The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 267. Sembuh II


Shiena yang datang ke Ruang Perawatan melihat Tuan Muda Alphonso yang telah sadar menjadi senang dan begitu pula dengan Tuan Muda Alphonso yang sangat senang dapat bertemu Shiena. Tuan Muda Alphonso tau jika Shiena tak akan membalas perasaannya tapi asalkan dapat melihat Shiena baik-baik saja itu lebih dari cukup untuknya.


"Terima kasih." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Tak perlu berterima kasih bukankah kita teman." ucap Shiena pura-pura tersenyum.


"Kau benar kita adalah teman." ucap Tuan Muda Alphonso murung.


Shiena yang tak tau mau membicarakan apa hanya bisa diam dan begitu juga dengan Tuan Muda Alphonso yang tak tau cara mengatasi rasa canggung itu tapi akhirnya Tuan Muda Alphonso mengatakan apa yang ada di hati dan fikirannya karena Tuan Muda Alphonso sadar jika itu adalah yang pertama dan terakhir.


"Aku jatuh cinta padamu dan aku telah memendam perasaan ini sangat lama..." ucap Tuan Muda Alphonso terpotong.


"Ma-maafkan aku. A-aku..." ucap Shiena terbata-bata.


"Shhhttt.... Bisa dngarkan aku? Aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di hati dan fikiranku. Aku hanya ingin kau mengetahuinya. Itu saja tidak lebih dan tidak kurang." jelas Tuan Muda Alphonso.


"...." Shiena mengangguk.


"Kau adalah cintaku yang pertama dan akan selalu seperti itu. Aku tak memintamu membalasnya dan aku tau jika setelah hari ini hubungan pertemanan kita akan menjadi sangat canggung bahkan mungkin akan pura-pura tak kenal satu sama lain." ucap Tuan Muda Alphonso.


"A-aku... Ma-mafkan aku." ucap Shiena sedih.


"Sudah aku katakan padamu tak perlu meminta maaf. Ini sudah menjadi keputusanku." ucap Tuan Muda Alphonso.


Tuan Muda Alphonso dan Shiena pun tak membahas tentang perasaan masing-masing lagi. Mereka mengingat kembali awal mula mereka bertemu dan menertawakan semua hal konyol yang pernah terjadi. Lalu, setelah beberapa jam berlalu Shiena pun pergi dari Ruangan itu dan membiarkan Tuan Muda Alphonso beristirahat.


Tuan Muda Alphonso yang sendirian mulai memantapkan hatinya pada pilihan yang ada. Tuan Muda Alphonso pun memutuskan untuk menerima pertunangannya dengan wanita yang telah dipilihkan oleh Duchess Watson untuk menjadi istrinya tapi sebelum itu Tuan Muda Alphonso harus bertemu dan bicara empat mata dengan wanita itu terlebih dahulu.


Ketika Duchess Watson datang menemui Tuan Muda Alphonso bersama sang adik. Tuan Muda Alphonso pun tersenyum bahagia. Adik dari Tuan Muda Alphonso bukanlah pria picik yang menginginkan milik orang lain karenanya dia memilih untuk menjadi pelindung keluarga dan menjadi Jenderal Keluarga Watson setelah Tuan Muda Alphonso diangkat menjadi Duke nantinya.


Tuan Muda Alphonso pun meminta waktu bicara berdua saja dengan Duchess Watson dan mereka semua setuju. Setelah didalam ruangan itu hanya tinggal mereka berdua, Tuan Muda Alphonso pun mengatakan apa yang telah diputuskannya. Duchess Watson sangat senang tapi Tuan Muda Alphonso mengatakan itu bukan tanpa syarat. Tuan Muda Alphonso ingin Duchess Watson untuk tidak mengganggu Shiena dan jika Duke Watson ketahuan melanggar Tuan Muda Alphonso berjanji akan menceraikan wanita itu segera dan melajang selamanya dengan atau tanpa pewaris.


Duchess Watson yang tak punya pilihan pun setuju. Duchess Watson yang sangat mengenal putranya terpaksa setuju. Lagipula menurut Duchess Watson wanita pilihannya adalah wanita yang tepat dan wanita itu ternyata adalah Lady Prancise, Putri Count Strolana.


Sementara itu di Kediaman Carrole, Shiena yang tak bisa tidur dengan nyenyak memilih untuk tetap terjaga dan pergi ke berjalan-jalan sebentar. Shiena sangat senang karena sekarang Duke Carrole dan Tuan Muda Alphons telah berangsur membaik tapi tidak dengan Marquess Laurence.


Shiena memikirkan cara untuk membuatnya sadar dan menyembuhkannya segera karena Shiena mendapatkan kabar bahwa saat ini Nyonya Maria dalam keadaan yang kurang sehat. Shiena sebenarnya ingin mengajukan diri untuk menyembuhkan Myonya Maria tapi mengurungkan niatnya karena merasa hal itu masih belum dibutuhkan sekarang.


Shiena kemudian membuka Cincin Ruang dan masuk ke dalamnya. Shiena membaca buku-buku tentang Sihir Cahaya dan setelah beberapa jam berlalu, Shiena menemukan bahwa orang yang kehabisan Energi Sihir akan perlahan pulih dihari ketiganya setelah tidur yang panjang tapi akan pulih lebih cepat setelah mendapatkan transfer Energi Sihir yang sama. Shiena kemudian memutuskan untuk menemui Marquess Laurence keesokan paginya.


Di pagi hari, Shiena telah meminta Marry dan Ana bergegas mendandaninya lalu menyiapkan kereta kuda untuknya. Shiena yang ingin pergi sendiri tak mengajak Marry dan Ana dan hanya mengajak Zee bersamanya tapi ketika sampai di Istana Shiena meminta Zee untuk menunggu. Shiena tak ingin Zee melaporkan semua apa yang dilakukannya pada Duke Carrole jika mengetahuinya karena Shiena tak mempercayai Zee sepenuhnya.


Ketika sampai di Ruangan Perawatan Marquess Laurence, Shiena melihat ketiga sahabat Marquess Laurence yang telah datang terlebih dahulu. Shiena yang tak ingin mengganggu hanya menunggu diluar tapi ternyata salah satu teman Marquess Laurence menyadarinya dan meminta Shiena masuk kemudian meminta izin kembali ke Menara Sihir karena masih ada urusan lain. Shiena pun hanya mengangguk tanda mengerti.


Shiena meletakkan kedua tangannya yang betumpuk di atas dada Marquess Laurence lalu mentransfer Energi Sihir Magma padanya. Setelah setengah jam berlalu, Shiena merasa kelelahan dan membutuhkan istirahat. Shiena kemudian beristirahat di dalam Cincin Ruang karena perbedaan waktu yang lama yang membuat Shiena dapat kembali sehat dalam waktu singkat.


Satu jam berlalu di dunia nyata tapi di dalam Cincin Ruang waktu telah berjalan sangat lama bahkan mencapai satu hari penuh. Shiena yang merasa telah membaik kembali ke dunia nyata dan memeriksa keadaan Marqueds Laurence. Shiena sangat senang karena ternyata Marquess Laurence telah membaik dalam waktu yang singkat.


Kemudian Shiena membuka Segel Sihir yang dibuatnya dan beberapa menit kemudian ada seseorang yang datang dan dia adalah Nyonya Maria. Shiena langsung tersenyum bahagia dan membiarkan Nyonya Maria duduk. Mereka berdua pun bicara berdua saja seolah ibu dan anak. Tanpa mereka sadari Marquess Laurence yang telah sadar hanya melihat pemandangan indah yang ada di depannya. Dua orang yang disayanginya dapat duduk bersama dengan akur.


Shiena yang merasa ada yang terus melihat kearahnya mulai mencari sumbernya dan ternyata Marquess Laurence telah sadar. Shiena segera memberi tau Nyonya Maria dan dibalas senyum oleh Marquess Laurence.


Shiena memberi waktu kepada Nyonya Maria untuk bicara dan tak lama kemudian Nyonya Maria memanggil Shiena dan meminta Shiena menjaga Marquess Laurence setelah dirinya tak ada. Shiena yang terkejut tak langsung menerima permintaan itu tapi malah menawarkan diri untuk mengobati semua penyakit Nyonya Maria namun ditolak.


"Kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan sehingga harus dihindari terus menerus. Aku tau jika sebentar lagi waktuku di dunia ini akan habis. Aku ingin kalian selalu saling menyayangi dan menjaga meskipun hanya sebatas kakak beradik." ucap Nyonya Maria.


Shiena yang mengerti setelah membaca fikiran Nyonya Maria dengan segera mengangguk. Shiena kemudian pergi mengantar Nyonya Maria pulang dan meninggalkan Marquess Laurence sendiri karena sebentar lagi ketiga sahabatnya akan datang kembali. Marquess Laurence mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


Setelah mengantar Nyonya Maria ke kereta kudanya. Shiena berencana masuk kembali dan melihat keadaan Tuan Muda Alphonso tapi tiba-tiba Shiena bertemu dengan seseorang yang telah beberapa hari tak ditemuinya.


#Bersambung#


**β– Noteβ– 


Main tebak-tebakan yokkk...



Kira-kira siapa yang ditemui Shiena ya?


Shiena cocok dengan Main Lead yang mana ya?


(Tuan Muda Alphonso, Marquess Laurence dan Kaisar Franz atau jika ada yang lain komen ya)


Ayo mau dikasih Hukuman apa Duke Simons dan Anastasya nya?



Yang tau jawabannya komen dibawah ya. 😁😍**


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


πŸ₯°πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜š Terima Kasih