The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 237. Sindiran Pedas


Di Istana, Putra Mahkota Franz memanggil Penasehat Kekaisaran dan mengajukan keinginannya yang ingin mengajukan Shiena Ve Carrole sebagai Permaisurinya. Penasehat Kekaisaran yang mendengarnya mengangguk setuju.


"Paman, kau satu-satunya keluarga yang dekat denganku. Aku tak ingin menyembunyikan fakta ini darimu. Sejujurnya aku telah jatuh cinta pada Shiena Ve Carrole dan aku ingin dia menjadi Permaisuriku. Bagaimana menurut paman?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Lady Shiena adalah pilihan yang sangat cocok, Yang Mulia. Saya yakin jika Kaisar Terdahulu masih hidup, beliau pasti akan setuju dan akan sangat senang. Bahkan meskipun Yang Mulia tidak memiliki perasaan apapun pada Lady Shiena, Kaisar pasti akan mengajukan usulan Pertunangan untuk kalian." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Kenapa begitu paman?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Karena dengan Yang Mulia menikahinya maka kekuasaan Yang Mulia akan menjadi stabil dan kuat. Keluarga Carrole adalah Keluarga terkuat kedua setelah Keluarga Kaisar dan kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Duke cukup besar dan dapat menutupi defisit Kekaisaran dalam puluhan tahun." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Begitu rupanya. Paman aku ingin datang secara langsung ke Kediaman Carrole untuk meminta Duke dan Duchess Carrole menyerahkan putri kesayang mereka." ucap Putra Mahkota Franz.


"Saya mengerti Yang Mulia. Kalau begitu, tepat satu hari setelah mengangkatan Yang Mulia menjadi Kaisar. Saya akan menyiapkan segalanya." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Itu bagus sekali. Terima kasih paman." ucap Putra Mahkota Franz.


Penasehat Kekaisaran pun keluar dari Ruang Kerja Putra Mahkota dan Putra Mahkota pun melanjutkan pekerjaannya. Lalu, tiba-tiba Putra Mahkota Franz mendapatkan pesan dari Raja Michael dari alat komunikasi sihir. Raja Michael menjelaskan jika saat ini Duke Simons memundurkan rencana kepergiannya satu hari.


Putra Mahkota Franz yang mendengarnya mengerti alasannya. Putra Mahkota Franz sudah bisa menduga jika yang menjadi penyebab alasannya adalah karena Anastasya yang saat ini sedang shock karena Putra mahkota Franz secara diam-diam mengirimkan Kesatria Elit untuk menyelidiki apa yang terjadi di Kediaman Simons.


Putra Mahkota Franz segera menyampaikan berita ini kepada Penasehat Kekaisaran dan Penasehat Kekaisaran yang mendapat informasi itu segera bergerak sesuai dengan instruksi. Penasehat Kekaisaran segera mengurus Acara Penobatan Kaisar baru dengan rapat agar tak bocor keluar.


Sementara itu, di Kediaman Duke Simons, Anastasya perlahan telah kembali seperti semula. Sehari penuh Anatasya beristirahat dan memulihkan tenanganya dibantu oleh Duke Simons yang tak pernah absen menemani kesembuhannya.


Keesokan harinya, Anastasya yang merasa aneh karena tak ada yang bergerak bersiap-siap untuk keberangkatan ke Kerajaan Zambrud pun bertanya kepada Duek simons yang datang menemuinya.


"Val!" panggil Anastasya.


"Kenapa sayangku?" jawab Duke Simons sambil menyuapi Anastasya.


"Apakah rencanamu yang ingin pergi ke Kerajaan Zambrud ditunda?" tanya Anastasya.


"Iya." ucap Duke Simons.


"Ini semua pasti karenaku. Maafkan aku Val. Aku janji, aku akan segera sembuh." ucap Anastasya.


"Tentu saja." ucap Duke Simons.


Anastasya yang telah menghabiskan sarapannya segera meminum obatnya dan kembali beristirahat agar tubuhnya segera pulih.


Ketika sore hari, Anastasya yang merasa seluruh tubuhnya sangat pegal karena terlalu lama berbaring memutuskan untuk berjalan di taman. Duke Simons yang mengetahui keinginan Anastasya pun meninggalkan pekerjaannya dan menemani Anastasya bersantai di taman.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Duke Simons.


"Aku sudah lebih baik sekarang, Val." ucap Anastasya sambil tersenyum.


"Syukurlah. Besok kita akan pergi keluar dan berbelanja kebutuhanmu selama di Kerajaan Zambrud. Apa kau keberatan, tasya?" tanya Duke Simons.


"Tidak sama sekali, Val." ucap Anastasya.


"Baguslah. Aku akan memerintahkan pelayan menyiapkan semuanya besok." ucap Duke Simons.


Anastasya dan Duke Simons pun berjalan dan duduk bersama di taman cukup lama. Mereka mengingat kembali pertemuan pertama mereka dan kenangan-kenangan indah yang mereka miliki. Anastasya sekarang menjadi sangat senang karena memiliki Duke Simons sebagai pasangannya, orang yang selalu bersamanya baik suka maupun duka tapi tiba-tiba raut wajah Anastasya menjadi pucat kembali setelah mendengar perkataan Duke Simons.


"Setelah semua berhasil, ketika aku telah mendapatkan Takhta Kekaisaran. Aku akan mengadakan pesta yang sangat meriah, besar dan mewah untuk merayakan pernikahan kita. Saat itu, kau akan menjadi Permaisuriku. Lalu, setelah itu kita pasti akan memiliki anak kita kembali, buah cinta kita berdua. Tak masalah laki-laki atau perempuan yang terpenting dia akan tumbuh menjadi anak yang sehat." ucap Duke Simons.


"Kenapa? Apa kau tidak enak badan lagi, tasya?" tanya Duke Simons.


"A-aku hanya kelelahan." ucap Anastasya.


"Baiklah, sepertinya kita telah cukup lama berjalan-jalan dan sudah waktunya untuk kembali.


Lalu, Anastasya dan Duke Simons kembali ke kamar Anastasya. Anastasya pun beristirahat kembali di tempat tidurnya. Duke Simons pun memerintahkan pelayan untuk menjaga Anastasya sementara dirinya harus kembali ke ruang kerjanya.


Ketika Duke Simons pergi, Anastasya pun meminta pelayan itu juga pergi dan meninggalkan dirinya sendiri. Anatasya tak ingin ada seorang pun didekatnya karena saat ini dirinya ingin sendiri.


"Maafkan aku Val." ucap Anastasya lirih.


Anastasya senang karena bisa bersama dengan orang yang dicintainya dan karena hal itu juga Anastasya tak ingin kehilangan Duke Simons. Anastasya tak sanggup mengatakan kebenarannya pada Duke Simons karena Anastasya takut Duke Simons akan meninggalkannya jika dirinya berkata jujur.


'Maafkan aku Val. Aku sungguh tak bisa kehilanganmu. Andai saja masih ada Ibu. Ibu pasti punya rencana untuk masalahku ini.' ucap Anastasya dalam hati.


Anastasya berandai jika saat ini Countess Larsca masih hidup mungkin dirinya tak perlu melakukan semuanya sendiri karena itu Anastasya menjadi sangat membenci Shiena. Anastasya ingi Shiena melihat kedua orangtuanya mati dengan cara yang lebih mengenaskan. Anastasya ingin sekali melihat Shiena putus asa dan tak memiliki apapun lagi.


Anastasya yang telah memilih satu orang pelayan yang menurutnya sangat setia padanya sejak keberadaan Amy segera memerintahkannya mencari seorang wanita muda yang sehat dan mampu mengandung dan melahirkan. Anastasya ingin menjebak Duke Simons tidur dengan wanita itu sambil membayangkan jika dirinya lah yang sedang bersama Duke Simons. Lalu ketika wanita itu hamil, Anastasya akan berpura-pura hamil juga sama seperti wanita itu.


Anastasya yakin jika rencananya ini berhasil maka dirinya tak akan kehilangan apapun. Untuk menghilangkan jejaknya, Anastasya berencana membunuh wanita itu setelah dia melahirkan karena anastasya tak ingin seorang pun tau tentang rahasiannya. Tak hanya wanita itu, semua orang yang mengetahui rahasianya harus ikut mati. Anastasya yang telah menyusun rencananya dengan sangat bagus menjadi senang.


Keesokan harinya, Anastasya pun pergi bersama Duke Carrole. Mereka pergi berbelanja ke berbagai butik untuk membeli Gaun, Sepatu, dan Perhiasan. Nyonya dan Nona Bangsawan yang ditemui Anastasya semuanya menebarkan senyum cantiknya untuk menarik perhatian Duke Simons. Mereka semua tak ingin Anastasya yang mereka anggap sebagai Anak Pendosa bersanding bersama Duke yang tampan dan bahkan akan segera menjadi Duchess.


Anastasya telah mengetahui rencana Nona Bangsawan itu dan ketika Anastasya mulai melawan dan menyindir merek semua. Sindiran pedas malah berbalik menyerang Anastasya, Anastasya yang terkejut karena diperlakukan tidak baik tak bisa mengatakan apapun.


"Sebagai wanita Bangsawan kita harus memiliki etika dan tau untuk tidak mengganggu pria yang telah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah" sindir Anastasya.


Haa...ha...haa....


(Tawa Nona Bangsawan)


"Sepertinya disini ada wanita yang tau diri sedang berbicara tentang etika." sindir Nona Bangsawan.


"Kau benar sekali. Aku ragu jika dia bisa tau etika lihat saja ibunya bahkan dengan sengaja melanggar etika dengan menuduh Lady Shiena dan malah berakhir dengan kematian dan kebangkrutan." sindir Bangsawan lain.


"Tentu saja. Apa kau dengar alasan kenapa terjadinya tuduhan itu?" tanya Nona Bangsawan.


"Aku tau karena wanita itu telah keguguran." ucap Bangsawan lainnya.


"Pantas saja dirinya bisa mendapatkan Tuan Duke, wanita murahan itu dengan sengaja naik ke ranjang Tuan Duke dan menyerahkan tubuhnya." ucap Nona Bangsawan.


"Tentu saja, jika bukan karena itu aku yakin Tuan Duke pasti tak akan mau bertunangan dengannya." ucap Nona Bangsawan.


Sindiran-sindiran pedas terdengar di telinga Anastasya bahkan Nona Bangsawan itu dengan sengaja menyebut dirinya dengan kata-kata kasar yang tak pantas diucapkan oleh Nona Bangsawan. Bahkan Nona Bangsawan itu dengan sengaja menyebut Countess Larsca yang membuat Anastasya bersedih kembali dan teringat akan kejadian buruk yang ingin dilupakannya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih