
Duchess Carrole yang sangat percaya pada Nyonya Maria pun menceritakan semua rencananya.
"Aku ingin meminta tolong pada ayahku, Raja terdahulu Kerajaan Emerald untuk membawa Shiena kembali ke alam nyata dan meminta bantuannya agar bisa membatalkan pertunangan Shiena dan Putra Mahkota." ucap Duchess Carrole.
Nyonya Maria yang mendengar hal itu pun menjadi sangat senang dan sangat mendukung rencana sahabatnya itu.
"Jika itu bisa membantu segera pemulihan Shiena. Aku bisa jamin bahwa Roan pasti akan membantumu Vio. Sejujurnya, setelah mendengar semua yang telah terjadi pada Shiena. Aku sangat ingin pertunangan itu dibatalkan." ucap Nyonya Maria.
"Terima kasih Mari untuk pertolonganmu. Aku pun sudah tidak sudi memiliki menantu sepertinya meskipun dia calon kaisar sekalipun." ucap Duchess Carrole marah.
"Tak perlu berterima kasih. Bukankah kita adalah sahabat. Roan akan segera ke Kediaman Carrole segera. Aku jamin itu. Aku akan selalu mendukung mu. Keluarga Marquess Laurence akan selalu menjadi sekutu Keluarga Duke Carrole." ucap Nyonya Maria.
"Terima kasih Mari." ucap Duchess Carrole terharu.
Setelah selesai menghubungi Nyonya Maria, Duchess Carrole pun mempersiapkan barangnya agar bisa segera pergi ke Kerajaan Emerald.
Di kediaman Laurence, Nyonya Maria yang telah mendapatkan permintaan dari Duchess Carrole sahabatnya pun memanggil Kepala Pengurus Rumah Tangga Keluarga Laurence.
"Hamba menghadap Nyonya Marchioness Laurence." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Dimana keponakanku berada?" tanya Nyonya Marria.
"Saat ini Tuan Muda Roan ada di dalam kamarnya sedang bersiap pergi ke Menara Sihir." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Kalau begitu, segera panggil Roan menemuiku sekarang." ucap Nyonya Marria.
"Baik Nyonya." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
Kepala Pengurus Rumah Tangga pun pergi ke Kamar Tuan Muda Roan dan memintanya segera menemui Nyonya Maria sebelum kepergiannya ke Menara Sihir.
Tookkkk... Tokkk... Tokkk
(Ketukan pintu)
Tuan Muda Roan yang mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya langsung memerintahkan pelayannya untul melihat siapa yang datang dan mempersilahkannya masuk.
"Cepat pergi dan lihat siapa yang datang. Jika itu hal penting maka persilahkan dia segera masuk." perinta Tuan Muda Roan.
"Baik Tuan Muda." ucap pelayan.
Pelayan yang telah mendapatkan perintah pun langsung pergi ke depan pintu dan melihat ada Kepala Pengurus Rumah Tangga. Akhirnya pelayan itu mempersilahkan Kepala Pengurus Rumah Tangga masuk karna pelayan itu yakim bahwa ada hal yang penting yang harus segera di sampaikan.
Kepala Pengurus Rumah Tangga pun masuk dan memberi salam kepada Tuan Muda Roan.
"Hamba menghadap Tuan Muda Keluarga Laurence." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga sopan.
"Hentikan basa basinya. Katakan apa yang terjadi?" tanya Tuan Muda Roan.
"Nyonya Maria meminta hamba memanggil Tuan Muda datang menemuinya." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Ada urusan apa?" tanya Tuan Muda Roan.
"Maafkan kelancangan hamba Tuan Muda tapi hamba sungguh tidak tau." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Silahkan Tuan Muda." jawab Kepala Pengurus Rumah Tangga.
Tuan Muda Roan pun mengikuti Kepala Pengurus Rumah Tangga menemui Nyonya Maria.
"Hamba menghadap Nyonya Marchioness Laurence." ucap Tuan Muda Roan.
"Sudah bibi bilang. Jangan terlalu sopan pada bibi. Kita adalah keluarga." ucap Nyonya Maria.
"Maafkan aku bi." ucap Tuan Muda Roan.
"Tak masalah Roan. Bibi ingin meminta tolong padamu." ucap Nyonya Maria.
"Katakan saja bibi. Aku pasti akan membantu." ucap Tuan Muda Roan percaya diri.
"Baiklah. Tadi, Nyonya Duchess Carrole menghubungi bibi meminta dirimu menghubungkannya ke seorang yang hebat di Menara Sihir untuk membantunya berteleportasi ke Kerajaan Emerald." ucap Nyonya Marria.
"Jika hanya Ke Kerajaan Emerald. Aku bisa melakukannya bibi. Aku akan membawa Nyonya Duchess Carrole pergi dan akan sampai dalam lima menit." ucap Tuan Muda Roan meyakinkan.
Nyonya Maria yang mendengar hal itu menjadi sangat senang.
"Baiklah. Jika begitu segeralah ke Kediaman Duke Carrole dan temui Nyonya Duchess Carrole." ucap Nyonya Maria.
"Baik bibi tapi jika aku boleh tau. Kenapa Nyonya Duchess mau kembali ke Kerajaan Emerald?" ucap Tuan Muda Roan.
"Duchess ingin meminta bantuan ayahnya untuk menyelamatkan Shiena dan membatalkan pertungan Shiena dan Putra Mahkota." ucap Nyonya Maria.
Tuan Muda Roan yang mendengar hal itu memiliki semangat baru dan memiliki harapan baru.
*Benar juga Shiena adalah cucu dari Raja terdahulu dari Kerajaan Emerald. Kerajaan Emerald terkenal dengan sihir cahayanya. Shiena bisa sadar jika seperti ini dan lagi Kerajaan Emerald adalah sekutu terkuat Kekaisaran Pearl jika Raja terdahulu Kerajaan Emerald yang meminta langsung pertunangan ini dibatalkan. Maka semua pasti akan baik-baik saja.* fikir Tuan Muda Roan.
"Baik bibi. Aku akan segera pergi. Aku permisi untuk bersiap bibi." ucap Tuan Muda Roan yakin.
"Silahkan keponakanku." ucap Nyonya Maria.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. π
Terima kasih.. π₯°πβ€π
β **Noteβ
Hai readers..
Author mau minta maaf karna sepertinya mulai besok update nya akan berubah menjadi sehari satu kali karna kondisi author yang sedang sakit..
Tapi untul crazy up nya masih berlaku ya.. Jangan Lupa like, komen, dan vote nya..
ππ₯°β€π**