri Shiena menunggu hingga Kaisar Franz melepaskan pelukannya sendiri.
Setelah beberapa menit berlalu, Kaisar Franz pun melepaskan pelukannya. Kaisar Franz menatap wajah Permaisuri Shiena dengan seksama. Permaisuri Shiena yang dilihat seperti itu menjadi malu.
"Ada apa Franz? Apakah ada sesuatu di wajahku?" tanya Permaisuri Shiena malu-malu.
"Tidak ada. Hanya saja semakin lama aku melihat wajah istriku ini. Aku menjadi semakin jatuh cinta." ucap Kaisar Franz.
"Franz! Apa yang kau katakan? Jangan menggodaku!" ucap Permaisuri Shiena.
"Aku tidak menggodamu. Aku serius dengan perkataanku. Ayo kita berbulan madu besok." ucap Kaisar Franz.
"Apa? Besok? Itu terlalu mendadak Franz." ucap Permaisuri Shiena terkejut.
Kaisar Franz yang telah lama ingin pergi berdua saja bersama Permaisuri Shiena setelah hari pernikahan merasa saat ini adalah waktu yang tepat
"Tentu saja. Ini bukanlah hal yang mendadak. Bukankah aku telah lama mengatakannya padamu?" tanya Kaisar Franz.
"I-Itu! Bagaimana dengan urusan Kekaisaran? Kita tidak bisa pergi begitu saja. Kita punya tanggungjawab disini." ucap Permaisuri Shiena bingung.
"Jangan khawatir, aku telah mengurus hal itu. Kita dapat pergi dengan tenang." ucap Kaisar Franz.
"Ta-tapi..." ucap Permaisuri Shiena terputus.
Permaisuri Shiena yang mencoba menyela Kaisar Franz tidak dapat berkutik saat Kaisar Franz menarik tubuhnya semakin dekat lalu menciumnya. Kaisar Franz tidak membiarkan satu kata penolakan pun dari mulut Permaisuri Shiena karena Kaisar Franz telah bertekad akan mengajak Permaisuri Shiena pergi ke Kolam Suci dan melakukan Ritual Suci agar Permaisuri Shiena dapat segera hamil dan membungkam mulut-mulut Bangsawan yang hanya bisa mengkritik tanpa ada prestasi apapun.
Permaisuri Shiena yang telah mengetahui apa yang difikirkan oleh Kaisar Franz tidak lagi memberikan penolakan. Permaisuri Shiena memutuskan untuk menurut karena ini semua demi kebaikan dirinya.
Setelah selesai dengan urusannya, Kaisar Franz kembali ke Ruang Kerjanya dan menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai sementara Permaisuri Shiena memanggil Marry dan Ana untuk masuk ke kamarnya. Permaisuri Shiena kemudian menjelaskan bahwa dirinya akan pergi berbulan madu besok sehingga Marry dan Ana harus membantu Permaisuri Shiena mengemasi barang-barang yang akan dibawa.
Marry dan Ana yang mendengar rencana Permaisuri Shiena dan Kaisar Franz yang akan berbulan madu menjadi sangat gembira dan bersemangat. Marry dan Ana yang telah dari awal meminta Permaisuri Shiena mengajak Kaisar Franz berbulan madu dan berhenti mengurusi urusan Kekaisaran yang tidak ada hentinya itu menjadi sangat senang karena Kaisar Franz yang telah inisiatif lebih dulu.
"Apakah itu benar Yang Mulia?" tanya Marry dan Ana bahagia.
"Benar sekali. Jadi sekarang tugas kalian adalah membantu mengemasi barang-barang yang akan aku bawa saat berbulan madu tapi aku tidak ingin kalian membawakan banyak barang. Ingat hanya barang-barang yang penting!" ucap Permaisuri Shiena.
"Baiklah Yang Mulia. Kalau kami boleh, kemana Yang Mulia Permaisuri dan Yang Mulia Kaisar pergi?" tanya Kaisar Ana penasaran.
"Aku tidak terlalu tau tapi sepertinya yang berhubungan dengan air." ucap Permaisuri Shiena.
"Kami mengerti Yang Mulia. Yang Mulia percayakan saja padaku." ucap Marry.
Permaisuri Shiena yang mendengar seperti ada nada yang mencurigakan dari ucapan Marry dan Ana mencoba berbalik dan membaca fikiran keduanya tapi tidak disangka Marry dan Ana sudah memunggungi Permaisuri Shiena sehingga Permaisuri Shiena tidak bisa lagi membaca fikiran keduanya.
'Semoga mereka berdua tidak melakukan hal yang aneh-aneh.' ucap Permaisuri Shiena dalam hati.
Keesokan harinya, Istana Kekaisaran menjadi sangat sibuk dikarenakan kepergian Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena yang akan berbulan madu. Semua pelayan telah bersiap untuk memasukkan barang bawaan Permaisuri Shiena dan Kaisar Franz ke dalam kereta kuda. Serta Kesatria Kekaisaran telah bersiap untuk mengawal kereta kuda yang akan menjadi kendaraan dua Pemipin Kekaisaran Pearl.
Kaisar Franz yang telah bersiap segera menemui Permaisuri Shiena untuk mengajaknya keluar bersama. Kaisar Franz yang sudah sangat tidak sabar pun selalu tersenyum. Permaisuri Shiena yang melihatnya ikut tersenyum.
'Semoga setelah ini, aku bisa hamil.' ucap Permaisuri Shiena dalam hati.
Kaisar Franz yang ingin segera pergi melihat telah begitu banyak Kesatria berkumpul dan bersiap untuk ikut pergi sehingga membuat Kaisar Franz semakin bingung.
"Apa yang terjadi? Kenapa semuanya berkumpul?" tanya Kaisar Franz.
"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Saya sungguh tidak bermaksud untuk membuat Yang Mulia marah. Kami disini karena berencana untuk mengawal Yang Mulia hingga sampai ke tempat tujuan." ucap Jenderal Istana.
"Aku tidak membutuhkan pengawalan dari Kesatria Istana. Kalian semua tetaplah berjaga disini." perintah Kaisar Franz.
"Tapi Yang Mulia. Akan terlalu beresiko pergi bersama Yang Mulia Permaisuri tanpa ada penjagaan yang ketat." ucap Jenderal Istana keras kepala.
"Kekuatan Kesatriamu apakah lebih baik daripada Kesatria khusus milik Kaisar?" tanya Kaisar Franz marah.
Jenderal Istana yang awalnya tidak ingat akan hal itu pun menjadi terdiam. Jenderal Istana akhirnya sadar bahwa seorang Kaisar di Kekaisaran Pearl memiliki Pasukan Kesatria Elit yang sangat kuat yang akan selalu melindungi Kaisar kapanpun dipanggil.
"Ma-maafkan hamba Yang Mulia." ucap Jenderal Istana ketakutan.
"Aku ampuni nyawamu kali ini tapi tidak lain kali untuk kekurangajaranmu ini!" sindir Kaisar Franz.
"Te-terima kasih Yang Mulia.
Kaisar Franz kemudian meninggalkan Jenderal Istana yang sedang berlutut ketakutan lalu mengajak Permaisuri Shiena ikut pergi bersamanya memasuki kereta kuda.
Kaisar Franz telah memerintahkan kepada Tuan Eit untuk menyiapkan dua kereta kuda yang biasa saja tanpa ada lambang Keluarga Kekaisaran untuk meminimalisir gangguan selama perjalanan dan berharap tidak ada yang mengetahui kepergian ini.
Namun setelah melihat aksi yang dilakukan oleh Jenderal Istana, Kaisar Franz mulai berfikir bahwa berita kepergiannya berbulan madu bersama Permaisuri Shiena telah diketahui semua orang. Sehingga membuat Kaisar Franz ragu untuk meninggalkan Istana saat ini juga.
Permaisuri Shiena yang menyadari kecemasan yang tiba-tiba terjadi pada Kaisar Franz mencoba menenangkan. Permaisuri Shiena kemudian memanggil Kepala Pelayan Istana, Tuan Eit dan juga Jenderal Istana bersamaan lalu memberi mereka perintah khusus untuk mengatur bawahannya agar berita ini tidak menyebar kemanapun karena jika ketahuan nyawa mereka lah yang menjadi taruhannya.
Permaisuri Shiena yang mengatakan itu dengan nada yang mengancam serta aura yang sangat kuat hingga mampu menekan ketiganya. Suasana di sekitar mereka menjadi turun drastis dan sangat mencekam seolah memberikan peringatan bahwa ini adalah peringatan yang sangat berbahaya.
Pelayan Istana, Jenderal Istana dan Tuan Eit segera mengangguk tanda setuju dan tak berani menjawab Permaisuri Shiena secara langsung. Setelah membaca fikiran ketiganya yangmana akan segera melaksanakan perintah darinya, Permaisuri Shiena seger pergi menemui Kaisar Franz.
Suasana yang awalnya sangat dingin dan mencekam perlahan menjadi seperti semula. Oksigen yang tadinya menipis hingga membuat ketiganya tidak bisa bernafas akhirnya bisa menarik nafas dengan lega.
'Siapa Permaisuri Shiena sebenarnya? Kenapa aku merasa Permaisuri Shiena jauh lebih hebat dan kuat dari yang terlihat?' fikir Tuan Eit bingung.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**