The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 131. Rencana Kudeta


Anastasya yang kesal dengan sikap Putra Mahkota yang masih memikirkan mantan tunangannya membuat Anastasya pergi menemui Duke Simons. Duke Simons yang mendengar Anastasya mencarinya menjadi sangat senang dan pergi berjalan-jalan bersama.


Ketika sedang berjalan-jalan bersama, Putra Mahkota mencari Anastasya tapi tak menemukannya sehingga Putra Mahkota menyuruh pelayannya mencari keberadaan Anastasya.


Tak butuh lama pelayan tersebut pun menemukan keberadaan Anastasya dan mengabarkannya pada Putra Mahkota. Putra Mahkota yang marah mendengar bahwa Anastasya pergi bersama pria lain pergi mengejar Anastasya.


Namun ketika Putra Mahkota sampai, dia tak melihat keberadaan Duke Simons dan hanya melihat Anastasya yang sedang duduk sendirian. Putra Mahkota pun menghampiri Anastasya.


Anastasya yang melihat keberadaan Putra Mahkota hanya mengabaikannya. Anastasya sangat marah pada Putra Mahkota, Putra Mahkota yang tak terima di abaikan pun marah pada Anastasya dan mengancam bahwa Putra Mahkota akan menghancurkan keluarganya jika Anastasya masih bersikeras untuk mengabaikannya.


Anastasya yang mendengar ancaman Putra Mahkota menjadi marah dan tak terima sehingga terjadilah adu mulut antar keduanya. Ketika sedang terjadi keributan itu, Duke Simons yang pergi karena ada panggilan mendadak datang kembali menemui Anastasya.


Duke Simons melihat dan mendengar semua yang dikatakan dan diucapkan oleh Putra Mahkota. Duke Simons yang marah dan tak terima akan tindakan Putra Mahkota menghampiri mereka tapi malah dihadang oleh kesatria yang berjaga.


Duke Simons sangat khawatir pada Anastasya dan setelah Putra Mahkota pergi meninggal Anastasya. Duke Simons datang dan menemui Anastasya. Duke Simons membawa Anastasya ke tendanya.


"Apa yang terjadi? Kenapa Putra Mahkota sangat kasar dan mengancammu seperti itu?" tanya Duke Simons.


Anastasya yang sangat marah pada sikap Putra Mahkota mencoba mengadu domba Putra Mahkota dan Duke Simons dan mengambil keuntungan dari keduanya.


"Se-sebenarnya Putra Mahkota menyukaiku tapi dia juga menyukai Nona Shiena bahkan memberikan hasil buruan terbaiknya pada Nona Shiena. Aku tak tau bagaimana perasaan Nona Shiena tapi itu menyakitiku. Putra Mahkota bahkan melarang aku dekat dengan pria termasuk denganmu Val." ucap Anastasya.


"Dasar Pria Mata Keranjang! Apa tak cukup baginya memiliki satu wanita bahkan ingin memiliki yang lain. Pantas saja pertunangannya dengan Lady Shiena dibatalkan." ucap Duke Simons.


"Kau benar Val." ucap Anastasya sambil menangis.


"Kalau begitu, kau tinggalkan saja Putra mahkota Tasya. Aku berjanji bahwa aku akan selalu menyayangimu dan hanya kau lah wanitaku tak ada yang lain." ucap Duke Simons sambil memegang tangan Anastasya.


'Aku memang tak menyukai sikap Putra Mahkota tapi demi menjadi Permaisuri aku masih bisa bertahan jadi maafkan aku Val kecuali jika kau adalah Putra Mahkota atau Kaisar barulah aku mau bersamamu!' fikir Anastasya.


"Aku tak bisa Val." ucap Anastasya pura-pura sedih.


"Kenapa?" tanya Duke Simons.


"Kau dengarkan tadi bahwa Putra Mahkota mengancam akan menghancurkan keluargaku. Aku tak bisa jika keluargaku dalam bahaya. Aku harus melindungi mereka." ucap Anastasya.


"Tapi jika seperti itu, kau akan menderita. Aku tak bisa melihatmu seperti itu." ucap Duke Simons.


"Aku tau tapi aku harus bisa bertahan meskipun sakit padahal hatiku telah memilihmu Val. Kau lebih baik daripada Putra Mahkota. Kau sangat baik dan perhatian padaku tapi aku tak bisa bersamamu Val. Aku harus menjadi Permaisuri dan melindungi keluargaku." ucap Anastasya.


"Apa kau tak bisa menjadi wanitaku saja dan masalah keluargamu aku yang akan melindunginya." ucap Duke Simons.


"Maafkan aku Val." ucap Anastasya.


Duke Simons memikirkan cara agar bisa bersama dan bersatu dengan Anastasya meskipun harus melakukan hal yang berbahaya dan bertentangan sekalipun.


"Aku akan membantumu menjadi Permaisuri dan setelah itu kau harus membantuku menghabisi Putra Mahkota. Aku akan melakukan kudeta dan menjadi Kaisar. Lalu kita akan bersama selamanya." ucap Duke Simons.


"Ya dan itulah janjiku." ucap Duke Simons.


Anastasya yang mendengar hal itu menjadi sangat senang karena jika Duke Simons berhasil melakukan kudeta dan menjadi Kaisar, dirinya dapat menjadi Permaisuri dan tak perlu mengemis pada Putra Mahkota.


Anastasya yang sangat senang pun memeluk Duke Simons. Duke Simons yang terkejut karena Anastasya memeluknya pun membalas pelukan itu lalu Duke Simons meminta izin mencium Anastasya dan Anastasya pun menganggukkan kepalanya.


Anastasya dan Duke Simons pun berciuman yang awalnya hanyalah ciuman biasa lama kelamaan menjadi semakin dalam sehingga membuat Anastasya susah bernafas.


Anastasya pun memukul pundak Duke Simons dan Duke Simons pun melepaskan ciumannya dan setelah Anastasya mendapatkan udaranya yang cukup. Duke Simons pun mencium Anastasya. Anastasya pun tak menolak sama sekali hingga ciuman itu pindah ke leher dan bagian tubuh lainnya milik Anastasya sampai akhirnya mereka pun melakukan hubungan intim layaknya suami istri beberapa kali.


Anastasya yang tertidur tanpa selembar pakaian pun terbangun karena Duke Simons menyentuh wajahnya. Anastasya pun tersenyum kepada Duke Simons dan dibalas dengan ciuman di pundak tangam Anastasya.


"Terima kasih telah menerimaku. Aku janji aku akan membantumu menjadi Permaisuri dan aku janji bahwa rencana kita nantinya untuk melakukan kudeta pasti akan berhasil." ucap Duke Simons.


"Aku percaya padamu Val tapi aku khawatir dengan Lady Shiena. Putra Mahkota sepertinya memiliki perasaan padanya." ucap Anastasya pura-pura sedih.


"Jangan khawatir. Aku akan membuat Keluarga Duke Carrole bangkrut dan aku yakin setelah Keluarga Duke Carrole bangkrut Putra Mahkota tak akan melirik Nona Shiena lagi." ucap Duke Simons.


"Benarkah itu Val?" tanya Anastasya semangat.


"Tentu saja. Percayalah." ucap Duke Simons.


"Terima kasih Val. Aku percaya padamu." ucap Anastasya.


Disisi lain, Putra Mahkota yang tak terima kekalahan dengan Tuan Muda Roan melampiaskan amarahnya pada Anastasya dan setelah meninggalkan Anastasya. Putra Mahkota tak bisa menahan emosinya sehingga melempar semua benda yang ada di depannya. Putra Mahkota sangat marah karena pengabaian dari Shiena dan berita tentang Anastasya yang dekat dengan pria lain.


"Bagaimana bisa aku kalah darinya? Aku adalah Putra Mahkota dan Calon Kaisar di masa depan. Seharusnya orang itu mengalah padaku! Lihat saja aku akan membalasnya nanti." ucap Putra Mahkota.


"Tenanglah Yang Mulia." ucap Robert.


"Bagaimana aku bisa tenang? Aku calon Kaisar dan aku dipermalukan seperti ini lagi. Lalu Shiena masih saja bersikap dingin padaku dan Anastasya malah dekat dengan pria lain." ucap Putra Mahkota.


"Hamba mohon Yang Mulia tenanglah. Saya tau Yang Mulia saat ini sedang marah tapi sekarang bukan waktu yang tepat." ucap Robert.


"Kau benar. Siapkan aku air hangat aku mau mandi." perintah Putra Mahkota.


"Baik Yang Mulia." ucap Robert.


Robert pun meminta pelayan mempersiapkan air mandi Putra Mahkota dan baju gantinya lalu menyediakan makanan serta cemilan untuk Putra Mahkota.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘