
Kaisar Franz melakukan tugasnya sebagai Kaisar untuk melindungi seluruh Rakyatnya tanpa terkecuali baik itu Bangsawan Atas, Menengah, dan Bawah serta Rakyat biasa. Kaisar Franz bahkan lebih mementingkan Rakyatnya daripada perasaannya sendiri.
Kaisar Franz memanggil Jenderal Istana untuk membawa beberapa Kesatria yang tidak bertugas untuk pergi ke tempat persembunyian orang-orang. Kaisar Franz tau jika Marquess Laurence lah yang bertugas menjaga mereka semua tapi karena saat ini Marquess Laurence sedang terluka karena membantunya melindungi Shiena sehingga Kaisar Franz memaafkan kesalahannya.
Kaisar Franz juga tau meskipun Marquess Laurence meninggalkan tempatnya. Dia telah melakukan tugasnya dengan baik karena telah memerintahkan Jenderal terbaik Kediaman Laurence untuk berjaga dan Marquess Laurence telah membuat dinding sihir yang akan membantu melindungi Bangsawan dan Rakyat yang sedang bersembunyi.
"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar. Semoga Yang Mulia selalu sehat dan berjaya." puji Jenderal Istana.
"Aku ingin kau pergi ke tempat persembunyian Bangsawan dan Rakyat biasa yang menjadi Pos Marquess Laurence. Aku ingin kau membawa juga beberapa Kesatria Istana yang tidak bertugas untuk membantumu." perintah Kaisar Franz.
"Baik Yang Mulia. Maaf Yang Mulia apa yang harus saya lakukan?" tanya Jenderal Istana.
"Aku ingin kau keluarkan semua orang dan antar mereka semua ke rumah mereka masing-masing dengan selamat. Lalu katakan juga pada Jenderal Kediaman Laurence jika mereka juga akan ikut membantu mengantar Bangsawan dan Rakyat kembali ke Kediaman mereka masing-masing.
"Siap laksanakan Yang Mulia." ucap Jenderal Istana keluar.
Setelah memberikan perintah kepada Jenderal Istana, Kaisar Franz kemudian memanggil Penasehat Kekaisaran. Penasehat Kekaisaran dengan cepat segera menemui Kaisar Franz setelah mendapatkan kabar tersebut.
"Hamba menghadap Yang Mulia. Semoga Kekaisaran selalu berjaya." puji Penasehat Kekaisaran.
"Aku ingin Paman melakukan satu tugas untukku dan hanga Paman yang bisa aku percaya melakukan ini." ucap Kaisar Franz.
"Kepercayaan Yang Mulia adalah harga mati bagi hamba. Hamba akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.
"Aku percaya padamu Paman. Paman aku ingin kau memimpin Bagian Keuangan Kekaisaran untuk mendata semua aset kekayaan dan wilayah dari Duke Simons serta pengikutnya. Aku ingin uang-uang dan harta benda mereka yang berharga dikembalikan ke Kekaisaran. Lalu, aku juga punya satu tugas lagi. Aku ingin Paman mendata juga semua kerugian Bangsawan dan Rakyat saat Perang terjadi. Aku ingin membantu mereka dengan mengganti rugi semua kerugian dari uang yang telah kita sita." ucap Kaisar Franz.
"Baik Yang Mulia. Saya akan melaksanakannya segera." ucap Penasehat Kekaisaran.
"Terima kasih Paman." ucap Kaisar Franz.
"Ini sudah menjadi tugas saya Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran memberi hormat lalu keluar dari Ruang Kerja Kaisar.
Kaisar Franz yang sendiri teringat akan Acara Kedewasaan yang akan berlangsung besok tapi saat ini keadaan Istana sedang kacau sehingga ridak memungkinkan untuk menyelenggarakannya sekarang sehingga Kaisara Franz memanggil Kepala Pelayan Kekaisaran untuk membuat pengumuman kepada semua orang bahwa Acara tersebut akan ditunda selama tiga hari.
Kaisar Franz yakin jika semua akan berjalan lancar setelah tiga hari dan lagi Kaisar tak ingin menodai Acara penting itu dengan hukuman para Penghianat. Kaisar Franz masih memikirkan cara memberi hukuman yang tepat kepada orang-orang yang telah berani mengincar Takhtanya.
Kepala Pelayan Kekaisaran yang mengerti akan tugasnya bergegas keluar lalu pergi mencetak undangan resmi Acara Pengangkatan Bangsawan dan Kedewasaan Kaisar dengan stempel Kekaisaran. Dengan cepat, Surat-surat resmi itu dibuat dan segera dikirim ke seluruh Kediaman Keluarga Bangsawan karena Kepala Pelayan Kekaisaran mendapatkan informasi bahwa semua orang telah kembali ke Kediamannya masing-masing.
Setelah memberi perintah Kaisar Franz mencoba beristirahat dan memejamkan matanya sebentar tapi tiba-tiba Raja Michael datang tanpa permisi yang membuat Kaisar Franz menjadi terkejut.
Segel Sihir itu dapat membuat Penjahat yang kabur meninggal di tempat dengan seluruh tubuhnya meleleh seperti lilin yang kepanasan. Kaisar Franz sengaja membuat hukuman yang berat seperti itu karena perbuatan mereka semua telah membuat Kekaisaran menjadi goyah dan tidak seimbang saat ini.
Raja Michael yang juga sengaja datang tiba-tiba tanpa mengetuk atau memberi kabar terlebih dahulu karena Kaisar Franz mengabaikannya padahal kenyataannya Kaisar Franz sangatlah lelah memikirkan semua hal. Kaisar Franz yang secara khusus senang karena Raja Michael telah membantunya pun telah menyiapkan kamar spesial di Istana Kekaisaran untuk menjamu Raja Michael.
Raja Michael menjadi sangat senang mendengarnya. Kaisar Franz tak lupa mengucapkan terima kasih secara langsung untuk ikut membantu. Raja Michael yang senang dihargai hanya tersenyum.
"Anda tidak perlu berterima kasih padaku Kaisar Franz. Bukankah ini adalah kerjasama kita yang saling menguntungkan. Anda membantu saya merebut kembali Takhta saya yang diambil dan saya membantu anda mempertahankan Takhta anda." ucap Raja Michael.
"Kau benar sekali karenanya bisa kita makan malam bersama dan jika Raja Michael tidak keberatan untuk tinggal di Istana Kekaisaran sampai Acara Kedewasaanku digelar." ucap Kaisara Franz.
"Tentu saja, Yang Mulia." ucap Raja Michael.
Lalu, Kaisar Franz memerintahkan Pelayannya untuk mengantar Raja Michael ke kamarnya untuk beristirahat. Raja Michael menurut karena memang telah merasa sangat lelah sekarang.
Sementara itu di Ruang Perawatan, Shiena yang masih setia menunggu di samping Duke Carrole tak menunjukkan rasa lelah sedikitpun karena saat Shiena merasa lelah dan butuh istirahat dirinya segera masuk ke dalam Cincin Ruang untuk beristirahat beberapa jam disana yang artinya hanya beberapa menit di dunia nyata.
Lalu, ketika Shiena sedang mencoba mengecek luka sayatan di dada Duke Carrole. Seorang Pelayan Istana datang membawa sepiring buah segar dan segelas teh untuk Shiena. Lalu, Shiena juga menerima surat dengan segel Kekaisaran bersamaan dengan buah itu. Lalu, Shiena memerintahkan pelayan itu untuk meletakkan makanannya di atas meja dan segera pergi meninggalkan Ruang Perawatan.
Kemudian Shiena mengambil surat itu lalu membacanya. Di dalam surat itu berisi, Permintaan maaf Kaisar Franz kepada Shiena tak bisa menemaninya disaat sulit seperti ini. Kaisar Franz juga meminta Shiena untuk menjaga kesehatannya dan berharap Shiena mau memakan buah yang telah dikirimnya.
Setekah selesai, Shiena menyimpan surat itu kedalam Cincin Ruang. Shiena kemudian melihat buah dan teh itu. Lalu, Shiena membagikan buah segar itu kepada Pihak medis dan Shirna hanya mengambil satu gelas teh yang diseduhkan untuknya.
Ketika sedang menyantap tehnya, Shiena teringat semua kejahatan Anastasya padanya dan Keluarganya baik di masa lalu maupun masa sekarang.
Shiena yang ingin membalas semua kejahatan Anastasya kemudian ingin memberinya sanksi sosial dengan merusak nama Anastasya yang sekarang telah buruk menjadi hancur. Shiena kemudian mengirimkan pesan kepada Keluarga Strolana untuk segera mencetak surat kabar hari ini juga tentang Perperangan yang terjadi dan menceritakan bahwa Anastasya adalah dalang dari semuanya.
Tak hanya Keluarga Strolana, Shiena juga menghubungi Tuan Valkrim untuk menyebarkan gosip dan rumor dari Toko Pelelangan tentang Anastasya dan semua kejahatannya. Shiena menggunakan alat komunikasi yang sengaja dibuatnya untuk semua bawahannya.
Dalam waktu beberapa jam gosip dan berita itu telah tersebar sampai ke pelosok Wilayah Kekaisaran pada pagi harinya. Shiena menjadi sangat senang karena satu per satu rencana pembalasan dendamnya terwujud.
Bersambung
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih