The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 82. Kasih Sayang Orang Tua


Tuan Muda Alphonso yang telah mengetahui bahwa Nona Shiena akan koma selama waktu tak tentu jika tidak bangun dalam tiga hari menjadi Khawatir sehingga dia berencana keesokan paginya untuk pergi ke Kediaman Duke Carrole dan menemui Shiena.


Keesokan paginya, Tuan Muda Alphonso telah bersiap untuk berangkat. Dia telah menaiki kerata kudanya.


Tak butuh waktu lama, kereta kuda itu telah sampai di Kediaman Duke Carrole. Kereta kuda Tuan Muda Alphonso dipersilahkan masuk lalu Tuan Muda Alphonso pergi meminta izin kepada Duchess Carrole karna saat ini Duke Carrole tidak ada di tempatnya.


"Hamba menghadap Nyonya Duches Carrole. Semoga panjang umur, sehat selalu dan selalu bahagia." ucap Tuan Muda Alphonso sopan.


"Bangunlah. Katakan ada keperluan apa Putra Tertua Duke Watson kemari?" tanya Duchess Carrole.


"Saya ingin menemui Shiena. Saya ingin melihat keadaan Shiena Nyonya jika di izinkan." ucap Tuan Muda Alphonso


"Ternyata begitu. Baiklah. Marry, kau antarkan Tuan Muda Roan ke kamar Shiena." perintah Duchess Carrole.


"Terima kasih Nyonya Violeta." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Sama-sama." ucap Duchess Carrole.


Setelah mendapat izin dari Duchess Carrole, Tuan Muda Alphonao pergi menemui Shiena di antar Marry.


Setelah sampai, Tuan Muda Alphonso meminta semua pelayan menunggu di luar dan memberinya waktu bicara berdua.


"Shiena, bangunlah. Guru datang menemuimu. Jika kau bangun, guru berjanji akan memperlakukanmu sangat baik dan menuruti semua permintaanmu." ucap Tuan Muda Alphonso.


Duke Alphonso telah melakukan banyak hal, mulai dari memarahi, membujuk, menangis, tertawa, dan momohon tapi tak ada satu pun yang berhasil.


Saat Tuan Muda Alphonso ingin kembali ke Kediamannya dan berjalan menuju pintu. Dia mendengar pelayan bercerita bahwa Tuan Duke Carrole dan Tuan Yang Mulia Raja Terdahulu Kai dari Kerajaan Emerald telah kembali dari istana kekaisaran.


Pelayan itu berkata bahwa Tuan Duke dan Yang Mulia Raja Terdahulu Kai telah berhasil membuat Kaisar membatalkan pertunangan Nona mereka, Nona Shiena Ve Carrole dengan Putra Mahkota Kekaisaran Pearl, Putra Mahkota Brian Shura De Pearl.


Tuan Muda Alphonso yang mendengar berita itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya sehingga tanpa sadar dirinya tersenyum bahagia.


Setelah mendengar hal itu, Tuan Muda Alphonso pun pulang ke kediamannya.


Tak lama setelah kepulangan Tuan Muda Alphonso, kereta kuda milik Keluarga Duke Carrole kembali.


Duke Carrole dan Raja Terdahulu Kai yang telah sampai, pergi menuju ruanh kerja Duke Carrole. Disana Duchess Carrole telah menunggu kedatangan mereka.


"Suamiku, apa yang dikabarkan oleh kesatria bayangan itu benar?" tanya Duchess Carrole mengebu-gebu.


"Benar sekali istriku. Syukurlah. Kita telah memisahkan Shiena dan Putra Mahkota." ucap Duke Carrole.


"Meskipun begitu. Keluarga Carrole harus selalu waspada karna aku yakin, Yang Mulia Kaisar pasti memiliki dendam karna kelancangan keluarga ini." ucap Raja Terdahulu Kai khawatir.


"Ayah benar. Tapi aku tidak peduli. Meski harus menentang Kaisar sekali pun. Asalkan putriku bisa bahagia. Aku pasti akan melakukannya." ucap Duke Carrole.


"Itu benar ayah. Shiena adalah putri kami satu-satunya. Kami tidak bisa melihatnya menderita seumur hidupnya karna Putra Mahkota yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab itu." ucap Duchess Carrole membela.


"Semua yang kalian katakan itu benar dan ayah memahami maksud kalian. Tidak ada orang tua manapun yang ingin melihat anaknya menderita apalagi seorang ibu. Mereka pasti akan melakukan apapun untuk anaknya yang telah ia kandung dan ia lahirkan dengan pengorbanan nyawanya." ucap Raja Terdahulu Kai.


Setelah selesai berbincang mengenai kejadian yang terjadj di Istana Kekaisaran. Raja Terdahulu Kai, Duke Carrole dan Duchess Carrole pergi ke kamar Shiena dan melihat keadaannya.


"Shiena, putriku. Bagunlah sayang. Ibu sangat mengkhawatirkanmu." ucap Duchess Carrole sambil menangis.


"Jangan bersedih istriku. Putri kita pasti bisa sadar kembali." ucap Duke Carrole.


"Shiena, sadarlah sayang. Pertunanganmu dan Putra Mahkota sudah dibatalkan. Jadi kau tidak perlu khawtair dengan masa depanmu lagi." ucap Duchess Carrole.


"Ayah, bisakah kita menyadarkan Shiena kembali. Apapun yang harus dilakukan akan aku lakukan meskipun nyawaku taruhannya?" ucap Duke Carrole.


#Bersambung#


**Ayo kira-kira apa yang harus dilakukan Duke Carrole dan Duchess Carrole agar Shiena sadar kembali ya?


Yang tau jawabannya, komen dibawah ini ya.. 😁👇**


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘