
Shiena yang tak ingin berlama-lama dengan Putra Mahkota Franz hanya memesan satu gelas coklat. Putra Mahkota Franz yang melihat itu tampak sedih tapi mencoba tersenyum.
Putra Mahkota Franz yang awalnya ingin bercerita mulai ragu karena takut Shiena tidak percaya dan menganggapnya gila atau bahkan hal terburuknya Shiena dapat memberitau kepada semua orang tentang kelebihannya.
Putra Mahkota Franz yang dilema diketahui oleh Shiena karena dari awal Shiena telah membaca fikiran Putra Mahkota Franz jadi meskipun Putra Mahkota Franz berkata bohong, Shiena akan tetap tau kebenarannya dari isi fikiran Putra Mahkota Franz sendiri jadi Shiena tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Putra Mahkota Franz pun menceritakan beberapa hal kepada Shiena dan beberapa hal juga disembunyikannya dari Shiena karena merasa belum saatnya Shiena mengetahui semua rahasianya.
Putra Mahkota Franz menceritakan bahwa dirinya memang memiliki kemampuan menghentikan waktu selama apapun yang diinginkan tapi Putra Mahkota Franz tidak menceritakan frekuensi seberapa sering bisa menggunakan kemampuannya dalam satu hari.
Putra Mahkora Franz juga cerita jika dirinya bisa menghentikan waktu sejak kecil tapi Putra Mahkota Franz tidak pernah cerita kenapa dan bagaimana dirinya bisa memiliki kemampuan membaca fikiran.
Shiena yang tau semua itu hanya diam saja karena Shiena menghormati semua pilihan Putra Mahkota Franz yang sama sepertinya yang bahkan tak ada seorang pun yang tau tentang kemampuannya bisa membaca fikiran orang lain atau memberi tau siapapun jika dirinya telah pernah bereinkarnasi sebelumnya.
Shiena yang mendengarkan cerita Putra Mahkota Franz akhirnya menyadari bahwa Putra Mahkota Franz sangat kesepian meskipun memiliki teman seperti Tuan Eit.
Putra Mahkota Franz seperti orang yang sangat menginginkan kasih sayang karena hidup sendiri selama ini tanpa kasih sayang ayah dan ibu.
Putra Mahkota Franz juga pernah trauma karena perbuatan Ratu Monica yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Putra Mahkota Franz pun hidup dalam ketakutan dalam beberapa bulan hingga bisa membunuh orang suruhan Ratu Monica.
Shiena yang merasa kasihan kepada nasib Putra Mahkota Franz mulai simpati padanya tapi Shiena masih membentuk dinding pertahanan untuk membatasinya agar tak memberikan hatinya kepada pria yang salah untuk kedua kalinya.
Shiena yang ingin pulang ke Kediaman Duke Carrole dicegah oleh Putra Mahkota Franz karena Putra Mahkota Franz ternyata ingin lebih lama lagi bersama Shiena.
Putra Mahkota Franz pun mengajak Shiena pergi ke tempat yang belum pernah Shiena datangi. Shiena yang tau tujuan Putra Mahkota Franz menyetujuinya karena Shiena sendiri ternyata juga ingin pergi kesana.
'Aku harap dia mau pergi bersamaku. Lagipula Shiena memiliki Istana di sekitar pantai itu tapi sepertinya Shiena belum pernah kesana.' fikir Putra Mahkota Franz.
'Pantai??? Hmmm, sepertinya bagus juga.. setelah mengalami kejadian buruk dan pergi ke pantai dan melihat sunset.' ucap Shiena dalam hati.
Shiena pun memanggil Kesatria Carrole yang menunggunya. Shiena pun mengatakan akan pulang sendiri bersama Putra Mahkota franz jadi kesatria itu diperbolehkan pulang tapi Shiena memperingatkan kepada Kesatria itu untuk jangan pernah mengatakan apapun pada siapapun.
Kesatria itu mengerti dan lagi pula tak ada alasan dirinya menolak perintah Shiena. Kesatria itu juga tak bisa menolak tatapan mata Putra Mahkota Franz yang seolah memberi peringatan untul segera pergi karena jika tidak nyawamu dan keluargamu akan hilang.
Kesatria itu pun pergi meninggalkan Shiena dengan kereta kuda. Kesatria itu pulang bersama belanjaan Shiena ke Kediaman Duke Carrole.
Sementara itu Ana dan Marry yang telah sampai di Toko Kue Larissa telah tidak menemukan keberadaan Shiena lagi dan tidak juga melihat kereta kuda lambang Keluarga Duke Carrole sehingga Marry dan Ana bergegas pulang.
Namun, tak menemukan Shiena sehingga Ana dan Marry bertanya keberadaan Shiena kepada kesatria. Kesatria itu hanya menceritakan hal singkat tapi cukup membuat Ana dan Marry penasaran.
Ana dan Marry pun larut dalam fikiran mereka masing-masing tentang percintaan masa depan mereka dan Shiena.
Kemudian, Shiena dan Putra Mahkota Franz mencari tempat sepi agar bisa berteleportasi karena tak ingin menarik perhatian semua orang karena tiba-tiba menghilang dari hadapan mereka.
Tak butuh waktu lama dan hanya dalam beberapa detik shiena dan Putra Mahkota Franz sampai di pantai yang sangat indah.
Pantai itu sangat sepi dan tak ada pengunjung tapi tak mengurangi keindahan dari pantai itu sendiri.
Shiena yang sudah lama ingin pergi ke pantai ternyata baru bisa ke pantai setelah hidup dan reinkarnasi lagi ke kehidupan masa lalunya.
Shiena yang hidup pas-pasan di kehidupannya di masa modern membuatnya tak bisa pergi berlibur tapi dikehidupannya yang dulu Shiena tak bisa pergi kemana pun karena statusnya yang merupakan seorang Ratu.
Putra Mahkota Franz yang jahil pun memercikkan air pantai ke wajah Shiena. Shiena yang melihat perbuatan Putra Mahkota Franz pun tak ingin kalah dan membalas dendam.
Akhirnya mereka pun bermain air dengan saling siram di bibir pantai hingga tubuh mereka basah semua.
Shiena yang menyadari itu menghentikan permainan itu. Putra Mahkota yang peka pun bergerak mencari kayu bakar untuk menghangatkan tubuh. Shiena yang tau tujuan Putra Mahkota Franz hanya diam dan melihat.
Tak ternyata Putra Mahkota Franz telah berhasil membuat api unggun di pinggir pantai meski dengan bantuan Sihir Api milik Putra Mahkota Franz.
Shiena yang tau Putra Mahkota Franz mengumpulkan kayu bakar, Shiena bisa diam saja lebih lama sehingga memutuskan untuk memancing ikan dengan Sihir Airnya dan tak lama kemudian dua buang ikan segar telah tertangkap.
Putra Mahkota Franz pun membakar ikan itu lalu pergi mencari buah kelapa untuk mengambil air dogannya dan setelah dapat Putra Mahkota Franz pun membawanya di depan Shiena.
Shiena dan Putra Mahkota Franz pun menikmati makanan mereka sambil melihat sunset berwarna kemerahan dan itu sunggu cantik dan indah. Pemandangan seperti ini membuat Shiena menjadi tak akan bisa melupakan semua beban di masa lalunya.
Seiring tenggelamnya matahari itu, Shiena pun mulai berharap dapat memperbaiki masa depan dengan lebih baik lagi.
Begity pula dengan Putra Mahkota Franz yang telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dirinya akan selalu menjaga Shiena.
Putra Mahkota Franz yang tak ingin melewatkan kesempatan ini pun merayu Shiena hingga Shiena memerahkan pipinya.
"Aku tau bahwa aku adalah seorang Putra Mahkota dulu lalu aku membuang identitas itu dan sekarang identitas itu ternyata tak bisa dibuang sembarangan. Sehingga aku mau tidak mau harus mengambil tanggung jawabku kembali." ucap Putra Mahkota Franz.
"....." Shiena diam.
"Hiduplah bersamaku hingga sisa umurku, jadilah Permaisuri di hatiku Shiena dan dengan janjiku akan membuatmu sebagai satu-satunya wanitaku." ucap Putra Mahkota Franz.
Shiena bingung mau menjawab apa karena sepertinya telah timbul sedikit perasaan lebih kepada Putra Mahkota Franz tapi Shiena membutuhkan waktu untuk berdamai dengan hatinya di masa lalu dan di masa sekarang.
Putra Mahkota Franz yang sadar dirinya terlalu cepat pun berjanji akan setian menunggu Shiena.
Putra Mahkota Franz dan Shiena pun kembali ke Kediaman Carrole. Setelah selesai mengantar Shiena Putra Mahkota Franz pun segera kembali ke Istananya.
Putra Mahkota Franz yang merasa ada perkembangan dalam hubungannya dengan Shiena pun menjadi senang dan berharap bisa bersama Shiena selamanga.
Ketika kembali, Eit memberi laporan bahwa setelah diselidiki pedagang tersebut menaikkan harga karena dari pemasok yang merupakan salah seorang Bangsawan Atas telah menaikkan harga dan menimbun barang tersebut.
Putra Mahkota Franz yang mendengarnya menjadi marah dan memerintahkan Eit untuk menyelidiki Bangsawan Atas yang terlibat dalam permainan harga barang ini.
#Bersambung#
β Noteβ
Maafkan author karena ada urusan jadi up nya cuma 1x untuk hari ini dan besok.. πππ
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. π
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih π₯°πβ€π