
Anastasya yang mendapatkan surat dari Mantan Putra Mahkota Brian menjadi pucat pasi dan kepalanya tiba-tiba pusing. Amy yang melihat shiena pun memutuskan untuk segera kembali ke rumah.
Anastasya pun kembali ke Rumah dan Amy yang berencana memanggil Dokter di halangi oleh Anastasya. Anastasya meminta Amy untuk keluar dan meninggalkannya sendirinkarena butuh istirahat. Amy yang percaya pun setuju dan membiarkan Anastasya sendiri di dalam kamar.
Anastasya yang telah sendiri membuka kembali surat dari Mantan Putra Mahkota Brian. Anastasya tak menyangka Mantan Putra Mahkota Brian masih bisa mengirimkannya surat ancaman seperti itu.
Anastasya tak terlalu khawatir jika Mantan Putra Mahkota Brian menyangkutkan dirinya dalam masalah itu karena Anastasya telah memiliki rekaman suara yang menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan telah mencegah rencana Mantan Putra Mahkota Brian tapi hal itu sangat beresiko karena jika Penyidik dan pihak Keluarga Kekaisaran tidak percaya maka Anastasya akan bernasib sama seperti Mantan Putra Mahkota Brian yang dipenjara.
'Tidak! Aku tidak mau di penjara atau pun ikut dipenggal juga. Aku harus memikirkan caranya.' ucap Anastasya dalam hati.
Anatasya merasa kebingungan itu pun bertanya pada Counteas Larsca dan benar saja, Countess Larsca telah memiliki rencana baru untuk masalah yang di hadapi Anastasya. Anastasya yang setuju dengan rencana itu pun hanya tersenyum.
Countess Larsca menyarankan kepada Anastasya untuk segera menemui Mantan Putra Mahkota Brian dulu di penjara sebelum Mantan Putra Mahkota Brian mengatakan semuanya.
Anastasya yang mengerti pun bergegas menemui Mantan Putra Mahkota Brian di Penjara.
Sementara Mantan Putra Mahkota Brian yang telah kesal dengan sikap Anastasya yang tak setia padanya ingin sekali melihat apa reaksinya jika Mantan Putra Mahkota Brian mengatakan bahwa dirinya telah tau semuanya.
Anastasya yang telah sampai di Penjara meminta Penjaga Tahanan untuk memanggil Mantan Putra Mahkota Brian karena dirinya ingin mengunjungi Mantan Putra Mahkota Brian.
Anastasya datang tak sendiri tapi juga bersama Amy dan membawakan makanan enak yang pasti disukai oleh Mantan Putra Mahkota Brian.
Mantan Putra Mahkota Brian pun datang dan melihat Anastasya yang duduk cantik sambil tersenyum ramah kepadanya. Seketika amarah Mantan Putra Mahkota Brian itu menghilang.
Setelah bertemu dengan Mantan Putra Mahkota Brian, Anastasya memperlakukan Mantan Putra Mahkota Brian dengan sangat baik. Anastasya memerintahkan Amy membuka bekal makanan yang telah disipakan dan dibawah.
Anastasya beralasan bahwa dirinya telah sengaja mempersiapkan makanan itu dengan tangannya sendiri khusus untuk Mantan Putra Mahkota Brian padahal kenyataannya makanan itu dibeli oleh Anastasya dijalan dan hanya mengganti kotaknya saja.
Anastasya sengaja bersikap baik kepada Mantan Putra Mahkota Brian untuk merebut hatinya seolah saat ini dirinya masih sangat mencintai Mantan Putra Mahkota Brian dan rencana pertunangan serta pernikahan itu terjadi karena terpaksa.
Anastasya menggunakan bayi yang ada di dalam kandungannya sebagai alasan dirinya melakukan semua ini. Anastasya beralasan jika dirinya harus memikirkan masa depan bayinya dan tak boleh egois dengan memikirkan perasaannya saja yang ternyata masih tertuju pada Mantan Putra Mahkota Brian.
"Jika kau tak ingin bersamanya, kau tak harus menikah dengannya." ucap Mantan Putra Mahkota Brian menggenggam tangan Anastasya.
"Aku tak bisa. Jika aku tak menikahinya bagaimana nasib anak kita, Yang Mulia?" tanya Anastasya melepas tangan Mantan Putra Mahkota Brian dan pura-pura menangis.
"....." Mantan Putra Mahkota Brian diam.
'Jangan kau sentuh aku. Aku tak sudi di sentuh oleh rakyat jelata sepertimu. Meskipun kau itu memiliki darah Keluarga Kekaisaran tapi sekarang kau tak punya status apapun' ucap Anastasya dalam hati.
"Maafkan aku, aku terpaksa melakukannya. Semua demi anak kita." ucap Anastasya mengulangi.
"Aku mengerti tapi apa kau tak memikirkan perasaanku?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian
'Apa perduliku? Jika kau harus dipenggal pun aku tak peduli asal kau tak menyeretku!' fikir Anastasya.
"Maafkan aku, Yang Mulia. Lalu, apa aku harus bersikap egois dan menjadikan anak kita sebagai korbannya?" tanya Anastasya.
"A-aku..." ucap Mantan Putra Mahkota Brian yang bingung.
"...." Anastasya pura-pura sedih.
'Anastasya masih mencintaiku tapi dia terpaksa melakukannya demi bayi kami. Aku harus bisa ikhlas dan menerima semua ini.' fikir Mantan Putra Mahkota Brian.
"Aku mengerti. Kau pasti hanya ingin agar anak kita tak dihina oleh orang lain." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Berjanjilah bahwa kau akan menjaganya." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
'Tentu saja aku akan menjaganya jika Duke Simons berhasil mengkudeta Kekaisaran Pearl tapi jika tidak anak ini harus mati!' ucap Anastasya dalam hati.
"Aku berjanji Ian." ucap Anastasya senyum.
"Aku senang mendengarnya." ucap Mantan Putra Mahkota Brian berpura-pura tegar.
"Ian, jangan khawatir. Ketika anak ini besar aku janji akan ceritakan semuanya padanya tentang siapa ayah kandungnya dan bagaimana ayahnya bisa terbunuh. Aku yakin anak kita pasti akan bisa membalaskan dendammu." ucap Anastasya.
Mantan Putra Mahkota Brian yang mendengar perkataan Anastasya menjadi cerah seolah memiliki harapan baru.
"Kau benar. Dia pasti bisa membalaskan semua dendamku. Dia akan menjadi Kaisar yang baru menggantikanku. Kau harus menjaganya, tasya." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Percayalah padaku, Ian." ucap Anastasya.
"Ya, aku percaya padamu." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Kau tak akan menyeretku dan bayi kita kan dalam masalah ini, Ian?" tanya Anastasya.
"Tentu saja tidak. Aku tidak akan membuat anakku berada dalam bahaya karena dia adalah harapanku satu-satunya." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Terima kasih, Ian." ucap Anastasya.
Anastasya sangat senang karena rencananya dan Countess Larsca telah berhasil. Mantan Putra Mahkoya Brian telah masuk ke dalam rencana Anastasya. Anastasya pun meminta Mantan Putra Mahkota Brian untuk makan makanan yang telah dibawanya.
"Ian, makanlah. Aku telah menyiapkan ini semua untukmu." ucap Anastasya.
"Tentu saja. Kau makanlah juga." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
"Aku masih kenyang. Aku hanya ingin Ian memakannya demi anak kita." ucap Anastasya.
"Baiklah." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.
'Aku tidak sudi makan bersama denganmu yang sekarang rakyat jelata. Aku terpaksa harus bersikap baik padamu agar hidupku bisa selamat jika tidak jangankan bersikap baik padamu, melihatmu saja aku tidak mau!' ucap Anastasya dalam hati.
Mantan Putra Mahkota Brian pun memakan habis semua makanan yang dibawa Anastasya karena memang Mantan Putra Mahkota Brian merasa sudah lama tak makan makanan enak seperti ini semenjak di dalam penjara.
Anastasya pun meminta izin untuk kembali setelah Mantan Putra Mahkota Brian menyelesaikan makannya dan Anastasya juga meminta maaf tak bisa datang terlalu sering karena takut Duke Simons curiga dan dirinya juga membutuhkan istirahat yang banyak karena sedang mengandung.
Mantan Putra Mahkota Brian yang mengerti pun mengiyakan semua perkataan Anastasya. Mantan Putra Mahkota Brian pun kembali ke dalam ruang Tahanannya dengan wajah cerah karena merasa memiliki harapan baru di masa depan.
Anastasya yang baru saja keluar dari Penjara Kekaisaran memerintahkan Amy untuk membuang kotak bekal makanan itu dan bergegas kembali ke Rumah.
Sesampainya di rumah, Anastasya langsung mandi dan mengganti pakaiannya. Anastasya tak ingin berlama-lama tak membersihkan dirinya karena Anastasya merasa jijik dengan semua sentuhan yang diberikan oleh Mantan Putra Mahkota Brian pada tubuhnya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘