The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 156. Tuannya Tuan Grogolia


Keesokan paginya, Duke Simons seperti biasa langsung mengerjakana pekerjaannya sebagai Duke lalu Kepala Pelayan Rumah Tangga datang dan menyampaikan surat dari Anastasya yang mengatakan bahwa Ibunya, Countess larsca akan sampai di ibukota sebentar lagi.


Duke Simons pun dengan cepat memerintahkan Kepala Pelayan Rumah Tangga untuk membawakan kertas serta pena untuk membalas pesan itu. Duke Simons menulis akan mengunjungi Anastasya besok malam untuk makan malam sekalian ingin bertemu dengan Countess Larsca.


Lalu, Kepala Pelayan Rumah Tangga memberi tau Duke Simons bahwa Tuan Grogolia ada di ruang tamu dan ingin bertemu. Duke Simons yang mendengar itu menyipitkan matanya dan mengerutkan dahi.


Duke Simons bingung alasan Tuan Grogolia datang menemuinya karena seharusnya Tuan Grogolia tak perlu datang dan hanya perlu mengirimkan surat jika itu penting maka Duke Simons akan menemuinya secara langsung di tempat yang dijanjikan. Duke Simons memiliki firasat buruk tentang masalah ini.


"Apa yang membawamu datang kemari Tuan Grogolia?" tanya Duke Simons sinis.


"Ma-maafkan kelancangan saya, Tuan Duke. Sa-saya tidak bermaksud mengganggu waktu anda yang sangat berharga." ucap Tuan Grogolia khawatir.


"Langsung saja keintinya. Apa yang membuatmu harus kemari padahal kau sudah tau bahwa aku memintamu mengirim surat jika ada hal yang salah?" tanya Duke Simons kesal.


"Sa-saya ingin berhenti Tuan. Saya tidak bisa melakukan pekerjaan ini." ucap Tuan Grogolia takut.


"Berhenti? Apa kau ingin kehilangan semua bisnismu jika semua Investasi itu ku tarik?" tanya Duke Simons.


"Sa-saya mohon Tuan Duke. Jangan lakukan itu, jika anda menarik semua investasi maka bisnis saya akan hancur." ucap Tuan Grogolia.


"Itu urusanmu! Aku sudah menolongmu dan sekarang saatnya kau membalasnya." ucap Duke Simons.


"Saya sangat ingin membalasnya Tuan tapi saya khawatir jik rencana ini akan gagal." ucap Tuan Grogolia.


Tuan Grogolia sangat khawatir jika rencana yang telah disusun bersam Duke Simons akan gagal karena Shiena. Tuan Grogolia merasa bahwa Putri Tunggal Duke yang bernama Shiena Ve Carrole bukanlah gadis muda biasa. Insting Tuan Grogolia berkata bahwa akan jadi masalah besar jika rencana itu diteruskan.


Tuan Grogolia yang bingung pun memutuskan untuk menemui langsung Duke Simons karena jika ingin menghindari masalah besar nantinya maka Tuan Grogolia harus meyakinkan Duke Simons menghentikan niatnya untuk menghancurkan bisnis Duke Carrole.


Duke Simons ternyata tak ingin menghentikan rencana itu dan malah mengancam Tuan Grogolia yang memaksa Tuan Grogolia menceritakan hal yang terjadi padanya.


Duke Simona yang mendengar bahwa Tuan Grogolia takut akan ancaman seorang gadis kecil menjadi tertawa sementara wajah Tuan Grogolia menjadi semakin gusar dan bingung.


"Apa kau takut pada seorang anak kecil?" tanya Duke Simons.


"Tuan! Anda belum pernah bertemu dengannya ataupun berbicara dengannya tapi anda langsung membuat kesimpulan sendiri yang meremehkannya. Saya tidak pernah meremehkan siapapun musuh saya, Tuan dan Saya percaya akan insting saya. Saya tidak ingin hidup saya dan keluarga saya hancur karenanya saya menemui anda untuk menghentikan semuanya tapi anda malah tertawa dan menganggap ini lelucon." jawan Tuan Grogolia marah.


"Apa kau sedang marah saat ini Tuan Grogolia?" tanya Duek Simons.


"Tentu saja, saya marah Tuan. Saya ingin berhenti melakukan ini dan jika Tuan Duke ingin menghancurkan Keluarga Duke Carrole maka lakukanlah sendiri. Saya mundur!" ucap tegas Tuan Grogolia.


"Apa kau ingin kehilangan seorang investor kaya?" tanya Duke Simons.


"Seorang investor? Saya bisa mencarinya lagi tapi nyawa tak bisa dicari lagi!" tegas Tuan Grogolia.


Tuan Grogolia yang marah pun berpamitan kepada Duke Simons dan kembali ke rumahnya dengan kereta kuda dengan cepat. Wajah Duke Simons berubah menjadi sangat buruk karena mendapatkan penolakan dari seorang rakyat jelata.


Keesokan harinya Duke Simons menyelesaikan semua pekerjaan dengan cepat dan malah fokua dengan pekerjaannya yang menumpuk. Duke Simons saat ini sedang di pusingkan dengan bisnisnya yang mulai mengalami kebangkrutan karena jalur perdagangan yang terhambat akibat salju turun terlalu deras.


Duke Simons juga kehilangan selera makannya karena makanan yang terasa tidak terlalu enak seperti biasa disebabkan kurangnya rempah-rempah yang digunakan saat memasak.


Duke Simons yang merupakan salah satu Keluarga Kekaisaran yang memiliki bisnis restoran ataupun tempat bersantai para Bangsawan yang mulai memutar otak untuk masalah bisnis mereka.


Bahkan tiga hari setelah salju turun, sudah ada tiga Keluarga Bangsawan yang terancam bangkrut, mendengar hal itu Duke Simons mengerutkan dahinya karena Bangsawan tersebut berasal dari Fraksi Oposisinya.


Jika Keluarga itu bangkrut maka fondasi kekuatan Fraksi Oposisi akan berkurang dan menyebabkan kelemahan pada kekuatan Fraksi Opisisi dalam menekan Fraksi Kekaisaran.


Disaat yang bersamaan, Duke Simons juga mulai tertarik dengan Bisnis milik Toko Pelelangan yang telah berubah nama. Toko tersebut tak mengalami masalah apapun dan bahkan semakin berjaya karena dapat melakukan pelelangan besar-besaran untuk rempah-rempah yang menyebabkan semakin mahalnya harga rempah-rempah yang ada.


"Bagaimana mungkin Toko kecil itu bisa mendapatkan pemasok rempah-rempah? Mereka bahkan menjualnya dengan harga sanggat tinggi bahkan sepuluh kali lipat dari harga biasa." ucap Duke simons kesal


"Saya tidak tau Tuan, tapi saya dengar bahwa telah ada investor besar bernama Gadis Penyelamat yang memberika dana yang cukup besar dan membantu memasok rempah-rempah pada Toko Pelelangan itu." ucap Kepala Pelayan Keluarga Duke Simons.


"Gadis Penyelamat? Cari tau tentangnya dan buat janji agar aku bisa bertemu dengannya jika bisa kau harus membuatnya berada di pihak kita sebelum Gadis Penyelamat itu menjadi bagian dari Fraksi Kekaisaran!" ucap Duke Simons.


"Baik, Tuan." ucap Kepala Pelayan dan pergi.


Duke Simons mengalami masalah yang sangat banyak pada bisnis dan keuangannya. Meskipun itu tidak mampu untuk membuatnya menjadi bangkrut tapi hal itu cukup membuat sakit kepala.


Duke Simons yang pusing memilih untuk menemui Anastasya dan berharap dapat menghilangkan sedikit ketegangan pada saraf kepalanya.


Beberapa jam kemudia, Duke Simons telah sampai di Vilanya dan disambut dengan hangat oleh Anastasya yang ternyata sudah menunggunya dari tadi. Anastasya memperkenalkan Countess Larsca yang merupakan ibu kandung Anastasya.


Duke Simona beserta yang lainnya pun makan malam sambil berbincang ringan bersama Countess Larsca dan Anastasya. Setelah selesai makan, Countess Larsca naik ke kamarnya terlebih dahulu sementara Anastasya dan Duke Simons berjalan-jalan santai berdua.


Saat suasana menjadi tenang dan hangat Anastasya mengatakan tujuannya yang ingin berjalan-jalan dengan Duke Simons. Anastasya pun menceritakan kehamilannya dan memberitau bahwa Duke Simons adalah ayah dari bayi yang sedang dikandungnya.


Duke Simons sangat senang mendengarnya, sebenarnya Duke Simons sangat kesepian apalagi setelah meninggalnya kedua orang tuanya. Duke Simons pun mengungkapkan rencananya untuk segera menikahi Anastasya sebelum kandungannya semakin membesar.


Anastasya pun menolak karena keinginannya yang ingin menjadi Permaisuri yang sangat tinggi sehingga membuat raut wajah Duke Simons yang telah cerah menjadi menegang kembali terutama saat Anastasya mengungkapkan keinginannya untuk membohongi Putra Mahkota tentang kehamilannya.


Duek Simons tak ingin wanita yang dicintainya serta calon anaknya bersama pria lain sehingga Duke Simons meyakinkan kembali Anastasya bahwa dia akan melakukan Kudeta itu tepat sebelum Putra Mahkota naik Takhta sehingga membuat dirinya lah yang naik Takhta menjadi Kaisar.


Anastasya yang mendengar hal itu menjadi sangat senang tapi Anastasya tak langsung percaya tanpa ada bukti sehingga Anastasya tak ingin melepas Putra Mahkota maupun Duke Simons.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘