
Shiena yang merasa lelah karena telah menggunakan banyak energi sihir langsung tidur ketika sampai di kamarnya.
Tak ada yang menyangka bahwa berita tentang seorang gadis baik hati, yang menyembuhkan peserta yang menjadi korban dalam pertandingan Ujian Menara Sihir menyebar. Pihak menara sihir melakukan berbagai cara untuk mengetahui orang yang telah menolong. Menara Sihir bahkan melakukan bersedia memberikan penghargaan dan hadiah yang besar karena telah menolong.
"Ketua, kita harus menemukan gadis itu?" ucap Tetua pertama.
"Benar. Aku harus berterima kasih padanya karena bersedia menyelamatkan muridku dari koma dan cacatnya." ucap Tetua kedua dan ketiga.
"Kalian semua benar tapi tak ada jejak dan kita hanya memiliki satu petunjuk dari semua keluarga peserta yang melihat." ucap Ketua Menara Sihir.
"Jepit tongkat lilitan ular dengan batu Emerald Hijau." ucap Tetua keempat.
"Kau benar. Satu-satunya yang kita tau adalah itu. Yang pasti gadis ini memiliki hubungan dengan Kerajaan Emerald." ucap Tertua Pertama.
"Jika Kerajaan Emerald membutuhkan bantuan. Kita pastikan untuk membantu untuk membalaskan budi ini. Bagaimana?" tanya Ketua Menara Sihir.
"Kami setuju!" ucap Semua Tetua Menara Sihir.
Semua orang di Menara Sihir menyebut gadis itu adalah Penyelamat dan menjadi idola. Bahkan semua keluarga peserta Ujian Menara Sihir yang berasal dari Keluarga Bangsawan dan rakyat biasa menjadi sangat berterima kasih.
Dalam waktu beberapa jam saja, berita tentang kesembuhan semua Peserta Ujian Menara Sihir dan Gadis Penyelamat menyebar dan menjadi idola baru bagi Rakyat Kekaisaran Pearl.
Keesokan paginya, Shiena mendengar semua orang termasuk Marry membicarakan tentang Gadis Penyelamat merasa sangat senang meskipun Shiena tak bisa memberi tau identitasnya. Shiena hanya akan menutup rapat kejadian itu dan menyimpan baju serta jepitan itu kedalam cincin dimensi.
'Hmmm, semua orang berfikir kebaikan Gadis Penyelamat. Apa aku gunakan identitas itu saja untuk membantu wilayah Khansa dan Wilayah Utar kekaisaran ya?' fikir Shiena.
Shiena ingin menolong orang yang sakit tapi tak ingin membantu Kaisae namun Shiena menginginkan Lencana Pembebasan. Shiena yang dilema antara membantu dengan memberi tau identitas atau tidak menjadi sangat bingung.
Shiena pun pergi memberi salam serta sarapan pagi bersama Duke Carrole dan Duchess Carrole. Tak ada obrolan apapun selama sarapan berlangsung, mungkin Duke Carrole dan Duchess Carrole tau tak boleh memancing opini publik.
Shiena yang memakan sarapannya diam-diam membaca fikiran pelayan. Shiena yang awalnya bingung alasan orang tuanya hanya diam dan tak banyak bicara sekarang mengetahui situasi sebenarnya.
'Ternyata begitu. Batu Emerald yang ada dijepit rambutku semalam merupakan tanda hubungan dengan Kerajaan Emerald. Di Kekaisaran ini, Keluarga bangsawan yang memiliki hubungan dekat dengan Kerajaan Emerald adalah Keluarga Duke Carrole karena Nyonya rumah ini adalah Putri Tunggal dari Raja Terdahulu Kerajaan Emerald dan Shiena Ve Carrole adalah Cucu dari Raja Terdahulu Kerajaan Emerald.' fikir Shiena.
Semua orang di Kediaman Duke Carrole curiga bahwa Nyonya atau Nona mereka adalah orang yang dimaksud oleh Menara Sihir serta rakyat Kekaisaran Emerald namun semua pelayan lebih meyakini bahwa gadis itu adalah Nona mereka, Shiena Ve Carrole.
Shiena yang telah selesai sarapan pun bersiap-siap menuju Istana Kekaisaran menerima hadiah dari Kaisar karena telah membantu masalah kebanjiran dan kekeringan di wilayah Kekaisaran Pearl.
Shiena yang hanya membutuhkan waktu setengah jam sampai ke Istana langsung berjalan menuju Ruang tempat Kaisar berada. Kaisar mengundang Shiena datang menuju tempat pertemuan.
Ditempat pertemuan telah berkumpul banyak sekali Menteri dan semua orang yang berpengaruh. Shiena masuk dan diminta berjalan di atas red carpet menghadap Kaisar. Lalu Shiena membungkukkan tubuhnya ketika hampir di dekat Kaisar.
Kaisar bangkit dari singgahsananya lalu berjalan maju menuju Shiena. Kepala Pelayan Kekaisaran datang membawakan sebuah pedang yang biasa di gunakan untuk memberikan seseorang gelar karena jasa. Kaisar mengambil pedang itu lalu memberikan Shiena Ve Carrole gelar Rose Pearl Carrole.
Kaisar juga memberikan Shiena sebuah Istana di pinggir pantai Kekaisaran Pearl. Istana itu adalah Istana Kristal karena terbuat dari Kristal meskipun begitu Istana Kristal tak pernah membuat orang yang ada di dalamnya kedinginan atau kepanasan.
Istana Kristal adalah Istana pribadi milik keluarga Kekaisaran sehingga tak pernah ada Keluarga Bangsawan yang pernah merasakan bagaimana tinggal di Istana itu namun Kaisar memberikannya kepada Shiena.
Shiena sangat senang dengan hadiahnya tapi sebenarnya bukan ini hadiah yang sangat diinginkannya. Shiena pun berterima kasih kepada Kaisar lalu berita tentang Shiena Ve Carrole menyebar ke seluruh Wilayah Kekaisaran. Semua rakyat yang terdampak kebanjiran dan kekeringan berterima kasih padanya.
Tanpa Shiena sadari, banyak sekali Nyonya-Nyonya Bangsawan menargetkannya untuk dijadikan menantu. Semua Bangsawan menyayangkan Putra Mahkota yang bodoh karena pembatalan pertunangannya dengan gadis hebat seperti Shiena Ve Carrole.
Shiena yang telah kembali ke Kediamannya setelah pemberian gelar, pemberian hadiah dan penyambutan ternyata mendapatkan pesta kejutan di Kediamannya. Shiena berfikir Duke Carrole masih ada di Istana ternyata telah kembali ke Kediaman terlebih dulu.
Shiena yang baru sampai di bukakan pintu oleh pengawal tapi ternyata ruangan itu sangat gelap dan tiba-tiba.
Duuuaaarrrr Preeettt...... Preeettt...
(Suara petasan dan terompet)
Shiena terkejut dengan lampu yang tiba-tiba menyala dan suara terompet serta petasan. Meskipun begitu, Shiena merasa sangat senang. Semua orang ternyata telah memaafkan semua kesalahannya terdahulu dan telah menerimanya sepenuh hati. Duchess Carrole dan Duke Carrole datang dari tengah kerumunan pelayan yang mengucapkan selamat membawa sebuah kue dengan ucapan selamat Rose Pearl Carrole.
Shiena yang tak bisa menahan harunya pun menangis tersedu-sedu. Duchess Carrole yang melihat itu menyerahkan kue kepada Duke Carrole dan berjalan memeluk Shiena.
"Putriku!" ucap Duchess Carrole lembut.
"Ibu... A-aku menyayangimu!" ucap Shiena sambil menangis.
Duchess Carrole yang mendengar pernyataan kasih sayang dari Shiena menjadi sangat terharu dan memeluk Shiena semakin erat dan mencium rambutnya.
"Ibu juga sangat menyayangimu putriku." ucap Duchess Carrole yang ikut menangis.
Duke Carrole yang tak tahan memberika kue itu kepada Kepala Pelayan.
"Apa putri kesayangan ayah tak menyayangi ayah?" tanya Duke Carrole merentangkan tangan.
"Tentu saja aku juga menyayangi ayah. Aku.. Aku sangat menyayangi kalian berdua." ucap Shiena.
Duke Carrole pun berjalan memeluk Duchess Carrole dan Shiena dan mencium rambut mereka berdua secara bergantian. Semua dayang, pelayan, kesatria dan pengawal sangat terharu dengan kasih sayang antar keluarga ini. Perasaan hangat menjalar kesemua orang. Semua orang menjadi sangat bahagia serta banyak doa dan harapan untuk Keluarga Duke Carrole agar selalu bahagia.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘