The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 192. Defisit Kekaisaran


Setelah Mantan Putra Mahkota Brian dan pengikutnya diekseskusi, Kekaisaran menjadi tidak stabil karena ada beberapa posisi penting di Kekaisaran yang kosong serta meskipun harta milik Bangsawan itu telah disita oleh Kekaisaran  tapi Kekaisaran mengalami defisit disebabkan karena Mantan Putra Mahkota Brian terlalu menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting.


Putra Mahkota Franz yang mengetahui itu meminta bertemu dengan Kaisar dan Penasehat Kekaisaran meminta saran untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka pun melakukan rapat mendadak.


"Yang Mulia, saya mendapatkan informasi bahwa saat ini ada beberapa posisi di Kekaisaran yang kosong disebabkan Bangsawan yang terlibat dalam Penghianatan Mantan Putra Mahkota Brian telah dieksekusi." ucap Putra Mahkota Franz.


"....." Kaisar diam.


"Tak hanya itu Yang Mulia, saya juga mendapatkan kabar bahwa keuangan Kekaisaran mengalami defisit dan hal ini akan menjadi masalah jika dibiarkan begitu saja." ucap Putra Mahkota Franz.


"Panggil saja aku ayah, putraku. Saat ini hanya ada kita di dalam ruangan ini jadi ayah rasa itu tidak masalah dan jangan bicara terlalu sopan pada ayahmu ini, nak." ucap Kaisar sedih.


"Maafkan aku, ayah." ucap Putra Mahkota Franz.


"Baiklah Bagaimana denganmu Penasehat? Apa kau punya solusi untuk masalah ini?" tanya Kaisar.


"Sebenarnya masalah ini dapat diselesaikan hanya oleh satu orang, Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Siapa?" tanya Putra Mahkota Franz dan Kaisar bersamaan.


"Gadis Suci!" ucap Penasehat Kekaisaran.


Putra Mahkota Franz dan Kaisar pun saling berpandangan setelah mendengar kata Gadis Suci karena saat ini nama itu sangat lah terkenal tak hanya di kalangan Bangsawan tapi juga Rakyat biasa karena kebaikan hatinya, Kekayaan dan kekuasaannya.


Kaisar pernah memerintahkan Kesatria Elit miliknya untuk mencari tau tentang Gadis Suci tapi setelah beberapa lama mereka tak menemukan apapun. Gadis Suci seolah memiliki kemampuan untuk menghilangkan jejaknya yang bahkan tak bisa diketahui dengan Sihir Gelap.


Putra Mahkota Franz memang pernah berfikir bahwa hanya Gadis Suci yang dapat menyelamatkan Kekaisaran dan Putra Mahkota Franz pernah berharap agar yang menjadi Gadis Suci adalah Shiena sehingga bisa menggunakan alasan ini untuk meminta Shiena menjadi Permaisurinya dan pastinya tak akan ada seorang pun yang akan protes.


"Aku pun pernah berfikir demikian tapi itu semua akan sangat sulit karena tak hanya kita yang ingin menjalin hubungan dengan Gadis Suci bahkan seluruh Bangsawan pun ingin melakukan hal yang demikian." ucap Putra Mahkota Franz.


"Anda benar Yang Mulia tapi saya mendengar kabar bahwa Marquess Laurence memiliki hubungan yang baik dengan Gadis Suci dan oleh sebab itu lah Gadis Suci mau bergabung dengan Menara Sihir." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Saya pun pernah mendengarnya dan dikatakan bahwa orang yang berhasil membuat Gadis Suci bergabung adalah Marquess Laurence. Jika itu benar maka kita harus memanggil Marquess Laurence ke Istana dan memintanya untuk membuat janji dengan Gadis Suci agar Gadis Suci mau bergabung." ucap Putra Mahkota Franz.


"Kau benar putraku. Ayah setuju. Segera kirimkan surat dari Kekaisaran kepada Marquess Laurence dan minta dia datang kemari." perintah Kaisar.


"Sian laksanakan, Yang Mulia." uca Penasehat Kekaisaran.


Akhirnya Kaisar memikirkan cara untuk melakukan negoisasi kepada Gadis Suci untuk mau membantu Kekaisaran dengan menyerahkan beberapa persen saham miliknya di Toko Pelelangan, Tambang Berlian dan Toko Pehiasan dan sebagai imbalannya Kaisar akan memberikan apapun yang diminta Gadis Suci bahkan Kaisar bersedia memberikan Gelar Bangsawan padanya.


Kaisar juga berencana akan mengangkat pemimpin dari Toko Pelelangan dan Tambang Berlian menjadi seorang Baron dan menaikkan status Bangsawan dari Pemimpin dari Toko Perhiasan. Kaisar ingin menarik mereka semua berada di bawah kendalinya untuk menguatkan posisinya dan Putra Mahkota Franz sebagai Pemimpin di Kekaisaran Pearl dan membuat rakyat menyadari kecakapan dan kebijaksanaan Keluarga Kekaisaran yang telah dicoreng oleh Ratu Monica dan Mantan Putra Mahkota Brian.


Dalam hitungan jam, surat yang telah diperintahkan oleh Kaisar telah berada di Kediaman Marquess Laurence. Marquess Laurence yang mendapatkan surat itu hanya mengkerutkan keningnya karena telah bisa membaca apa yang akan dilakukan oleh Kaisar. Marquess Laurence yang juga tau tak bisa melakukan apapun untuk menolak atau menentang keinginan Kaisar membuatnya semakin dilema. Hingga akhirnya Marquess Laurence langsung memerintahkan Kepala Pelayannya untuk menyiapkan kereta kuda yang biasa untuk dirinya pergi menuju Kediaman Carrole.


Shiena pun membereskan berkas-berkas penting mengenai bisnisnya di atas meja dan meletakkannya di dalam Cincin Ruang setelah kepergian Marry dan setelah memastikan tak ada orang di dalam kamar itu. Shiena yang masih belum ingin banyak orang yang tau tentang rahasianya pun mencoba segala hal untuk tidak membuat cela kepada siapapun untuk mengetahuinya.


Shiena ingin menggunakan identitasnya disaat genting dan darurat yang membuatnya harus mengungkapkannya untuk menyelamatkan orang-orang yang sangat penting untuknya. Shiena tak ingin semua orang tau dan menjadi pusat perhatian banyak orang karena Shiena tak ingin berurusan dengan penjilat dan orang-orang yang busuk hatinya meskipun Shiena tak akan tertipu karena bisa membaca fikiran orang itu tapi membaca fikiran orang jahat tetap saja membuat Shiena menjadi merasa tidak nyaman dan kepikiran.


Shiena pun memperbaiki Gaunnya lalu turun menemui Marquess Laurence. Shiena pun mengajak Marquess Laurence pindah ke Taman Kaca dan menyampaikan peringatan kepada Kepala Pelayan untuk menutup mulut para pelayan agar masalah Marquess Laurence yang datang ke Kediaman Carrole untuk dirahasiakan karena jika tidak maka pelayan itu akan mendapatkan sanksi yang sangat tegas.


Shiena tak ingin ada seorang penghianat pun yang bekerja untuk Keluarganya sehingga jika ada satu saja pelayan yang beniat buruk atau membocorkan rahasia Keluarga Carrole kepada orang lain Shiena akan segera menggunakan Sihir Debu secara diam-diam untuk menyiksa dan menghabisi penghianat itu karena bagi Shiena dirinya hanya mau menerima kesetiaan dari orang-orangnya.


Setelah memastikan semua terkendali, Shiena dan Marquess Laurence pun pergi menuju Taman Kaca.


"Bagaimana keadaanmu Shiena?" tanya Marquess Laurence basa basi.


"Aku baik-baik saja, Kak. Bagaimana dengan kabar kakak sendiri?" tanya Shiena.


"Kakak baik-baik saja." ucap Marquess Laurence langsung.


"Benarkah? Wajah kakak terlihat tidak baik saat ini, ada apa kak sebenarnya? katakan saja." ucap Shiena.


"....." Marquess Laurence diam saja.


'Apa aku harus menceritakan semuanya tapi aku tak bisa membuatnya menjadi kepikiran karena saat ini keadaannya telah menjadi sangat baik karena Mantan Putra Mahkota Brian yang telah dieksekusi.' fikir Marquess Laurence.


'Ada apa ini? Sepertinya memang ada masalah. Aku harus membujuk Kak Roan untuk menceritakannya. Aku tak ingin Kak Roan menghadapi masalah ini sendiri karena selama ini Kak Roan selalu membantuku.' fikir Shiena.


"Kak katakan saja, aku yakin kita bisa menghadapi masalah ini bersama bukankah berdua jauh lebih baik daripada sendiri." ucap Shiena.


"...." Marquess Laurence diam.


'Apa aku benar-benar harus mengatakannya? Semoga ini menjadi pilihan yang terbaik' fikir Marquess Laurence.


"Baiklah, kakak akan ceritakan padamu tapi bisa kau minta pelayanmu untuk pergi karena ini adalah rahasia." ucap Marquess Laurence.


"Baiklah, Kak." ucap Shiena setuju.


Shiena pun memerintahkan Marry dan Amy untuk pergi dan meminta semua pelayan untuk tidak berada di sekitar Taman Kaca. Lalu, Shiena menggunakan Sihir Cahaya untuk membuat Segel Cahaya agar tak ada orang yang bisa masuk dan menguping karena Shiena tak ingin membuat sedikit saja kesalahan ataupun cela.


Marquess Laurence yang melihat Shiena sangat berhati-hati menjadi sangat senang dan merasa tenang untuk meceritakan semua yang terjadi.


 


Bersambung