
Lady Celestial yang tak berhenti akan niatnya mencoba berbagai cara mulai dari memelas rasa kasihan, membujuk bahkan mengancam tidak akan makan seharian jika keinginannya tidak terpenuhi tapi Marquess Granka dan Marchioness Granka tetap menolak keinginannya.
Marchioness Granka yang khawatir jika suaminya, Marquess Granka akan luluh dengan permintaan Lady Celestial karena rasa sayangnya yang begitu dalam akhinya mengajak Marquess Granka bicara berdua di kamar mereka.
"Ada apa istriku? Wajahmu cemas sekali!" tanya Marquess Granka khawatir.
"Aku mengkhawatirkan putri kita." ucap Marchioness Granka.
"Kenapa? Apakah dia sakit?" tanya Marquess Granka cemas.
"Tidak! Aku mengkhawatirkan sesuatu yang lebih parah dari itu untuk masa depannya." ucap Marchioness Granka.
"Jangan berbelit-belit! Katakan saja secara langsung. Apa maksudmu?" tanya Marquess Granka kesal.
Marchioness Granka yang sangat mengenal sifat Marquess Granka pun mengatakan kebenarannya sehingga membuat Marquess Granka semakin membulatkan tekadnya untuk menolak keinginan Lady Celestial.
"Jika yang kau katakan itu benar maka kita benar-benar harus melarangnya pergi ke Istana dan membuat rencana untuk menjauhkan fikirannya dari Yang Mulia Kaisar Franz." ucap Marquess Granka.
"Kita harus segera mencarikan calon suami untuknya." saran Marchioness Granka.
"Aku setuju tapi itu pilihan terakhir karena aku tidak ingin dirinya menjalani hidup tanpa cinta seumur hidupnya." ucap Marquess Granka.
Marquess Granka yang pusing dengan masalah ini pun pergi keluar dan berjalan-jalan sendiri mencari angin sementara Marchioness Granka bergerak mencari calon suami untuk putrinya.
Marquess Granka dulu pernah berfikir untuk menjodohkan keponakannya, Kaisar Franz, dan putri semata wayangnya, Lady Celestial tapi seiring berjalannya waktu dan kejadian-kejadian di masa lalu membuat Marquess Granka sadar jika jodoh itu tidak bisa di paksakan.
"Jodoh itu misteri tapi jodoh tidak bisa dipaksakan karena apapun yang kita lakukan untuk mendapatkan orang yang kita cintai padahal orang itu bukanlah jodoh kita maka hidup kita pasti akan sengsara." gumam Marquess Granka.
"Hah!" ucap Marquess Granka menghela nafas.
Marquess Granka ingat tentang hidup adiknya yang malang. Permaisuri terdahulu yang dicintai oleh Kaisar terdahulu tapi karena rasa cemburu yang dimiliki oleh Selir Kaisar terdahulu mengakibatkan adiknya meninggal tapi meskipun begitu perasaan itu tidak berubah Kaisar terdahulu tetap mencintai Permaisuri terdahulu dan menghukum Sang Selir dan bahkan memutuskan untuk tidak menikah lagi.
Kaisar terdahulu bahkan tetap melindungi dan menyayangi buah cintanya bersama Permaisuri terdahulu tanpa sepengetahuan orang lain. Hal ini lah yang membuat Marquess Granka yakin jika Lady Celestial keras kepala mengejar cintanya maka nasib buruklah yang akan menimpanya.
Marquess Granka tak ingin menjadi ayah yang baik tapi malah menjerumuskan Putrinya sendiri ke dalam neraka sehingga Marquess Granka akan melakukan apapun agar Lady Celestial sadar dan berhenti berfikir untuk mengejar cinta Kaisar Franz.
Pada malam harinya di dalam Istana, Kaisar Franz yang telah sengaja meninggalkan pekerjaannya terpaksa harus menggunakan kekuatannya menghentikan waktu agar dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sehingga pada malam tiba Kaisar Franz dapat makan malam bersama Permaisuri Shiena.
Setelah selesai makan malam, mereka pun pergi ke kamar mereka. Disana Kaisar Franz langsung menghentikan waktu dan meminta Permaisuri Shiena membuka Cincin Ruangnya. Permaisuri Shiena menurut dan melakukan sesuai keinginan Kaisar Franz.
"Aku telah beberapa kali kemari tapi semakin aku fikirkan aku semakin sulit percaya jika Permaisuriku adalah wanita yang sangat hebat dan tangguh." ucap Kaisar Franz berbaring di ranjang Permaisuri Shiena.
"Saya anggap itu pujian Yang Mulia." jawab Permaisuri Shiena.
Kaisar Franz yang melihat ekspresi wajah Permaisuri Shiena yang sedang tidak senang pun menggenggam tangan Permaisuri Shiena lalu menariknya dan Permaisuri Shiena pun berganti posisi yang saat ini terduduk di atas tubuh Kaisar Franz.
Kaisar Franz yang melihat ekspresi terkejut Permaisuri Shiena pun mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Permaisuri Shiena.
"Apakah aku dapat melakukannya disini?" ucap Kaisar Franz menggoda.
Permaisuri Shiena pun buru-buru bangkit dari atas tubuh Kaisar Franz tapi karena perbedaan kekuatan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Shiena kemudian tertarik dan jatuh berada di bawah Kaisar Franz.
"Jangan marah! Aku akan katakan padamu semuanya tentang Keluarga Kekaisaran." ucap Kaisar Franz.
Permaisuri Shiena yang bingung dengan kata-kata Kaisar Franz pun terdiam di atas ranjang sementara Kaisar Franz telah bangun dan duduk di salah satu kursi di dalam kamar itu.
"Keluarga Kekaisaran Pearl memiliki aturan terikat dengan Dewa sejak awal Kekaisaran ini berdiri. Setiap Kaisar tidak akan bisa dengan mudah mendapatkan keturunan dari Permaisurinya jika Sang Permaisuri tidak melakukan Ritual Cinta Suci!" ucap Kaisar Franz.
"Ritual Cinta Suci? Apa itu?" tanya Permaisuri Shiena bingung.
"Itu adalah Ritual dimana Permaisuri akan berendam dan mandi di dalam Kolam Suci. Kolam itu berada di Istana tersembunyi di dalam Kamar Kaisar. Istana itu dijaga oleh seorang Penjaga Suci yang telah mengabdikan dirinya atas nama Dewa. Setelah Permaisuri berendam dan mandi di dalam kolam itu baru lah Permaisuri dapat hamil." ucap Kaisar Franz.
'Apakah ini benar? Ini hal yang baru aku tau tapi aku tidak bisa jika tidak percaya karena semua yang dikatakannya adalah kejujuran dan juga aku bahkan pernah reinkarnasi dan mengetahui bahwa Dewa itu benar-benar ada.' ucap Shiena dalam hati.
"Karena itu lah di dalam Istana Kekaisaran ini ada peraturan khusus yang tertulis dan tidak tertulis tentang anak seorang Ratu atau Selir tidak akan bisa naik Takhta selama masih ada Permaisuri dan anaknya." ucap Kaisar Franz.
"Jadi itu alasannya Ratu Monica melakukan hal kejam itu?" tanya Permaisuri Shiena.
"Benar! Oleh karena hal itu, aku bertekad tidak akan menikah lagi karena aku tak ingin ada kecemburuan Kekuasaan." ucap Kaisar Franz.
"Aku mengerti." ucap Permaisuri Shiena.
"Syukurlah. Sekarang apakah kau benar-benar telah siap untuk mengandung anak kita Permaisuriku?" tanya Kaisar Franz dengan tatapan genit.
"Ya-Yang Mulia!" teriak Permaisuri Shiena menutup wajahnya.
Kaisar Franz yang sangat suka melihat wajah malu-malu Shiena terus menggodanya hingga Kaisar Franz sendiri yang tidak sadar telah lepas kontrol.
Kaisar Franz mendekat ke ranjang dan membungkukkan tubuhnya dan menatap wajah Permaisuri Shiena. Kaisar Franz lalu membuka tangan yang menutupi wajah Permaisuri Shiena lalu meletakkan satu tangannya di dagu Shiena dan mengangkatnya sedikit ke arah wajah Kaisar Franz.
"Jangan malu! Bukankah aku adalah suamimu?" ucap Kaisar Franz.
Kaisar Franz dengan cepat mendaratkan ciuman di bibir Permaisuri Shiena lalu perlahan tapi pasti ciuman itu berubah semakin dalam dan intens. Kaisar Franz lalu menarik Shiena dengan tangan kanan di pinggang dan tangan kirinya di belakang kepala Shiena dan tanpa disadari saat ini Permaisuri Shiena telah berada di posisi sebelumnya.
Permaisuri Shiena yang merasa kekurangan oksigen pun menepuk satu kali pundak Kaisar Franz dan Kaisae Franz pun melepaskan ciumannya. Permaisuri Shiena pun menarik nafasnya terburu-buru dalam posisi terlentang dan sangat menggoda di mata Kaisar Franz.
Kaisar Franz yang telah dirasuki hawa nafsunya tidak membiarkan Permaisuri Shiena menarik nafas terlalu lama. Kaisar Franz pun melanjutkan aksinya turun ke setiap inci bagian tubuh Shiena hingga akhirnya mereka menghabiskan malam yang sangat panjang di dalam Cincin Ruang.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih