The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 42. Rencana Bertahan


Kepal Pengurus Rumah Tangga Kediaman Marquess Laurence memanggil Kepala pekerja di beberapa bagian seperti dapur, taman, kamar dan lain-lain.


Pertemuan itu di adakan di suatu ruang rahasia dak kedap akan suara jadi akan aman.


"Jika kalian sudah berkumpul, aku ingin memerintahkan kepada kalian agar nanti malam, bawalah semua pekerja dari tempat bagian kalian ke ruang bawah tanah sebelum tengah malam lalu lakukan ini tanpa di ketahui siapapu." perintah Kepala Pengurus Rumah Tangga.


"Apa saya boleh bertanya?" ucap Kepala Koki.


"Katakana!" ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.


"Kenapa kami harus melakukan itu? Apakah akan ada masalah besar ketika tengah malam?


"Benat, Mansion Kediaman Marquess akan di serang. Ingat jangan memeberi tahukan semua ini kepada siapapun. Cukup lakukan saja jika ingin nyawa kalian selamat." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga


"Baiklah." ucap Koki.


Setelah memberi perintah, Kepala Pengurus Rumah Tangga langsung bergegas menyelesaikan tugasnya dan menemui Tuan Muda Roan.


"Hamba, menghadap Tuan Muda Roan." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga sopan.


"Katakan, Ada perlu apa Kepala Pengurus Rumah Tangga kemari?" tanya Roan.


"Hamba ingin memberi tahu kan sebuah rahasia yang besar Tuan Muda." ucapnya.


"Baiklah, ikuti aku." ucap Roan.


Kepala Pengurus Rumah Tangga diajak Tuan Muda Roan pergi ke ruang kerjanya dengan pengawalan ketat agar tidak ada seorangpun tau dan curiga.


"Katakan apa rahasianya?" tanya Roan.


"Tuan Muda, hamba mendapatkan kabar bahwa malam ini Tuan muda Alexander akan mengadakan kudeta." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.


"Tidak mungkin." teriak roan sambil memukul meja.


"Hamba tidak mungkin berbohong Tuan. Hamba mengetahui ini dari Nona Shiena Ve Carrole, dia mengirimkan pengawal pribadinya untuk memberi tau dan mengirimkan surat ini." ucapnya sambil memberika surat.


Tuan Muda Roan pun mengambil dan membaca surat itu dan betapa terkejutnya dia dengan kenyataan itu.


"Baik, aku percaya padamu. Kita tangkap dia sekarang." ucap Roan marah.


"Jangan, Tuan, Jika anda menangkapnya sekarang, Tuan Muda Alex bisa mengelak Tuan. Sebaiknya kita ikutin saja dahulu rencana Tuan Muda Alex. Lalu kita tangkap saat itu. Saya yakin Tuan Muda Alex tidak akan bisa mengelak lagi." jawab Kepala Pengawas Rumah Tangga.


"Baik, aku setuju. Kita harus memikirkan cara untuk menyelamatkan semua orang termasuk bibiku." ucap Roan.


"Nona Shiena telah meminta bantuan Duke Carrole. Jadi sekarang ada kesatria terbaik Kediaman Carrole yang akan melindungi Nyonya tak diketahui siapapun." jawabnya.


"Benar, Tuan." jawabnya.


"Kau, harus mengecek dengan teliti makanan dan minumanku. Aku yakin sekalk bahwa dia akan meracuniku." perintah Roan.


"Tentu saja, Tuan Muda Roan." jawabnya.


Setelah menberikan info itu, Kepala Pengurus Rumah Tangga pun pamit untuk melakukan tugasnya.


Sementara di tempat lain, Shiena pun berencana untuk pergi membantu menolong di Kediaman Laurence.


'Aku harus pergi ke Kediaman Laurence dan menolong Nyonya maria.' gumam Shiena.


"Marry." panggil Shiena.


"Ya Nona, Apa anda memanggil saya?" tanya Marry.


"Ya benar. Kemana ayah dan ibuku pergi?" tanya Shiena.


"Ah, anda pasti tidak tau nona. Tuan dan Nyonya pergi ke istana menghadap Yang Mulia Kaisar untuk menerima hadiah saat acara Festival Bunga." jawab Marry.


' Hmmm, benar juga. Dikehidupanku sebelumnya, ayah dan ibu pergi ke istana karna Kediaman Carrole menang dalam acara tersebut. Ini bisa menjadi waktu yang tepat untukku.' ucap Shiena dalam hati.


"Marry, siapkan pakaianku. Malam ini aku akan menolong Nyonya Maria." perintah shiena.


"Jangan Nona. Saya mohon jangan pergi. Jika nona terluka kembali, saya tidak tau apa yang akan dilakukan Tuan dan Nyonya." ucap marry.


"Tenang saja. Kau tidak usah khawatir. Aku bisa menjaga diriku. Kau sudah mengetahuinya bukan jika aku bisa menggunakan sihir." ucap Shiena.


" Tentu saya mengetahuinya nona tapi anda perempuan nona. Bukankah Tuan Besar telah mengirimkan beberapa kesatria terbaik untuk membantu. Saya mohon tetaplah disini." ucap marry.


"Aku harus pergi Marry. aku tidak akan tenang jika tidak bisa memastikan secara langsung keselamatan Nyonya Maria dan semuanya." ucap Shiena.


Setelah beberapa perdebatan akhirnya Marry mengalah dan membantu nonanya untuk pergi dan memastikan tidak ada yang mengetahuinya.


#Bersambung#


Jangan lupa tekan Like, Komen, Vote dan Favorite..


Terima kasih..


❤🥰😍😘