The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 62. Perseteruan


Shiena yang kesal dengan sikap Putra Mahkota tidak bisa menyembunyikan perasaannya tapi dia tetap harus menghormati guru dan juga kakaknya.


Shiena pun mengajak Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan duduk di kursi yang telah disediakan.


"Yang Mulia, Alphons dan kak Roan mari silahkan duduk." ucap Shiena sambil tersenyum.


Yang ingin duduk di sebelah Shiena kalah cepat dari Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan.


Putra Mahkota yang duduk jauh dari Shiena pun menjadi kesal dan protes.


"Kalian berdua, menyingkarlah dari kursi itu!" perinta Putra Mahkota.


"Kenapa kami harus menyingkir Yang Mulia?" tanya Roan.


"Tentu saja. Kami duluan yang menempati tempat duduk ini." ucap Alphonso membantu.


"Kalian" teriak Ian kesal.


Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan yang telah bertekad akan mengambil Shiena tidak akan berhenti meskipun apapun yang terjadi.


Putra Mahkota yang merasa kedudukannya terancam akhirnya tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Kenapa Yang Mulia? Apa ada masalah? Kami yang telah duduk duluan dan anda mengusir kami." ucap Roan


Putra Mahkota yang tidak teruma dipermainkan akhirnya terprovokasi oleh Tuan muda Alphonso dan Tuan Muda Roan.


"Tentu saja aku ingin sekali hal itu terjadi tapi ini tidak bisa dilakukan. Aku adalah Tunangan Shiena sudah pasti aku jauh lebih berhak untuk di samping Siena." ucap Ian sombong.


"Cih, tunangan apa? Itu hanya omongan saja. Aku bahkan tidak tau itu." ucap Alphonso.


"Apa kau meragukanku?" teriak Ian.


"Tentu saja. Yang Mulia hanya mengatakannya tapi tidak pernah hal ini diumumkan oleh Yang Mulia Kaisar." ucap Alphonso.


"Kau!" teriak Ian semakin marah.


"Tuan Muda Alphonso hanya berkata, kenapa anda sangat marah Yang Mulia?" jawab Roan.


"Apa kau akan ikut campur juga?" ucap Ian sinis.


"Apa masalahnya jika hamba ikut campur Yang Mulia? Semua yang dikatakan Tuan Muda Alphonso benar. Kami tidak pernah mendengar hal itu langsung dari Yang Mulia Kaisar?" ucap Roan menimpali.


"Apa kalian berdua ingin keluarga kalian di hukum? Karna telah melakukan pemberontakan terhadap keluarga Kaisar." ucap Ian senyum mengerikan.


Shiena yang melihat pertengkaran kecil mereka seperti melihat anak kecil yang sedang memperebutkan mainnya.


'Mereka ini benar-benar membuatku kesal. Apa mereka tidak bisa diam?' ucap shiena dalam hati.


"Diam!" teriak Shiena marah.


"...." Tuan Muda Alphonso, Tuan Muda Roan, Putra Mahkota terdiam.


Shiena yang sudah tidak tahan akhirnya berteriak untuk menghentikan pertengkaran mereka.


Setelah Shiena mengeluarkan semua masalahnya, suasana menjadi tenang kembali.


"Guru dan kakak tolong jangan memancing Yang Mulia Putra Mahkota lagi. Aku tidak mau jika guru dan kakak mendapat masalah karnaku." ucap shiena sedih.


"Shiena maafkan gurumu ini." ucap Alphonso menyesal.


"Maafkan kakakmu ini juga Shiena." ucap Roan.


Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan yang tidak bisa melihat Shiena bersedih akhirnya berhenti memprovokasi Putra Mahkota.


"Yang Mulia, hamba mohon untuk tidak menghukum guru dan kakak hamba." ucap Shiena menundukkan kepala dengan sedih.


Shiena yang pernah merasakan hukuman yang diberikan Putra Mahkota di masa lalu membuatnya khawatir dengan keselamatan Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan


Shiena telah sangat mengetahui bagaimana kejam dan tidak berprikemanusiaannya Putra Mahkota ketika menghukum seseorang membuat Shiena harus menyelesaikan pertengkaran itu.


"Kita memang bertunangan Yang Mulia tapi itu tidak lah resmi. Pertunangan sebenarnya akan di umumkan tahun depan di saat hari kedewasaanku. Itu pun jika Yang Mulia masih belum berubah fikiran." ucap shiena.


"Apa maksudmu Shiena? Jangan kau fikir ingin membatalkan pertunangan ini." ucap Putra Mahkota.


"Aku memang tidak ingin bertunangan denganmu Yang Mulia apalagi menikah dengan anda Yang Mulia." ucap shiena lantang.


Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan yang mendengar hal itu langsung dari mulut Shiena menjadi bersemangat untuk mengejar cintanya.


Ha.. ha.. ha..


(Tawa Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan)


"Berhenti! Apa yang kalian tertawakan? Tidak ada yang lucu dalam ini." ucap Ian teriak.


"Tentu saja ada yang lucu Yang Mulia." jawab Roan sambil masih tertawa.


"Anda orang yang sangat lucu Yang Mulia. Anda seorang Pria tapi anda memaksakan kehendak anda pada seorang gadis. Apa anda masih punya harha diri?" ucap Alphonso.


"Tutup mulut mu!" teriak Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang marah pun langsung memukul meja dan berdiri lalu menunjukkan tangannya ke wajah Tuan Muda Alphonso.


"Tenanglah Yang Mulia" ucap Shiena sambil mendekat ke arah Putra Mahkota.


Shiena Yang melihat kejadian itu langsung mencoba menenangkan Putra Mahkota tapi akhirnya terhempas dan hampir terjatuh.


"Aaaarrrrggghhhh" teriak Shiena.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘