
Setelah mengetahui bahwa Kaisar Franz telah berada di sekitar mereka, Raja Philiph segera memerintahkan Kesatria dan Pelayan untuk segera mengemas barang sementara Raja Philiph berencana membuat Permaisuri Shiena tertidur lebih dulu agar mudah membawa Permaisuri Shiena pergi dari rumah itu.
Permaisuri Shiena yang merasa sangat haus pun meminum air yang ternyata telah diberi obat tidur oleh Pelayan Raja Philiph. Permaisuri shiena yang merasa ada yang aneh dengan rasa air itu pun memuntahkan air ke lantai.
Namun semua sudah terlambat, meskipun hanya masuk sedikit. Air itu telah bereaksi. Permaisuri Shiena merasa sangat mengantuk. Permaisuri Shiena yang tidak ingin kehilangan kesadarannya mencoba memukul tangannya hanya untuk mempertahankan kesadarannya.
Namun hal itu tidak berhasil, Permaisuri Shiena benar-benar mengantuk dan akhirnya tertidur di lantai. Pelayan yang melihat bahwa obat itu telah bereaksi pun segera mengangkat Permaisuri Shiena menuju kereta kuda.
Tak disangka, Kaisar Franz telah sampai di rumah tempat Permaisuri Shiena berada. Kaisar Franz melihat Permaisuri Shiena dibawa oleh dua orang yang seperti pelayan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hal ini membuat amarah Kaisar Franz memuncak.
Kaisar Franz pun menyerang kedua pelayan itu dan berusaha untuk mendapatkan Permaisuri Shiena kembali tapi tiba-tiba Raja Philiph datang menghadangnya.
Raja Philiph dengan cepat memerintahkan kedua pelayan itu untuk segera menggendong Permaisuri Shiena dan memasukkannya ke dalam kereta kuda.
Kaisar Franz yang tidak ingin kehilangan Permaisuri Shiena yang saat ini telah berada di depan matanya. Kaisar Franz pun memerintahkan Kesatria Elit yang telah sampai untuk menangkap kedua pelayan itu dan membawa Permaisuri Shiena kembali.
Sementara itu, Raja Philiph dan Kaisar Franz pun beradu pedang. Mereka saling menyerang dan bertahan tapi belum ada satu pun yang berhasil melukai satu sama lain.
Sementara itu, Permaisuri Shiena yang tertidur karena meminum obat tidur ternyata telah sadar karena obat yang masuk hanya sedikit. Permaisuri Shiena yang merasa seperti tubuhnya bergoyang pun mencoba mengumpulkan tenaga untuk membuka mata.
Permaisuri Shiena akhirnya dapat membuka mata dan sadar sepenuhnya. Permaisuri Shiena pun memberontak dan mencoba melawan. Permaisuri Shiena pun menggunakan sihirnya tapi ternyata tetap tidak bisa hingga akhirnya Permaisuri Shiena mengerahkan semua tenaganya agar bisa bebas.
Tidak disangka Kesatria Elit ternyata telah berada di dekat kereta kuda dan mencoba menjatuhkan kusir. Kesatria Elit kemudian menendang kusir lalu mengambil alih kereta kuda itu dan mengehentikannya.
Permaisuri Shiena yang berada di dalam kereta merasa kereta kudanya berhenti mendadak yang membuat Permaisuri Shiena memiliki kesempatan menendang Pelayan itu keluar dari kereta kuda dan melarikan diri.
Kesatria Elit yang melihat pelayan Raja Philiph terlempar keluar dari kereta kuda segera menangkapnya dan mencoba menyelamatkan Permaisuri Shiena yang ternyata tidak membutuhkan bantuan mereka.
Permaisuri Shiena keluar dari kereta kuda dengan anggun dan berkarisma meski masih memakai gaun yang sama saat dirinya diculik bahkan wajah yang cantik tetap terlihat meski tidak memakai riasan.
Kesatria Elit pun membawa Permiasuri Shiena kembali ke Istana menggunakan kereta kuda milik Raja Philiph tapi Permaisuri Shiena menolak untuk kembali setelah mengetahui bahwa saat ini Kaisar Franz sedang melawan Raja Philiph. Permaisuri Shiena memilih untuk membantu Kaisar Franz dan mengalahkan Raja Philiph tapi sebelum itu Permaisuri Shiena memerintahkan Kesatria Elit untuk membunuh kedua pelayan Raja Philiph daripada harus membawanya hidup-hidup kembali ke Istana Kekaisaran. Kesatria Elit pun langsung melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dan dalam sekejap mata kedua orang pelayan itu telah kehilangan nyawanya.
Permaisuri Shiena pun pergi menyusul Kaisar Franz menggunakan Sihir Gelap dan membuat Kesatria Elit sangat terkejut karena mengetahui jika Permaisuri Shiena memiliki Sihir Gelap juga.
Permaisuri Shiena yang mengkombinasikan Sihir Gelap dan Sihir Angin secara bersamaan membuat kecepatannya tiga kali lipat lebih cepat dari biasanya hingga meninggalkan Kesatria Elit dibelakangnya.
Permaisuri Shiena pun akhirnya sampai di tempat pertarungan antara Kaisar Franz dan Raja Philiph. Permaisuri Shiena yang ingat jika dirinya berada di rumah itu maka dirinya tidak bisa menggunakan sihir maka Permaisuri Shiena memilih berada cukup jauh dari rumah itu dan ikut menyerang Raja Philiph.
Namun itu hanya sebentar saja Raja Philiph segera menggunakan alat yang dapat membatalkan semua sihir sehingga Raja Philiph pun terbebas dari perangkap Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang melihat hal itu menjadi kesal.
'Sial! Ternyata dia memiliki alat itu secara pribadi juga' ucap Permaisuri Shiena.
Raja Philiph yang melihat Permaisuri tanpa perlindungan seger mencoba menangkap dan membasa Permaisuri Shiena tapi Kaisar Franz yang tidak membiarkannya pun menghadang dan menyerang Raja Philiph.
Raja Philiph yang melihat kedatangan Kesatria Elit pun berencana mundur karena tidak yakin bisa menang dalam pertarungan itu. Raja Philiph yang berusaha kabur ternyata mendapatkan serangan dari Kaisar Franz hingga Raja Philiph kehilangan tangannya dan berteriak kesakitan.
Disaat itu, Jenderal dan Ajudan dari Raja Philiph pun datang. Mereka melihat Raja Philiph yang terluka parah pun segera membantunya dan berusaha kabur tapi dihalangi oleh Kesatria Elit. Jenderal dan ajudan yang merasa Permaisuri Shiena membutuhkan bantuan segera tidak memiliki cara lain selain melemparkan bubuk pembuat mata perih ke arah Kesatria Elit lalu kabur.
Kaisar Franz yang tidak ingin kehilangan kesempatan emas dapat membunuh Raja Philiph pun segera memerintahkan Kesatria Elit untuk mengejar mereka.
Sementara itu, Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena pun segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat. Kaisar Franz yang sangat merindukan dan mencemaskan Permaisuri Shiena akhirnya bisa merasa lega setelah mengetahui bahwa Permaisuri Shiena telah selamat.
Disaat yang bersamaan, Duke Laurence yang telah menemukan Hutan tempat Permaisuri Shiena diculik segera melakukan teleportasi untuk segera membebaskannya tapi ketika sampai Duke Laurence melihat Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena sedang berpelukan.
Duke Laurence pun menghentikan langkahnya untuk maju dan akhirnya memutuskan untuk berbalik lalu kembali ke tenda daruratnya. Duke Laurence kemudian memerintahkan semua Kesatrianya untuk mengemasi barang-barang dan kembali ke Kediaman Laurence.
Permaisuri Yerome yang bingung karena Duke Laurence kembali dengan tangan kosong pun mencari tau dan ternyata mengetahui bahwa Duke Laurence telah kedahuluan Kaisar Franz sehingga Duke Laurence memutuskan kembali dan menarik pasukannya.
Permaisuri Yerome yang masih trauma memutuskan untuk ikut kembali ke Kediaman Laurence daripada harus kembali ke Kerajaan Shafir dan menerima perlakuan buruk dari Raja Philiph yang gagal mendapatkan Permaisuri Shiena.
Dalam suka cita Permaisuri telah ditemukan, Kaisar Franz menjadi sangat kaget saat Permaisuri Shiena yang merasa sangat lelah tiba-tiba jatuh pingsan di pelukan Kaisar Franz. Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena jatuh pingsan untuk kedua kalinya menjadi cemas kembali.
Kaisar Franz kemudian menggendong Permaisuri Shiena dan membawanya menaiki kuda dan meninggalkan Kesatria Elit yang gagal menangkap Raja Philiph bersama Jenderal dan Ajudannya. Kaisar Franz melajukan kudanya dengan sangat cepat tanpa henti menuju Istana Kekaisaran.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena telah sampai di Istana Kekaisaran. Kaisar Franz kemudian segera memerintahkan kepada Kepala Pelayan untuk segera memanggil Dokter Kekaisaran sementara Kaisar Franz menggendong Permaisuri menuju kamarnya.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**