The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 277. Nasib Anastasya


Shiena yang baru bangun dari tidurnya merasa sangat terkejut saat melihat banyaknya kado dan hadiah yang berada di kamarnya. Seolah mengerti kebingungan Nonanya, Marry dan Ana pun menjelaskan asal dari semua kado itu.


"Nona pasti bingung darimana semua kado itu, bukan?" tanya Ana.


"Tentu saja." ucap Shiena.


"Kado itu berasal dari Bangsawan-bangsawan yang memberikan selamat atas Pertunangan Nona dengan Yang Mulia Kaisar." ucap Marry.


"Benarkah itu?" tanya Shiena.


"Ya, Nona." ucap Marry.


"Lalu mau kita apakan semua kado ini Nona?" tanya Ana.


"Karena kita telah menerimanya tidak mungkin jika semua kado itu dikembalikan jadi terima saja. dan aku ingin kalian berdua untuk buat list nama siapa saja Bangsawan yang telah memberikan kado padaku dan jangan lupa catat juga apa isinya." perintah Shiena.


"Baiklah, Nona." ucap Ana.


"Apakah Nona akan membuka semua kado ini sekarang?" tanya Marry.


"Tidak! Aku akan membuka semua kado itu nanti setelah urusanku selesai. Marry bantu aku bersiap-siap dan Ana siapkan kereta kuda." perintah Shiena.


"Baik, Nona." ucap Marry dan Ana bersamaan.


Setelah beberapa jam berlalu akhirnya Shiena pun telah selesai berdandan begitu pula dengan Marry dan Ana yang telah selesai mengganti pakaian mereka. Shiena, Marry dan Ana pun pergi menaiki kereta kuda dengan Lambang Keluarga Carrole. Semua orang yang melihat kereta kuda itu mulai bertanya-tanya siapa yang ada di dalamnya.


Sementara itu, Anastasya yang sedang duduk di pinggir Ruang Tahanannya mulai memikirkan cara agar dirinya bisa bebas dari Penjara Kekaisaran ini segera tapi tiba-tiba Anastasya mendengar percakapan antar Penjaga Tahanan. Penjaga Tahanan itu membicarakan tentang Acara Kenaikan Status Bangsawan dan juga Acara Kedewasaan Kaisar. Kedua Penjaga Tahanan itu merasan kecewa karena tak bisa datang melihat Acara Kenaikan Status Bangsawan dan Acara Kedewasaan Kaisar karena mereka harus bertugas menjaga Tahanan. Anastasya yang mendengar keluhan kedua Penjaga Tahanan itu bersikap biasa saja dan sesolah tidak perduli.


Namun, tiba-tiba ketika salah satu Penjaga Tahanan itu mengatakan tentang Kaisar Franz yang memberikan Pengumuman Resmi kepada semua tamu yang datang tentang Pertunangan antara Kaisar Franz dan Shiena. Anastasya yang mendengarnya menjadi kesal dan marah. Anastasya yang tak bisa menahan emosinya pun melempar piring makanan yang terbuat dari plastik yang ada di depannya ke dinding dengan sangat keras.


Kedua Penjaga Tahanan yang sedang mengobrol itu pun menjadi terkejut dan marah karena ada orang yang berani mengganggu mereka ketika sedang mengobrol. Kedua Penjaga Tahanan itu pun memutuskan untuk mencari tau asal suara itu. Mereka akhirnya mengetahui bahwa suara itu berasal dari Ruang Tahanan milik Anastasya karena kedua Penjaga Tahanan itu dapat melihat piring plastik yang hancur. Mereka juga mendengar teriakan amarah dan makian dari mulut Anastasya.


Kedua Penjaga Tahanan itu pun marah dan memukul sel ruangan Anastasya. Lalu, salah satu Penjaga Tahanan itu memerintahkan Anastasya untuk diam dan tidak berisik. Anastasya yang kesal justru memaki kedua Penjaga Tahanan hingga menyulut emosi kedua Penjaga Tahanan.


Duke Simons yang berada di Ruang Tahanan lain yang tak jauh dari Anastasya pun melihat perbuatan Kedua Penjaga Tahanan. Duke Simons yang masih marah dengan perbuatan Anastasya yang hanya memanfaatkannyan untuk kepentingan pribadinya akhirnya memilih untuk tidak melakukan apapun dan hanya mengabaikannya dan berpura-pura tidak melihat apa yang telah terjadi. Begitu pula dengan Pengikut Duke Simons yang lain yang tidak perduli dengan apa yang terjadi pada Anastasya karena mereka akhirnya mengetahui bahwa Anastasya lah dalang dari semua ini.


Anastasya yang menjadi bingung akhirnya mengucurkan keringat di keningnya. Raut wajah Anastasya berubah menjadi pucat dan seketika perasaan takut menyelimutinya. Anastasya yang ingin berteriak meminta tolong tak bisa mengeluarkan suaranya karena telah ada sesuatu yang menghalanginya dan Anastasya yang mencoba melarikan diri ternyata tak bisa bergerak sama sekali karena kedua tangan dan kakinya telah terikat.


Kedua Penjaga Tahanan itu yang melihat tubuh Anastasya yang terlihat kotor tapi tetap terlihat putih dan bersih akhirnya terfikirkan niat jahat. Tak hanya itu kedua Penjaga Tahanan itu pun baru menyadari jika Anastasya memiliki tubuh yang indah dengan beberapa bagian yang begitu menggoda sehingga kedua Penjaga Tahanan itu pun dikuasai oleh hawa nafsu.


Salah satu Penjaga Tahanan itu masih mengingat Peraturan yang harus mereka patuhi jika tak ingin dihukum oleh Kekaisaran sehingga mereka hanya menyentuh bagian atas dan bawah tubuh Anastasya dan tak melakukan hal yang lebih dari itu. Ketika kedua Penjaga Tahanan itu merasa tidak tahan lagi setelah puas bermain dengan Anastasya, mereka pun membuat Anastasya melayani mereka secara oral secara bergantian. Anastasya yang telah merasa lemas dan tak berdaya tak bisa menentang permintaan kedua Penjaga Tahanan. Dengan terpaksa Anastasya menuruti perkataan mereka dengan air mata yang berlinang jatuh ke pipinya.


Setelah merasa puas, kedua Penjaga Tahanan itu pun memakai kembali pakaiannya dan melepaskan sumpalan yang ada di mulut Anastasya. Penjaga Tahanan itu juga melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kaki Anastasya lalu membiarkan Anastasya terbaring di lantai yang dingin dengan hanya beralaskan tikar. Kemudian kedua Penjaga Tahanan itu keluar dari ruang Tahanan Anastasya dan menguncinya kembali.


Anastasya yang merasa bodoh karena tidak bisa melawan hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang malang. Anastasya juga merasa jijik pada tubuhnya yang telah disentuh oleh Rakyat biasa. Anastasya kemudian memukul-mukul bagian tubuhnya hingga merah sehingga terbesit satu keinginan untuk mengakhiri hidupnya tapi tiba-tiba ada seseorang yang datang yang membuat Anastasya menghentikan niatnya.


Shiena yang telah sampai di Penjara Kekaisaran pun segera turun dari kereta kuda. Sementara itu, Marry dan Ana yang mengetahui alasan Nonanya pergi tak bisa membiarkannya begitu saja karena takut akan merusak reputasi Shiena sebagai Calon Permaisuri masa depan tapi Shiena tidak perduli dan terus masuk.


Shiena tidak mengizinkan Marry dan Ana mengikutinya pun memerintahkan keduanya untuk menunggu di depan kereta kuda. Lalu, Shiena pun masuk ke dalam dengan langkah yang anggun dan berwibawa sehingga membuat semua Penjaga Tahanan menundukkan kepala sebagai tanda hormat.


Kepala Penjaga Tahanan yang mengetahui kedatangan Shiena segera menemui Shiena dan memberikan salam hormatnya. Kepala Penjaga Tahanan itu ingin mencium punggu tangan Shiena tapi Shiena menolaknya. Shiena kemudian mengatakan keinginannya yang ingin masuk dan menemui semua Pemberontak tapi Kepala Penjaga Tahanan tersebut melarang dengan alasan peraturan.


Shiena yang tak punya pilihan mengeluarkan Lencana Penyelidikan dan Hukuman yang dimilikinya sehingga membuat Kepala Penjaga Tahanan dan Penjaga Tahanan yang melihat Lencana itu pun terkejut karena mereka mengenal dan mengerti kegunaan Lencana itu.


Pemilik Lencana Penyelidikan dan Hukuman dapat mengendalikan Badan Penyelidikan Kekaisaran sehingga bisa melakukan apapun pada bukti yang dimiliki. Lalu Pemillik Lencana Penyelidikan dan Hukuman dapat menentukan hukuman apapun kepada orang yang dikehendaki. Pemilik Lencana ini juga bebas dalam melakukan apapun pada Tahanan yang dikehendakinya.


Akhirnya Kepala Penjaga Tahanan itu pun terdiam dan menuruti perkataan Shiena karena sekarang mereka menyadari bahwa Kekuatan Keluarga Carrole sangat lah kuat karena memiliki dua Lencana yang sangat absolut dan tak bisa digoyahkan oleh hukum apapun.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih