
Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena yang telah menyelesaikan urusannya pun kembali ke kereta kuda dan pergi menuju ke Istana Kekaisaran.
Permaisuri Shiena yang melihat ada dua orang yang sangat ingin bertemu dengannya mengirim Marry dan Ana untuk menyampaikan pesannya. Permaisuri Shiena sangat ingin bertemu dengan keduanya tapi Permaisuri Shiena merasa jika dirinya sangat lelah sehingga memilih untuk kembali dan beristirahat.
Marry yang datang pergi menemui Zero pun segera menyampaikan pesan dari Permaisuri Shiena yangmana ingin Zero untuk menjadi staf pengajar di Sekolah Gratis itu dan tentunya dengan bayaran yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan jika menolak Permaisuri Shiena berpesan akan memberitau Yang Mulia Kaisar Franz dan bersiap untuk menerima kemungkinana terburuknya.
Zero yang telah bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Kaisar Franz kepada seorang pemuda yamg telah mencoba mengganggu dan menggoda Permaisurinya. Zero sangat yakin jika Kaisar Franz akan membuatnya kehilangan kepalanya dalam waktu singkat.
'Tidak! Aku tidak bisa berakhir seperti ini. Aku harus menggapai tujuanku. Aku harus bisa menjadi Wakil dari salah satu Tetua Menara Sihir yang sangat aku idolakan yaitu Tuan Duke Laurence.' ucap Zero dalam hati.
Dengan senang hati, Zero pun menerima tawaran itu dan mengambil sebuah surat dari tangan Marry. Marry pun menjelaskan bahwa surat itu harus diberikan kepada Viscount Fromboo karena dirinya lah yang bertugas untuk mencari murid, guru dan donator.
Zero pun menyimpan surat itu lalu beranjak pergi dari hadapan Marry dan segera mencari tau keberadaan Viscount Fromboo agar dirinya dapat segera menyerahkan surat itu.
Setelah beberapa saat berlalu akhirnya Zero dapat menemukan keberadaan Viscount Fromboo. Viscount Fromboo yang merasa sangat tidak mengenal Zero pun mengambil jarak karena takut bertemu dengan orang yang jahat tapi sebelum hal itu terjadi Zero segera mengeluarkan surat yang diberikan Marry padanya.
Viscount Fromboo yang mengenal stempel yang ada pada surat itu segera mengambilnya dan membukanya lalu membaca surat itu. Setelah beberapa menit, Viscount Fromboo bafu percaya jika Zero adalah orang baik dan bukan musuhnya.
Viscount Fromboo pun mengajak Zero ikut bersamanya ke salah satu ruangan yang ada di Sekolah itu. Viscount Fromboo pun mempersilahkan Zero untuk duduk bersantai sebentar sementara dirinya mencari sesuatu.
Tak lama kemudian, Viscount Fromboo pun menemukannya dan berjalan ke arah Zero dan duduk di sampingnya. Viscount Fromboo pun menyerahkan sebuah Surat Perjanjian Kontrak Kerjas kepada Zero. Di dalam Surat itu berisikan hak dan tanggungjawab yang diterima kleh Zero jika memilih bergabung.
Setelah membaca dengan teliti isi Surat itu, Zero sangat terkejut karena jumlah gaji yang akan diterimanya sebagai guru sangatlah besar dengan tanggungjawab yang juga sama besarnya. Zero yang awalnya berniat untuk menjadi Asisten Duke Laurence agar bisa menghidupi dirinya dan Keluarganya di Desa Kecil di Wilayah Kekaisaran pun mulai berfikir ulang tentang niatnya.
Akhirnya Zero pun memilih bergabung menjadi Guru di Sekolah itu dan tentunya mengajarkan terntang beberapa Ilmu sihir Dasar pada Rakyat biasa. Zero berharap pilihannya ini adalah pilihan yang tepat.
Sementara itu Ana yang telah mendapatkan tugas dari Permaisuri Shiena untuk mengurus semua Pria Dewasa yang ada di Pemukiman Kumuh sebenarnya ingin protes dan bertugas dengan Marry tapi tidak berani mengatakannya sehingga membuat Ana melakukan tugas ini dengan setengah hati.
Ana pun berjalan dengan elegan ke arah kerumunan Rakyat yang telah sangat cemas akan mendapatkan hukuman dari Kaisar karena telah melakukan tindakan yang tidak sopan terhadap Permaisuri Shiena.
Ketika sampai, semua orang pun melihat ke arah Ana dan sedetik kemudian langsung menundukkan wajahnya karena takut akan melakukan kesalahan lagi.
Ana yang melihat tingkah dari semuanya yang sangat takut dan menghormatinya menjadi senang dan segera menyampaikan pesan Permaisuri Shiena kepada semuanya.
"Maafkan kelancangan orang tua ini, Nyonya. Ada perlu apa Nyonya Bangsawan datang menemui kami? Apakah kami telah melakukan kesalahan?" tanya Ketua.
"Maafkan kami, Nyonya. Siapa Nona yang Nyonya maksud?" tanya Ketua.
"Yang Mulia Permaisuri Shiena Ve Pearl dan aku adalah Dayang Pribadinya Ana Grogolia." ucap Ana sombong.
Semua orang yang ada disana menjadi sangat takut setelah Ana menyebut nama Permaisuri Shiena. Semua orang segera bersujud dan memohon ampun dan berharap tidak mendapatkan hukuman penggal, gantung ataupun pancung yang sama seperti hukuman yang diberikan Kaisar terhadap Bangsawan yang melakukan kesalahan.
Perbuatan yang dilakukan oleh beberapa Rakyat itu membuat semua orang penasaran dan mencoba mencari tau apa yang telah terjadi. Ana yang merupakan Dayang Pribadi Permaisuri Shiena yang juga adalah seorang Gadis Suci semakin menjadi sorotan semua orang.
Ana yang menjadi pusat perhatian menjadi salah tingkah dan segera memerintahkan semuanya untuk berdiri dan bersiap menerima perintah langsung dari Permaisuri Shiena jika tidak ingin mendapatkan hukuman yang berat. Tanpa fikir panjang, semuanya pun segera berdiri dan bersiap menerima perintah Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena memerintahkan kepada semuanya untuk tidak melarang anak-anak yang ada di Pemukiman kumuh untuk belajar dan bersekolah di Sekolah yang telah didirikan olehnya dan untuk masalah Perbudakan yang pernah terjadi telah dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak boleh ada lagi tindakan yang merugikan Bangsawan ataupun Rakyat biasa.
Bagi siapapun yang melanggar akan diberi hukuman berat dan hukuman itu setara dengan Penghianatan yang artinya adalah hukuman Penggal.
Semua orang yang mendengarnya pun bergetar ketakutan dan meniatkan dalam hatinya bahwa mereka akan melakukan semua yang dikatakan oleh Permaisuri Shiena.
Setelah selesai dengan urusannya, Marry dan Ana pun kembali ke Istana dan memberikan laporan terhadap Permaisuri Shiena bahwa tugas telah dilaksanakan dengan sangat baik. Permaisuri Shiena yang telah sampai dan berada di dalam kamarnya sambil bersantai melihat kedatangan Marry dan Ana lalu setelah mendengar laporan dari keduanya raut wajah Permaisuri Shiena semakin senang.
Keesokan harinya, seluruh surat kabar yang ada di Kekaisaran menulis berita tentang kenyataan bahwa identitas sebenarnya dari Gadis Suci adalah Permaisuri Kekaisaran Pearl bahkan Surat Kabar milik Permaisuri Shiena yang dikelola oleh Keluarga Strolana telah merilis berita itu lebih dulu dan menjadikan berita itu sebagai topik utama.
Semua orang yang tidak bisa melihat langsung atau yang tidak hadir di Acara Peresmian Sekolah Gratis untuk Rakyat biasa menjadi sangat terkejut setelah membaca berita surat kabar pada pagi harinya. Semua orang tidak menyangka jika Nona Muda dari Keluarga Carrole adalah Gadis Suci.
Semua orang yang ada di Menara Sihir dan Balai Penelitian Kekaisaran menjadi sangat terkejut dengan kenyataan itu kecuali Tetua Agung Menara Sihir, Duke Laurence dan Duke Watson yang telah mengetahui semuanya lebih dulu. Semua orang tidak menyangka jika gadis yang mereka lemah dan hanya bergantung pada Kekuasaan Keluarganya ternyata wanita yang sangat hebat dan berkuasa.
Setelah beberapa hari, berita tentang identitas Gadis Suci pun bocor ke berbagai Kerajaan di Benua itu. Semuanya menjadi sangat terkejut setelah mengetahui bahwa Permaisuri Kekaisaran Pearl adalah Pemimpin dari Kerajaan Bisnis terbesar di Benua dan bahkan dikatakan sebagai wanita yang memiliki Kekuatan Sihir Cahaya terkuat sepanjang sejarah di Benua itu.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**