The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 64. Kepulangan Duke dan Duchess


Zee yang telah mengetahui bahwa Putra Mahkota, Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan datang langsung memberi kabar pada Duke dan Duchess Carrole.


Duke dan Duchess yang saat ini ada di istana mempercepat kepulangan mereka yang awalnya keesokan paginya menjadi langsung pulang bahkab sebelum penyerahan hadiah dari kaisar.


Duke dan Duchess sangat mencemaskan keadaan Shiena yang baru selamat dan sembuh juga merasa khawatir dengan kunjungan Putra Mahkota.


Duke dan Duchess mempercayai Tuan Muda Alphonso karna dia adalah guru yang baik dan bertamggung jawab lalu dia juga merupakan anak tertua Duke Watson dan artinya calon penerus nama kelurga Duke Watson.


Selain Tuan Muda Alphonso, Duke dan Duchess juga mempercayai Tuan Muda Roan karna telah mengenalnya sejak kecil dan bibinya adalah sahabat Duchess Carrole dan sudah dipastikan mendapatkan didikan yang baik.


Sementara Putra Mahkota adalah orang yang ceroboh, sombong dan tidak bertanggung jawab dan pertama kalinya dia diberi kepercayaan malah membuat Shiena di culik dan hampir kehilangan nyawanya jika sihirnya tidak bangkit.


"Istriku, sebaiknya kita segera kembali." ucap Duke.


"Tentu saja suamiku. Aku sangat merindukan dan memcemaskan keadaan Shiena." ucap Duchess.


"Kau benar. Terlebih lagi Putra Mahkota memanfaatkan kesempatan untuk pergi menemui Shiena saat kita tidak ada di Mansion." ucap Duke.


"Apa? Putra Mahkota ada di Mansion kita? Kita harus segera kembali suamiku. Aku tidak mempercayainya." ucap Duchess tiba-tiba.


"Tentu saja kita akan segera kembali." ucap Duke menyakinkan.


Setelah acara pemberian hadiah dari Yang Mulia Kaisar Duke dan Duchess Carrole bergegas meminta izin untuk kembali ke kediaman mereka dan Yang Mulia Kaisar pun mengizinkannya.


Duke dan Duchess kembali pulang dengan menggunakan sihir teleportasi Angin milik kesatria Carrole sedangkan semua barang dan pengawal beserta kesatria lainnya menyusul kembali menggunakan kereta kuda.


Setelah sampai di Mansion Utama Duke dan Duchess melihat Shiena yang mencoba mendekati Putra Mahkota seperti sedang menenangkan amarah .


"Suamiku, lihatlah! Sepertinya telah terjadi pertikaian disana dan Shiena seperti sedang menenangkan Putra Mahkota." ucap Duchess.


Lalu setelah Duchesa berbicara, Duchess melihat Putra Mahkota mendorong Shiena yang lalu di tangkap oleh Tuan Muda Roan, keponakan sahabat Duchess.


Setelah Duchess melihat Shiena dibawa kembali oleh Marry, Duchess langsung mengikuti di belakangnya sementara Duke masih berdiri di tempatnya.


Duke Carrole sangat marah dan tidak terima semua perbuatan Putra Mahkota yang menyakiti Putri Semaya Wayang nya.


Duke dan Duchess sangat menyayangi dan mencintai Shiena, mereka tidak pernah memukul, memarahinya ataupun mengeluarkan suara keras padanya.


Duke yang melihat putri kesayangannya dicelakai oleh seseorang yang bahkan tidak bisa dikatakan tunangannya karna belum diberitahukan secara resmi sampai dua kali.


Saat Duke sudah marah sampai ke ubun-ubunnya, Duke melihat Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso yang memarahi Putra Mahkota lebih dulu.


Duke Carrole yang melihat itu pun hanya bisa geleng-geleng kepala.


*Putriku, kau telah membuat tiga orang pria


jatuh kedalam pelukanmu dan rela melakukan apapun untukmu. Ayahmu ini khawatir. Jika kecantikanmu adalah sebuah dosa maka ayahmu ini akan selalu mengirim persembahan ke Kuil Dewa.* fikir Duke Carrole.


Saat Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso mengatakan semua yang ingin dikatakan oleh Duke lalu ada seorang pelayan yang bersikap sombong membuat Duke tidak bisa berdiam diri lagi.


"Jika kau ingin bicara soal status maka lihatlah dulu statusmu. Kau seorang pelayan tapi nyalimu besar sekali berkata seperti itu kepada bangsawan!" ucap Duke Carrole.


Kepala Pelayan Kekaisaran yang mendegar kata-kata itu langsung takut dan wajahnya berubah pucat pasi dan tau jauh berbeda begitu pula dengan Putra Mahkota.


"A-ayah mertua kau su-sudah kembali." ucap Putra Mahkota ragu-ragu.


"Tentu saja. Lalu apa masalahmu Putra Mahkota? Ini adalah istanaku dan ini adalah rumahku dan ini hakku untuk kembali kapanpun." ucap Duke menyindir.


"Hahaha Tentu saja Ayah mertua." ucap Putra Mahkota tertawa getir.


"Jangan kau panggil aku ayah mertua karna aku tidak pernah menganggapmu menantuku. Karna soal pertunangan tidak resmi ini, anda jangan ambil pusing Yang Mulia. Hamba akan membatalkannya dan tidak peduli apapun resikonya." ucap Duke marah.


"Tu-tuan Duke apa yang anda katakan? Bukankah anda setuju padaku waktu itu memberiku kesempatan dan tidak membatalkan pertunangan ini." ucap Putra Mahkota.


Duke Carrole yang sudah muak dengan wajah pura-pura Putra Mahkota langsung merubah ekspresinya menjadi seperti hewan buas dan siap menerkam mangsanya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘